Tampilkan postingan dengan label MAKANAN HALAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKANAN HALAL. Tampilkan semua postingan

01 April 2013

Pengaruh Makanan pada Tingkah Laku Manusia




Sesungguhnya, Allah ta'ala itu  BAIK , tidak menerima kecuali yang BAIK , dan bahwa Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin dengan perintah yang disampaikan-Nya kepada para rasul dalam t bam firman-Nya, 

'Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang BAIK BAIK dan kerjakanlah  AMAL SHOLIH !
Sesungguhnya, Aku Maha mengetahui segala perbuatan yang kamu kerjakan.'
(Q.S. Al-Mu'minun:51)

Sangat mempengaruhi antara makan dan amal sholih..
Perhatikan ayat di atas… 

Pertama  kita di beri gambaran Bahwa Allah Ta’ala itu baik dan tidak menerima kecuali yg baik baik saja…..
Nah.. dalam hal ini yg di bahas adalah makanan…….

Maka Allah menyambungkan kebaikan Milik Nya dengan Makan makanan yg baik baik….

Kita Tahu, Bahwa kebaikan adalah CAHAYA…..
Jadi Makanan yg dimakan dengan membaca Basmalah… dan di makan sambil berdzikir, ini akan memberikan energy Cahaya bagi tubuh kita, dan merupakan Vitamin yang sangat penting bagi tubuh kita………….

Yg terpenting adalah, bagaimana makanan itu memasuki perut kita dg diiringi dzikir kita sendiri…….

Nah lebih Ahsan lagi,  jika asal makanan itu adalah dari uang Halal, bukan uang hasil korupsi…..

Jika yg memasak makanan itu sambil berdzikir, tentunya ada keberkahan tersendiri dari makanan itu, krn dzikir adalah kebaikan dan kebaikan adalah cahaya………..
Berbicara ttg  dzikir,  luas bahasannya…….

Misal, yg masak memotong Kubis, sambil memikirkan kebesaran Allah yg ada pd Kubis, nah ini pun di sebut dzikir……

Dan memang pd lapisan lapisan daun Kubis, ada kebesaran Allah , juga pada bawang merah, bawang putih, kacang2ngan, timun, dll…semua ada kebesaran Allah Ta’ala disana……

Subhanallah….. tentunya yg berdzikir , pasti akan ber efek kepada diri sendiri krn  itu adalah energy positif….

 *Efeknya pada Makanan adalah, Hidangan menjadi nikmat tanpa bumbu penyedap,…dan makanan menjadi penuh Keberkahan….

Namun Jika yg memakan tdk membaca Basmalah , dan tdk berdzikir saat memakannya,  maka ini tidak akan menjadi Cahaya bagi dirinya meski si juru masak memasaknya sambil dzikir………

wallahu a’lam …

Kembali pada Ayat di atas, bahwa Allah Ta’ala bilang , makanan ada pengaruh pd amalan…

Setelah Allah Ta’ala menerangkan tentang makanan yg baik baik, maka DIA menyuruh kita “ kerjakan AMAL SHALIH”(dari membahas ttg makanan yg baik2, kmd Allah Ta’ala mempertautkan dg Amal Shalih) yg menunjukkan bhw makanan ternyata sangat berpengaruh pd prilaku sehari hari kita………..

Dalam waktu 5 menit stlh kita menelan makanan,  langsung usus kita menyerap sari2 makanan dan di kirim ke seluruh tubuh kita….prosesnya cepat…

Kita tahu bahwa setan mengalir di aliran darah kita,…coba bayangkan jika kita memakannya dg nafsu atau sambil nonton tv atau sambil membaca, atau sambil bercanda…dan lupa baca Basmalah, juga Lupa Dzikir,..maka daging2 kita tumbuh dari hasil ta’limnya setan….dan tentunya Amalan2 kita jadi goyah….Akhlak kita mengikuti  Akhlaknya setan…dan Jadi Mudah marah2, tdk bias sabar, Iri, dengki, timbul penyakit Malas,…dll penyakit Hati…penyakit Rohani....di tambah lagi penyakit Jasmani…
Na’udzubillahi min dzaaliik…..

