14 Oktober 2016

Bohong dapat merusak kekebalan tubuh

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Bohong dapat mengurangi sistem kekebalan Tubuh....,

Duh...Masih Suka Bohong ?
Hati hati ! Dapat merusak Syaraf loh !

Bohong itu nikmat dan berulang kali dilakukan karena merasakan nikmatnya bohong...

Tapi , ketahuilah , bahwa ketika asyik melakukan kebohongan, akan terjadi serangkaian hal di dalam tubuh yang dapat  merusak kesehatan dan juga mental ....

Inilah hal yang terjadi di dalam tubuh pada saat  melakukan praktek  kebohongan.

*..... 1 Meni t- Saat telah terjadi kebohongan,
maka akan terjadi pelepasan kortistol dalam otak, karena terjadinya penekanan dalam sistim syaraf.
Jika kebohongan yang di lakukan  itu cukup besar, maka adrenalin di dalam jantung akan meningkat.
Dan otak akan langsung mempersiapkan respon untuk membela diri, seperti dengan mengucapkan kata2 untuk menutupi kebohongan pertama.

*----5 Menit - Dan beberapa menit kemudian, otak akan terus berpikir untuk memikirkan kebohongan apa palagi untuk menutupi kebohongan yang  di lakukan sebelumnya. Hal ini akan membuat kerja otak menjadi berat karena otak dipaksa untuk berfikir dan mengambil keputusan di saat yang bersamaan. itulah sebabnya jika telah berbohong,  biasanya akan terjadi kebohongan2 lainnya beruntun

*----10 Menit - Makin lama waktu berlalu, kinerja otak semakin meningkat akibat adanya tekanan2 yang menyudutkan  hati....
. Hal ini akan menyebabkan  meningkatnya nafsu marah kepada orang yang di bohongi ketika hati beranggapan  bahwa dia tidak percaya dengan apa yang telah dikatakan ...

*------ 30 Menit - Hormon stres akan berangsur hilang, karena orang yang  jadi korban kebohingan sudah pergi,
hal yang akan terjadi selanjutnya adalah munculnya hormon khawatir, yaitu mulai merasa takut  bahwa kebohongan yang sudah di lakukan akan terbongkar, yang menyebabkan  beban fikiran pun menjadi lebih berat....

*---- 24 Jam - Mungkin beberapa orang sudah lupa dengan kebohongan yang  tlh mereka lakukan.
Namun bagi orang yang tidak terbiasa berbohong,akan terus berfikir dan memiliki perasaan negatif tentang ketidakjujuran yang telah di lakukan.
Dan hal ini mengakibatkan  menjadi stres.....

*---- 72 Jam - Kebohongan yang  telah di  lakukan akan menyebabkan rasa cemas yang kronis. Selain itu akibat hormon stres meningkat akan mengakibatkan sulit untuk berpikir secara jernih.

Dan hal ini juga mampu mengakibatkan sistem kekebalan tubuh menjadi berkurang. ahirnya, kesehatan pun terganggu .....

Untuk itu ....
lebih baik bicara apa adanya daripada bicara bohong tapi akhirnya diri sendiri yang menanggung akibatnya....

Bohong itu ga enak , wahai Sahabat
Sama dengan merusak sel sel ditubuh sendiri.....

Shollu 'ala Rosulillaah saw

13 Oktober 2016

Tahukah kamu ?

Bismillah.....
★┊ Tahukah ? ┊★┊  ┊ ★┊  ┊
┊  ┊
┊   ┊ aah ┊  ★ ★┊  ┊ ★┊  ┊
┊  ┊ Andai saja tahu....
┊   ┊  ┊  ★
┊  ┊  ☆
┊  ★ ☆ ┊  ┊  ┊

┊  ┊   ┊tapi  ★
┊  ┊ saya tak tahu... ☆
┊  ┊ apakah itu ????
┊   ┊  ┊  ★
┊  ┊  ☆
┊  ★ ☆ ┊  ┊  ┊

┊  ┊   ┊  ★
┊  ┊  ☆
┊  ┊  ☆
┊  ★ ☆ ┊  ┊  ┊

┊  ┊   ┊  ★
┊  ┊  ☆
┊  ┊
┊   ┊  ┊  ★
┊  ┊  ☆
┊  ★ ☆ ┊  ┊  ┊

┊  ┊   ┊  ★
┊  ┊  ☆
┊  ┊
┊   ┊  ┊  ★
┊  ┊  ☆
┊  ★ ☆ ┊  ┊  ┊

┊  ┊   tahukah ?┊  ★
┊  ┊  ☆disebalik jurang ,ada kebun yg indah....

Disebalik Gunung itu ada sungai yg airnya sejuk...

Disebalik batu , memancar mata air...

Jangan dikira Tanah yg gersang tak dpt menumbuhkan biji2 an...

Jangan dilkira Air yg tenang itu tak menghanyutkan...

Jangan dikira Harimau itu tidur....

Jangan dikira , Terik mentari itu akan membakar rerumputan....

Awan yg gelap belum tentu menurunkan hujan....

Panas yg menyengat belum tentu kemarau...,

Semua Rahasia di tanganNYA...

hanya Qalbu yg hidup yg dpt mengerti....

Shollu 'ala Rosulillaah saw

11 Oktober 2016

Mutiara Hikmah

Bismillaah.....

Mumpung sepiiii...
MUTIARA HIKMAH. 🌍🌍🌍🌍🌍🌍🌍🌍🌍🌍.                                *PESAN INDAH DARI DR. ZAKIR NAIK*

🌃 Saudara dan Sahabat Muslim semua..
✅ *Mohon* ⬇

🌠1⃣ *Jangan tulis TUHAN*
Mohon selalu *Tulislah ALLAH*
Karena tidak ada penyebutan Tuhan pada Kitab suci Al-Qur'an.

🌠2⃣ jangan katakan  "Mosque"
Selalu katakan *MASJID*
Karena Organisasi Islam telah menemukan bahwa arti Mosque itu, nyamuk.

🌠3⃣ Jangan tulis  "Mecca:
Selalu tulislah dengan benar
*MAKKAH*" karena
Mecca itu berarti Rumah Anggur

🌠4⃣ Jangan tulis "Mohd"
Selalu tulislah dengan lengkap
*MUHAMMAD* karena
Mohd berarti anjing yang bermulut besar.

✅ Jika anda punya paket (kuota),
✅ Tolong sampaikan hal ini ke *Sahabat-Sahabat Muslim* kita.

الرجاء ارسالها الى اصدقائك المسلمين

✊✊ *Populasi Muslim* di Dunia, di masing-masing negara:

1⃣ Afghanistan 100%
2⃣ Albania 75%
3⃣ Algeria 99%
4⃣ Angola 25%
5⃣ Argentina 2%
6⃣ Australia 2.09%
7⃣ Azerbaijan 93%
8⃣ Bahrain 100%
9⃣ Bangladesh 85%
🔟 Bhutan 5%
1⃣1⃣ Brazil 0.6%
1⃣2⃣ Burma 10%
1⃣3⃣ Canada 1.48%
1⃣4⃣ Central African 55%
1⃣5⃣ China 11%
1⃣6⃣ Egypt 94%
1⃣7⃣ Ethiopia 65%
1⃣8⃣ Fiji 11%
1⃣9⃣ France 7%
2⃣0⃣ Georgia 11%
2⃣1⃣ Germany 3.4%
2⃣2⃣ Greece 1.5%
2⃣3⃣ Guinea 95%
2⃣4⃣ Guyana 15%
2⃣5⃣ Hongkong 1%
2⃣6⃣ India 14%
2⃣7⃣ *INDONESIA 85%*
2⃣8⃣ Iran 99%
2⃣9⃣ Iraq 97%
3⃣0⃣ Israel 14%
3⃣1⃣ Italy 1%
3⃣2⃣ Japan 1%
3⃣3⃣ Jordan 95%
3⃣4⃣ Kenya 30%
3⃣5⃣ Kuwait 89%
3⃣6⃣ Lebanon 70%
3⃣7⃣ Libya 100%
3⃣8⃣ Maldives 100%
3⃣9⃣ Malaysia 52%
4⃣0⃣ Mauritius 19.5%
4⃣1⃣ Mayotte 99%
4⃣2⃣ Nigeria 75%
4⃣3⃣ Oman 100%
4⃣4⃣ Pakistan 97%
4⃣5⃣ Phillipines 14%
4⃣6⃣ Qatar 100%
4⃣7⃣ Romania 20%
4⃣8⃣ Russia 18%
4⃣9⃣ Saudi Arabia 100%
5⃣0⃣ Singapore 17%
5⃣1⃣ Somalia 100%
5⃣2⃣ Sri Lanka 9%
5⃣3⃣ Sudan 85%
5⃣4⃣ Syria 90%
5⃣5⃣ Tazakistan 85%
5⃣6⃣ Tanzania 65%
5⃣7⃣ Thailand 14%
5⃣8⃣ Tunisia 98%
5⃣9⃣ Turkey 99.8%
6⃣0⃣ UAE 96%
6⃣1⃣ UK 2.5%
6⃣2⃣ USA 3.75%
6⃣3⃣ Uzbekistan 88%

🏯 *Darimana Rasul-Rasul itu berasal..???*

🌠 *Adam* (Alaihi Salam) - Sri Lanka
🌠 *Nuh* (Alaihi Salam) - Jordan
🌠 *Shu'aib* (Alaihi Salam) - Syria
🌠 *Saleh* (Alaihi Salam) - Lebanon
🌠 *Ibrahim* (Alaihi Salam) - Palestine and died in iraq
🌠 *Ismail* (Alaihi Salam) - Saudi Arabia
🌠 *Yakub* (Alaihi Salam) - Palestine
🌠 *Yahya* (Alaihi Salam) - Palestine
🌠 *Zakariya* (Alaihi Salam) - Palestine
🌠 *Ishaq* (Alaihi Salam) - Palestine
🌠 *Yusuf* (Alaihi Salam) - Palestine
🌠 *Luuth* (Alaihi Salam) - Iraq
🌠 *Ayub* (Alaihi Salam) - Jordan
🌠 *Hoed* (Alaihi Salam) - Yamen
🌠 *MUHAMMAD* ( _*Shallallahu Alaihi Wasalam*_) - Saudi Arabia

📝 *Usia para Rasul* 📝

✅ Adam (Alaihi Salam) - 1000 Tahun
✅ Nuh (Alaihi Salam) - 950 Tahun
✅ Shu'aib (Alaihi Salam) - 882 Tahun
✅ Saleh (Alaihi Salam) - 586 Tahun
✅ Zakariyya (Alaihi Salam) - 207 Tahun
✅ Ibrahim (Alaihi Salam) - 195 Tahun
✅ Sulaiman (Alaihi Salam) - 150 Tahun
✅ Ismail (Alaihi Salam) - 137 Tahun
✅ Yakub (Alaihi Salam) - 129 Tahun
✅ Musa (Alaihi Salam) - 125 Tahun
✅ Ishaq (Alaihi Salam) - 120 Tahun
✅ Harun (Alaihi Salam) - 119 Tahun
✅ Yusuf (Alaihi Salam) - 110 Tahun
✅ Isa (Alaihi Salam) - 40 Tahun
✅ *NABI MUHAMMAD* ( _*Shallallaahu Alaihi Wasalam*_) - 63Tahun

 

Shollu 'alanNabiiy saw

Iqro pada AyatNYA


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ........

DIA berbicara lewat tanda tanda Alam......
.. Itulah Ayat AyatNYA  jua....
Yuk kita membaca ayat ayatNYA
(Iqro)

Simbol Banjir /Air Bah ,
Seolah DIA mengatakan  banyak IlmuNYA  yang  tidak dimanfaatkan dijalanNYA....
Itupun jika air nya bening....dan air adalah simbol Ilmu......

Bagaimana jika air itu keruh bercampur lumpur ?...

Itu simbol bahwa Manusia banyak yg mencampurkan  IlmuNYA yang haq dengan yang batil.......inti nya HAQ dan BATIL bercampur...

Bagaimana dengan simbol jalan ?
Jalan dan Jembatan adalah simbol penghubung...
Penghubung antara HambaNYA dgNYA ...bisa Guru, Wali..Ustadz, dll ...

Jika Para Guru dan Para Waliyulloh sudah tidak dihargai  lagi... maka DIA akan  putuskan penghubung itu sehingga manusia tidak bisa mencapai NYA melalui jalan penghubung itu...

Wallahu a'lam bish showwab...

Asshollaatu wasallaamu 'alaiyka yaa Sayyidi Yaa Rosulullaah.....

04 Oktober 2016

Sabarlah Wahai Sayangku...

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Wahai Hamba yang di
Sayang...

Ketika keindahanNYA menghampiri, sungguh tiada lagi yg dpt menandingiNYA.....
Hanya diam dalam rasa.....
.
Ketika Bongkahan Takdir harus jatuh ke Bumi....
Siapakah yg kuat menerimanya ?
Maka DIA membagi bagi potongan takdir demi takdir pd sang Hamba.....

Ketika d belahan Bumi sana ada MahklukNYA yg tak kuat menerima takdirNYA, maka DIA bebankan dua kali lipat atau lebih sang takdir pd Hamba pilihanNYA....
Maka  si Hamba itu dibuat menanggung derita saudaranya krn perintahNYA...
.namun juga menjadi Pahlawan krn telah ridho menanggung amanah Yg tlh DIA takdirkan.....
Itu sebercik KasihNYA jua....
Bukan krn DIA pilih kasih...bukan......

Susah dan senang, semua adlh Karunianya jua..
Sama saja tak ada beda rasa.....
Hanya hatilah yg mempunyai Rasa Surga yg dpt Rasakan Damai......
Dan sungguh Rasa Surga itu sdh dpt dirasakan saat ini......
Allaaaaaah...

