Tampilkan postingan dengan label IMAN DAN AMAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMAN DAN AMAL. Tampilkan semua postingan

06 September 2012

Terapi Hati dan Pikiran.."Merenung"


Banyak orang merenung dan tafakkur
dikala apa yg menimpa kepada mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka kehendaki, kesedihan, kekecewaan, kegagalan. Tetapi dikala mereka memperoleh kesenangan, kegembiraan, keberhasilan mereka lupa, tidak merenungi dan berfikir siapa yg memberi kenikmatan itu.
Pernah kah anda merenung sejenak ketika bahagia? Hanya anda yang tahu jawabnya.

Biasa kah kita merenungi bagaimana kualitas kita sebagai hamba Allah Subhanahu wata'ala ? bagaimana kualitas kita sebagai umat Nabi Muhammad Shollallahu 'alaihi wa sallam ?

setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan bahkan tahun, kita diberi oleh-Nya nikmat yg tak terhitung jumlahnya,terpikirkah kita nikmat itu kita gunakan untuk apa? Lebih mndekatkan kepada-Nya atau malah sebaliknya? Pernahkah kita merenungi bagaimana beratnya perjuangan baginda Rasulullah dalam menegakkan agama Islam? Sehingga sekarang kita bisa merasakan Iman, Islam dan Ihsan.

Pernahkah kita merenung dan berpikir untuk apa kita dilahirkan ke dunia? Apakah kita tahu harapan kedua orang tua kita?dan mampukah kita membahagiakan keduanya?membuat mereka tersenyum bangga dan bahagia kepada kita sebagai anaknya, bukan sebaliknya melihat tangisan kepiluan dan kesedihan dimata mereka akibat perbuatan kita.

 Sahabat…
Kita adalah hamba yang dhaif. Merenung untuk introspeksi diri adalah jalan terbaik.
Merenung bukan berarti membuat kita lemah, justru memotivasi kita untu berbuat yg lebih baik agar lebit dekat dengan sang Khaliq.

Kita diciptakan bukan untuk menjadi manusia angkuh dan bukan pula menjadi manusia yg lemah terhadap tantangan zaman. Lihatlah setiap bayi yg lahir tangannya selalu mengepal, itu sebagai kiasan mereka mempunyai semangat yg kuat untuk berjuang menjalani kehidupan.

Allah Subhanahu wata'ala  mengajarkan kepada kita langkah nyata
mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan berdzikir "ingatlah, dengan dzikir
hati akan tentram "(QS. ar-Ra'd:28). Dengan selalu mengingat Allah Subhanahu wata'ala , hati akan tentram. Sebaliknya, ketika kita jarang ingat kepada Allah subhanahu wata'ala ,
hati akan kering dan gersang.

 Ada orang yang ingat Allah ketika shalat saja.
Itu artinya, ia akan selalu gelisah diluar shalat.

Ada yang ingat Allah hanya ketika ia mendapat ancaman saja. Bahkan, ada yang benar-benar tidak tahu siapa itu Allah selama hidupnya.

Orang yang tidak kenal Allah, sehebat apapun ia, dan sebanyak apapun harta yang dimilikinya, serta setinggi apapun derajatnya dimata
manusia, sungguh ia akan selalu dicekam gelisah.

Sementara orang-orang yang mendalam pengenalannya terhadap Allah, hatinya
selalu tertambat hanya kepada-Nya. Apapun yang ia lihat, ia dengar dan ia
rasakan, selalu dikorelasikan dengan Dzat pencipta alam semesta ini. "Milik
Allah semata semua yang ada di langit dan di bumi." (QS. al-Baqarah:284)

Ketika tengah merenungkan ciptaan Allah, ia menghayati benar makna ayat Al-Qur'an,
"Bertasbih menyucikan Allah semua apa yang ada di langit dan dibumi."
(QS.ash-Shaff:1)

Agar hati tenang dan hidup tentram, banyak-banyaklah berdzikir
disertai sabar dan syukur.

 Dua kantong ini, yaitu sabar dan syukur dapat
menghindarkan kita dari kebiasaan marah terhadap sesuatu yang mengecewakan
hati. Dan hal ini memerlukan latihan-latihan.

So...yuk kita latih diri kita , kita terapi hati dan pikiran kita,untuk senantiasa merenung sejenak.......

dalam bahasa jadulnya mah "meditasi"........ini bisa sambil dzikir, sholat, ...yg jelas smuanya meng konsentrasikan pikiran kita hanya pd Allah Subhanahu wata'ala saja....buang smua pikiran yang lain......yang ada hanya Allah Subhanahu wata'ala........"

...........istiqomahkan.........dan rasakanlah ......betapa damainya hati...betapa lapangnya dada....luas seluas langit dan bumi.....maka segala problema yg ada......Insya Allah dapat diselesaikan dg bantuan DIA yg Maha Cinta.......

smoga bermanfaat

wallahu a'lam bish showwab

16 Desember 2010

Pemimpin ??? Hati hati sobaat

Rasulullah SAW telah memberi nasehat kepada umat islam tentang tanggungjawab, bahwa setiap amanah yang dipikul oleh umat manusia adalah sebuah tanggungjawab yang harus dipertanggung jawabkan dihapan Allah Tuhan pemberi amanah.
Kepemimpinan didalam Islam sangat mudah untuk diwujudkan, asal mekanisme yang telah ditunjukkan oleh Allah telah dijalankan. Tugas seorang pemimpin kepada anak buahnya adalah untuk mengenal Allah dan ta’at serta tunduk patuh kepadanya, sebagaimana dalam nasehat Luqman kepada anaknya :

28 Oktober 2009

APA YANG DAPAT MEMASUKKAN KE SURGA ?

Terlintas di fikiran bagaimana keadaan surga itu? sedemikian hebatkah sampai sampai suatu hadis mengatakan bahwa surga itu belum pernah dilihat oleh mata. Nah bila belum pernah terlintas di mata berarti belum pernah terprogram di memory manusia bagaimana glamour dan mewahnya isi surga.

IMAN DAN AMAL


002019bSarana yang paling agung yang merupakan sarana pokok dan dasar bagi tergapainya hidup bahagia ialah : beriman dan beramal shalih. Allah Azza wa Jalla berfirman:
“Artinya : Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih[1], baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan ia beriman, maka sesungguhnya akan Kami karuniakan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan.” [An-Nahl: 97]