Maka MAKANAN adalah Sumber Utama Akhlak kita …
Syari ‘at yg pertama kali di bebankan ke Manusia Adalah MAKANAN…..ingatlah bhw Nabi Adam as dan Istrinya , di larang makan Buah Khuldi …..(inilah Syariat pertama yg di terima Nabi Adam as dan Istrinya)

Maka kita jangan sepelekan Makanan kita…..Makan jangan terlalu kenyang…. 

ALLAH berfirman dalam Hadis Qudsi:

"Tidak ada perlindungan yg lebih kuat bagi hamba-hambaKu kecuali menyedikitkan makan."
(HQR ad-Dailami dan Abdullah Ibnu Abbas R.A.)

 Al A'raaf( (7;31). Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid & makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan  Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

"Tidak ada satu wadah pun yg diisi oleh Bani Adam,Lebih buruk daripada perutnya,cukuplah baginya beberapa suap,untuk memperkukuhkan tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari,baiklah sepertiga makanannya,sepertiga lagi untuk minumannya sepertigan ya untuk nafasnya  
(HR Tarmidzi,Ibnu Maja dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya )








12 Februari 2012

Bayaha Makanan Haram, Penting Makanan Halal

by MAKANAN HALAL & HARAM in Keluarga Islami, Umum
halal singapura.jpg
Era globalisasi banyak hal yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia, tak terkecuali terhadap kaum muslimin.

Karenanya, banyak orang yang mengatakan, "Yang haram saja susah, apalagi yang halal." Satu ungkapan yang menggambarkan rendahnya kondisi keimanan dan keyakinan terhadap rahmat dan rezeki Allah.

Padahal, Allah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menegaskan bahwa Allah akan mencukupkan rezeki mereka. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya (yang artinya),

"Dan betapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezeki sendiri. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Q.S. Al-Ankabut:60)

05 Juli 2011

Makan Haram, Amalan tidak di terima selama 40 Hari

 Awas Makan Haram, Amalan tidak di terima selama 40 Hari !!!


Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan dunia ini sebagai tempat tinggal dan sekaligus untuk mendapatkan mata pencaharian. Dia ciptakan siang untuk mencari penghidupan dan malam untuk istirahat dan beribadah kepadaNya”Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.” (QS An-Naba’: 10-11).


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan kepada kita untuk bekerja:

 “Tidaklah sekali-kali seseorang makan suatu makanan yang lebih baik daripada makan dari hasil kerja tangannya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Dawud makan dari hasil tangannya sendiri.” (HR. Al-Bukhari).


Islam juga memerintahkan agar di dalam mencari rizki itu dengan cara yang baik dan halal.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah.” (QS Al-Baqarah: 172). Dalam ayat lain, artinya:

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah syetan, karena syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 168).

Al-Hafidz Ibnu Mardawih meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas bahwa ketika dia (Ibnu Abbas) membaca ayat:

berdirilah Sa’ad bin Abi Waqash kemudian berkata:

“Ya Rasulullah, do’akan kepada Allah agar aku senantiasa menjadi orang yang dikabulkan do’anya oleh Allah.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan do’anya. Dan demi jiwaku yang ada di tanganNya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amal-amalnya selama 40 hari, dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba maka neraka lebih layak baginya (HR. At-Thabrani) (Lihat Ad-durar Al-Mantsur fi Tafsir bil Ma’tsur Juz: II hal. 403).


Dari hadits di atas dapat kita ambil kesimpulan:

1. Perintah dari Allah agar memakan makanan yang halal.
2. Makanan yang halal merupakan sebab terkabulnya do’a.
3. Salah satu dampak dari memakan yang haram adalah tidak diterimanya amalan kita.


 >>>  Perintah Memakan Yang Halal <<<

Tentang perintah untuk mencari yang halal dan memakan yang halal, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga telah memerintahkan kepada para RasulNya dengan firmanNya, yang artinya:

 “Wahai para rasul, makanlah dari makanan yangbaik-baik dan kerjakanlah amal shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Mukminun: 51).