Sebaliknya, rasa Neraka hanyalah dirasakan bagi HambaNYA yg tiada mensyukuri KaruniaNYA.....
hanya merasakan syukur jika jasad dpt nikmat........
.pdhl Apapun yg DIA beri, sesulit apapun hidup, harus di Syukuri.....

Namun ada Manusia yg tak pandai bersyukur, ....
Maka demi keseimbangan Alam, dia  beri beban  pd Hamba pilihanNYA untuk sebuah syukur yg sangat berat.....
Para walipun. menyempurnakan Syukur hamba hambaNYA yg kurang bersyukur....
Ya Allaaaaaah indahnya kasihMU...
Saudaraku.....
Ayo ..
.buktikan cinta pdNYA saja....
.dari DIA dan untuk DIA saja
..tak ada yg lain ...
Kita semaikan Syukur
..dan kita terima beban takdir takdir ..
Mampukah ?
Mampukah ?
Menanggung  semua derita mereka  dg sabar ?
Demi Mizan Alam Raya  .....

Shollu 'alannabiiy saw

(Al Fakir)
Menjelang Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam

Tetaplah dalam pendirian

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Seorang pemuda kehilangan sepatunya di laut,
lalu dia menulis di pinggir pantai ...
LAUT INI MALING ...

Tak lama datanglah nelayan yg membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai ...
LAUT INI BAIK HATI ...

Seorang pemuda tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai,
LAUT INI PEMBUNUH ...

Tak lama datanglah Seorang lelaki yg menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai..
LAUT INI PENUH BERKAH ...

Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu !!!!!!

Maka .......

JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG, KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN YANG BERBEDA.
.
Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik.
Meski terkadang kebaikan tidak senantiasa di hargai.

Ali bin abi thalib berkata:
"Jangan menjelaskan tentang diri mu kepada
siapa pun,
Karena yang menyukai mu tidak butuh itu,
Dan yang membenci mu tidak percaya itu.
.
Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi
Siapa yang mau berbuat baik.
.
Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan ...
Namun Hapuslah kesalahan...
demi lanjutnya Persaudaraan..
.
Jika datang kepadamu gangguan...
Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik.
.
Teruslah berdoa dan berikhtiar.
Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikuti mu.

"Selamat menjalani hidup di tahun baru 1438 H, semoga kita tambah bermakna dan berarti di tahun ini dan semoga panjang umur"

Kanjeng Sunan Quba
Batam, selasa 4 Okt 2016.

Shollu 'ala Rosulillaah saw

22 September 2016

Bahaya Fitnah

Bismillaahirrohmaanirrohiim

*K E M O C E N G*

_(Bahayanya Fitnah )

“Habib... Maafkanlah saya yang telah memfitnah Habib dan ajarkan saya sesuatu yang bisa menghapuskan kesalahan saya ini.”

Aku berusaha menjaga lisanku, tak ingin sedikitpun menyebarkan kebohongan dan menyinggung perasaan Habib."

Habib Umar terkekeh :
“Apa kau serius?” Katanya.

Aku menganggukkan kepalaku dengan penuh keyakinan :
“Saya serius, Habib, Saya benar-benar ingin menebus kesalahan saya.”

Habib Umar terdiam beberapa saat. Ia tampak berfikir. Aku sudah membayangkan sebuah doa yang akan diajarkan Habib Umar kepadaku, yang jika aku membacanya beberapa kali maka Allah akan mengampuni dosa-dosaku. Aku juga membayangkan sebuah laku, atau tirakat, atau apa saja yg bisa menebus kesalahan dan menghapuskan dosa-dosaku.

Beberapa jenak kemudian, Habib Umar mengucapkan sesuatu yang benar-benar di luar perkiraanku. Di luar perkiraanku—

“Apakah kamu punya sebuah kemoceng di rumahmu?”

Aku benar-benar heran Habib Umar justru menanyakan sesuatu yang tidak relevan untuk permintaanku tadi.

“Maaf, Habib?” Aku berusaha memperjelas maksud Habib Umar.

Habib Umar tertawa, seperti Habib Umar yang biasanya. Diujung tawanya, ia sedikit terbatuk.

Sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, ia menghampiriku,

“Ya, temukanlah sebuah kemoceng di rumahmu,” katanya.

Tampaknya Habib Umar benar-benar serius dengan permintaannya.

“Ya, saya punya sebuah kemoceng di rumah, Habib. Apa yang harus saya lakukan dengan kemoceng itu?”

Habib Umar tersenyum.
“Besok pagi, berjalanlah dari rumahmu ke pondokku,” katanya,

“Berjalanlah sambil mencabuti bulu-bulu dari kemoceng itu. Setiap kali kamu mencabut sehelai bulu, ingat-ingat perkataan burukmu tentang aku, lalu jatuhkan di jalanan yang kamu lalui.”

Aku hanya bisa mengangguk. Aku tak akan membantahnya. Barangkali maksud Habib Umar adalah agar aku merenungkan kesalahan-kesalahanku. Dan dengan menjatuhkan bulu-bulunya satu per satu, maka kesalahan-kesalahan itu akan gugur diterbangkan waktu…

“Kau akan belajar sesuatu darinya,” kata Habib Umar Ada senyum yang sedikit terkembang di wajahku.

Keesokan harinya, aku menemui Habib Umar dengan sebuah kemoceng yang sudah tak memiliki sehelai bulupun pada gagangnya. Aku segera menyerahkan gagang kemoceng itu pada beliau.

“Ini, Habib bulu-bulu kemoceng ini sudah saya jatuhkan satu per satu sepanjang perjalanan. Saya berjalan lebih dari 5 km dari rumah saya ke pondok ini. Saya mengingat semua perkataan buruk saya tentang Habib.

Saya menghitung betapa luasnya fitnah-fitnah saya tentang Habib yang sudah saya sebarkan kepada begitu banyak orang. Maafkan saya, Habib. Maafkan saya…”

Habib Umar mengangguk-angguk sambil tersenyum. Ada kehangatan yang aku rasakan dari raut mukanya :
“Seperti aku katakan kemarin, aku sudah memaafkanmu. Barangkali kamu hanya khilaf dan hanya mengetahui sedikit tentangku. Tetapi kau harus belajar seusatu…,” katanya.

Aku hanya terdiam mendengar perkataan Habib Umar yang lembut, menyejukkan hatiku.

“Kini pulanglah…” kata Habib Umar.

Aku baru saja akan segera beranjak untuk pamit dan mencium tangannya, tetapi Habib Umar melanjutkan kalimatnya :
"Pulanglah dengan kembali berjalan kaki dan menempuh jalan yang sama dengan saat kamu menuju pondokku tadi…”

Aku terkejut mendengarkan permintaan Habib Umar kali ini, apalagi mendengarkan “syarat” berikutnya:

“Di sepanjang jalan kepulanganmu, pungutlah kembali bulu-bulu kemoceng yg tadi kau cabuti satu per satu. Esok hari, laporkan kepadaku berapa banyak bulu yang bisa kamu kumpulkan.”

Aku terdiam. Aku tak mungkin menolak permintaan Habib Umar.

“Kamu akan mempelajari sesuatu dari semua ini,” tutup Habib Umar.

Sepanjang perjalanan pulang, aku berusaha menemukan bulu-bulu kemoceng yang tadi kulepaskan di sepanjang jalan. Hari yang terik. Perjalanan yang melelahkan.

Betapa sulit menemukan bulu-bulu itu. Mereka tentu saja telah tertiup angin, atau menempel di sebuah kendaraan yang sedang menuju kota yang jauh, atau tersapu ke mana

19 September 2016

Wahai Suami..mana Akhlakmu

Bismillaahirrohmaanirrohiim....

Suatu ketika...
sang istri yg sedang melipat baju suami dan membereskan kamar,
tiba tiba perasaan hatinya timbul rasa rindu...


Sang istri melipat baju suami sambil berfikir, ..
Ohh..
betapa suamiku selalu sibuk mencari sesuap nasi menafkahi istri dan anak anaknya di rumah....
Jika saat itu suami meninggal sementara istri belum tuntas baktinya pada suami, betapa penyesalan mendalam meliputi hati...


Kemudian...
Terbersit Istri  ingin menelpon suami dengan cinta yg sdg merindu.
.sedang apakah suami  disana...

Dengan harapan ketika menelpon suami, mungkin saja suara lembut kerinduan istri dapat menghalau lelah walau sejenak...
Tarikan hati yg melembut inilah,  sang Istri segra mengambil hp untuk menelpon suaminya..... 

Kriiing.... Nun di sebrang sana.. Hp sang Suami berdering

Ketika hp diangkat.

Belum istri mengucapkan "hallo sayang"..

Disebrang sana , sang suami langsung membentak dengan suara  kasarnya " saya lagi sibuk !! "..kemudian telpon ditutup...

Mengalirlah air mata istri....
Sabaaarlah wahai hati.. Sang istti menghibur diri... 

Sang Istri berusaha merenung.... Mencoba memahami apa maksud Allah yg Maha Baik.... 

Dan Jauuh dilubuk hati ada penyesalan Cinta... Yah Cinta yang salah arah.. Beginilah Hawa Nafsu yg diperturutkan,  yaitu Mencintai Suami setara dg Mencintai Allah Subhanahu wata, 'ala... Bahkan lebih.... Sadarlah hati,  bahwa yang Maha Kasih tidak menyukai Andadan.. Yaitu ada saingan kecintaan padaNYA.... 

Jika mencintai mengikuti kehendak hawa nafsu,  sudah tentu akan sakit hati,  dan bahkan akan mendapatkan kehancuran dan kepedihan... Maka cintailah Allah Ta'ala saja.... Jangan ada yang lainnya..... 

Sungguh Allah Ta'ala akan menghargai Cinta walau sebesar debu,  dan pasti Allah akan membalas Cinta sebesar hati kita mencintaiNYA dengan caraNYA saja....... Bukan dengan Cara kita.... 

Jika Allah Ta'ala mencintai sang Hamba,  maka DIA khabarkan pd Malaikat Jibril as bahwa Allah Ta'ala mencintai si Fulan, cintailah dia...   kemudian Malaikat Jibril as mengabarkan pd Para Malaikat bahwa Allah Ta'ala mencintai si Fulan maka cintailah dia... Maka para Malaikatpun mencintainya... Jika Para Malaikat mencintai si Fulan,  maka Semua MakhlukNYA di Alam Raya ini pun mencintai si Fulan, tanpa terkecuali.... 

Sebagaimana kecintaan Allah Subhanahu Wata'ala kepada KekasihNYA Sayyidina Muhammad Sholallahu alaiyhi wasallam... 

Maka.... 

Allah Ta'ala  Bersholawat kepada Rosululloh Shollalahu alaihi wasallam,  maka Allah Ta'ala memerintahkan Para Malaikat semuanya untuk Bersholawat.. 


Ya Allah....
Ternyata bunga cinta  hanya untukMU saja...

Mempersembahan cinta padaMU... 

tak  kan pernah hati kecewa...


Sungguh Engkau sangat Paham dan Selalu membalas cinta dg penuh kelembutanMU...
Sabarkan hatiku ya Robb....
Demikianlah istri melanjutkan pekerjaan dengan dituntun cintaNYA saja..krn bersamaNYA akan selalu sejuk dan damai...

Istri harus berpikir positif, mungkin suami sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu..
Istri harus memberikan kata maaf....

----------------

Wahai Suami!! 

Apakah suami  mau berpikir ?
Bahwa istri mungkin merindukan dirinya ? Atau butuh sapaan mesra di telepon untuk pembangkit smangatnya.....

Sebuah ketimpangan akhlak telah terjadi..(sadarilah) 
--------

Wahai Suami....
Sungguh laki laki yg terbaik adalah  yg ber akhlak mulia kepada Istrinya...

Dalam sebuah Hadits yang disampaikan oleh Muslim, Anas ibn Malik, yang menjadi pelayan Rasulullah Sholallahu alaihi wasallam selama 10 tahun, mengatakan:” aku tidak pernah melihat seorang pria yang lebih sayang kepada anggota keluarganya selain Muhammad Sholallahu alaihi wasallam”.

Orang yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya di antara mereka. … 

Rasulullah sholallahu alaihi wasallam bersabda :
..... Dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik terhadap isteri-isteri kalian”. [HR Tirmidzi] 

Faedah yg bisa kita ambil dari hadits tersebut adalah, akhlak yang baik adalah yang baik terhadap isterinya.

. Mengapa demikian? Krn kadang para suami mampu merekayasa akhlaknya jk dihadapan teman-2nya, dan dihadapan sang istri, suami perlihatkan keburukannya...(tidak boleh demikian)

Jika menginginkan wajahNYA ,perbaikilah Akhlak kalian terhadap Istri kalian serta anak cucu kalian....

Masih banyak lagi contoh akhlak suami yang kasar kepada istrinya....

Smoga Allah beri hidayah pada kita semua
.
Aamiin yaa Robbal aalamiin..

Smoga bermanfaat

Shollu 'alanNabiiy sholallahu alaihi wasallam

18 September 2016

Lihatlah ke diriku

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Wahai Sahabatku....
Yuk membaca diri sendiri.....
Lihatlah cermin....
Pandanglah diri sendiri dan bertanyalah pada diri sendiri....

*_BAIK KAH, Saya ?_*

*"Baik kah saya"* walaupun selalu sholat 5 waktu serta tepat pada waktunya

*"Baik kah saya"* walaupun telah berhaji & umroh beberapa kali

*"Baik kah saya"* walaupun telah bersedekah setiap hari

*"Baik kah saya"* walaupun hari-hari kita memberi nasihat dan teguran kpd orang lain yang berbuat salah.

*"Baik kah saya"* walaupun sudah pakai jubah, berjenggot dan menutup aurat dengan sempurna.

