Tampilkan postingan dengan label Kisah hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah hikmah. Tampilkan semua postingan

12 Juli 2018

Perjalanan Spiritual 'Azazil yg Sholih (Nama Asli Iblis)

⚘ ﷽    ⚘

Kenalilah Iblis, dan Iqro'lah pd kisah dibawah ini, ambil pelajarannya

Sebelum dilaknat oleh Allah ﷻ
, Azazil (nama asli iblis) memiliki
* Wajah rupawan cemerlang,
*  Mempunyai empat sayap,
*  Banyak ilmu,
*  Mempunyai tingkatan Maqom *IHSAN* yang tinggi, artinya mempunyai kesadaran Alloh yang sangat kuat, sehingga
* Mempunyai Makrifatulloh yang tinggi.
* Terbanyak dalam hal ibadah.
*  Menjadi kebanggan para malaikat.
* Pemimpin para malaikat Karubiyin .
* Masih banyak lagi.... karena kesholihannya maka Alloh ﷻ memberikan ke RidhoanNYA dengan diangkatnya  kedudukan 'Azazil  menjadi mulia dan diizinkan menjadi Imam Para Malaikat...

Azazil/Azazel (Bahasa Arab: عزازل) adalah nama asli dari Iblis, ia adalah nenek moyang para Jin.

Menurut legenda bahwa sebelum diciptakannya Adam, Azazil pernah menjadi Imam para Malaikat.

Azazil dikenal juga sebagai Sayidul Malaikat (penghulu para malaikat) dan Khazinul Jannah (bendaharawan surga).

Azâzîl terdiri atas al-‘azâz yang berarti 'hamba' dan al-îl yang berarti 'melata'.

Kata al-‘azâz berasal dari al-‘izzah yang berarti kebanggaan atau kesombongan.

Dinamakan demikian karena ia tercipta dari api.

Kata al-‘azâz (العزاز) terdiri dari empat huruf, yaitu huruf ‘ain, zây, alif, dan zây yang kedua. Masing-masing huruf menunjukkan sepak terjang iblis karena setiap nama itu menunjukkan perbuatan pemiliknya, seperti :

1. Dari huruf ‘ain muncul kata ‘ulluw ‘kesombongan’,
2. dari huruf zây muncul kata zuhw ‘sikap takabur’,
3. dari huruf alif muncul kata ibâ’ ‘pembangkangan’ dan
4. istikbâr ‘sifat angkuh’.

➡️ Kesombongan, sikap takabur, pembangkangan, dan sifat angkuh merupakan sifat-sifat yang dimiliki iblis⬅️

❗Inilah tafsir nama asli iblis yaitu Azâzîl❗

Disebut dalam kitab daqoiqulahbar karangan Abd Rahim bin Ahmad dan Kitab badaiuz zuhur karangan Muhammad bin Ahmad Al Hanafi dari Ubadatillah bin Samit, Rasulullah ﷺ bersabda :

Pertama Allah ﷻ menjadikan makhluk-Nya ialah :
1.⚘NUR  MUHAMMAD kemudian

2.⚘PENA yang bentuknya seperti MUTIARA PUTIH yang panjang sekali.

Kemudian Allah ﷻ menyuruh pena MENULIS ILMU ALLAH  ﷻ sampai hari kiamat, ..
Dan yang pertama kali ditulis adalah:

⭐ *AKU MAHA PENGAMPUN dan AKU MENGAMPUNI PADA  ORANG ORANG  (siapa saja) YANG MINTA AMPUN*⭐

3. ⚘Kemudian Allah ﷻ menciptakan SABAK (lauhul mahfud) bentuknya seperti CAHAYA BERLIAN BIRU...

4.⚘ Kemudian Allah ﷻ menciptakan ARASY

5. ⚘BAITUL MAKMUR,

6. ⚘SURGA,

7. ⚘NERAKA

8.  ⚘ PADANG MA'SYAR

9.⚘SIROTHOL MUSTAQIM

10. Dan sebagainya banyak lagi...

11. Allah  ﷻ menciptakan BUMI, MATAHARI,  REMBULAN , BINTANG , MALAIKAT , BIDADARI, BUROQ di dalam surga dan binatang di darat dan di lautan KECUALI   ULAR

____@ IBLIS  @_____

JIN memiliki  PEMIMPIN  yang disebut
JAN BANULJAN  (JAN  ABAL  JIN)...
Dalam tafsir sohwi jilid 2 hal 60 surat al A’rof.IBLIS itu BAPAKnya JIN dan SETAN, maksudnya bahwa anak iblis sebelum dikutuk oleh Allah namanya JIN, sesudah dikutuk namanya SETAN.

Pendapat lain menegaskan bahwa Jan banuljan bukan anak iblis, pimpinan (nenek moyang) jin yang diciptakan dari asap api yang menjilat-jilat.

Setan punya pimpinan banyak sekali, dalam kitab hadits iblis, karangan ki Taptazani bin Basyumi.

Sholawat ka’bul Ahbar meriwayatkan, bahwa Allah ﷻ, menugaskan pada iblis dengan tugas yang mulia sebagai berikut :

1. Iblis sebagai penjaga Surga dalam kurun waktu 40.000 (empat puluh ribu tahun), namun di Surga  aroma iblis tidak  harum, padahal iblis di surga makhluk Allah yang tampan, gagah perkasa, dan bentuknya sangat bagus, orang jawa bilang bagaikan Raden Janoko dari kayangan. Kata orang sunda bagaikan Raden Gatotkaca dari Pringgondani.

2. Iblis bergabung dengan malaikat dalam waktu 80.000 tahun (delapan puluh ribu tahun)

3. Iblis menjadi penasehat malaikat dalam waktu 20.000 tahun (dua puluh ribu tahun).

4. Iblis menjadi pemimpin malaikat karobiyyun dalam waktu 30.000 tahun (tiga puluh ribu tahun)

5. Iblis melakukan thowaf (mengelilingi) arasy bersama para malaikat dalam waktu 14.000 (empat belas ribu tahun),

jadi secara keseluruhan iblis beribadah melakukan semua perintah kepada Allah dalam kurun waktu 185.000 tahun lebih,

Ibadah yang dilakukan Iblis adalah sama seperti kita umat Islam, melakukan sholat, puasa, thowaf dengan para malaikat (mengelilingi baitul makmur di arasy)..

Iblis tidak merasa lelah dan mengeluh menjalankan perintah Allah ﷻ dan
tugas-tugas Allah  ﷻ yang termulia ini, iblis menjalankan dengan ikhlas, tidak ada niat apapun kecuali karena Allah ﷻ semata-mata....
Lurus kepada Allah ﷻ ,hanya mencari Ridho Allah ﷻ saja....
Tidak  menuju kepada Malaikat dan lainnya....
Hanya kepada Allah ﷻ saja....
Semua amal ibadah dan dzikir Iblis dilakukan dengam IHSAN yang sempurna, artinya dengan  Sadar Allah secara sempurna..

Pada masa itu, Malaikat kagum dengan ibadah serta ma'rifatullohnya Iblis, kagum dengan spiritualnya Iblis,
sehingga Malaikat memberi gelar iblis dengan sebutan  Al 'AZIZ (makhluk Allah yang termulia).....
ada yang memberi gelar A’ZAZIL (panglima besar malaikat). ...

Menurut kitab tafsir Munir dan Showi, iblis beribadah pada Allah dalam masa 80.000 tahun, thowaf di baitul Makmur dan Aras 14.000 tahun.

Oleh karenanya dilangit pertama sampai ketujuh, IBLIS  DIHORMATI PARA MALAIKAT ,
Maka pada setiap langit, ada bendera khusu untuk Iblis..

1,Dilangit yang pertama berkibarlah bendera bertulis Al ‘abid (iblis ahli ibadah)....

2. Pada Langit ke 2 berkibarlah tulisan Al Zahid (iblis ahli suci) tidak melanggar larangan Allah, dan mematuhi segala perintah Allah.

3.Pada Langit ke 3 berkibarlah tulisan Al Ar’rif (yang mengetahui segala kekuasaan kemulyaan Allah).

4.Pada Langit ke 4 berkibarlah tulisan Al Waliyu (yang dibebani dan dikasihi Allah).

5. Pada Langit ke 5 berkibarlah tulisan Attaqiyu (yang takut/ patuh perintah Allah).

6. Pada Langit ke 6 berkibarlah tulisan Alkhozinu (yang mengawasi makhluk Allah yang bernyawa)

7.Pada Langit ke 7 berkibarlah tulisan Azroilu (yang mencabut nyawa/ memberi celaka pada makhluk lainnya).