Maksud makan yang baik di sini adalah yang halal. Yang demikian itu diperintahkan terlebih dahulu sebelum mengerjakan amal shaleh, karena dengan memakan yang halal akan membantu untuk melaksanakan amal shaleh.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang larangan mendapatkan harta dengan cara yang haram, artinya:

 “Dan janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lain di antara kalian dengan cara yang batil.” (QS Al-Baqarah: 188).


            >>>  Sebab Tidak Terkabulnya Do’a  <<<

Sesungguhnya manhaj Islam dalam hal makanan adalah sebagaimana manhaj Islam dalam masalah yang lainnya untuk menjaga akal, jiwa dan raga.

Diperbolehkannya makanan yang halal adalah karena bermanfaat bagi badan dan akal. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada para hambaNya agar meninggalkan makanan yang kotor dan haram karena akan berpengaruh negatif terhadap hati, akhlaq dan menghalangi hubungan dirinya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala , serta menyebabkan tidak terkabulnya do’a.

Dalam sebuah hadits disebutkan: Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik, dan tidak menerima sesuatu kecuali yang baik.” Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang beriman, seperti Dia perintahkan kepada para rasulNya dengan firmanNya, yang artinya:

“Wahai para Rasul, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kalian kerjakan”. Dan firmanNya: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik, dan bersyukurlah kamu kepada Allah, jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah.”


Kemudian Rasulullah menyebutkan seorang laki-laki yang menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut lagi berdebu. Orang tersebut menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo’a: “Ya Tuhanku .. Ya Tuhanku ..” Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, dan baju yang dipakainya dari hasil yang haram. Maka bagaimana mungkin do’anya akan dikabulkan?” (HR. Muslim, shahih).


Hadits di atas menerangkan bahwa makanan yang haram merupakan sebab tidak terkabulnya do’a.


 >>>  Pengaruh Makanan Haram <<<

Hendaknya kita bertaqwa kepada Allah dengan cara memakan makanan yang halal dan menjauhi makanan yang haram.

Karena makanan yang baik itu mempunyai pengaruh yang besar bagi manusia, terhadap akhlaqnya, kehidupan hatinya dan jernihnya pandangan serta diterimanya amal-amal kita.

Sedangkan makanan yang haram mempunyai dampak buruk bagi manusia, yang kalaulah dampak itu hanyalah tidak dikabulkannya do’apun niscaya hal itu merupakan kerugian yang besar.

Karena seorang hamba tidak lepas dari kebutuhan berdo’a kepada Allah.

Di samping itu masih ada dampak lain dari memakan yang haram, yaitu tidak diterimanya amal-amal yang telah kita laksanakan.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

Dari Abu Hurairah radhiyallah ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 “Barangsiapa memperoleh harta dengan cara yang haram, kemudian ia shadaqahkan, maka tidak akan mendatangkan pahala, dan dosanya ditimpakan kepadanya.” (HR. Ibnu Hibban dalam Kitab Shahihnya dengan sanad hasan).

Ibnu Umar radhiyallah ‘anhu berkata:

 “Barangsiapa membeli baju dengan sepuluh ribu dirham, namun dari sepuluh ribu dirham tersebut ada satu dirham yang haram, maka Allah tidak menerima amalnya selama baju itu masih menempel di tubuhnya.”


Ibnu Abbas radhiyallah ‘anhu berkata: “Allah tidak menerima shalat seseorang yang di dalam perutnya ada sedikit makanan haram.”

Para wali  sangat berhati-hati sekali terhadap apa-apa yang akan masuk ke dalam mulut dan perut mereka.

Mereka amat bersikap wara’ di dalam menjauhi hal-hal yang syubhat apalagi yang haram.

Dalam kitab shahih Al-Bukhari disebutkan, ‘Aisyah radhiyallah ‘anha menceritakan bahwa Abu Bakar mempunyai pembantu yang selalu menyediakan makanan untuknya.

 Suatu kali pembantu tersebut membawa makanan maka iapun memakannya. Setelah tahu bahwa makanan tersebut didapatkan dengan cara yang haram, maka dengan serta merta ia masukkan jari tangannya ke kerongkongan, kemudian ia muntahkan kembali makanan yang baru saja masuk ke dalam perutnya.