*"Baik kah saya"* walaupun setiap malam sholat Tahajjud, Witir, Hajat dan zikir

*"Baik kah saya"* walaupun  tiap hari ke masjid atau musholla utk shalat & menambah ilmu.

*"Baik kah saya"* walaupun setiap saat kita update status berunsur nasihat dan dakwah.

*"Baik kah saya"* walaupun setiap saat kita menolong orang lain.

*al-Quran, surah an-Najm ayat 32:*

فلا تُزٓكُّوْا آنْفُسٓكُمْ هُوٓ آعْلٓمُ بِمٓنْ اتّٓقٓى

*_"...........Janganlah kamu menganggap diri kamu suci (orang baik) karena Allah-lah yang lebih mengetahui siapa yang benar-benar bertaqwa_*

Aisyah (ra) ditanya orang *"Siapakah orang yang buruk?" dijawab olehnya "yaitu orang yang merasa dirinya baik".
Beliau ditanya lagi "Siapakah orang yang baik?",
maka dijawab "yaitu orang yang merasa dirinya buruk"*.

Wahai Sahabatku.....

*_JANGAN MERASA DIRI KITA LEBIH BAIK DARIPADA ORANG LAIN._*

Karena kita takkan pernah tahu dimanakah dan bilakah saat *HATI* kita *IKHLAS* melakukan amalan-amalan soleh, menasihati orang serta beramal ibadah lain yang bakal diterima oleh Allah Swt.

*Kita tak tahu amal manakah yang Allah terima.*

Wahai.Sahabatku.....
_Selalu lah meletakkan diri kita dalam keadaan :_

*_"Aku banyak kekurangan dan kelemahan, semua orang lain lebih baik dari aku karena hati manusia masing-masing hanya diketahui Allah"_*.

*_"Akulah yang paling buruk dikalangan manusia. Aku sedang perbaiki diriku dan mencoba bantu orang🙏💐...

Semoga Allah swt  berkahi Kita.semua....
Aamiin Yaa Ribbal 'aalamiin

Ashollatu wasallaamu '_alaiyka yaa Sayyidi yaa Rosululloh.....

Ungkapan Keluarga Nubuwah

Bismillaahirrohmaanirrihiim

Menjawab Surat Kaisar Romawi Dan Kecerdasan S.Ali ra

Disebutkan bahwa Khalifah Umar bin Khatthab berkali-kali dan dalam kondisi yang berbeda-beda mengatakan, "Aku berlindung kepada Allah dari menghadapi masalah, dimana dalam upaya mencari penyelesaiannya Abu al-Hasan, Ali as tidak berada bersama kita."

Sebagai contoh, suatu waktu Khalifah Umar kedatangan seorang utusan dari kerajaan Romawi yang membawa surat dan diberikan kepada Umar. Isi suratnya demikian, "Surat ini berasal dari Raja Bani al-Ashfar kepada Umar, Khalifah Muslimin. Setelah memuji Allah, saya menyampaikan sejumlah pertanyaan dan menanti jawabannya:

1. Apa yang tidak diciptakan oleh Allah

2. Apa yang tidak diketahui Allah

3. Apa yang tidak berada di sisi Allah

4. Apa yang keseluruhannya adalah mulut

5. Apa yang keseluruhannya adalah kaki

6. Apa yang keseluruhannya adalah mata

7. Apa yang keseluruhannya adalah sayap

8. Siapa pria yang tak memiliki keluarga

9. Empat makhluk hidup yang tidak berada di perut ibunya

10. Apa yang dapat bernafas, tapi tidak memiliki ruh

11. Apa yang dikatakan Naqus

12. Makhluk apa yang hanya sekali berjalan

13. Pohon apa yang mengendarai bayangannya selama 100 tahun, tapi tidak pernah sampai dan apa contohnya di dunia

14. Tempat mana yang hanya sekali terkena sinar matahari

15. Pohon apa yang tumbuh tanpa air

16. Penghuni surga makan dan minum tapi tidak buang air, apa contohnya di dunia

17. Di jamuan surga ada tempat yang berisikan makanan bermacam-macam dan tidak bercampur, apa persamaannya di dunia

18. Di surga ada anak perempuan kecil yang keluar dari apel sementara apel itu sendiri tidak kurang, bagaimana itu terjadi di dunia

19. Seorang hamba sahaya perempuan dimiliki oleh dua orang pria dan di akhirat hanya milik seorang dari mereka. Bagaimana itu bisa terjadi

20. Apa saja kunci surga

Setelah membaca surat itu, Khalifah Umar tidak bisa berbicara apa-apa dan kebingungan untuk menjawabnya. Akhirnya ia memberikan surat itu kepada Imam Ali as dan meminta solusinya. Imam Ali as membaca surat itu dan segera menuliskan jawabannya.

Bismillahirrahmanirrahim. Setelah bersyukur dan memuji Allah, wahai Raja Romawi!

Aku telah membaca suratmu dan dengan bantuan Allah, kekuasaan dan berkah-Nya serta berkah Nabi kami, Muhammad Saw, saya menjawab surat Anda.

1. Sesuatu yang tidak diciptakan Allah adalah al-Quran. Karena al-Quran merupakan firman dan sifat Allah, sama seperti kitab-kitab lain yang diturunkan dari Allah. Allah Swt adalah qadim dan sifat-Nya juga qadim.

2. Sesuatu yang tidak diketahui oleh Allah Swt adalah apa yang kalian pemeluk Kristen bahwa Allah memiliki anak, istri dan sekutu. Ketahuilah bahwa Allah tidak memiliki anak, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak juga memiliki ayah atau dilahirkan.

3. Sesuatu yang tidak ada pada Allah adalah kezaliman. Karena Allah Swt tidak berbuat zalim kepada hamba-Nya.

4. Sesuatu yang hanya memiliki mulut adalah api neraka. Apa saja yang dijatuhkan ke dalamnya akan dimakannya.

5. Sesuatu yang semuanya kaki adalah air.

6. Sesuatu yang semuanya mata adalah matahari.

7. Sesuatu yang segalanya sayap adalah angin.

8. Orang yang tidak memiliki keluarga adalah Adam.

9. Empat makhluk hidup yang tidak berada perut ibunya adalah tongkat Musa as, domba Ibrahim as, Adam dan Hawa as.

10. Sesuatu yang tidak memiliki ruh tapi bisa bernapas adalah Subuh atau pagi. Karena Allah Swt dalam al-Quran menyebutkan "Was Shubhu Idza Tanaffasa...Dan demi Subuh apabila fajarnya mulai menyingsing." (QS. at-Takwir:18)

11. Naqus mengatakan, "Hak, hak, perlahan-lahan, keadilan, keadilan, benar, benar, dunia telah menipu kita dan menyeret kita pada hawa nafsu. Dunia berlalu dan tidak pernah membiarkan ada rezeki, kecuali untuk melemahkan pondasi kita. Mereka yang telah mati memberi tahu kita agar segera melewati tempat sementara ini. Lalu mengapa kita menjadika,n dunia sebagai tempat tinggal selamanya

12. Sesuatu yang berjalan hanya sekali adalah bukit Sina.n Jarak antara bukit Sina dan Masjidul Aqsa kira-kira beberapa hhari perjalanan. Bani Israil menolak perintah Nabi Musa as untuk memasuki daerah itu. Allah Swt membelah bukit itu dan memberikan dua sayap dari cahaya kepadanya dan bergerak di atas Bani Israil yang tengah jalan di gurun pasir untuk menghalangi mereka dari terik matahari. Sebagaimana disebutkan dalam al-Quran, "Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka..." (QS. al-A'raf: 171) Nabi Musa as berkata kepada mereka, "Mengapa kalian menentang perintahku? Jangan melakukan itu, bila tidak bukit ini akan dijatuhkan di atas kalian." Mereka kemudian bertaubat dan bukit Sina kembali ke tempatnya.

13. Pohon yang mengendarai bayangannya dan tidak pernah sampai adalah pohon Thuba yang berada di langit ketujuh. Amalan manusia naik ke tempatnya dan ia berasal dari pohon surga. Setiap istana dan bangunan di surga pasti ada pohon Thuba yang bergantung. Contohnya di dunia adalah matahari. Ia hanya sendiri, tapi cahayanya menyinari semua.

14. Tempat yang hanya sekali terkena sinar matahari adalah daerah yang dilalui Bani Israil akibat dikejar Firaun dan bala tentaranya dan kemudian daerah itu tertutup air kembali yang mengakibatkan Firaun dan bala tentaranya tenggelam. Pada waktu itu Allah Swt membuka laut untuk Nabi Musa as dan air bak bukit yang berdiri tegak, sementara tanah di dasar laut itu kering dan diterpa sinar matahari dan air kembali ke tempatnya semula.

15. Pohon yang tumbuh tanpa air adalah pohon Nabi Yunus as. Itu adalah mukjizat Allah Swt ketika berfirman, "Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu." (QS. as-Shaffat: 146)

16. Penduduk surga makan dan minum tapi tidak buang air sama seperti janin dalam rahim ibunya yang makan lewat tali pusarnya dan tidak pernah buang air.

17. Makanan surga di sebuah tempat tapi tidak bercampur sama seperti telur di dunia. Ada kuning telur dan putih telur, tapi mereka tidak bercampur.

18. Anak perempuan kecil yang keluar dari buah apel di surga, contoh di dunianya seperti ulat yang keluar dari apel dan tidak terjadi perubahan pada apel itu.

19. Hamba sahaya perempuan yang dimiliki dua pria di dunia dan di akhirat hanya dimiliki seorang dari mereka seperti pohon kurma yang dimiliki oleh dua orang; yang pertama mukmin seperti saya dan yang kedua kafir seperti engkau dan di akhirat nanti pohon kurma itu untukku, bukan buatmu. Karena di akhirat pohon itu berada di surga, sementara engkau tidak pergi ke surga.

20. Kunci surga adalah Laa Ilaaha Illallaaha dan Muhammad Rasulullah.

Disebutkan bahwa ketika Raja Romawi membaca jawaban surat itu, ia berkata, "Ungkapan seperti ini tidak pernah disampaikan kecuali oleh keluarga nubuwwah."

Ashollatu wasallaamu 'alaiykaa Yaa Sayyidi yaa Rosululloh....

17 September 2016

Menghias dengan Maksiat ?

Bismillaahirrohmaanirrohiim

yaa Sayyidi Yaa Rosululloh

Syaikh Ibnu Athaillah As-Sakandari berkata,
زينوا أعمالكم بالمعاصي  و لا تزينوا نفسك بالطاعة
“ Hiasilah dirimu dengan maksiat dan janganlah dihiasi dengan ketaatan”.
Maqalah ini merupakan maqalah untuk maqam tasawwuf, sehingga tidak bisa dimaknai secara langsung atau lateral. Apabila hanya dimaknai secara makna zhahirnya saja, maka langsung bisa mengklaim bahwa Syaikh Ibnu Athaillah itu sesat atau salah. Padahal yang dimaksud dalam maqalah tersebut adalah jangan merasa banyak amal dalam hidup ini, tetapi merasalah banyak dosa dalam hidup ini.

Mengapa? Karena kalau kita selalu menghisai diri kita dengan perasaan bodoh dan meyakini kebodohan, maka kita tidak akan memandang rendah orang lain dan tidak akan menakar sekolah atau pesantren. Selain itu, kita harus selalu berada di maqam kekurangan agar selalu termotivasi untuk terus belajar dan tidak meremehkan orang lain.

Oleh karena itu, orang ahli thariqah itu harus selalu merasa banyak dosa, ahli maksiat, bodoh, menghilangkan perasaan berhasil, menghilangkan perasaan bisa atau mampu, dan yang ada dalam diri dan jiwanya hanya perasaan ana ‘abdun faqiirun jaahilun (saya adalah hamba yang faqir dan bodoh), sehingga sebagai hamba atau kawulo benar-benar sadar bahwa diri ini adalah kawulo, dan terus semakin meningkatkan kekawulonannya, karena itu adalah salah satu fungsi dari thariqah, sehingga bisa mencapai inti tasawwuf yaitu tashfiyatu al-quluub wa tazkiyatu an-nafs (membersihkan hati dan menyucikan jiwa).

Selain itu, tasawwuf itu tidak menyangkut pakaian, tidak berhubungan dengan pakaian. Akan tetapi, tasawwuf itu menyangkut ilmu hati, sehingga orang dulu memaknai tasawwuf dengan aji roso. Wallahu a’lam

-    Disarikan dari pengajian Maulana Habib Luthfi bin Yahya pada 20 Ramadlan 1433 H.

16 September 2016

Hanya MU

Bismillaahirrohmaanirohiim....

Shollu 'alanNabiiy saw...

Allahku yg bertajali  di  Nur Muhammad  yang pd hakekatnya DIA jua yg meliputi Nur Muhammad ,senang memandang diriNYA sendiri dlm  tafakur , sehingga semburat percikan cahaya pancarkan aura pd alam sekitar yang menjadi Rahmatan Lil 'alaamiin untuk kemanfaatan dan kemudharatan sesuai kehendakNYA serta kebijakanNYA....
Wahai Allah....pujian sepatutnyalah untukMU jua...
Wahai Allah...kau sematkan sang Mutiara diantara CahayaMU dan Cahaya KekasihMU ...
Mutiara itu Engkaulah jua...
Wahai Allah....
Tiada kesaktian yg hamba cari, pun tiada Ilmu yg Hamba Raih...kecuali wajahMU saja yg KAU semat pd Alam Raya yg bagai maghnet selalu saja ingin menyatu kembali denganMU bersamaMU..karena semua adalah diriMU jua....
Allaahu Akbar.....Wabihamdihi...yaa Jamil...