Malaikat di penjuru alam semesta, dari bumi, langit, baitul makmur, arasy, dan sebagainya, mereka semua menghormati  Iblis sebagai makhluk Allah ﷻ yang paling  terhormat dan termulia, sehingga bila iblis lewat di depan para malaikat, maka malaikat menghormati iblis bagaikan penghormatan prajurit kepada komandannya, pengawal istana pada rajanya, ...

Dengan Izin Allah ﷻ dan kasih sayangNYA, menjadi terhormatlah nama iblis di penjuru alam semesta....

     ADA  R A H A S I A  ALLAH ﷻ

Pada catatan Taqdir Allah ﷻ yang terdapat di  buku induk lauhul mahfudz, disana ada  tulisan  Allah tentang Iblis  yang terselubung rapi dan  tidak ada  satupun makhluk yang tahu kecuali Allah ﷻ...
Di catatan taqdir pada buku induk lauhul mahfudz ada tertulis Alkafir Almal’un (iblis inkar terkutuk) 😣

Pada catatan sumber lain,
Iblis pada mulanya bernama Azazil dan tinggal di bumi...
Dan Azazil adalah jin yang taat kepada Allah ﷻ...
Dia menyembah Allah selama 1000 tahun, lalu Allah ﷻ mengangkatnya ke langit pertama. ...
Di langit pertama, Azazil beribadah menyembah Allah swt selama 1000 tahun....
Kemudian dia diangkat ke langit kedua. Begitu seterusnya hingga akhirnya dia diangkat menjadi imam para malaikat...

Apa pun perintah Allah ﷻ
kepada malaikat juga adalah perintah baginya, kerana dialah imam para malaikat yang memimpin malaikat....

Azazil adalah imam kepada kepada seluruh malaikat. Ibadahnya kepada Allah ﷻ banyak...

Ada riwayat laon lagi  yang menyatakan  bahwa Azazil beribadah kepada Allah ﷻ selama 80,000 tahun dan tiada tempat di dunia ini yang tidak dijadikan tempat sujudnya ke hadrat Allah ﷻ

Dalam satu riwayat menceritakan, bahwa  Malaikat Israfil melihat sedikit tulisan yang tersurat di Lauhul Mahfuz,disana ada tulisan yang maknanya seperti ini...

..."“Adanya satu hamba Allah yang beribadah selama 80,000 tahun tetapi hanya karena satu kesalahan, maka ibadah hamba itu tidak diterima Allah dan hamba itu terlaknat sehingga hari Kiamat.”...

Maka menangislah  Malaikat Israfil setelah membaca catatan takdir
Allah ﷻitu..
Hati Malaikat Israfil menjadi takut dan bimbang  , khawatir bahwa  makhluk yang tersurat di Lauhul Mahfuz itu adalah dirinya....
Maka Malaikat Israfil bercerita kepada semua Malaikat  mengenai apa yang telah dilihat dan dibaca pada kitab takdir Allah ﷻ di buku Lauhul Mahfuz...

Maka menangislah semua Malaikat karena  mereka takut dan bimbang akan  nasib mereka...

Lalu semua Malaikat datang menemui 'Azazil yang menjadi IMAM para malaikat, agar Azazil MENDOAKAM keselamatan dunia dan akhirat kepada seluruh mMalaikat.
Mala 'Azazil pun mendoakan keselamatan di dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat dengan doa:

...“Ya Allah, Janganlah ENGKAU murka terhadap mereka (para malaikat).”...

Malangnya, Azazil lupa untuk mendoakan keselamatan untuk dirinya...

Selepas mendoakan semua para malaikat, Azazil terus menuju ke surga.

Di atas pintu surga, Azazil terlihat suratan yang menyatakan:

..."“Ada satu hamba dari kalangan hamba-hamba Allah yang muqarrabin yang telah diperintahkan Allah untuk membuat satu tugasan, tapi hamba tersebut mengingkari perintah Allah. Lalu dia tergolong dalam golongan yang sesat dan terlaknat.”...
___________
Masa pun berlalu......
Ber abad abad tahun.....
Kemudian Allah ﷻ menciptakan
Adam عليه السلام., dan memerintahkan malaikat untuk sujud menghormat kepada Adam عليه السلام.

Azazil, sebagai IMAM para malaikat, sepatutnya lebih dahulu bersujud memimpin para malaikat untuk taat pada Allah ﷻ , sujud menghormati  Adam عليه السلام.
Tetapi kenyataannya,  Azazi
menolak untuk sujud karena  merasa bahawa dirinya lebih baik dari pada Adam عليه السلام.

Akhirnya semua  malaikat  sujud pada Adam عليه السلام
tanpa dipimpin oleh Azazil.

Bukan saja enggan sujud,
Azazil malah sombong dan menjawab kepada Allah ﷻ

..."Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam; maka mereka sujudlah melainkan iblis; dia berkata: Patutkah aku sujud kepada (makhluk) yang Engkau jadikan dari tanah (yang di adun)? "...

Keengganan sujud ini ber awal dari hasad dengki iblis Azazil, yang iri hati apabila Allah ﷻ
hendak melantik Nabi Adam عليه السلام
sebagai khalifah di Bumi karena Azazil dijadikan dari api sedangkan Manusia dijadikan dari Tanah yang Busuk dan Melekat....

Ia durhaka kepada Allah ﷻ
takabur dan lupa daratan.
Maka terhalaulah Azazil dari surga. Namanya diubah dari Azazil kepada Iblis.

Apabila Iblis diturunkan ke bumi, dia berjanji akan menyesatkan manusia serta keturunannya.

..."Dia berkata lagi: Kabarkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan mengatasiku? Jika Engkau beri tempo kepadaku hingga hari kiamat, tentulah aku akan memancing menyesatkan dzuriat keturunannya, kecuali sedikit (di antaranya) "...

..."Allah berfirman (kepada iblis): Pergilah (lakukanlah apa yang engkau rancangkan)! Kemudian siapa yang menurutmu di antara mereka, maka sesungguhnya Neraka Jahanamlah balasan kamu semua, sebagai balasan yang cukup.  "..

Wallahu A'lam bish showwab
*صلوا على النبي صلى اللّٰه  عليه وسلم*

11 Desember 2017

Dialog Sufi dan Sang Presiden

BismillahirRohmaanirRohiim

Shollu alanNabiMuhammad Sholallahu alaiyhi wasallam

Mungkin ini adalah pertemuan sakral yang: dialami oleh Prof. DR. H. Kadirun Yahya, Msc – seorang angkatan 1945, ahli sufi, ahli fisika dan pernah menjabat sebagai rektor Universitas Panca Budi, Medan - dengan Presiden RI pertama Ir. Soekarno.

Ia bersama rombongan saat itu diterima di beranda Istana Merdeka (sekitar bulan Juli 1965) bersama dengan Prof. Ir. Brojonegoro (alm), Prof. dr. Syarif Thayib, Bapak Suprayogi, Admiral John Lie, Pak Sucipto Besar, Kapolri, Duta Besar Belanda.

“Wah, pagi-pagi begini saya sudah dikepung oleh 3 Profesor-Profesor” kelakar Ir. Soekarno membuka dialog ketika menemui rombongan Prof. Kadirun Yahya beserta rombongan. Kemudian Presiden Soekarno mempersilakan rombongan tamunya untuk duduk.

“Profesor Kadirun Yahya silakan duduk dekat saya”, pinta presiden Soekarno kepada Prof. Kadirun Yahya, terkesan khusus.

“Professor, ik horde van jou al sinds 4 jaar, maar nu pas onmoet ik jou, ik wou je eigenlijk iets vragen (saya dengar tentang engkau sudah sejak 4 tahun, tapi baru sekarang aku ketemu engkau, sebenarnya ada sesuatu yang akan aku tanyakan padamu),” kata presiden Soekarno dengan bahasa Belanda.
“Ya, tentang apa itu Bapak Presiden…?”

“Tentang sesuatu hal yang sudah kira-kira 10 tahun, saya cari-cari jawabannya, tapi belum ketemu jawaban yang memuaskan. Saya sudah bertanya pada semua ulama dan para intelektual yang saya anggap tahu. Tetapi semua jawabannya tetap tidak memuaskan saya.”
“Lantas soalnya apa bapak Presiden?”

"Saya bertanya terlebih dahulu tentang yang lain, sebelum saya majukan pertanyaan yang sebenarnya” jawab Presiden Soekarno.
“Baik Presiden” kata Prof. Kadirun Yahya

“Manakah yang lebih tinggi, Presiden atau Jenderal atau Profesor dibanding dengan sorga?” tanya Presiden. “Sorga” jawab Prof.Kadirun Yahya.
“Accoord (setuju)”, balas Presiden terlihat lega.

Menyusul Presiden bertanya untuk soal berikutnya. “Lantas manakah yang lebih banyak dan lebih lama pengorbanannya antara pangkat-pangkat dunia yang tadi dibanding dengan pangkat sorga?” tanyanya.