Imam An-Nawawi ketika hidup di negeri Syam, ia tidak mau memakan buah-buahan di negeri tersebut.

Tatkala orang menanyakan tentang sebabnya, maka ia menjawab:

 Di sana ada kebun-kebun wakaf yang telah hilang, maka saya khawatir memakan buah-buahan dari kebun tersebut.

Makanan haram bisa disebabkan memang dzatnya yang haram, seperti: bangkai, daging babi, darah dan sebagainya. Atau karena haram cara mendapatkannya, seperti dengan cara mencuri, riba, curang dalam jual beli, korupsi, suap dan lain sebagainya.

 Praktek-praktek mendapatkan harta dengan cara yang haram dapat dengan mudah kita saksikan di zaman ini. Perampokan, penipuan, riba, korupsi, kolusi dan yang lainnya hampir-hampir selalu diekspos tiap hari oleh koran-koran dan televisi atau media lainnya.

Seolah-olah hal ini sudah merupakan masalah yang biasa. Segala macam cara akan digunakan manusia dalam rangka untuk mendapatkan harta yang sebanyak-banyaknya.
Rasulullah telah bersabda:

 “Akan datang suatu zaman, sese-orang tidak akan peduli terhadap apa yang ia ambil, apakah itu halal atau haram.”
(HR. Bukhari).

Padahal harta yang haram itu selain berdampak tidak terkabulnya do’a dan ditolaknya amal, ia juga merupakan sebab mendapatkan adzab Allah di akhirat nanti.

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa tidak bergerak dua telapak kaki anak cucu Adam di hari kiamat nanti sampai ditanya (salah satunya) tentang hartanya darimana ia dapatkan dan ke mana ia belanjakan. (untuk matan lengkapnya lihat Sunan At-Tirmidzi, hadits no.2417).

Maka hendaknya kita bermuhasabah, introspeksi diri.

Berapa banyak do’a yang telah kita panjatkan kepada Allah, berapa banyak istighotsah digelar dalam rangka mengatasi berbagai krisis yang mendera bangsa kita, dan berbagai bencana yang menimpa negeri kita.

Namun pada kenyataannya bencana demi bencana tetap melanda, berbagai krisis tidak teratasi dan berbagai kesulitan tak kunjung usai.

Mungkinkah ini karena bangsa Indonesia sudah terbiasa dengan praktik-praktik mendapatkan harta dengan cara yang haram? Sudah terbiasa mengkon-sumsi barang-barang haram, sehingga Allah tidak mengabulkan do’a-do’a kita? Wallahu A’lam bish Shawab.

(Qodri Fathurrohman)

28 Juni 2011

Apakah Vaksin Halal ???


Vaksinasi adalah suatu aktivitas yang bertujuan membentuk kekebalan tubuh dan biasanya dilakukan pada bayi, balita, dan ibu hamil. Tapi apakah selama ini kita mengetahui dari bahan apa vaksin itu dibuat? Selama ini kita lebih sering memperhatikan reaksi yang timbul setelah pemberian suatu vaksin ke dalam tubuh kita.



Apa itu Vaksin?

Vaksin adalah sebuah senyawa antigen yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan pada tubuh terhadap virus. Terbuat dari virus yang telah dilemahkan dengan menggunakan bahan tambahan seperti formaldehid, dan thymerosal.

Bahan Kueh , Halalkah ??


Produk bakery adalah produk makanan yang bahan utamanya adalah tepung (kebanyakan tepung terigu) dan dalam pengolahannya melibatkan proses pemanggangan. Kue sendiri ada yang dibuat melalui proses pemanggangan, ada yang tidak. Produk bakery contohnya adalah roti, biskuit, pie, pastry, dll. Dalam kehidupan sehari-hari produk bakery dan kue banyak sekali kita temui dan konsumsi. Sebagian produk ini dikemas dan informasi mengenai daftar ingredien yang digunakan dalam pembuatannya dicantumkan dalam kemasan, selain itu status kehalalannya juga bisa kita baca di kemasan yaitu adanya label atau logo halal pada produk produk yang sudah memiliki nomor pendaftaran MD (produk dalam negeri) atau ML (produk luar negeri).