Al Fakir
Sekupang,
16 Sept 2016
Jum'at Barokah  06.30

Allahku


Bismillaahirrohmaanirrohiim

Shollu 'ala Rosulillaah saw

Allahku yang bersemayam di Arsy
Keindahan Mu menaungi semesta
Pesona bagi hamba Mu yang memamdang dalam setiap tafakur bagi kalbu yang Engkau sucikan
Allahku Yang Maha Lembut
Kelembutan Mu yang Engkau tahtakan disetiap diri hamba Mu yang bersyukur
Mereka berdoa dan berzikir untuk menyapa Mu
YA LATIF...YA LATIF... YA LATIF
(Allah ku)

Mengenal Allah

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Ashollaru wasallamu 'alaiyka yaa Sayyidi yaa Rosululloh....

Pernah para Sahabat Rosululloh saw  bertanya kepada Beliau....

" Yaa Rosululloh...AMALAN  Apakah yg lebih utama ?"
Rosululloh  saw menjawab  :" ILMU MENGENAL ALLOH Azza wajalla"

Sahabat bertanya kembali :"AMALAN  apa yg Baginda Kehendaki ?"

Rosululloh saw menjawab :" ILMU MENGENAL ALLOH YANG BERTASBIH KEPADANYA SEGALA SESUATU"

Sahabat berkata  lagi :" Kami menanyakan tentang  AMAL,  tetapi Baginda  menjawab tentang ILMU"

Maka Rosululloh saw menjawab :" Bahwasanya SEDIKIT AMAL adalah  BERMANFAAT  bila disertai dengan ILMU MENGENAL ALLOH  dan bahwasanya BANYAKNYA  AMAL  TIADA BERMANFAAT  bila tidak disertai ILMU MENGENAL ALLOH ".....

MENGENAL ALLOH  , istilah Bahasa Arabnya adalah  MAKRIFATULLOH..

Dari Ali Ibnu Abi Thollib Kwh,
Rosululloh saw bersabda .
Bahwasanya Alloh swt Berfirman :

".BARANG SIAPA BERHARAP KEPADA SELAIN AKU,
BERARTI TIDAK MENGENALKU..
BARANG SIAPA TIDAK MENGENALKU, BERARTI  TIDAK MENGABDI  KEPADAKU....
BARANGSIAPA TIDAK MENGABDI KEPADAKU MAKA BERARTI MENJADI WAJIBLAH KEMURKAANKU ..
BARANG SIAPA TAKUT KEPADA SELAIN AKU ,  HALAL BAGINYA PEMBALASANKU...

Ali bin Abi Thollib ra menyampaikan sebuah hadis Qudsi yg diperoleh dari Baginda Muhammad Rosululloh saw, Alloh swt berfirman :"

BARANG SIAPA BERHARAP KEPADA SELAINKU BERARTI dia TIDAK MENGENALKU...
BARANG SIAPA TIDAK MENGENALKU,  BERARTI TIDAK MENGABDI KEPADAKU..,
BARANG SIAPA TIDAK MENGABDI I KEPADAKU , BERRATI TELAH MELUKAIKU ..
Karena itu dia yang mengagungkan kepada selainKU, .sebenarnya TELAH MELUKAI DIRI SENDIRI "

08 September 2016

Mengapa Sholat tapi tak Sholat ?

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِيم

Seolah saya terkena palu Godam, saat dikisahkan dialog sahabat. Abu Hurairah ra berkata: “Ada seseorang shalat sudah 60 tahun lamanya. Tapi sesungguhnya ia tak shalat!”

“Mengapa bisa begitu?” Spontan seorang sahabat bertanya terkaget-kaget.

“Ketika sujud tak sempurna, ruku juga tak sempurna, dan berdirinya pun tak sempurna. Dia shalat tapi tak khusyuk”, jawab Abu Hurairah ra.

Deeesss... seolah saya dihempas. Dan lebih terhempas lagi karena ditambahi pesan Umar bin Khatab ra: “Ada yang sudah berislam sampai tua dan beruban. Tapi tak satu rakaat pun dia shalat. Sebab ruku dan sujudnya tak sempurna”.

Lha, itu kan saya. Usia saya sudah Isya. Puluhan tahun shalat, masalahnya tetap kedodoran hadirkan khusyuk. Teringat dulu ketika mulai niat serius sujud. Azam digurat. Meski shubuh bolang-bolong, saya akan tetap jalani shalat sampai akhir hayat.

Alhamdulillah sudah terjalani. Namun dialog di atas, astagfirullah, sujud apa yang saya jalani selama ini. Tampak sepele. Cuma sekadar konsen khusyuk. Tapi sepanjang shalat, sepanjang itu pula sulit mengingat Allah. Dalam shalat, "jangan-jangan apapun dipikirkan kecuali Tuhan".

Dalam sebuah riwayat, Imam Ghazali ra pun ingatkan: “Saat sujud, disangkanya dia sedang mendekat pada Allah SWT. Padahal demi Allah. Jika mungkarnya sujud ditampakkan, maka hancurlah dunia. Dia memang sujud. Tapi pikirannya kemana-mana”.

_*Entah mengapa pikiran saya langsung ke jalan raya. Dalam berlalu lintas, kualitas kesabaran saya memang tampak belangnya. Sering saya tak terima saat disalip mobil yang tiba-tiba*_. _*Dalam kondisi tersulut, tak terpikir mobil lain terburu-buru karena sedang bawa orang sakit, misalnya. Atau tergesa-gesa karena hendak  ujian. Atau bisa jadi yang di dalam mobil tergopoh-gopoh karena  diburu deadline*_.

Waktu panas hati, itu bukti nafsu telah kuasai diri. Maunya menang sendiri. Begitu muncul kata “kurang ajar”, segera kaki tangan mainkan pedal gas dan setir. Untuk apa? Lidah ini segera saja mengucap: “Musti dididik tuh mobil”.

Istilah mendidik jadi “pengesah kesewenangan”. Nafsu mazmummah jadi komandan. Dengan istilah mendidik, jahatnya nafsu tersisih. Seolah sah nan mulya didik supir sebelah. Padahal yang jadi soal nafsu sendiri. Yang ditaklukan, mustinya ya nafsu sendiri dong.

Dipikir-pikir masih emosi dalam keseharian, artinya shalat gagal cegah yang mungkar. Masih mata duitan dan mata keranjang, shalat tak berhasil cegah diri berkeji-keji. Padahal, ya padahal. Katanya shalat itu pencegah perbuatan keji dan mungkar.

Yang saya pelajari, keji dan mungkar, bisa ditaklukan dengan shalat khusyuk. Yang namanya khusyuk, hati ini hadirkan Kemahaan Allah SWT. Saat shalat, esensinya kita ingat Allah. Nah ketika shalat tak ingat Allah, ini “cilaka di atas cilaka”.

Shalat yang mustinya “ingat Allah malah tak ingat”. Maka bagaimana lagi pada waktu tak shalat. Pasti tak ada dan pasti tak ingat Allah. Akhirnya keji dan mungkar jadi bagian sehari-hari.

Imam Ahmad ra mengatakan: “Ada sebuah zaman dimana umat jalankan shalat tetapi sesungguhnya mereka tak shalat. Yang aku takuti itu terjadi di zamanku”. Jika generasi sabiquna awwalun berkata seperti itu, lha saya ini hidup di zaman apa.

Rasulullah SAW pun berpesan: “Ya Allah, jadikan shalat ini jadi penenang diriku”.

Sang uswah sudah jelas “kekasih Allah”. Mengapa harus berdoa begitu. Yang jadi soal utama, mengapa selama ini saya merasa tenang dan tentram dengan shalat yang ala kadarnya. Mengapa saya merasa bangga dengan ibadah yang jangan-jangan compang camping karena diomong-omongkan ke sana sini.

Ingin khusyuk mudah. Lakukan khusyuk, masya Allah ternyata inilah satu bentuk “jihad sesungguhnya”.

Duuuh shalatku. Maka ada karib  yang seolah tahu kesulitan saya. Dia ajari doa di tiap akhir sujud: “Ya Allah, jangan Engkau lempar shalat ini sebagai sampah ke wajahku. Dan jangan pula Engkau benamkan kami ke Neraka Wail karena kelalaian kami mengerjakan shalat ini. Ampuni dan maafkan kekurangan kami dalam menjalankan shalat ini. Baik shalat yang telah lalu, yang sekarang kami jalankan, maupun yang esok kami hendak tegakkan. Cukupkan dan sempurnakan shalat kami”. Aamiin yra.....
--------
Astaghfirullohal 'adziiim......

Aoakah ketika telah   berkemampuan  melakukan aneka macam  amalan  sholat  fardhu dan sunnat,  baca qur'an, puasa,  dzikir, sedekah, dll,
Lantas menyangka    bahwa  usaha dirinya dlm ibadah seperti itu telah  sukses untuk menyambungkan dirinya   kepada Alloh  Subhanahu wata'ala ...??

Padahal yang dapat menyambungkan ke Alloh Subhanahu wata'ala adalah Alloh Yg Maha Kasih  , DIA Maha Kuasa dan kita tak punya kekuasaan apa apa

Dan DIA selalu  melihat ke arah  HATI   yg TULUS **

Karena   di dalam ketulusan Hati pasti  terdapat   Kejujuran, kecintaan sejati  pdNYA, dan pd Rasulullah saw  ketaatan, kelembutan  dan  keindahan  Akhlak.

Alloh Subhanahu Wata'ala berfirman dalam hadis qudsi :

Wahai HambaKU....
Kalau engkau datang padaKU  dengan melakukan ibadah  dengan kemampuanmu, maka AKUlah TUHAN yg nanti akan menagih akan HAQKU dan menagih penyertaanKU pd badanmu yg menjadi pelaku  pada  engkau beramal"
-------

Keterangan :
**
HATI YANG TULUS ITU ADALAH, apabila diri merasa apa-apa yang dilakukan dan di af'alkan kepada diri  lakunya ALLOH
, semata-mata apa yang diri lakukan adalah taufiq, hidayah, karunia dan rahmad dari ALLOH semata,
tiada yang dapat diri lihat kecuali ALLOH semata,
selain itu adalah kebohongan semata (tipuan syaithan).....

sudah sepatutnya  sang hamba yang fakir  selalu dalam keadaan memperbaiki NIAT setiap akan beramal, sedang beramal, sesudah beramal, apakah benar amalan diri hanya untuk mencari RIDHO ALLOH semata. ..??

..Yaa ALLOH......
..hanya  kepada ALLOH  saja yg di maksud..
..hanya RIDHO ALLOH saja yang di harap

Istighfar yuk
Astaghfirullahal 'adziim.......

   صلوا على النبي صلي الله عليه و سلم

21 Agustus 2016

Mengapa serba Aku ?

Bismillaah.....

Cuplikan Dialog  ....

Saya sudah 5 tahun ikut dakwah ,
60 teman saya yang dulunya pemabuk, tukang zina sekarang sudah taubat karena sering SAYA datangi. ...

10 orang kristen sudah SAYA masukkan Islam....

Sudah berapa orang yang kamu ajak kepada kebaikan, sudah berapa orang yang kamu islamkan…???!!!

Umar bin khattnab bekas preman bukan lulusan S2 atau S3, tapi 2/3 dunia telah tunduk kepada islam.....
---------------------------
Bahasan :

Jika kita telah di pakai  Allah swt sebagai Asbab Datangnya HidayahNYA, itu murni KaruniaNYA untuk HambaNYA yg akan mendapat HidayahNYA...

Asbab yg DIA kehendaki bermacam macam....
Bisa  lewat Manusia,  Jin , Malaikat, Binatang , Sebuah Situasi dan Kondisi ,Tragedi, dll yang semuanya tersebar di penjuru alam.....
Allah Swt sepenuhnya mengatur sesuai dengan kehendak dan kebijakanNYA....

Kita sebagai HambaNYA hanya patuh dan takzim menuruti kemauanNYA....

Jadi DIAlah yg Maha Mengatur dan Maha Pemberi Syafaat dengan IzinNYA demi kemaslahatan HambaNYA yg akan DIA  tuju dengan caraNYA....dengan CaraNYA....

Malulah padaNYA jika telah merasa serba SAYA....serba aku.....

SAYA telah berbuat ini.....itu.....
itu karena SAYA......
Wah banyak SAYA.  SAYA.. SAYA..
Atau ..aku...aku..aku.....

Ketika  yg namanya SAYA /aku, telah merasa taat sempurna dan
kemudian  mulai  menilai nilai, membanding bandingkan dirinya dg orang lain.....
Ini menandakan  ke akuan masih meRAJA  di Hawa Nafsunya.....

Seorang Hamba yg sejati, harus membuktikan pdNYA kesejatiannya...dan selalu instropeksi diri dalam muhasabah....

Seorang Hamba sejati selalu berproses membersihkan qalbuNYA disamping menjalankan AmanahNYA sebagai kewajiban dariNYA...

Bukan membanggakan hasil dakwahnya, atau membanggakan karya karyanya...atau membanggakan si Fulan ......dll...
Padahal semua itu adalah gerakan dan tarikan Allah swt yg Maha Cinta, Maha Kasih Sayang...
Wahai.....
bawalah Si pembaca dan Umat Rasulullah saw kpd  kecintaan kpd Allah swt dan Rasulullah saw dengan meraih RidhoNYA saja...
Bukan kpd kebesaran  dan keberhasilan kebanggaan sang aku /SAYA .....

Sungguh kebanggaan diri adalah terjauh dari Akhlak Mulia....

Wallahu a'lam bish showwab
Ashollatu wasallamu 'alaiyka yaa Sayyidi Yaa Rosulullaah.....


19 Juli 2016

Siapa Bilang Orang tua Rasulullah saw masuk Neraka

Bismillaahirrohmaanirrohiim

“Menjawab Fatwa sdr Kholid Basalamah Bahwa Orang Tua Nabi di Neraka.”