“Untuk Presiden, Jenderal, Profesor harus berpuluh-puluh tahun berkorban dan ber-abdi pada Negara, nusa dan bangsa atau pada ilmu pengetahuan. Sedangkan untuk mendapatkan sorga harus berkorban untuk Allah segala-galanya. Berpuluh-puluh tahun terus menerus, bahkan menurut agama Hindu atau Budha harus beribu-ribu kali hidup dan berabdi, baru barangkali dapat masuk Nirwana," jawab Prof. Kadirun.
“Accoord”, kata Bung Karno (panggilan akrab Presiden).

“Nu heb ik je te pakken Professor (sekarang baru dapat kutangkap engkau Profesor)” lanjut Bung Karno. Tampak mukanya cerah berseri dengan senyumnya yang khas. Dan kelihatannya Bung Karno belum ingin cepat-cepat bertanya untuk yang pokok masalah. “Saya cerita sedikit dulu” kata Bung Karno.
“Silakan Bapak Presiden”.

“Saya telah banyak melihat teman-teman saya meninggal dunia lebih dahulu dari saya, dan hampir semuanya matinya jelek karena banyak dosa rupanya. Sayapun banyak dosa dan saya takut mati jelek. Maka saya selidiki Al-Quran dan Al-Hadits bagaimana caranya supaya dengan mudah hapus dosa saya dan dapat ampunan dan bisa mati tersenyum."

"Lantas saya ketemu dengan satu Hadits yang bagi saya berharga. Bunyinya kira-kira sebagai berikut : Rasulullah berkata; Seorang wanita penuh dosa berjalan di padang pasir, bertemu dengan seekor anjing dan kehausan. Wanita tadi mengambil gayung yang berisikan air dan memberi minum anjing yang kehausan itu. Rasul lewat dan berkata: Hai para sahabatku. Lihatlah, dengan memberi minum anjing itu, hapus dosa wanita itu dunia dan akhirat. Ia ahli sorga”.

“Nah Profesor, tadi engkau katakan bahwa untuk mendapatkan sorga harus berkorban segala-galanya, berpuluh-puluh tahun untuk Allah baru dapat masuk sorga. Itupun barangkali. Sementara sekarang seorang wanita yang berdosa dengan sedikit saja jasa, itupun pada seekor anjing pula, dihapuskan Tuhan dosanya dan ia ahli sorga. How do you explain it Professor?” Tanya Bung Karno lanjut. Profesor Kadirun Yahya terlihat tidak langsung menjawab. Ia hening sejenak. Lantas berdiri dan meminta kertas.

"Presiden, U zei, det U in 10 jaren’t antwoord niet hebt kunnen vinden, laten we zien (Presiden, tadi bapak katakan dalam 10 tahun tak ketemu jawabannya, coba kita lihat), mudah-mudahan dengan bantuan Allah dalam 2 menit saja saya coba memberikan jawabannya dan memuaskan”, katanya.

Keduanya adalah sama-sama eksakta, Bung Karno adalah seorang insinyur dan Profesor Kadirun Yahya adalah ahli kimia/fisika.

Di atas kertas Prof. Kadirun mulai menuliskan penjelasannya.
10/10 = 1 ;
“Ya” kata Presiden.
10/100 = 1/10 ; “Ya” kata Presiden.
10/1000` = 1/100 ;
“Ya” kata Presiden.
10/10.000 = 1/1000 ;
“Ya” kata Presiden.

10 / ∞ (tak terhingga) = 0 ;
“Ya” kata Presiden.
1000.000 … / ∞ = 0 ;
“Ya” kata Presiden.
(Berapa saja + Apa saja) /∞ = 0;
“Ya” kata Presiden.
Dosa / ∞ = 0 ;
“Ya” kata Presiden. ———————————————–“

Nah…” lanjut Prof,
1 x ∞ = ∞ ;
“Ya” kata Presiden
½ x ∞ = ∞ ;
“Ya” kata Presiden.
1 zarah x ∞ = ∞ ;
“Ya” kata Presiden.
“… ini artinya, sang wanita, walaupun hanya 1 zarah jasanya, bahkan terhadap seekor anjing sekalipun, mengkaitkan, menggandengkan gerakannya dengan yang Maha Akbar."

"Mengikutsertakan yang Maha Besar dalam gerakan-gerakannya, maka hasil dari gerakannya itu menghasilkan ibadah yang begitu besar, yang langsung dihadapkan pada dosa-dosanya, yang pada saat itu juga hancur berkeping-keping. Ditorpedo oleh PAHALA yang Maha Besar itu. 1 zarah x ∞ = ∞ Dan, Dosa / ∞ = 0.
Ziedaar hetantwoord, Presiden (Itulah dia jawabannya Presiden)” jawab Profesor.

Bung Karno diam sejenak . “Geweldig (hebat)” katanya kemudian. Dan Bung Karno terlihat semakin penasaran.

Masih ada lagi pertanyaan yang ia ajukan. “Bagaimana agar dapat hubungan dengan Tuhan?” katanya.

Profesor Kadirun Yahya pun lanjut menjawabnya. “Dengan mendapatkan frekuensi-Nya. Tanpa mendapatkan frekuensi-Nya tak mungkin ada kontak dengan Tuhan."

"Lihat saja, walaupun 1 mm jaraknya dari sebuah zender radio, kita letakkan radio dengan frekuensi yang tidak sama, maka radio kita itu tidak akan mengeluarkan suara dari zender tersebut. Begitu juga dengan Tuhan, walaupun Tuhan berada lebih dekat dari kedua urat leher kita, tak mungkin ada kontak jika frekuensi-Nya tidak kita dapati”, jelasnya.

“Bagaimana agar dapat frekuensi-Nya, sementara kita adalah manusia kecil yang serba kekurangan ?” tanya Presiden kemudian.

“Melalui isi dada Rasulullah” jawab Prof.

“Dalam Hadits Qudsi berbunyi yang artinya : Bahwasanya Al-Quran ini satu ujungnya di tangan Allah dan satu lagi di tangan kamu, maka peganglah kuat-kuat akan dia” (Abi Syuraihil Khuza’ayya.r.a), lanjutnya.

Prof menyambung, “Begitu juga dalam QS.Al-Hijr :29 – Maka setelah Aku sempurnakan dia dan Aku tiupkan di dalamnya sebagian rohKu, rebahkanlah dirimu bersujud kepadaNya”.

"Nur Illahi yang terbit dari Allah sendiri adalah tali yang nyata antara Allah dengan Rasulullah. Ujung Nur Illahi itu ada dalam dada Rasulullah. Ujungnya itulah yang kita hubungi, maka jelas kita akan dapat frekuensi dari Allah SWT", kata Prof.

Prof melanjutkan, "Lihat saja sunnatullah, hanya cahaya matahari saja yang satu-satunya sampai pada matahari. Tak ada yang sampai pada matahari melainkan cahayanya sendiri. Juga gas-gas yang saringan-saringannya tak ada yang sampai matahari, walaupun ‘edelgassen’ seperti : Xenon, Crypton, Argon, Helium, Hydrogen dan lain-lain. Semua vacuum!
Yang sampai pada matahari hanya cahayanya karena ia terbit darinya dan tak bercerai siang dan malamnya dengannya. Kalaulah matahari umurnya 1 (satu) juta tahun, maka cahayanyapun akan berumur sejuta tahun pula. Kalau matahari hilang maka cahayanyapun akan hilang. Matahari hanya dapat dilihat melalui cahayanya, tanpa cahaya, mataharipun tak dapat dilihat”.

"Namun cahaya matahari, bukanlah matahari – cahaya matahari adalah getaran transversal dan longitudinal dari matahari sendiri (Huygens)", jelas Prof.

Prof menyimpulkan, "Dan Rasulullah adalah satu-satunya manusia akhir zaman yang mendapat Nur Illahi dalam dadanya. Mutlak jika hendak mendapatkan frekuensi Allah, ujung dari nur itu yang berada dalam dada Rasulullah harus dihubungi."

“Bagaimana cara menghubungkannya, sementara Rasulullah sudah wafat sekian lama?” tanya Presiden. “

Prof menjawab, "Memperbanyak sholawat atas Nabi tentu akan mendapatkan frekuensi Beliau, yang otomatis mendapat frekuensi Allah SWT.
–Tidak kukabulkan doa seseorang, tanpa shalawat atas Rasul-Ku. Doanya tergantung di awang-awang – (HR. Abu Daud dan An-Nasay).

Jika diterjemahkan secara akademis mungkin kurang lebih : “Tidak engkau mendapat frekuensi-Ku tanpa lebih dahulu mendapat frekuensi Rasul-Ku”.