Adanya label halal tentu akan memudahkan kita untuk memilih mana produk yang telah dijamin kehalalannya oleh yang berwenang. Akan tetapi, banyak juga produk bakery dan kue yang tidak dikemas sehingga informasi mengenai status kehalalan dan ingredien yang digunakannya tidak diketahui. Oleh karena itu sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui bahan bahan apa saja yang biasa digunakan dalam pembuatan kedua produk tersebut, lalu bagaimana status kehalalannya. Pengetahuan ini akan kita gunakan untuk menilai produk produk bakery dan kue yang akan kita produksi atau konsumsi, jangan sampai kita memrpoduksi atau mengkonsumsi produk yang kehalalannya diragukan atau bahkan haram.

Waspadai Coklat



Cokelat, banyak yang menggemarinya banyak pula yang tergila-gila dengannya. Cemilan manis pengisi suasana santai ini kadang membuat ketagihan karena membawa kenyamanan dan ketenangan tersendiri, asal ingat saja, dengan kandungan gula yang tinggi, cokelat juga bisa menimbulkan kegemukan. Tak hanya itu, tak sembarang juga cokelat dapat kita konsumsi, ada banyak titik kritis keharamannya bila kita tak hati-hati.

Titik Kritis Haram pada Bakmie

Ritme kerja masyarakat perkotaan yang serba bergegas telah membuat kehidupan warganya seperti terbelenggu oleh waktu. Situasi yang serba padat diiringi mobilitas tinggi dan gaya hidup metropolis tersebut sering membuat orang lupa akan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam makanan.
Sebagai seorang muslim, faktor kehalalan tentu saja menjadi hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Mengikuti perkembangan zaman memang sebuah keharusan. Namun dalam hal gaya hidup, termasuk dalam hal memilih makanan, tentu ada beberapa hal yang dijadikan pedoman.
Diantara sekian banyak makanan siap saja yang tersedia di kedai-kedai maupun restoran, bakmie, baik goring maupun rebus, termasuk makanan favorit. Lalu, bagaimana mencermati setiap jeyang dipilih agar tidak terjebak pada makanan yang tidak halal?

24 Juni 2011

Khasiat Kurma Ajwah



Kurma Ajwa : Dari Hadist hingga ke Khasiat
Siapa pun yang pagi-pagi makan tujuh buah kurma ‘Ajwah, maka pada hari itu dia tidak mudah keracunan dan terserang penyakit.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Apakah yang terbayang dibenak kita menjelang berbuka puasa ? Es campur, jus, kolak, kue yang manis-manis atau beragam makanan yang menggiurkan lainnya !!! Tidak bisa dipungkiri, sederer minuman dan penganan itulah yang muncul ketika kita berniat membatalkan puasa. Memang, buka puasa dengan beragam minuman dan makanan seperti itu hal yang lumrah dan wajar. Namun, bukankah minuman dan penganan tersebut memiliki efek samping yang kurang bagus disaat tubuh istirahat dari makan dan minum selama seharian penuh ???

Hati Hati Soft Drink menyebabkan Keropos Tulang


soft_drink.jpg

Hmm...minum cola dingin di siang hari yang terik pasti menyegarkan, apalagi sesuai beraktivitas. Tapi tahukah Anda jika kebiasaan minum cola setiap hari akan membuat tulang keropos terutama pada wanita, seperti riset terbaru yang dilakukan Tufts University dan dilansir healthday, Sabtu (07/10/06).

Dalam laporan di American Journal of Clinical Nutrition, para ilmuwan menyebutkan cola sama sekali tak memberikan keuntungan bagi kesehatan wanita, karena cola terbukti bisa menurunkan densitas (kepadatan) tulang.

20 Juni 2011

Waspadalah,.....Gelatine


Di Indonesia, gelatin masih merupakan barang impor, negera pengimpor utama adalah Eropa dan Amerika. Menurut data BPS 1997, secara umum terjadi pemanfaatan dalam industri pangan dan farmasi. Dalam industri farmasi, gelatin digunakan sebagai bahan pembuat kapsul. Dalam industri pangan, gelatin pun sekarang marak digunakan.


17 Juni 2011

Bagaimana dengan Kosmetik kita ????