Fatwa ini di ungkapkan pada suatu pengajian yang diunggah ke youtube oleh Khalid Basalamah yang dipublikasikan
Dalam video tanya-jawab tersebut, Khalid Basalamah berulang kali menyebutkan “ulama hadits”. Padahal ulama yang berhak melakukan ijtihad dan istinbat (menetapkan hukum perkara) atau ulama yang berhak untuk menggali hukum dari Al Qur’an dan as Sunnah (Hadits) adalah para fuqaha (ahli fiqih) bukan ulama hadits (ahli hadits).
Pada menit ke 37:20 Khalid Basalamah menjawab pertanyaan “apakah Ayah dan Ibu Nabi shallallahu alaihi wasallam termasuk orang kafir ?”

Ust khalid menjawab “Ya, Ayah dan Ibu Nabi shallallahu alaihi wasallam meninggal dalam keadaan menyembah berhala” Khalid berdalil dengan hadits shahih, “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka (HR Muslim)
Haditsnya shahih, namun yang menjadi pertanyaan, apakah pemahaman Khalid Basalamah pasti shahih atau pasti benar ?

Ibnu Asakir meriwayatkan bahwa pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, seorang menterinya mengangkat seorang dari sebuah keluarga non-Muslim sebagai kepala daerah. Padahal, daerah itu dihuni mayoritas Muslim. Umar bin Abdul Aziz memanggil pejabat tersebut dan meminta pertanggung jawabannya. Menurut si pejabat, tidak ada bedanya antara Muslim dan non Muslim. Karena, orang tua Nabi sendiri adalah nonMuslim. Dengan menggunakan bahasa yang lebih keras, si pejabat mengatakan ayah Nabi adalah orang Musyrik.

Sama seperti ayah dari pejabat lokal yang baru diangkatnya. Umar bin Abdul Aziz marah dan memberikan teguran keras. Apa aku perlu memotong kepalamu? Apa aku perlu menggorok lehermu? Umar bin Abdul Aziz memandang bahwa kelakukan pejabat tersebut sangat menghina Nabi saw. dan keluarganya. Kejadian itu kemudian tersebar ke masyarakat. Mereka mulai membicarakan nasib orang tua Nabi saw. Apakah mereka Muslim? Apakah mereka termasuk ahli surga? Apakah mereka beriman seperti mereka? Kemudian apakahkakek Nabi juga Muslim? Bagaimana leluhur Nabi yang lain? Bagaimana ibu, nenek, dan moyang Nabi? Apakah mereka semua Muslim? Masyarakat awam yang tidak mengetahui duduk persoalan turut nimbrung dalam diskusi ini. Dengan bermodal akal cetek, mereka turut mempromosikan isu tersebut. Dalam sebagian kasus, seorang Muslim bahkan berani mengolokolok orang tua Nabi sebagai penghuni neraka.

Di level masyarakat awam, perdebatan itu berubah menjadi plesetan dan bahkan olok-olok. Bahwa mereka lebih mulia dibanding orang tua Nabi. Bahkan, mereka merasa lebih mulia karena dilahirkan dari orang tua yang Muslim. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Nabi mendengar umatnya mengolok-olok keluarganya. Bagi kita yang mencintai beliau secara tulus, pasti tidak akan rela mendengar keluarga Nabi menjadi bahan olok-olok. Lalu bagaimana sebenarnya status orang tua Nabi? Bagaimana pula dengan leluhurnya? Buku ini berpihak kepada pendapat yang menyatakan bahwa orang tua Nabi adalah orang-orang yang selamat. Dengan tegas, penulis menyatakan bahwa orang tua Nabi adalah Muslim

Berikut ulasan kami dalam menjawab dan mengkritisi fatwa khalid basalamah secara detail dan menyeluruh. Bismismillahirrohmanirrohim…

Pertama Nabi Muhammad s.a.w merupakan nabi paripurna yang menyempurnakan agama islam. Nabi Muhammad dilahirkan dari rahim seorang wanita suci yang bernama Aminah binti Wahbin dan ayahnya Abdulloh bin Abdul Mutholib.

Kedua orang tua nabi hidup dimasa sebelum islam. Yaitu suatu fase kekosangan dari dakwah nabi. fase tersebut disebut FATROH, dan orang yang hidup dimasa itu disebut Ahli Fatrah yaitu, orang-orang yang hidup diantara masa dua rasul, dan rasul yang pertama tidak diutus untuk berdakwah kepada mereka, sedangkan mereka tidak menemukan masanya rasul yang kedua.

Ulama Ahli fiqh mengatakan bahwa yang dimaksud dalam hal ini adalah orang Arab yang hidup setelah masa hidupnya Nabi Isa AS dan belum bertemu masa Nabi Muhammad Saw.
Imam Suyuthi menjelaskan tentang Ahli Fatroh: “Ketika dalil yang pasti dan tidak terbantahkan lagi telah menenjukkan bahwasannya tiada penyiksaan (di akhirat) kecuali setelah datangnya hujjah atau agama (di dunia), maka kami bisa mengetahui bahwa mereka Ahli Fatrah tidak akan disiksa.”
Para ulama Maturidiyah berkata: “Orang yang mati sebelum melewati waktu yang sekiranya bisa berangan-angan tentang agama, sedangkan dia belum sampai iman atau kufur, maka tiada siksaan baginya (selamat). Berbeda jika dia telah mempercayai kekufuran atau meninggal setelah melewati waktu sekira bisa berangan-angan dan dia tidak mempercayai apa-apa, maka dia tidak selamat.”

Maka dari itu Ahli Fatrah ada tiga Kriteria::
1. orang yang tidak bertauhid pada Allah dihatinya. Dan sebagian tidak mengikuti syariat nabi-nabi, seperti Qis bin Saida dan Zaid bin Amr. Dan sebagiannya lagi ada yang sampai mengikuti syari’at yang benar & berlaku, seperti Tubba’.
2. orang yang mengganti, merubah, menyekutukan, menciptakan syari’at sendiri, menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Contoh seperti Amr bin Lahay. Yaitu, orang yang memprakarsai penyenbahan berhala. Bukan hanya itu, dia juga membuat hukum-hukum syari’at sendiri, dan mendakwahkan pada orang lain, dan orang orang menyembah jin, dan malaikat.
3. Orang yang tidak menyekekutukan dan tidak pula bertauhid serta tidak mengikuti syari’at nabi siapapun, tidak membuat hukum syari’at, dan tetap dalam keadaan seperti itu. biasanya mereka yang hidup di hutan pedalaman
Apabila ada hadits-hadits yang mengatakan tentang siksaan kepada seseorang dari mereka para Ahli Fatrah, maka dimasukkan ke bagian yang kedua. Adapun bagian yang ketiga, adalah para Ahli Fatrah yang selamat dan tidak disiksa.
Hukum Kedua Orang Tua Rasulullah Saw.
Berkata imam ibnu hajar dalam kitab Syarh Hamaziah karya Imam Bushiri:
لم تزل في الضمائر الكون تختا * ر لك الأمهات والأباء
“Senantiasa dalam rahasia alam ini*
engkau (nabi) selalu dipilihkan dari ibu ayah pilihan”
Alloh berfirman Allah ta’ala:
وتقلُّبَك فى السَّاجدين
“dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS Asy-Syuara’ [26]: 219).
Menurut salah satu penafsiran ayat tersebut, bahwa yang dimaksud dari ayat tersebut adalah pindahnya nur Muhammad dari orang yang sujud kepada orang yang sujud.. Ayat ini merupakan legalisasi bahwa garis keturunan nabi Muhammad s.a.w diwariskan dan diturunkan dengan jalur suci dari masing masing individu yang dipilih alloh s.w.t dari nabi adam. Dan sabda Nabi Muhammad Saw:
(لمْ أَزَلْ أُنْقَلُ مِن الأَصْلَابِ الطّاهراتِ إلى الأَرحام الزَّكِيَّات)
“Tiada henti-hentinya aku dipindah dari punggung-punggung yang suci ke rahim-rahim yang bersih.”
Hadits ini merupakan pengejawantahan bahwasannya tidak ada sama sekali dari sekian banyak utusan nabi yang menyekutukan Allah Swt. Dan garis keturunannya merupakan garis keturunan yang terpilih. Dan tidak ada dari datuk nabi Muhammad kecuali menjadi pemimpin di masanya seperti kata sebuah syair menyebutkan:

فألئك السادة لم ترى مثلهم * عين على متتابع الاحقاب
زهر الوجوه كريمة احسابهم * يعطون سائلهم بغسر حساب
Namun masih banyak orang yang salah faham dan mengatakan bahwa kedua orang tua nabi Muhammad s.a.w Ahli Neraka. Dengan dalih bahwa mereka tidak mengucapkan dua kalimat syahadat selama hidupnya.

Al-Imam Abu Hanifah, ia mengutarakan bahwa semua para nabi itu maksum (terpelihara) dari hakikat kekufuran begitu pula segenap orang tuanya. Dari sini bisa disimpulkan, bahwa kelahiran para nabi harus dari kedua orang tua yang muslim atau matinya orang tua yang bukan muslim sebelum kelahiran mereka. Akan tetapi yang kedua ini, sangatlah langka ditemukan. Bahkan tidak mungkin dan tidak terjadi dikalangan orang tua perempuan (karena ia yang melahirkan).

Dikisahkan bahwa Nabiyulloh Adam dan Sayyidatuna Hawa melahirkan 40 anak dalam 20 kandungan (setiap lahir kembar) kecuali nabi “Tsis” karena Allah ingin menunjukkan karomah bagi Nabi Muhammad s.a.w dan kemudian sesaat sebelum wafat berpesan kepada anaknya agar tidak meletakkan Nur yang diwariskan ini kepada wanita sembarangan kecuali kepada yang suci.

Sebenarnya kalau kita kroscek ternyata hadits-hadits dijadikan tendensi sebagian orang yang apatis terhadap kedua orang tua Rasulullah, semuanya kurang relevan dan kontradiktif. Haditsnya-pun derajatnya ‘ahad. Oleh karenanya, hadits tersebut tidak masuk dalam hal akidah atau yang berhubungan dengan kepercayaan. sebab dalam hal akidah atau kepercayaan yg dipakai adalah hadits mutawatir.

· Jika anda bertanya : “bukankah Azar ayah nabi ibrohim juga masuk neraka???
jawabannya : adapun hadits tentang “Azar”yang benar bahwa dia bukanlah ayahanda dari nabi Ibrahim A.S. Tetapi dia adalah paman beliau. Sedangkan ayahanda beliau bernama Faruh. Sedangkan orang arab jika memanggil paman dengan sebutan ayah. Sebab mereka menganggap paman mereka seperti ayah sendiri. Bahkan Al-Qur’an sendiri menyebutkan hal ini:
وَإِلَهَ ءَابَائِكَ إِبْرَاهِيْمَ وَإِسْمَاعِيْلَ
“Dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail.” (QS Al-Baqarah [1]: 133) Padahal yang dimaksud adalah paman Ayyub as.

· Jika anda protes dengan bertanya : “lalu apa jawaban anda atas pengakuan nabi bahwa ayahnya di neraka seperti yang disebutkan di hadits muslim???

Jawabannya : Tentang hadits yang diriwayatkan Muslim: Seorang laki-laki berkata, dimanakah ayahku wahai Rasulullah? beliau menjawab: “Di Neraka.” lalu setelah dia berpaling, Rasulullah memanggil kembali seraya berkata: “Sesungguhnya, ayahku dan ayahmu berada di Neraka.”

Ada dua opsi untuk menjawabnya yang pertama kita Wajib melakukan penakwilan. Paling jelasnya pentakwilan menurut kami, yaitu Rasulullah Saw. bermaksud dengan ucapan ‘ayah’ adalah paman beliau sesuai adat Arab yang memanggil paman dengan panggilan ayah. Inilah yang dinamakan majaz. Adapun tanda adanya majaz dalam hal ini, yaitu ayat yang akan datang penyebutannya, yang menunjukkan kebalikan dari redaksi ayat menurut yg diakui madzhab Ahlus Sunnah pada pendapat yang paling shahih (benar). sedangkan paman beliau Nabi menanggung dan merawat nabi setelah kakeknya Abdul Muthallib.

Yang kedua maksud dari jawaban beliau Nabi dalam hadits tersebut yaitu demi menyenangkan hati pemuda tersebut agar tidak murtad. Karena yang didengar pertama kali oleh dia adalah, ayahnya berada di Neraka. Jawaban ini diperkuat dengan Argument, bahwa beliau Nabi berkata yang kedua kalinya, setelah dia berpaling untuk pergi. Atau, jawaban beliau tersebut sebelum turunnya ayat kepada beliau:
وَمَاكُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
“tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS Al-Isra’ [17]: 15). Seperti kejadian ketika beliau ditanya tentang anak-anak orang musyrik, beliau menjawab bahwa mereka bersama ayah-ayahnya (di Neraka). lalu ketika ditanya kembali masalah itu, beliau menjawab mereka di Surga
Diriwayatkan ibnu Mardawaih saat memaknai ayat
لقد جاءكم رسول من انفسكم بفتح الفاء انا انفسكم نسبا وصهرا وحسبا ليس في ابائي نت لدن ادم سفاح كلها نكاح
Beliau mengatakan bahwa nabi berkata aku paling mulia diantara kalian nasab, keturunan, dan keluarga tidak ada diantara ayahku yang terjerumus perzinahan semuanya menikah.