Sontak Presiden berdiri. “You are wonderful” teriaknya. Sejurus kemudian, dengan merangkul kedua tangan profesor, Presidenpun bermohon : “Profesor, doakan saya supaya dapat mati dengan tersenyum....dst"

20 November 2017

Hutang Lunas Tanpa Membayar

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ

Hutang lunas karena banyak baca Solawat...

Syeikh Husna Syarif, seorang ulama besar di Mesir bercerita tentang seorang yang terbelit  banyak hutang di tengah kubangan kemiskinannya.

Dulunya dia adalah orang yang sangat kaya raya namun jatuh bangkrut sampai terbelit hutang sana sini.

Setiap hari, rumahnya penuh dengan orang yang menagih hutang.

Akhirnya ia terpaksa pergi menjumpai seorang saudagar kaya dan meminjam uang sebanyak 500 dinar.

Saking terkenalnya dia sudah banyak hutang sampai-sampai saudagar ini bertanya,
*"Kira-kira kapan anda akan melunasi pinjaman ini ?*
*"Minggu depan tuan." jawabnya singkat.*

Ia pun berhasil meminjam hutang lalu pulang dengan 500 dinar di genggamannya.

Uang itu segera dia bayarkan kepada orang-orang yang setiap hari datang menagih hutang kepadanya sampai 500 dinar yang ia peroleh itu tidak tersisa sama sekali.

Hari demi hari ia bertambah sulit dan terpuruk kondisi ekonominya hingga tempo pembayaran hutangnya pun tiba.

Saudagar mendatangi rumah si miskin dan mengatakan,
*"Tempo hutang anda telah tiba."*

Dengan suara lirih dia menjawab,
*"Demi Allah saya sedang tak berhasil mendapatkan apa-apa untuk membayar. Tapi sungguh saya terus berusaha untuk melunasi."*

Saudagar merasa geram lalu mengadukannya ke pengadilan, dan membawanya ke hakim.

Di pengadilan, Hakim bertanya:

*"Mengapa anda tidak membayar hutang anda ?"*

Dia menjawab,
*"Demi Allah saya tidak memiliki apa-apa tuan."*

Karena merasa ini adalah kesalahan si miskin maka hakim memvonisnya dengan hukuman penjara sampai ia bisa melunasi hutangnya.

Kemudian si miskin bangkit dan berkata :
*"Wahai tuan Hakim, berilah saya waktu untuk hari ini saja.* *"Saya hendak pulang ke rumah untuk berjumpa keluarga dan mengabarkan hukuman ini sekalian berpamitan dengan mereka, kemudian saya akan langsung kembali untuk menjalani hukuman penjara.*

Hakim: *"Bagaimanamungkin, apa jaminannya kau akan kembali besok ?*

Lelaki itu terdiam, tapi seolah mendapat ilham di benaknya. *""Rasulullah  صلى الله عليه وسلم  jaminanku, wahai tuan hakim,* *bersaksilah untukku jika besok aku tidak kembali maka aku bukanlah termasuk umat Rasulullah صلى الله عليه وسلم

Sang Hakim tersentak diam, ia sadar betapa bahayanya jaminan itu jika si miskin bohong.

Hakim berfikir sejenak lalu memilih untuk percaya demi Rasulullah  صلى الله عليه وسلم . Hukuman pun ditunda sampai besok.

Sesampainya di rumah, si miskin mengabarkan kondisinya kepada istrinya bahwa esok akan dipenjara.

Istrinya bertanya : *"Kok sekarang engkau bisa bebas ?*

*"Aku menaruh nama Rasulullah   صلى الله عليه وسلم sebagai jaminanku."*

Air hangat menetes dari mata istrinya seraya ia berkata pada suaminya;
*"Jika nama Rasulullah  صلى الله عليه وسلم yang menjadi jaminan bagimu maka mari kita bershalawat.*

Dan mereka pun bershalawat kepada Rasulullah  صلى الله عليه وسلم dengan rasa cinta dan ketulusan yang mendalam hingga mereka tertidur.

*Tiba-tiba dalam tidurnya mereka bermimpi melihat Rasulullah  صلى الله عليه وسلم .* *Beliau memanggil nama si miskin seraya berkata,:*

*"Hai fulan jika telah terbit fajar pergilah ke tempat Alim fulan.*
*Sampaikan salamku padanya dan mintalah supaya ia menyelesaikan hutang piutangmu.*
*Jika Alim itu tidak percaya maka sampaikan 2 bukti ini;*
*"Katakan padanya bahwa dimalam pertama ia sudah membaca shalawat untukku 1000 kali, dan dimalam terakhir dia telah ragu dalam jumlah bilangan shalawat yang dibacanya.*

*Sampaikan padanya bahwa ia telah menyempurnakan shalawatnya.*

Seketika si miskin terbangun dan terkejut.
Tanpa ragu setelah subuh ia pergi menuju rumah sang Alim dan berjumpa dengannya. Tanpa buang waktu si miskin menyampaikan mimpinya

*"Wahai tuan, Rasulullah   صلى الله عليه وسلم telah menitipkan salam untukmu dan meminta agar engkau sudi menyelesaikan hutang piutangku."*

Alim bertanya,
*"Apa bukti dari kebenaran mimpimu itu ?"*

*"Kata baginda Nabi, di malam pertama engkau telah bershalawat sebanyak 1000 x dan dimalam kedua anda tertidur dalam keadaan ragu dengan jumlah bilangan shalawat yang telah anda baca.*
*Rasulullah   صلى الله عليه وسلم mengatakan bahwa hitungan shalawat anda telah sempurna, dan shalawat anda telah diterima olehnya."*

Mendengar itu, Alim itu spontan menangis karena berita gembira shalawatnya diterima Rasulallah  صلى الله عليه وسلم
*Maka alim tersebut memberi uang 500 dinar*
*dari baitul mal untuk melunasi hutang si miskin dan 2500 dari harta pribadinya untuk si miskin sebagai tanda terima kasih atas berita gembira yang disampaikan.*

Dengan dana itu si miskin langsung bergegas pergi ke Hakim untuk menyelesaikan perkaranya.

Sesampainya di pengadilan, si Hakim bangkit dari kursinya menyambut si miskin seakan sudah rindu.

Dengan senyum lebar sang Hakim memanggilnya seraya berkata:

*"Kemarilah, berkat kamu aku mimpi berjumpa Rasulullah  صلى الله عليه وسلم  "*

*Rasulullah  صلى الله عليه وسلم telah berpesan kepadaku bahwa jika aku menyelesaikan hutangmu maka kelak Rasulullah   صلى الله عليه وسلم akan menyelesaikan perkaraku di akhirat. Ini uang 500 dinar untuk lunasi hutang-hutangmu".*

Belum juga Hakim selesai bicara, tiba-tiba pintu ada yang mengetuk.
Ketika dibuka, ternyata saudagar penagih hutang.
Dia langsung memeluk si miskin dan menciumnya sembari berucap,

*"Berkat anda saya mimpi berjumpa Rasulullah*.
*Beliau berkata padaku jika aku merelakan hutangmu maka kelak di hari kiamat,Rasulullah   صلى الله عليه وسلم akan merelakan segala tanggunganku dan ini uang 500 dinar hadiah untuk anda dan hutangmu lunas".*

*"Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bersalawat kepada Nabi (Muhammad  صلى الله عليه وسلم) maka wahai orang-orang yang beriman bersalawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya."*
(Al Ahzab;56)

Semoga kisah diatas menambah kecintaan kita kepada Nabi Muhammad  صلى الله عليه وسلم sebagai kekasih dan Rosul Allah

🥀🥀⚘🌻
*Allohumma Sholli 'ala Sayyidina wa Maulana Muhammaddin  Wa 'ala Aalihi wa Ashhabihi wa Azwajihi wa  Dzurriyyatihi wa Ahli Baiytihi 'adada maa Fii 'Ilmillaahi Sholaatan  daa'imatan Bidawaami Mulkillaah*
🌷🌷

Saudaraku,  setiap problema,  pasti ada jalan keluarnya dg IzinNYA,

28 April 2017

Dialog Rasulullah saw dan Malaikat Jibril as

Bismillaah...

Kisah Sayyidina Maulana Nabi Muhammad Rosulillah Saw dan Sayyidina Malaikat Jibril As PENGHITUNG TETESAN AIR HUJAN

Diriwayatkan bahwa Sayyidina Rosulillah Shollalloohu’alaihi wasallam bersabda : Disaat aku tiba di langit di malam Isra’ Miraj, aku melihat satu malaikat memiliki 1000 tangan, di setiap tangan ada 1000 jari Aku melihatnya menghitung jarinya satu persatu.