Pagi hari ini aku sudah sibuk mengamati seluruh kosmetik dan peralatan mandi yang aku gunakan. Sedikit lega karena beberapa diantaranya sudah menggunakan label halal dan aku cukup sedih karena banyak diantaranya adalah produk yang belum memiliki sertifikat halal. 
Lantas, aku berpikir, jika produk tersebut belum memiliki sertifikat halal, benarkah bahan-bahan kosmetik dan peralatan mandi tersebut berasal dari sesuatu yang halal?  Jika tidak, tentunya aku harus mencari kosmetik lain yang telah mendapatkan sertifikat halal.
Jurnal LPPOM MUI menganjurkan kita untuk berhati-hati terhadap kosmetik yang mengandung :

15 Juni 2011

Babi Haram


Biasanya kalau ditanya mengapa babi haram, maka jawabannya adalah : “Babi haram, karena ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?”
Ini adalah jawaban yang sangat dangkal atas suatu pertanyaan.

Hati hati, ada Sosis yang terbuat dari Darah

Kalau menemukan istilah pudding, maka yang terbayang adalah makanan penutup yang berasa manis, dengan warna menggoda, dan penampilan ciamik. Namun untuk jenis pudding yang satu ini, berbeda dari pudding yang kita bayangkan tersebut.
Black pudding adalah jenis sosis yang terbuat dari darah yang dimasak atau darah kering yang ditambah dengan bahan pengisi (filler). Produk ini juga dikenal sebagai sosis darah (blood sausages). Istilah blood sausages pertama dikenal pada tahun 1868, konon dikaitkan dengan istilah Jerman, blutwurzt.
Darah yang biasa digunakan berasal dari babi dan sapi. Darah kambing dan domba, juga dimanfaatkan secara terbatas, tetapi darah dari unggas, kuda, dan hewan lain jarang digunakan. Ada beberapa bahan pengisi yang biasa digunakan diantaranya daging, lemak, gajih, remah roti, ubi jalar, barley, dan oatmeal.

Ketika Juice Jeruk berubah menjadi Khamer


Meski demikian, kita mesti seksama memperlakukan dan mengonsumsi jus tersebut, terutama terkait dengan waktu simpan. Pasalnya, ternyata jus yang semula halal memiliki kemungkinan berubah menjadi khamar yang berhukum haram untuk dikonsumsi.

Menurut Dosen Teknologi Pangan dan Gizi IPB, Anton Apriyantono, hal itu terjadi karena jus tersebut mengalami proses fermentasi alkohol secara tak sengaja. Ia menyatakan bahwa ada sejumlah riwayat dalam hadis yang memberikan penjelasan tentang perubahan hukum pada jus.

11 Juni 2011

Adab Makan dan Minum dalam islam + tinjauan dari segi medis



Adab Makan dan Minum
Larangan makan & minum sambil berdiri

Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)

bersabda Nabi dari Abu Hurairah,“Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)

Rahasia Medis

Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat,lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan pernah sekali minum sambil disfungsi pencernaan.

Begitu pula makan sambil berjalan, sama sekali tidak sehat, tidak sopan, tidak etis dan tidak pernah dikenal dalam Islam dan kaum muslimin.

Dr. brahim Al-Rawi melihat bahwa manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupkan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat tepenting pada saat makan dan minum.

Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.



Dr. Al-rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.

Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung.

Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa bebenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal.

Nah. Jika kita minum berdiri air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih.

Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.

Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Sumber: Qiblati edisi 04 tahun II. Judul: Larangan Minum sambil berdiri, Hal 16

Semoga bermanfa'

http://www.lailahaillallah.com/profile-9842/blog/adab-makan-dan-minum/

Tidak boleh meniup makanan yg Panas, kenapa ??


makanan panas.jpg Seringkali kita melihat, seorang Ibu ketika menyuapi anaknya makanan yang masih panas, dia meniup makanannya lalu disuapkan ke anaknya. Bukan cuma itu, bahkan orang dewasa pun ketika minum teh atau kopi panas, sering kita lihat, dia meniup minuman panas itu lalu meminumnya. Benarkan cara demikian?