· Kalau anda protes dengan berkata : “Bukankah Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa orang tua nabi di neraka??
Jawabannya : Kita perlu Kritis disini sebab tidak semudah itu sekaliber Imam Abu Hanifah mengkafirkan orang mulia. sebagian naskah ternyata mengatakan begini:

ووالدا رسول الله صلى الله عليه وسلم ماتا على الكفر, وأبو طالب مات كافرا
Artinya “Dan kedua orang tua Rasulullah Saw. meninggal dalam kekufuran sedangkan paman beliau meninggal dalam keadaan kafir.”
Dan ini jelas tidak serasi. Karena, jika beliau Abu Hanifah bermaksud berkata begitu, maka dia akan menyebutkan semua dalam satu lafazh. Yang benar adalah bahwa ada kebohongan dari oknum yang tidak bertanggung jawab yang merubah dari naskah aslinya. Mereka menyangka, bahwa huruf mim adalah mim zaidah(tambahan). Mereka ceroboh dan membuang mim itu. Karena yang benar naskahnya adalah:

ووالدا رسول الله ما ماتا على الكفر وأبو طالب عمه مات كافرا
Artinya “Dan kedua orang tua Rasulullah Saw. tidak meninggal dalam kekufuran sedangkan paman beliau meninggal dalam keadaan kafir.”
Dalam hal ini Imam Ibnu Hajar menuturkan dalam kaitabnya Al fatawa, mengutib dari kitab Saddaduddin: “Apa yang dikutib dari Abu Hanifah, beliau berkata dalam kitabnya al fiqhul akbar, bahwasannya kedua orang tua Nabi meninggal dalam keadaan kafir itu tidak benar. Karena naskah yang dapat dipercaya dalam kitab tersebut, tidak disebutkan hal seperti itu. Yang benar naskah tersebut, adalah karangan Abu Hanifah Muhammad bin Yusuf Al-Bukhari bukan Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit Al-Kufi. Kami sebutkan hal itu agar supaya, orang yang berfikir tentang kutibannya selalu berfikir dan berhati-hati dalam menulis. Wallahu A’lam.

· Jika anda bertanya; “Bukankah yang mengatakan selamatnya orang tua nabi hanya Syiah Rofidloh seperti ucapan Abi Hayyan??”
Jawabannya : Ibnu Hajar mengatakan bahwa banyak kerancauan pada pendapat Abi Hayyan yang mengatakan; “Sesungguhnya hanya penganut Syiah Rafidlah yang mengatakan bahwa kedua orang tua Nabi Muhammad Saw termasuk orang-orang mukmin yang tidak disiksa. Dengan berargumen menggunakan firman Allah ta’ala: “dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS Asy-Syuara’ [26]: 219).”
Kita menolak pendapat ini Dengan Dua alasan. Pertama sebab Abi Hayyan merupakan Pakar Gramatika Nahwu Shorrof saja. sementara untuk masalah akidah dan usul, dia tidak memiliki kapasitas di dalamnya.

Kedua disini terjadi kontradiksi dengan realita yang ada Karena Ulama madzhab Asy’ari, juga mengatakan bahwa mereka Para Ahli Fatrah termasuk orang mukmin. Penisbatan yang dilakukan Abi Hayyan hanya kepada syiah Rafidlah sedangkan disana sebegitu banyaknya para Imam Ahlus Sunnah yang mengatakan seperti itu merupakan sikap yang sangat mengentengkan dan menyepelekan.”
Sudah banyak kisah mukjizat nabi yang diberikan kepada beliau seperti mengembalikan matahari saat beliau akan tertinggal sholat asar, begitu juga membelah bulan yang satu bagian di atas jabal Abi Qubais dan yang separuhnya di jabal Qoiqo’an. Segala sesuatu yang dikehandaki nabi akan dituruti oleh alloh s.w.t termasuk juga permohonan untuk menghidupkan ayah ibunya.

Imam suyuti mempunyai sepuluh karya kitab yang menekankan kewajiban menjaga Etika kepada Rasulullah & bagi orang yang menyakiti beliau, maka ia telah menyakiti Allah ta’ala. Dan satu kitab khusus membahasa secara eksplisit mengenai kedua orang tua nabi diberi nama abaway rosul.

Suatu ketika seorang qodli bernama AlFaqih AlMuhaddits Ibnul Araby AlMaliki pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang berkata, bahwa kedua orang tua Rasulullah Saw. telah masuk Neraka. beliau menjawab: Dia telah dilaknat, karena Allah Swt. telah berfirman:

إِنَّ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ اللهَ وَرَسُوْلَهُ لَعَنَهُمُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالأَخِرَة
“Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknat di dunia dan di akhirat, dan menyediakan adzab yang menghinakan bagi mereka.” (QS Al-Ahzab [33]: 57).

Dan tiada yang lebih menyayat hati dari pada dari ucapan yang mengatakan bahwa kedua orang tua Rasulullah Saw. masuk Neraka. As-Suhaili telah meriwayatkan hadits Ibnu Mas’ud ra. Ketika itu, ia (Ibnu Mas’ud) bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang kedua orang tuanya. Beliau menjawab: “Aku senantiasa meminta kepada Tuhanku, Dia telah mengabulkan permintaanku. Akulah yang nantinya akan menolong mereka (kedua orang tuaku) menuju tempat yang terpuji (Surga).” Hadits ini memberikan isyarat, bahwa Rasulullah Saw. akan memberi syafa’at kepada kedua orang tuanya di tempat tersebut, agar supaya kedua orang tuanya mendapatkan taufik berupa keta’atan ketika adanya cobaan besar yang terjadi di hari kiamat nanti. Seperti yang diterangkan dalam beberapa hadits pula.
Imam Qurtubi dalam tafsirnya berkata: “Secara akal dan syara’, tidak ada yang mustahil dan ketidak mungkinan tentang menghidupkan kedua orang tua Rasulullah lalu mewafatkan kembali. Karena hal seperti itu, juga diterangkan dalam Al-Qur’an Al-Karim tentang menghidupkan orang yang dibunuh dari Bani Israil, hingga dia memberi kabar tentang siapa pembunuhnya.

Al habib umar bin sumaith berkata dalam kitab hidayatul ikhwan: banyak orang berpendapat dari kalangan ahli hadits bahwa nabi menghidupkan dan mengislamkan orang tuanya dengan dalil hadits aisyah yaitu Dari Sayidah Aisyah ra.: “Rasulullah Saw. turun dari bukit Al-Hajun (bukit di Makkah, berupa pemakaman) dalam keadaan sangat duka cita dan bersedih. Lalu, mendaki kembali dengan kehendak Allah Azza wa Jalla. Setelah itu, keluar dengan keadaan sangat senang dan gembira. Kemudian dia berkata: “Aku telah meminta kepada Tuhanku –Azza wa Jalla-, Lalu, Dia menghidupkan ibundaku untukku. Setelah ibundaku beriman kepadaku, Dia mengembalikan lagi.”

walaupun hadits ini dikatakan lemah menurut sebagian tapi menurut ahli haqiqat tidak. ulama berkata dalam syairnya:

ايقنت ان ابى النبي وامه * احياهما الرب الكريم الباري
حتى له شهدا بصدق رسالة حقا وتلك كرامة المختار
هذا الحديث ومن يقول بضعفه * فهو الضعيف عن الحقيقة عاري

* Jika anda protes dengan berkata: “kalau anda katakana ahlil fatroh bukan ahli neraka lantas untuk apa orang tua nabi dihidupkan??
Jawabannya: faidahnya agar orang tua nabi mendapat keutamaan atas apa yang tidak didapatkan ahli fatroh karena Endingnya orang tua nabi harus berkumpul dengan muslimin agar selamat dari siksa. Begitu pula tingkatan derajat orang yang meyakini alloh dan islam seutuhnya lebih mulia daripada yang tidak sempat meyakini.

Al Imam nashiruddin addimsyiqi mengatakan dalam gubahan sya’ir nya:
Karena cinta Allah kepada Nabi dengan menambah keutamaan-Nya
Atas keutamaan (yang sudah diberikan) dan Dialah Maha Menyantuni
Lalu menghidupkan ibundanya begitu pula ayahandanya
Demi beriman kepadanya dari keutamaan dan kebaikan-Nya
Terimalah kabar itu, karena Allah Maha Kuasa atas segalanya
Meskipun hadits yang mengatakan itu dlo’if adanya
Dan Hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi derajat hasan:

(إنّ الله خلَق الخَلْقَ فجعلني من خيرِ فِرَقِهِمْ
ثمّ تَخَيَّر القبائلَ فجعلني من خير قبيلةٍ، ثمّ تخيّر البيوتَ وجعلني في خير بيوتهم، فأنا خيرُهم نفسًا –أي روحا وذاتا- وخيرهم بيتا –أي أصلا-)
“Sungguh, Allah telah menciptakan makhluk lalu menjadikanku dari sebaik-baiknya golongan dari mereka. Kemudian memilih dari beberapa kabilah dan menjadikanku dari sebaik-baiknya kabilah. Kemudian memilih dari beberapa rumah dan menjadikanku dari sebaik-baiknya rumah. Akulah sebaik-baiknya diri (ruh dan dzat) dari mereka dan sebaik-baiknya rumah (garis keturunan).”

· Jika anda kembali protes dengan berkata: “Mengapa anda bersikukuh bahwa kedua orang tua nabi tidak disebut Kafir???
Jawabannya : Karena, orang kafir tidak berhak dikatakan ‘orang pilihan’, ‘orang mulia, ‘orang suci’. Bahkan alquran menyebutnya Najis. Seperti dalam ayat:
“Sesungguhnya orang-orang musyrik terhukumi najis.”
Sedangkan Doktrin hadist secara eksplisit menjelaskan bahwa semua orang tua Rasulullah adalah terpilih, mulia, suci. Dan juga, Dan juga Allah Swt. berfirman: “dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS Asy-Syuara’ [26]: 219).

· Jika anda protes dengan bertanya; “Bukankah Imam Nawawi berkata bahwa Ahli fatroh menjalani rutinitas sesuai adat arab yang percaya berhala masuk neraka???
Jawabannya : “Mengenai perkataan Imam Nawawi dalam mengomentari hadits Muslim: “Orang yang meninggal dalam masa fatroh dengan menjalani rutinitas sesuai adat Arab yaitu menyembah berhala, dia akan masuk Neraka yang dimaksud adalah karena mereka menyembah berhala sedangkan sebelumnya sudah ada dakwah ismail dan nabi ibrohim. Dan mengetahui bahwa itu (ajaran ibrohim) ajaran yang benar. Dan bisa saja ucapan imam Nawawi tersebut ditakwil (tafsir) dengan membawakan ucapan itu bagi orang-orang yang menyembah berhala yang sudah diriwayatkan dalam hadits-hadits bahwa mereka akan masuk Neraka.

Berhati hatilah dalam menyebutkan kekurangan kedua orang tua Rasulullah Saw. tentusaja itu akan menyakiti beliau. Karena menyakiti beliau, akibatnya akan fatal dengan adanya hadits yang diriwayatkan Ath-Thabari: “Janganlah kalian semua menyakiti orang-orang hidup dengan memaki orang-orang yang sudah meninggal.” .

orang tua nabi bukan orang sembarangan, ayahnya Abdulloh Bin Abdul Mutholib lelaki tampan yang jauh dari pergaulan jahiliyah,.beliau juga saat bayi tidak jadi disembelih dan diganti dengan fidyah 100 ekor unta. hal ini senada dengan syair pujian atas Ayahanda Nabi yang dilantunkan ibundanya menjelang wafat dan pengakuan ibundanya atas kenabiannya. Sambil menangis Aminah berkata:
بارك الله فيك من غلام * يابن الذي من حومة الحمام
نجا بعون الملك المنعام * فودي غدات الضرب بالسهام
بمائة من ابل سوام * ان صح ما ابصرت في المنام
فأنت مبعوث الى الانام * من عند ذي الجلال والاكرام
تبعث في الحل وفي الحرام * تبعث بالتحقيق والاسلام
دين ابيك البر ابراهاما * فالله انهاك عن الاصنام
Sementara ibundanya sendiri merupakan wanita cantik, suci yang jauh dari pergaulan jahiliyah. bahkan disaat wafatnya segenap Jin menangis dan melantunkan syair:
تبكي الفتات البرة الامينة * ذات الجمال العفة الرزينة
زوجة عبد الله والفرينة * أم نبي الله ذي السكينة
وصاحب المنبر في الندينة * صارت لدى حفرتها رهينة
Kesimpulannya bahwa Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah bersepakat bahwa orang tua nabi termasuk Ahli surga atas dua kemungkinan yaitu keimanannya setelah di bangkitkan atau karena mereka berada pada masa Fatroh. Sementara yang bersikukuh mengatakan bahwa orang tua Nabi kafir adalah muktazilah dan pengikutnya.
kita harus mengindari agar tidak mengingkari kejadian ini. Sebab jika kita mengingkari maka kita bertentangan dengan Al-Qur’an dan Ijma’, selain itu kejadian bangkitnya orang tua nabi ini sangat mungkin terjadi secara akal dan syara’ atas dasar kemulyaan dan kehususan yang tidak tertolak oleh Al-Qur’an dan Ijma’. Adapun perkataan yang mengatakan bahwa tidak berguna iman setelah wafat dikecualikan bagi yang mendapat kehususan dan kemulyaan..

Silahkan dishare!
____________

Referensi :
– Kitab Mujizul Kalam Syarah Aqidatul Awam karya Syidi Syeh Muhammad Ba’atiyah Cet. Maktabah Tarim Haditsah Tarim. Hal.37- 42
– Kitab Ghoyatul Muna Syarh Safinatun Najah karya Syidi Syeh Muhammad Ba’atiyah Cet. Maktabah Tarim Haditsah Tarim. Hal.47-53
– Kitab Abaway Rosul karya imam suyuthi Cet. Darul Jawamik. Hal.10-15

Shollu 'ala Rosulullah saw

Siapa Bilang Orang tua Rasulullah saw masuk Neraka

Bismillaahirrohmaanirrohiim

“Menjawab Fatwa sdr Kholid Basalamah Bahwa Orang Tua Nabi di Neraka.”