Aku bertanya kepada Jibril as pendampingku : Siapa gerangan malaikat itu dan apa tugasnya??

Sayyidina Malaikat Jibril As berkata : Sesungguhnya dia adalah malaikat yang diberi tugas untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi

Sayyidina Rosulillah Saw bertanya kepada malaikat tadi : Apakah kamu tahu berapa bilangan tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi sejak diciptakan Nabi Adam As?

Malaikat itupun berkata : Wahai Rasulallah saw,demi yang telah mengutusmu dengan hak (kebenaran) sesungguhnya aku mengetahui semua jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi dari mulai diciptakan Adam as,sampaisekarang ini,begitu pula aku mengetahui jumlah tetetas yang turun ke laut,ke darat, ke hutan rimba, ke gunung-gunung,ke lembah-lembah, ke sungai-sungai, ke sawah-sawah dan ke tempat yang tidak diketahui manusia.

Mendengar uraian malaikat tadi, Sayyidina Maulana Rosulillah Saw sangat takjub dan bangga atas kecerdasannya dalam menghitung tetesan air hujan.

Kemudian malaikat tadi berkata kepada beliau : Wahai Rasulallah saw, walaupun aku memiliki seribu tangan dan sejuta jari dan diberikan kepandaian dan keulungan untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi, tapi aku memiliki kekurangan dan kelemahan.

Sayyidina Rosulillah Saw pun bertanya : Apa kekurangan dan kelemahan kamu?.

Malaikat itupun menjawab : Kekurangan dan kelemahanku Wahai Rosulalloh Saw, jika ummatMu berkumpul disatu tempat, mereka menyebut namaMu lalu bersholawat atasMu. Pada disa'at itu aku tidak bisa menghitung berapa banyaknya pahala yang diberikan Allah kepada mereka atas sholawat yang mereka ucapkan atas diriMu.
(Kitab Al-Mustadrak Syaikh An-Nuri jilid 5 :  shohifah 355 hadist ke72)

Alloohumma sholli a’laa sayyidinaa Muhammadin, wa a’laa alihi wa shohbihi wasallim.

Sayyidina Nabi Muhammad Rosullahi Saw bersabda : Perbanyaklah sholawat kepadaku pada setiap Jum’at, karena sholawat ummatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bersholawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari Qiamat nanti.
(HR. Imam Baihaqi dalam Kitab Sunan Al-Kubro)

Sayyidina Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : Orang pelit itu adalah orang yang ketika disebut namaku ia tidak mau/enggan bersholawat padaku.
(HR Imam At-Tirmidzi no 3546)

Shallu alaih....

22 September 2013

HABIB MUNZIR membuat 40 orang pemabuk bertaubat dalam semalam


by : Sahabat Abu Nawas

Kejadian ini dimulai saat datangnya kabar pada suatu malam kepada Pimpinan Majelis Rasulullah, bahwa di wilayah Kalimalang ada seorang pemuda Bandar Narkoba yang wafatnya disebabkan over dosis, beberapa hari sebelum wafat ia telah bertobat dan menangis di kaki ibunya saat dalam perawatan di RS, namun setelah ia wafat warga setempat menolak untuk menyolatinya dan melarang jenazahnya dishalatkan di masjid, dan melarang pula jenazahnya di kuburkan di pekuburan umum.

Setelah mendengar kabar ini, maka di malam itu Hb Munzir Almusawa segera mengerahkan jamaah Majelis Rasullulah untuk bersama-sama berta'ziah ke rumah duka. Ayah dari anak tersebut menangis haru bercampur bingung, ia tak menyangka ada seorang Habib mau berkunjung untuk berta'ziah, ia pun bingung, malu dan takut, karena sudah merupakan adat di wilayah setempat, kedatangan ulama di rumah duka haruslah diberi amplop, lalu bagaimana tarif kedatangan habib ini, sedangkan untuk menyewa pengaji pun ia tak mampu, namun setelah dijelaskan bahwa kami tidak sesekali menerima uang lebih-lebih dari mereka yang tidak mampu, ia mulai tenang dan seakan tak percaya, kamipun sempat berziarah ke makam anak tersebut yang dikuburkan disamping rumahnya, lalu Hb Munzir Almusawa memberikan ceramah singkat yang memilukan hati para teman si pemuda tersebut yang banyak hadir di rumah sang ayah, merekapun bertobat.

40 orang pemuda kembali pada kemurnian ilahi, wilayah ini hingga kini masih dikordinir oleh sang ayah, tanda bahwa tobat si pemuda telah diterima Allah swt dan wafat dalam husnulkhatimah adalah bertobatnya 40 orang sahabatnya yang karena sebab wafatnyalah dan dengan sebab dialah, tobat teman-temannya, betapa besar Kasih Sayang Allah terhadap Hamba Nya yang bertobat, Hingga si pemuda yang bertobat itu dilimpahi lagi 40 pahala taubat dari teman-temannya yang bertobat dengan sebab hadir di rumahnya.

Guru Mulia Habib Munzir bermimpi bertemu Rasulullah shollallahu a'laihi wasallam




dari note : Abu Nawas

cerita beliau yg lain saat menceritakan mimpi beliau yg lain :

saudaraku tercinta, boleh saya ceritakan mimpi saya sekitar 2 tahun yg lalu, saya melihat Rasul saw didalam kemah besar dan mewah, dan dihadapannya seperti ada bangunan bangunan yg sedang
dibangun, hamba berpakaian lusuh dan kotor, kebetulan Rasul saw melihat hamba dan memanggil hamba, dg lembut dan tidak tega beliau saw berkata : wahai munzir, kau sudah kelelahan sekali bekerja dalam pembangunan ini, sudah, masuklah beristirahat di kemahku, lalu saya dibawa ke kemah beliau saw, saya berdiri dipintu kemah itu, saya melihat ada hidangan hidangan dan buah buahan, dan guru mulia (Habib Umar bin Hafidh) ada didalamnya, lalu guru mulia (Habib Umar bin Hafidh) melihat saya, dan berkata : wahai munzir, aku keluar dan masuk ke kemah ini dengan bebas, namun jika engkau masuk kesini, kau tak akan kembali lagi selama lamanya ke dunia, terserah padamu...

maka saya terdiam dan ragu untuk masuk, maka beberapa malaikat disekitar saya menghimbau saya untuk masuk kemah dan beristirahat, lalu malaikat Izrail as memegang kedua pundak saya dari belakang, dan berkata : mari kubimbing kau masuk..., pegangannya lembut saja, namun terasa seluruh urat tubuh saya sudah digenggamannya, maka saya menolak dan berkata : saya masih ingin bakti pada guru mulia membantu beliau..!
maka Rasul saw memberi isyarat pada malaikat Izrail as untuk melepaskan saya, lalu beliau saw berkata : tempatmu kelak disini wahai munzir, sekemah denganku, seatap denganku.., tinggal bersamaku, kau tak punya rumah di dunia dan akhirat, rumahmu bersamaku, seatap dg ku.. lalu saya terbangun.

beberapa bulan kemudian saya berjumpa lagi dg Rasul saw dalam mimpi dan beliau saw duduk berdambingan dg saya, seraya berkata : "sampai kapan kau menunda ajakanku wahai munzir..?, kupanggilkan izrail dan jibril untuk membawamu sekarang?, lalu saya menjawab : wahai Rasulullah, jikalah saya diizinkan Allah dan Rasul Nya, saya masih ingin membantu Guru saya.., maka Rasul saw tersenyum dan memegang rambut saya sedikit menjambaknya seperti ayah yg mempermainkan anak kecilnya, beliau berkata : tidak ada yg menolak undanganku kecuali orang orang aneh semacam mu wahai munzir.., lalu beliau saw berangkat dari duduknya sambil tersenyum dan pergi.

Pesan Berharga dari Guru Mulia, Habib Munzir


 
 
Pesan Habib Munzir yg sangat2 berharga, beliau bercerita kala beliau menghadapi SEORANG BOS PREMAN GEDE YG SUKA BUNUH ORANG

Jadikanlah kehidupan anda saat ini adalah medan Jihad, Anda sedang di medan laga, berjihad menundukkan musuh-musuh Anda, yaitu mereka yang mengajak Anda kepada kemungkaran, tundukkan mereka, kalahkan mereka. Namun bukan dengan kekerasan dan kebengisan atau senjata, namun tundukkan dengan kelembutan dan kasih sayang, tundukkan dengan akhlak dan bantuan, tundukkan dengan kesopanan dan keramahan. Niscaya mereka akan tunduk dan menjadi berubah baik, dan menjadi teman anda.