Cara demikian tidaklah dibenarkan dalam Islam, kita dilarang meniup makanan atau minuman. Sebagaimana dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”.
(HR. At Turmudzi ).

Dan ternyata dari salah satu milis kimia di Indonesia, ada yang menjelaskan secara teori bahwa : apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan CO2 yaitu carbon dioxide, yang apabila bercampur dengan air H20, akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan cuka, menyebabkan minuman itu menjadi acidic (berarti kalo kita meniup makanan/minuman panas sama dengan minum cuka) .

Dan perlu kita ingat juga bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas, hal ini juga dilarang, ternyata saya baru tahu sekarang hikmahnya, bahwa ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.

Ulasan ini mungkin bukan hikmah keseluruhan, karena Ilmu Allah tentu Maha luas dari ilmu manusia, bisa jadi itu adalah salah satu hikmah dari puluhan hikmah lainnya yang belum terungkap oleh manusia. .

Waktu rokok dibakar asapnya melepaskan nikotin 2 kali lipat



Bahaya Perokok Aktif Dan Perokok Pasif. Saya lupa duluuu dimana ya pernah ngomel ama orang yang duduk di sebelah saya yang merokok, tau gak dijawab apa?. “Ya…anda merokok aja to biar resikonya kurang???”. Untung dulu itu saya masih polos(ckckck…), coba sekarang ada yang ngomong gitu…..ehmmm alamat tak bikin miskin tujuh turunan….atau tak suruh baca artikel ini…iyyy?. Pernah denger juga gak malah ada yang ngomong gini, “yaaa kan itu hak asasi, masing-masing orang kan berhak melakukan kesenangannya?”. Hiiii…cepek deh.

Saya pernah nyobain merokok saking pengen tahu enaknya itu apa? Banyak kali malah saya nyobanya, dan sampai sekarang saya bingung dan gak tahu nikmatnya merokok itu apa sehhh?. 

Pengaruhu Vetsin pada Makanan


hal4.jpg Masyarakat ekonomi menengah banyak mengomsumsi glutamat eksogen berupa garam monosodium glutamat (lebih dikenal dengan vetsin) sebagai penyedap makanan. Sebagian dari mereka sering mengeluh sakit kepala (sefalgia) yang dikenal dengan Chenese Restaurant Syndrome.

Mekanisme depolarisasi membran neuronal (saraf) dibawah pengaruh glutamat sehingga terjadi permeabilitas terhadap ion Na, Ca, dan air. Ion Ca masuk ke dalam sel (peningkatan ion Ca intraseluler), ini merupakan fase awal dan fase lanjut kematian sel (The early and late phases of glutamate-like Neurotoxity).

08 Juni 2011

Apa bedanya Daging Babi dan Sapi



Ada beberapa perbedaan mendasar antara daging babi dan sapi. Dr. Ir. Joko Hermanto, Guru besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, mengatakan bahwa secara kasat mata ada lima aspek yang terlihat berbeda antara daging babi dan sapi yaitu warna, serat daging, tipe lemak, aroma dan textur. Atas dasar itu fokus pengamatan kami diarahkan pada lima aspek tersebut.


Dari segi warna,
Terlihat daging babi memiliki warna yang lebih pucat dari daging sapi (lihat gambar 1), warna daging babi mendekati warna daging ayam. Namun perbedaan ini tak dapat dijadikan pegangan, karena warna pada daging babi oplosan biasanya dikamuflase dengan pelumuran darah sapi, walau kamuflase in dapat dihilangkan dengan perendaman dengan air. Selain itu, ada bagian tertentu dari daging babi yang warnanya mirip sekali dengan daging sapi sehingga sangat sulit membedakannya.

Tentang Babi yang perlu kamu ketahui



Siapa yang tak mengenal binatang bermancung panjang dan memiliki lubang hidung yang khas ini? Babiadalah binatang yang jorok dan kotor. Suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri maupun manusia. Sangat suka berada pada tempat yang kotor dan tidak suka berada di tempat yang bersih dan kering.

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Kitab Suci Alqur'an. Al-Maidah : 3)

Dari ebook yang ditulis oleh Yoga Permana Wijaya, ada beberapa fakta ilmiah mengenai babi yang penting untuk kita ketahui.