Fatwa ini di ungkapkan pada suatu pengajian yang diunggah ke youtube oleh Khalid Basalamah yang dipublikasikan
Dalam video tanya-jawab tersebut, Khalid Basalamah berulang kali menyebutkan “ulama hadits”. Padahal ulama yang berhak melakukan ijtihad dan istinbat (menetapkan hukum perkara) atau ulama yang berhak untuk menggali hukum dari Al Qur’an dan as Sunnah (Hadits) adalah para fuqaha (ahli fiqih) bukan ulama hadits (ahli hadits).
Pada menit ke 37:20 Khalid Basalamah menjawab pertanyaan “apakah Ayah dan Ibu Nabi shallallahu alaihi wasallam termasuk orang kafir ?”

Ust khalid menjawab “Ya, Ayah dan Ibu Nabi shallallahu alaihi wasallam meninggal dalam keadaan menyembah berhala” Khalid berdalil dengan hadits shahih, “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka (HR Muslim)
Haditsnya shahih, namun yang menjadi pertanyaan, apakah pemahaman Khalid Basalamah pasti shahih atau pasti benar ?

Ibnu Asakir meriwayatkan bahwa pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, seorang menterinya mengangkat seorang dari sebuah keluarga non-Muslim sebagai kepala daerah. Padahal, daerah itu dihuni mayoritas Muslim. Umar bin Abdul Aziz memanggil pejabat tersebut dan meminta pertanggung jawabannya. Menurut si pejabat, tidak ada bedanya antara Muslim dan non Muslim. Karena, orang tua Nabi sendiri adalah nonMuslim. Dengan menggunakan bahasa yang lebih keras, si pejabat mengatakan ayah Nabi adalah orang Musyrik.

Sama seperti ayah dari pejabat lokal yang baru diangkatnya. Umar bin Abdul Aziz marah dan memberikan teguran keras. Apa aku perlu memotong kepalamu? Apa aku perlu menggorok lehermu? Umar bin Abdul Aziz memandang bahwa kelakukan pejabat tersebut sangat menghina Nabi saw. dan keluarganya. Kejadian itu kemudian tersebar ke masyarakat. Mereka mulai membicarakan nasib orang tua Nabi saw. Apakah mereka Muslim? Apakah mereka termasuk ahli surga? Apakah mereka beriman seperti mereka? Kemudian apakahkakek Nabi juga Muslim? Bagaimana leluhur Nabi yang lain? Bagaimana ibu, nenek, dan moyang Nabi? Apakah mereka semua Muslim? Masyarakat awam yang tidak mengetahui duduk persoalan turut nimbrung dalam diskusi ini. Dengan bermodal akal cetek, mereka turut mempromosikan isu tersebut. Dalam sebagian kasus, seorang Muslim bahkan berani mengolokolok orang tua Nabi sebagai penghuni neraka.

Di level masyarakat awam, perdebatan itu berubah menjadi plesetan dan bahkan olok-olok. Bahwa mereka lebih mulia dibanding orang tua Nabi. Bahkan, mereka merasa lebih mulia karena dilahirkan dari orang tua yang Muslim. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Nabi mendengar umatnya mengolok-olok keluarganya. Bagi kita yang mencintai beliau secara tulus, pasti tidak akan rela mendengar keluarga Nabi menjadi bahan olok-olok. Lalu bagaimana sebenarnya status orang tua Nabi? Bagaimana pula dengan leluhurnya? Buku ini berpihak kepada pendapat yang menyatakan bahwa orang tua Nabi adalah orang-orang yang selamat. Dengan tegas, penulis menyatakan bahwa orang tua Nabi adalah Muslim

Berikut ulasan kami dalam menjawab dan mengkritisi fatwa khalid basalamah secara detail dan menyeluruh. Bismismillahirrohmanirrohim…

Pertama Nabi Muhammad s.a.w merupakan nabi paripurna yang menyempurnakan agama islam. Nabi Muhammad dilahirkan dari rahim seorang wanita suci yang bernama Aminah binti Wahbin dan ayahnya Abdulloh bin Abdul Mutholib.

Kedua orang tua nabi hidup dimasa sebelum islam. Yaitu suatu fase kekosangan dari dakwah nabi. fase tersebut disebut FATROH, dan orang yang hidup dimasa itu disebut Ahli Fatrah yaitu, orang-orang yang hidup diantara masa dua rasul, dan rasul yang pertama tidak diutus untuk berdakwah kepada mereka, sedangkan mereka tidak menemukan masanya rasul yang kedua.

Ulama Ahli fiqh mengatakan bahwa yang dimaksud dalam hal ini adalah orang Arab yang hidup setelah masa hidupnya Nabi Isa AS dan belum bertemu masa Nabi Muhammad Saw.
Imam Suyuthi menjelaskan tentang Ahli Fatroh: “Ketika dalil yang pasti dan tidak terbantahkan lagi telah menenjukkan bahwasannya tiada penyiksaan (di akhirat) kecuali setelah datangnya hujjah atau agama (di dunia), maka kami bisa mengetahui bahwa mereka Ahli Fatrah tidak akan disiksa.”
Para ulama Maturidiyah berkata: “Orang yang mati sebelum melewati waktu yang sekiranya bisa berangan-angan tentang agama, sedangkan dia belum sampai iman atau kufur, maka tiada siksaan baginya (selamat). Berbeda jika dia telah mempercayai kekufuran atau meninggal setelah melewati waktu sekira bisa berangan-angan dan dia tidak mempercayai apa-apa, maka dia tidak selamat.”

Maka dari itu Ahli Fatrah ada tiga Kriteria::
1. orang yang tidak bertauhid pada Allah dihatinya. Dan sebagian tidak mengikuti syariat nabi-nabi, seperti Qis bin Saida dan Zaid bin Amr. Dan sebagiannya lagi ada yang sampai mengikuti syari’at yang benar & berlaku, seperti Tubba’.
2. orang yang mengganti, merubah, menyekutukan, menciptakan syari’at sendiri, menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Contoh seperti Amr bin Lahay. Yaitu, orang yang memprakarsai penyenbahan berhala. Bukan hanya itu, dia juga membuat hukum-hukum syari’at sendiri, dan mendakwahkan pada orang lain, dan orang orang menyembah jin, dan malaikat.
3. Orang yang tidak menyekekutukan dan tidak pula bertauhid serta tidak mengikuti syari’at nabi siapapun, tidak membuat hukum syari’at, dan tetap dalam keadaan seperti itu. biasanya mereka yang hidup di hutan pedalaman
Apabila ada hadits-hadits yang mengatakan tentang siksaan kepada seseorang dari mereka para Ahli Fatrah, maka dimasukkan ke bagian yang kedua. Adapun bagian yang ketiga, adalah para Ahli Fatrah yang selamat dan tidak disiksa.
Hukum Kedua Orang Tua Rasulullah Saw.
Berkata imam ibnu hajar dalam kitab Syarh Hamaziah karya Imam Bushiri:
لم تزل في الضمائر الكون تختا * ر لك الأمهات والأباء
“Senantiasa dalam rahasia alam ini*
engkau (nabi) selalu dipilihkan dari ibu ayah pilihan”
Alloh berfirman Allah ta’ala:
وتقلُّبَك فى السَّاجدين
“dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS Asy-Syuara’ [26]: 219).
Menurut salah satu penafsiran ayat tersebut, bahwa yang dimaksud dari ayat tersebut adalah pindahnya nur Muhammad dari orang yang sujud kepada orang yang sujud.. Ayat ini merupakan legalisasi bahwa garis keturunan nabi Muhammad s.a.w diwariskan dan diturunkan dengan jalur suci dari masing masing individu yang dipilih alloh s.w.t dari nabi adam. Dan sabda Nabi Muhammad Saw:
(لمْ أَزَلْ أُنْقَلُ مِن الأَصْلَابِ الطّاهراتِ إلى الأَرحام الزَّكِيَّات)
“Tiada henti-hentinya aku dipindah dari punggung-punggung yang suci ke rahim-rahim yang bersih.”
Hadits ini merupakan pengejawantahan bahwasannya tidak ada sama sekali dari sekian banyak utusan nabi yang menyekutukan Allah Swt. Dan garis keturunannya merupakan garis keturunan yang terpilih. Dan tidak ada dari datuk nabi Muhammad kecuali menjadi pemimpin di masanya seperti kata sebuah syair menyebutkan:

فألئك السادة لم ترى مثلهم * عين على متتابع الاحقاب
زهر الوجوه كريمة احسابهم * يعطون سائلهم بغسر حساب
Namun masih banyak orang yang salah faham dan mengatakan bahwa kedua orang tua nabi Muhammad s.a.w Ahli Neraka. Dengan dalih bahwa mereka tidak mengucapkan dua kalimat syahadat selama hidupnya.

Al-Imam Abu Hanifah, ia mengutarakan bahwa semua para nabi itu maksum (terpelihara) dari hakikat kekufuran begitu pula segenap orang tuanya. Dari sini bisa disimpulkan, bahwa kelahiran para nabi harus dari kedua orang tua yang muslim atau matinya orang tua yang bukan muslim sebelum kelahiran mereka. Akan tetapi yang kedua ini, sangatlah langka ditemukan. Bahkan tidak mungkin dan tidak terjadi dikalangan orang tua perempuan (karena ia yang melahirkan).

Dikisahkan bahwa Nabiyulloh Adam dan Sayyidatuna Hawa melahirkan 40 anak dalam 20 kandungan (setiap lahir kembar) kecuali nabi “Tsis” karena Allah ingin menunjukkan karomah bagi Nabi Muhammad s.a.w dan kemudian sesaat sebelum wafat berpesan kepada anaknya agar tidak meletakkan Nur yang diwariskan ini kepada wanita sembarangan kecuali kepada yang suci.

Sebenarnya kalau kita kroscek ternyata hadits-hadits dijadikan tendensi sebagian orang yang apatis terhadap kedua orang tua Rasulullah, semuanya kurang relevan dan kontradiktif. Haditsnya-pun derajatnya ‘ahad. Oleh karenanya, hadits tersebut tidak masuk dalam hal akidah atau yang berhubungan dengan kepercayaan. sebab dalam hal akidah atau kepercayaan yg dipakai adalah hadits mutawatir.

· Jika anda bertanya : “bukankah Azar ayah nabi ibrohim juga masuk neraka???
jawabannya : adapun hadits tentang “Azar”yang benar bahwa dia bukanlah ayahanda dari nabi Ibrahim A.S. Tetapi dia adalah paman beliau. Sedangkan ayahanda beliau bernama Faruh. Sedangkan orang arab jika memanggil paman dengan sebutan ayah. Sebab mereka menganggap paman mereka seperti ayah sendiri. Bahkan Al-Qur’an sendiri menyebutkan hal ini:
وَإِلَهَ ءَابَائِكَ إِبْرَاهِيْمَ وَإِسْمَاعِيْلَ
“Dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail.” (QS Al-Baqarah [1]: 133) Padahal yang dimaksud adalah paman Ayyub as.

· Jika anda protes dengan bertanya : “lalu apa jawaban anda atas pengakuan nabi bahwa ayahnya di neraka seperti yang disebutkan di hadits muslim???

Jawabannya : Tentang hadits yang diriwayatkan Muslim: Seorang laki-laki berkata, dimanakah ayahku wahai Rasulullah? beliau menjawab: “Di Neraka.” lalu setelah dia berpaling, Rasulullah memanggil kembali seraya berkata: “Sesungguhnya, ayahku dan ayahmu berada di Neraka.”

Ada dua opsi untuk menjawabnya yang pertama kita Wajib melakukan penakwilan. Paling jelasnya pentakwilan menurut kami, yaitu Rasulullah Saw. bermaksud dengan ucapan ‘ayah’ adalah paman beliau sesuai adat Arab yang memanggil paman dengan panggilan ayah. Inilah yang dinamakan majaz. Adapun tanda adanya majaz dalam hal ini, yaitu ayat yang akan datang penyebutannya, yang menunjukkan kebalikan dari redaksi ayat menurut yg diakui madzhab Ahlus Sunnah pada pendapat yang paling shahih (benar). sedangkan paman beliau Nabi menanggung dan merawat nabi setelah kakeknya Abdul Muthallib.

Yang kedua maksud dari jawaban beliau Nabi dalam hadits tersebut yaitu demi menyenangkan hati pemuda tersebut agar tidak murtad. Karena yang didengar pertama kali oleh dia adalah, ayahnya berada di Neraka. Jawaban ini diperkuat dengan Argument, bahwa beliau Nabi berkata yang kedua kalinya, setelah dia berpaling untuk pergi. Atau, jawaban beliau tersebut sebelum turunnya ayat kepada beliau:
وَمَاكُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
“tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS Al-Isra’ [17]: 15). Seperti kejadian ketika beliau ditanya tentang anak-anak orang musyrik, beliau menjawab bahwa mereka bersama ayah-ayahnya (di Neraka). lalu ketika ditanya kembali masalah itu, beliau menjawab mereka di Surga
Diriwayatkan ibnu Mardawaih saat memaknai ayat
لقد جاءكم رسول من انفسكم بفتح الفاء انا انفسكم نسبا وصهرا وحسبا ليس في ابائي نت لدن ادم سفاح كلها نكاح
Beliau mengatakan bahwa nabi berkata aku paling mulia diantara kalian nasab, keturunan, dan keluarga tidak ada diantara ayahku yang terjerumus perzinahan semuanya menikah.