Jika tidak mampu Anda menundukkan mereka dengan hal itu, maka jangan kalah pula dengan mereka, tetaplah dalam ketenangan, kelembutan, hadirkan cahaya kelembutan Allah swt saat bercakap-cakap dan bertemu mereka. Anda akan lihat cahaya Allah swt akan membuat mereka tunduk atau paling tidak mereka akan segan dan tidak mau mengganggu anda, malu, dan berusaha tidak terlihat Anda saat bermaksiat.

Sungguh orang-orang yang terjebak dalam kemungkaran itu mempunyai hati baik di hati kecilnya. Saya berkali-kali menemukan itu di hati mereka, namun kebaikan itu tersembunyi dalam kesombongan mereka.
Pernah seorang pemabuk dan preman yang menjadi biang kriminal bahkan konon sering menyiksa dan membunuh, orang tidak melihat ia memiliki sifat baik sedikitpun. Namun ketika saya diadukan tentangnya, pasalnya adalah ketika pemuda sekitar wilayah tersebut ingin mengadakan majelis, namun takut pada orang itu. Mereka akan didamprat dan diteror oleh si jahat itu. Ia adalah kepala kejahatan yang konon kebal dan penuh ilmu jahat.

Saya datangi kerumahnya, saya ucapkan salam dan ia tidak menjawab, ia hanya mendelik dengan bengis sambil melihat saya dari atas kebawah, seraya berkata, “Mau apa?”

Saya mengulurkan tangan dan ia mengulurkan tangannya dan saya mencium tangannya, lalu saya pandangi wajahnya dengan lembut dan penuh keramahan. Saya berkata dengan suara rendah dan lembut, “Saya mau mewakili pemuda sini, untuk mohon restu dan izin pada Bapak, agar mereka diizinkan membuat majelis di musholla dekat sini.”

Ia terdiam… roboh terduduk di kursinya dan menunduk. Ia menutup kedua matanya. Saat ia mengangkat kepalanya saya tersentak, saya kira ia akan menghardik dan mengusir, ternyata wajahnya merah dan matanya sudah penuh airmata yang banyak. Ia tersedu sedu berkata, “Seumur hidup saya belum pernah ada kyai datang kerumah saya… Lalu kini… Pak Ustadz datang kerumah saya, mencium tangan saya… tangan ini belum pernah dicium siapapun. Bahkan anak-anak sayapun jijik pada saya dan tak pernah mencium tangan saya, semua tamu saya adalah penjahat, mengadukan musuhnya untuk dibantai, menghamburkan uangnya pada saya agar saya mau berbuat jahat lagi dan lagi…. Kini datang tamu minta izin pengajian pada saya. Saya ini bajingan, kenapa minta izin pengajian suci pada bajingan seperti saya.”

Ia menciumi tangan dan kaki saya sambil menangis, ia bertobat, ia sholat, dan meninggalkan minuman keras dan criminal.

Konon dia ini sering mabuk, jika sudah mabuk maka tak ada di kampung itu yang berani keluar rumah. Namun kini terbalik, ia menjadi pengaman di sana, tak ada orang mabuk berani keluar rumah jika ada dia.
Dia menjadi kordinator musholla, ia mengatur teman temannya para preman untuk membersihkan musholla, dipaksanya para anak buahnya harus hadir majelis, dan demikianlah keadaanya. Ia bertempat di Legoa, Priok, tempat yang sangat rawan dengan kriminal. Orang di wilayah itu jika saya datang mereka berbisik bisik, “Jagoan selatan lagi ketemu jagoan utara!” Mereka kira saya mengalahkannya dengan ilmu, padahal hanya kelembutan Muhammad saw yang saya gunakan.

Hingga kini jika saya jumpa dengan beliau ia pasti menangis memeluk saya. Saya pernah bercanda dengan meneleponnya, saya katakana, “Tolong saya, tolong datang ke sini, saya dalam keadaan genting!”
Ia datang dengan Jaket Jeans, celana jeans, dan dari wajahnya sudah siap tempur. Ia berkata, “Saya siap mati Habib, siapapun yang berani mengganggu habib sudah bukan urusan habib lagi, biar saya yang urus dan saya janji akan memotong kupingnya dan membawakannya pada habib!”

Saya berkata, “Naik saja ke mobil Pak!”

Ia pun naik, saya masuk ke majelis dan mengajaknya hadir, ia berkata, “Mana orangnya Habib?”

Saya katakana, “Tidak… (saya tertawa) cuma mau mengajak bapak ke majelis saya, kangen aja.”

Ia pun lemas dan tertunduk malu. Saya menganggapnya ayah angkat saya hingga kini.

Kejadian lain adalah ketika paman saya mengadakan perjalanan dari Lampung ke Jakarta. Ia bersama anak-anaknya. Ketika masuk pelabuhan Bakauhuni Lampung, ia melihat seorang berwajah bengis dan menakutkan sedang duduk di pintu pelabuhan. Paman saya bersalam padanya dengan lembut. Si garang itu tidak menjawab dan wajahnya tanpa ekspresi sedikitpun dan acuh saja. Maka lalu paman saya membeli tiket kapal yang ternyata dipalsu oleh calo. Ia terjebak dalam penipuan. Maka ketika paman saya kebingungan dan mulai dikerubuti orang yang menonton, maka si garang itu muncul. Semua orang mundur melihat ia datang, lalu ia berkata, “Ada apa Pak?” Paman saya bercerita akan penipu itu.
Si Garang berkata, “Bagaimana cirri-ciri orang itu?”

Paman saya menceritakannya….

Si Garang pergi beberapa menit dan kembali sambil menyeret orang itu yang sudah babak belur dihajarnya. Ia berkata kepada penipu itu, “Kamu sudah menipu keluarga saya! Ini keluarga saya!” sambil menunjuk pada paman saya.

Rupanya si garang ini preman penguasa pelabuhan itu. Bagaimana ia bisa mengakui paman saya sebagai saudaranya? kenalpun tidak, cuma hanya karena paman saya mengucap salam padanya dengan ramah. Walau wajahnya tidak berekspresi saat itu, tapi ternyata hatinya hancur, ia malu dan haru. Mungkin seumur hidupnya belum pernah ada orang mengucap salam padanya dengan hormat.

Inilah beberapa contoh.

Contoh lainnya adalah ketika saya di suatu masjid, yang memang sudah kebiasaan saya jika jumpa siapapun yang lebih tua jika menjabat tangan saya maka saya mencium tangannya, apakah ia ulama atau bukan. Selesai acara maka terdengar kabar, seorang muadzin masjid itu ternyata adalah pencuri kotak amal masjid. Ia bertobat dan mengakui dosanya kepada sesepuh masjid. Ia menangis dan berkata, “Tangan saya kotor dengan dosa, hati saya hancur ketika tangan saya ini dicium oleh habib itu. Saya menyesal, saya haru, saya terpukul, tangan ini selalu mencuri, tidak pantas dicium oleh seorang tokoh agama.” Ia pun bertobat.
Di lain kesempatan ketika saya di suatu negeri timur tengah, saya lihat di bandara para tentara berwajah bengis dengan senjata laras panjang di pundaknya menjaga di sana sini. Saya bersalam pada seorang yang tampak bengis sekali. Saya menunduk hormat dan senyum lembut. Ia tak menggubrisnya, hanya mendelik dan pergi. Tak lama saya terkena sedikit masalah di pintu imigrasi, hanya pertanyaan pertanyaan iseng yang sering dilancarkan petugas imigrasi di pelbagai Negara. Maka tiba-tiba ada yang membentak di belakang saya. Ia memerintahkan agar orang itu segera melewatkan saya. Ketika saya berpaling ternyata tentara tadi. Ia menarik baju saya untuk segera lewat pintu detektor pengaman bersamanya dan menghardik petugas pengaman untuk minggir seraya berkata dengan bahasa arab, “Silahkan Tuan!”

Saya mengucap terimakasih, ia hanya mengangguk dan pergi. Subhanallah….

Demikian indahnya akhlak… demikian senjata yang lebih tajam dari pedang dan lebih mengalahkan dari peluru… ia mengalahkan musuh dan membuat musuh berbalik menjadi penolong dan pembela….

Jika mereka yang gelap dan penjahat sedemikian mudahnya lebur, apalagi orang yang berilmu saudaraku.

Demikian saudaraku yang ku muliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dengan segala cita-cita.
Wallahu a’lam
==========================
kisah di atas ditulis langsung oleh Allah Yarham Habib Munzir Al Musawa
foto : Saat beliau menjadi narasumber di sebuah stasiun Radio

Kisah Kasih Guru tercinta, Habibana Munzir

 
 
 by : Sahabat Abu Nawas

Tidak banyak yg tahu, Beginilah Keadaan yang dialami guru kita Habibana Munzir setiap malam kala beliau berdakwah...