· Kalau anda protes dengan berkata : “Bukankah Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa orang tua nabi di neraka??
Jawabannya : Kita perlu Kritis disini sebab tidak semudah itu sekaliber Imam Abu Hanifah mengkafirkan orang mulia. sebagian naskah ternyata mengatakan begini:

ووالدا رسول الله صلى الله عليه وسلم ماتا على الكفر, وأبو طالب مات كافرا
Artinya “Dan kedua orang tua Rasulullah Saw. meninggal dalam kekufuran sedangkan paman beliau meninggal dalam keadaan kafir.”
Dan ini jelas tidak serasi. Karena, jika beliau Abu Hanifah bermaksud berkata begitu, maka dia akan menyebutkan semua dalam satu lafazh. Yang benar adalah bahwa ada kebohongan dari oknum yang tidak bertanggung jawab yang merubah dari naskah aslinya. Mereka menyangka, bahwa huruf mim adalah mim zaidah(tambahan). Mereka ceroboh dan membuang mim itu. Karena yang benar naskahnya adalah:

ووالدا رسول الله ما ماتا على الكفر وأبو طالب عمه مات كافرا
Artinya “Dan kedua orang tua Rasulullah Saw. tidak meninggal dalam kekufuran sedangkan paman beliau meninggal dalam keadaan kafir.”
Dalam hal ini Imam Ibnu Hajar menuturkan dalam kaitabnya Al fatawa, mengutib dari kitab Saddaduddin: “Apa yang dikutib dari Abu Hanifah, beliau berkata dalam kitabnya al fiqhul akbar, bahwasannya kedua orang tua Nabi meninggal dalam keadaan kafir itu tidak benar. Karena naskah yang dapat dipercaya dalam kitab tersebut, tidak disebutkan hal seperti itu. Yang benar naskah tersebut, adalah karangan Abu Hanifah Muhammad bin Yusuf Al-Bukhari bukan Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit Al-Kufi. Kami sebutkan hal itu agar supaya, orang yang berfikir tentang kutibannya selalu berfikir dan berhati-hati dalam menulis. Wallahu A’lam.

· Jika anda bertanya; “Bukankah yang mengatakan selamatnya orang tua nabi hanya Syiah Rofidloh seperti ucapan Abi Hayyan??”
Jawabannya : Ibnu Hajar mengatakan bahwa banyak kerancauan pada pendapat Abi Hayyan yang mengatakan; “Sesungguhnya hanya penganut Syiah Rafidlah yang mengatakan bahwa kedua orang tua Nabi Muhammad Saw termasuk orang-orang mukmin yang tidak disiksa. Dengan berargumen menggunakan firman Allah ta’ala: “dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS Asy-Syuara’ [26]: 219).”
Kita menolak pendapat ini Dengan Dua alasan. Pertama sebab Abi Hayyan merupakan Pakar Gramatika Nahwu Shorrof saja. sementara untuk masalah akidah dan usul, dia tidak memiliki kapasitas di dalamnya.

Kedua disini terjadi kontradiksi dengan realita yang ada Karena Ulama madzhab Asy’ari, juga mengatakan bahwa mereka Para Ahli Fatrah termasuk orang mukmin. Penisbatan yang dilakukan Abi Hayyan hanya kepada syiah Rafidlah sedangkan disana sebegitu banyaknya para Imam Ahlus Sunnah yang mengatakan seperti itu merupakan sikap yang sangat mengentengkan dan menyepelekan.”
Sudah banyak kisah mukjizat nabi yang diberikan kepada beliau seperti mengembalikan matahari saat beliau akan tertinggal sholat asar, begitu juga membelah bulan yang satu bagian di atas jabal Abi Qubais dan yang separuhnya di jabal Qoiqo’an. Segala sesuatu yang dikehandaki nabi akan dituruti oleh alloh s.w.t termasuk juga permohonan untuk menghidupkan ayah ibunya.

Imam suyuti mempunyai sepuluh karya kitab yang menekankan kewajiban menjaga Etika kepada Rasulullah & bagi orang yang menyakiti beliau, maka ia telah menyakiti Allah ta’ala. Dan satu kitab khusus membahasa secara eksplisit mengenai kedua orang tua nabi diberi nama abaway rosul.

Suatu ketika seorang qodli bernama AlFaqih AlMuhaddits Ibnul Araby AlMaliki pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang berkata, bahwa kedua orang tua Rasulullah Saw. telah masuk Neraka. beliau menjawab: Dia telah dilaknat, karena Allah Swt. telah berfirman:

إِنَّ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ اللهَ وَرَسُوْلَهُ لَعَنَهُمُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالأَخِرَة
“Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknat di dunia dan di akhirat, dan menyediakan adzab yang menghinakan bagi mereka.” (QS Al-Ahzab [33]: 57).

Dan tiada yang lebih menyayat hati dari pada dari ucapan yang mengatakan bahwa kedua orang tua Rasulullah Saw. masuk Neraka. As-Suhaili telah meriwayatkan hadits Ibnu Mas’ud ra. Ketika itu, ia (Ibnu Mas’ud) bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang kedua orang tuanya. Beliau menjawab: “Aku senantiasa meminta kepada Tuhanku, Dia telah mengabulkan permintaanku. Akulah yang nantinya akan menolong mereka (kedua orang tuaku) menuju tempat yang terpuji (Surga).” Hadits ini memberikan isyarat, bahwa Rasulullah Saw. akan memberi syafa’at kepada kedua orang tuanya di tempat tersebut, agar supaya kedua orang tuanya mendapatkan taufik berupa keta’atan ketika adanya cobaan besar yang terjadi di hari kiamat nanti. Seperti yang diterangkan dalam beberapa hadits pula.
Imam Qurtubi dalam tafsirnya berkata: “Secara akal dan syara’, tidak ada yang mustahil dan ketidak mungkinan tentang menghidupkan kedua orang tua Rasulullah lalu mewafatkan kembali. Karena hal seperti itu, juga diterangkan dalam Al-Qur’an Al-Karim tentang menghidupkan orang yang dibunuh dari Bani Israil, hingga dia memberi kabar tentang siapa pembunuhnya.

Al habib umar bin sumaith berkata dalam kitab hidayatul ikhwan: banyak orang berpendapat dari kalangan ahli hadits bahwa nabi menghidupkan dan mengislamkan orang tuanya dengan dalil hadits aisyah yaitu Dari Sayidah Aisyah ra.: “Rasulullah Saw. turun dari bukit Al-Hajun (bukit di Makkah, berupa pemakaman) dalam keadaan sangat duka cita dan bersedih. Lalu, mendaki kembali dengan kehendak Allah Azza wa Jalla. Setelah itu, keluar dengan keadaan sangat senang dan gembira. Kemudian dia berkata: “Aku telah meminta kepada Tuhanku –Azza wa Jalla-, Lalu, Dia menghidupkan ibundaku untukku. Setelah ibundaku beriman kepadaku, Dia mengembalikan lagi.”

walaupun hadits ini dikatakan lemah menurut sebagian tapi menurut ahli haqiqat tidak. ulama berkata dalam syairnya:

ايقنت ان ابى النبي وامه * احياهما الرب الكريم الباري
حتى له شهدا بصدق رسالة حقا وتلك كرامة المختار
هذا الحديث ومن يقول بضعفه * فهو الضعيف عن الحقيقة عاري

* Jika anda protes dengan berkata: “kalau anda katakana ahlil fatroh bukan ahli neraka lantas untuk apa orang tua nabi dihidupkan??
Jawabannya: faidahnya agar orang tua nabi mendapat keutamaan atas apa yang tidak didapatkan ahli fatroh karena Endingnya orang tua nabi harus berkumpul dengan muslimin agar selamat dari siksa. Begitu pula tingkatan derajat orang yang meyakini alloh dan islam seutuhnya lebih mulia daripada yang tidak sempat meyakini.

Al Imam nashiruddin addimsyiqi mengatakan dalam gubahan sya’ir nya:
Karena cinta Allah kepada Nabi dengan menambah keutamaan-Nya
Atas keutamaan (yang sudah diberikan) dan Dialah Maha Menyantuni
Lalu menghidupkan ibundanya begitu pula ayahandanya
Demi beriman kepadanya dari keutamaan dan kebaikan-Nya
Terimalah kabar itu, karena Allah Maha Kuasa atas segalanya
Meskipun hadits yang mengatakan itu dlo’if adanya
Dan Hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi derajat hasan:

(إنّ الله خلَق الخَلْقَ فجعلني من خيرِ فِرَقِهِمْ
ثمّ تَخَيَّر القبائلَ فجعلني من خير قبيلةٍ، ثمّ تخيّر البيوتَ وجعلني في خير بيوتهم، فأنا خيرُهم نفسًا –أي روحا وذاتا- وخيرهم بيتا –أي أصلا-)
“Sungguh, Allah telah menciptakan makhluk lalu menjadikanku dari sebaik-baiknya golongan dari mereka. Kemudian memilih dari beberapa kabilah dan menjadikanku dari sebaik-baiknya kabilah. Kemudian memilih dari beberapa rumah dan menjadikanku dari sebaik-baiknya rumah. Akulah sebaik-baiknya diri (ruh dan dzat) dari mereka dan sebaik-baiknya rumah (garis keturunan).”

· Jika anda kembali protes dengan berkata: “Mengapa anda bersikukuh bahwa kedua orang tua nabi tidak disebut Kafir???
Jawabannya : Karena, orang kafir tidak berhak dikatakan ‘orang pilihan’, ‘orang mulia, ‘orang suci’. Bahkan alquran menyebutnya Najis. Seperti dalam ayat:
“Sesungguhnya orang-orang musyrik terhukumi najis.”
Sedangkan Doktrin hadist secara eksplisit menjelaskan bahwa semua orang tua Rasulullah adalah terpilih, mulia, suci. Dan juga, Dan juga Allah Swt. berfirman: “dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS Asy-Syuara’ [26]: 219).

· Jika anda protes dengan bertanya; “Bukankah Imam Nawawi berkata bahwa Ahli fatroh menjalani rutinitas sesuai adat arab yang percaya berhala masuk neraka???
Jawabannya : “Mengenai perkataan Imam Nawawi dalam mengomentari hadits Muslim: “Orang yang meninggal dalam masa fatroh dengan menjalani rutinitas sesuai adat Arab yaitu menyembah berhala, dia akan masuk Neraka yang dimaksud adalah karena mereka menyembah berhala sedangkan sebelumnya sudah ada dakwah ismail dan nabi ibrohim. Dan mengetahui bahwa itu (ajaran ibrohim) ajaran yang benar. Dan bisa saja ucapan imam Nawawi tersebut ditakwil (tafsir) dengan membawakan ucapan itu bagi orang-orang yang menyembah berhala yang sudah diriwayatkan dalam hadits-hadits bahwa mereka akan masuk Neraka.

Berhati hatilah dalam menyebutkan kekurangan kedua orang tua Rasulullah Saw. tentusaja itu akan menyakiti beliau. Karena menyakiti beliau, akibatnya akan fatal dengan adanya hadits yang diriwayatkan Ath-Thabari: “Janganlah kalian semua menyakiti orang-orang hidup dengan memaki orang-orang yang sudah meninggal.” .

orang tua nabi bukan orang sembarangan, ayahnya Abdulloh Bin Abdul Mutholib lelaki tampan yang jauh dari pergaulan jahiliyah,.beliau juga saat bayi tidak jadi disembelih dan diganti dengan fidyah 100 ekor unta. hal ini senada dengan syair pujian atas Ayahanda Nabi yang dilantunkan ibundanya menjelang wafat dan pengakuan ibundanya atas kenabiannya. Sambil menangis Aminah berkata:
بارك الله فيك من غلام * يابن الذي من حومة الحمام
نجا بعون الملك المنعام * فودي غدات الضرب بالسهام
بمائة من ابل سوام * ان صح ما ابصرت في المنام
فأنت مبعوث الى الانام * من عند ذي الجلال والاكرام
تبعث في الحل وفي الحرام * تبعث بالتحقيق والاسلام
دين ابيك البر ابراهاما * فالله انهاك عن الاصنام
Sementara ibundanya sendiri merupakan wanita cantik, suci yang jauh dari pergaulan jahiliyah. bahkan disaat wafatnya segenap Jin menangis dan melantunkan syair:
تبكي الفتات البرة الامينة * ذات الجمال العفة الرزينة
زوجة عبد الله والفرينة * أم نبي الله ذي السكينة
وصاحب المنبر في الندينة * صارت لدى حفرتها رهينة
Kesimpulannya bahwa Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah bersepakat bahwa orang tua nabi termasuk Ahli surga atas dua kemungkinan yaitu keimanannya setelah di bangkitkan atau karena mereka berada pada masa Fatroh. Sementara yang bersikukuh mengatakan bahwa orang tua Nabi kafir adalah muktazilah dan pengikutnya.
kita harus mengindari agar tidak mengingkari kejadian ini. Sebab jika kita mengingkari maka kita bertentangan dengan Al-Qur’an dan Ijma’, selain itu kejadian bangkitnya orang tua nabi ini sangat mungkin terjadi secara akal dan syara’ atas dasar kemulyaan dan kehususan yang tidak tertolak oleh Al-Qur’an dan Ijma’. Adapun perkataan yang mengatakan bahwa tidak berguna iman setelah wafat dikecualikan bagi yang mendapat kehususan dan kemulyaan..

Silahkan dishare!
____________

Referensi :
– Kitab Mujizul Kalam Syarah Aqidatul Awam karya Syidi Syeh Muhammad Ba’atiyah Cet. Maktabah Tarim Haditsah Tarim. Hal.37- 42
– Kitab Ghoyatul Muna Syarh Safinatun Najah karya Syidi Syeh Muhammad Ba’atiyah Cet. Maktabah Tarim Haditsah Tarim. Hal.47-53
– Kitab Abaway Rosul karya imam suyuthi Cet. Darul Jawamik. Hal.10-15

Shollu 'ala Rosulullah saw