Berikut beliau mengisahkan :
(Mengenai salaman-red), saya lebih setuju jamaah bersalaman dg hatinya dg saya, karena hubungan cinta ruhani tak bisa putus, beda dengan jabat tangan yg hanya beberapa detik lalu berpisah dan terlepas..

namun saya tak berani pula membiarkan tangan seorang muslim terulur pada saya tanpa saya berusaha menyambutnya, saya risau jika saya berlaku begitu maka saya akan diperlakukan hal yg sama oleh Rasul saw kelak jika milyaran tangan terangkat ingin dijabat agar mendapat syafaat beliau saw, maka saya terus bersabar, walau sering terkilir dan sering saya ke cimande untuk ngurut tangan yg terkilir, atau kaki yg menginjak lobang atau trotoar, karena saya tak bisa melihat kaki saya sendiri dimana dilangkahkan dari dahsyatnya desakan, bahkan sering saya tidak tahu arah harus kemana, terkadang pintu masjid malah semakin menjauh dan salah arah, atau saya tak bisa lihat dimana mobil saya hingga saya harus mengarah kemana, subhanallah..

dan desakan itu makin dahsyat setiap malamnya, kini sudah banyak yg ingin memeluk dan mencium pula, saya kesal namun haru juga, mereka menangis gembira setelah memelintir leher saya dan menarik kepala saya kewajahnya,

saya ridho, saya senang, asal muslimin puas, apalah artinya tubuh penuh dosa ini hingga seorang muslim bisa menangis gembira karena berhasil memeluk saya?,

yg lain menyodorkan botol aqua kewajah saya dan wajah saya ditumpahi aqua itu karena saling desak dan kacamata saya basah hingga saya tak melihat apa apa lagi,

yg lain menyodorkan tasbihnya kewajah saya agar saya bisa menciumnya dan tidak jarang tasbih kay itu menyakiti wajah saya,
saya hanya berharap ia akan memakainya berdzikir, biarlah wajah ini hancur demi tasbih seorang muslim yg akan dipakainya dzikir,

seandainya mereka minta untuk menginjak pipi saya ditanah agar mereka mau hadir majelis maka saya akan dengan senang hati melakukannya

saya masuk mobil terengah engah dan badan bagai hancur, itulah nasib saya setiap malam..

sudah banyak saran agar saya diborder ketat hingga tak satupun yg bersalaman, jika saya tak perduli pada keadaan saya maka saya harus pertimbangkan juga bahaya anak anak kecil bahkan bayi bayi yg diusungkan pada saya, atau orang orang tua yg terdesak atau bisa cidera atau terinjak??

saya masih pertimbangkan..

saya keberatan dg tugas yg sangat berat ini, saya tak berani berdoa minta umur panjang lagi, jamaah semakin banyak, tiap malam majelis dihadiri 10 ribu hingga 50 ribu jamaah di wilayah sekitar jakarta yg saya kunjungi, ribuan tangan terulur tak bisa saya salami, desakan jamaah, anak anak terhimpit, orang orang tua terlempar, ibu ibu terpental, para kyai tersingkir, semua hanya karena semangat jamaah untuk menyalami, maka tim pengawalan dari crew kami memang ada, tapi saya selalu menghardik mereka pula agar jangan kasar pd massa, merekapun berjuang tiap malam membentengi saya dg tdk terlalu ketat, asal saya bisa lewat saja tanpa menghalangi jamaah yg inin bersalaman, namun usaha demi usaha semakin hari massa semakin banyak, lalu siapa yg akan menanggung dosa ini?

saya harus berhadapan dg pelbagai golongan masyarakat, diantara hadirin ada para shalihin, ada para kyai dan ulama, ada para habaib, ada para pendosa, pezina, penjudi, narkoba, karyawan, pelajar, pria, wanita, anak kecil, orang tua, lalu saya harus konsentrasi penuh untuk bisa menyampaikan tausiyah yg mengena ke seluruh golongan ini agar semua bisa mendapat manfaat, 1 x setahun saja bertugas seperti ini perlu persiapan berbulan bulan untuk konsentrasi bahan, konsentrasi khusyu, konsentrasi ketenangan jiwa, konsentrasi membaca situasi, bagaimana kalau ini berlangsung tiap malam?

Allah swt memberi kekuatan pd saya, karena jika tidak maka kepala sudah pecah menahan beban ini semua, namun semakin hari saya semakin suram, bingung, risau, takut..

mungkin sebagian orang melihat alangkah hebat dan nikmatnya disanjung dan dipuja sedemikian banyak orang, namun pribadi ini sebaliknya, alangkah susahnya dan beratnya menghadapi sanjungan banyak orang,

bagaimana harus menjaga perasaan para ulama yg lebih sepuh yg terlempar saat akan menyalami saya, betapa hancur hatinya, bagaimana perasaan orang yg datang dari jauh jauh sampai berjam jam perjalanan menuju majelis, namun saat tangannya terulur ia terdesak jatuh ke kali atau terinjak injak massa, bagaimana menjaga perasaan orang orang yg baru saja tergugah untuk tobat, lalu ia menangis memeluk saya dan ia disingkirkan oleh crew karena perbuatan itu membuat ratusan lainnya ingin berbuat hal yg sama,

satu orang menyodorkan kepalanya dengane membuka pecinya untuk dicium pendosa ini, ratusan lainyya berlompatan pula ingin mendapat hal yg sama.

sedangkan 1 muslim yg hancur hatinya kecewa bisa membuka pintu kemurkaan Allah swt, lalu bagaimana nasib pendosa ini..?, apa yg harus saya perbuat..?

mobil saya bagian kiri sudah penyok2 dan bergurat2 karena dahsyatnya desakan jamaah, sampai pengendara mobil mengadu, kalau habib sudah mendekat ke mobil, maka mobil ini bagai diatas laut terguncang guncang oleh desakan jamaah, mobil saya sedan, bukan mobil minibus yg mudah bergoyang, mobil berderak derak bagai ditindih beban berat jika saya sudah mendesak ke mobil, berkali kali pintunya rusak terkena desakan jamaah,

mobil meluncur, anda kira masalah selesai?, tangan rapuh ini sudah terasa pedas ditarik2 dan sering luka terkena kuku para pemuda yg mungkin tak sadar perbuatannya melukai saya, dan saya ridho saja, luka itu menghapus dosa ini, biar tangan saya yg luka jangan hati orang itu yg luka..

saya hanya mengurut urut tangan dimobil, masalah belum selesai, mereka terus mengejar dg puluhan motor dari belakang, begitu terkena lampu merah, maka mereka turun meninggalkan motornya ditengah jalan berebutan lagi menyalami dari jendela mobil, saya tak tega tak membuka kaca untuk seorang tamu Allah yg tidak minta apa apa, cuma minta bersalaman saja, apakah saya berani menolaknya?,

jika mereka minta nyawa saya untuk mau hadir di majelis sekali saja, saya akan korbankan, jika mereka minta meludahi wajah saya dan menginjak kepala saya ditanah untuk syarat agar mereka mau hadir akan saya lakukan, lalu ini yg diminta cuma ingin bersalaman.....

apa jadinya?, mobil2 dan motor umum menjadi menonton terheran heran, sebagian ketakutan, mereka kira ada tauran, melihat puluhan motor parkir sembarangan dilampu merah dan puluhan orang berlarian ditengah jalan mengejar kearan mobil saya, lampu hijau sudah menyala, mereka masih malang melintang ditengah jalan untuk menyalami,

sebagian menyusul dg motor ingin bersalaman dalam keadaan kendaraan sama sama berjalan, lalu berteriak teriak : habib saya cinta habib.., doakan saya.., saya tiap malam hadir majelis habib..,

begitu nasib saya tiap malam..

pulang kerumah tubuh serasa hancur lelah, sedih dan risau pula atas mereka yg kecewa, dan berfikir teringat hari esok hal ini akan terulang lagi, lagi, dan lagi..

namun jika saya teringat perjuangan Rasul saw saya trenyuh dan istighfar, Nabi saw dulu orang orang berebutan dan berdesakan mengejar beliau untuk diludahi wajah beliau saw dan dilempari kotoran binatang dan batu.., lalu kau munzir pendosa mengeluh dengan keadaan ini..?

saya tak tahu sampai kapan saya bisa bertahan.., tidak tahu harus berbuat apa, berdoa panjang umur atau berdoa segera jumpa Rasul saw..

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

17 September 2013

Cuplikan tentang Habib Munzir

 
Ingin tau bagaimana cara Habib Munzir menjalani hari2 beliau yg sibuk dengan seabreg kegiatan dakwah ?? baca penjelasan beliau berikut.. kisah ini langsung di tulis oleh beliau..
=======================
Berkata guru kita Habib Munzir Al Musawa :
Jangan tanya pengaturan waktu saya, sungguh semua adalah inayah Allah, kalau bukan Inayah Allah, tak seorangpun bisa bertahan hidup spt yg saya alami ini dalam kesibukan,

saudaraku, saya sering berhari hari tdk tidur, terkadang kesibukan selesai namun tidak bisa tidur karena pemikiran penuh rencana kerja di esok hari, wawancara, tamu, majelis, kunjungan dakwah, forum, pemecahan masalah, diskusi perluasan dakwah, pembahasan program program baru, laporan majelis majelis sekitar, menjalin hubungan dakwah dg segenap kalangan masyarakat, mengamati politik, mengamati berita yg tersebar dan mencari jawaban pemecahannya untuk dilontarkan di majelis, memikirkan strategi dakwah dalam menangkal kejahatan strategi musuh musuh islam yg terus menyerang kita, menjawab forum, surat, sms, dll

terkadang saya lupa makan, tanpa sarapan pagi dan tanpa makan siang, sore baru saya ingat bahwa saya belum makan apa apa, kadang lanjut hingga esoknya, atau lupa minum, dari pagi ada rasa haus namun tertutup oleh kesibukan, sampai siang, sore,

kadang saya iri melihat orang yg pulang kerja bisa santai dirumah atau makan di pinggir jalan dg santai, atau jumpa teman dan bercengkerama, hal hal spt itu sudah lama sirna dari hari hari saya, Allah swt menggantikannya dg ketenangan dan sakinah hingga saya mampu bertahan, dari penuhnya pikiran saya, saya sampai tidak tahu arah jalan pulang kerumah sendiri, padahal 6 tahun saya di cidodol,

beberapa hari yg lalu kebetulan mobil dipakai tamu, maka saya pakai taxi, untung ada satu aktifis yg ikut menemani, kebetulan sopir taxi bertanya : kemana pak?, saya jawab : ke kebayoran lama, ia berkata lagi lewat mana?, saya diam.. karena saya tidak tahu lewat mana.., untung aktifis yg menjawabnya, lewat manggala wanabakti dan belok di rel kereta api..!.

saya termenung.. aduh.., saya tidak hafal jalan pulang kerumah, padahal sudah 6 tahun tinggal dirumah di cidodol, tentunya bukan buta jalan 100%, tapi pastilah muter muter mencari sana sini dulu baru ketemu., ketika melihat jalan jalan yg saya lewati, saya benar benar merasa asing dan risau.. benarkah ini jalannya?, rasanya tidak lewat sini?, kayaknya sudah kelewatan?, ternyata sampai dg benar

kenapa demikian?, karena setiap naik kemobil kepala saya sudah penuh dg bermacam macam urusan, saya shalat sunnah juga di mobil, dzikir di mobil, sering buka portable di mobil, bahkan sering online di mobil, anda bisa bayangkan 6 tahun berumah dicidodol tapi tak hafal jalan pulang, padahal setiap hari saya keluar dan melewati jalan itu itu juga

mengenai anak anak, Allah swt memberikan bantuan yg sangat jelas, mereka jarang jumpa saya, namun istri saya mendidiknya dan saya mendatangkan guru prifat untuk hafalan alqur'annya, untuk hafalan haditsnya, untuk sekolah umumnya, mereka tidak sekolah di sekolah umum, mereka sekolah dirumah dg guru kerumah yg juga mendapatkan status yg sama dg sekolah umum, mereka juga melewati ujian, naik kelas dll.

dan Allah swt berikan pada anak anak itu sifat sifat yg sangat jarang ditemukan pada anak anak lain, mereka cerdas, cinta Nabi saw, taat, berakhlak dan sopan, tidak menyusahkan ayah ibunya, tak pernah merengek dan memaksa sesuatu, tak pernah berbuat kurang ajar apalagi mengeraskan suara pada ayah ibunya, dan banyak lagi keajaiban keajaiban yg muncul pada anak anak itu, karena saya titipkan pada Allah, saya mendidik puluhan ribu ummat diluar, Allah swt menggantikan tarbiyah saya dg tarbiyah ilahiyah yg sangat jauh lebih sempurna, mereka sering bermimpi Rasul saw, mereka sudah semakin maju dalam hafalan alqur'an, mereka tak mau melihat aurat siapapun,

jika sesekali sarung saya tersingkap diatas betis, mereka buang muka tak berani melihatnya, begitulah keadaan anak anak ini, mereka sangat dijaga oleh Allah swt, namun jika bertemu maka mereka berebutan memamerkan hafalan Alqur;annya, jika saya pergi mereka berebutan tidur dibekas saya tidur, jika mereka telat satu rakaat saja shalat subuh berjamaah bersama saya maka mereka menangis tersedu sedu sesenggukan karena kesalnya ketinggalan satu rakaat subuh bersama saya, semua pengaturan Allah swt

subhanallah anak anak ini..

mengenai penyakit, Allah belum menyembuhkannya 100%, dan itu demi kebaikan saya, jika saya sudah limit kelelahan, maka ia timbul dan kumat, bagaikan paku yg ditusukkan dibelakang kepala, maka saya tak punya pilihan selain meninggalkan semua aktifitas untuk istirahat total.., seakan alarm ilahiyah yg mengingatkan saya saat tubuh sudah limit.

Maha Suci Allah Yang Maha Memiliki hamba Nya, semoga Allah jadikan kehidupan yg sementara ini sebagai bekal kedekatan kehadirat Nya yg abadi...
===========================================
Ya Allah betapa beratnya hari2 yg di lalui Habibana...tanpa sepengetahuan jemaah, jemaah mengira beliau sehat, segar, dsb, padahal di sebalik itu, adalah tubuh yg selalu kelaparan, kehausan, lelah, letih, sakit, akan tetapi beliau samarkan utk tetap melangkah menyiarkan dakwah Sayyidina Muhammad, beliau tetap semangat agar pemuda2 yang diayominya tidak hilang semangat,,

01 Agustus 2013

Sebuah Kecintaan



Suatu ketika seorang Habaib dari Hadramaut ingin menunaikan ibadah haji dan berziaroh ke kakeknya Rasulullah SAW. Beliau berangkat dengan diiringi rombongan yang melepas kepergiannya. Seorang Sulton di Hadramaut, kerabat Habib tersebut, menitipkan Al Qur’an buatan tangan yang terkenal keindahannya di jazirah arab pada saat itu untuk disampaikan kepada raja Saudi.

Sesampai di Saudi, Habib tersebut disambut hangat karena statusnya sebagai tamu negara. Setelah berhaji, beliau ziarah ke makam Rasulullah. Karena tak kuasa menahan kerinduannya kepada Rasulullah, beliau memeluk turbah Rasulullah. Beberapa pejabat negara yang melihat hal tersebut mengingkari hal tersebut dan berusaha mencegahnya sambil berkata, “Ini bid’ah dan dapat membawa kita kepada syirik.” Dengan penuh adab, Habib tersebut menurut dan tak membantah satu kata pun.

Beberapa hari kemudian, Habib tersebut diundang ke jamuan makan malam raja Saudi. Pada kesempatan itu beliau menyerahkan titipan hadiah Al Quran dari Sulton Hadramaut. Saking girang dan dipenuhi rasa bangga, Raja Saudi mencium Al Qur’an tersebut!

Berkatalah sang Habib, “Jangan kau cium Qur’an tersebut… Itu dapat membawa kita kepada syirik!” Sang raja menjawab, “Bukanlah Al Qur’an ini yang kucium, akan tetapi aku menciumnya karena ini adalah KALAMULLAH!”

Habib berkata, “Begitu pula aku, ketika aku mencium turbah Rasulullah, sesungguhnya Rasululullah-lah yang kucium! Sebagaimana seorang sahabat (Ukasyah) ketika menciumi punggung Rasulullah, tak lain adalah karena rasa cinta beliau kepada Rasulullah. Apakah itu syirik?!”

Tercengang sang raja tak mampu menjawab.

Kemudian Habib tersebut membaca suatu syiir yang berbunyi,

Marortu ‘alad diyaari diyaaro lailah

Uqobbilu dzal jidaari wa dzal jidaaro

Fa ma hubbud diyaar, syaghofna qolbi

Wa lakin hubbu man sakanad diyaro

Kulalui depan rumah laila (sang kekasih)

Kuciumi dinding2 rumahnya

Tidaklah kulakukan itu karena cintaku kepada rumahnya,



Namun karena cintaku kepada si penghuni rumah itu..

19 Juli 2013

Pilih Mana, Cinta Allah atau Cinta.................?

Bismillaah............


~ SAMNUN bermimpi, melihat MALAIKAT menariknya dari barisan org SOLEH~


Pada usianya yg tua.samnun mengahwini seorang wanita.

Alhamdulillah ia di anugerahi seorang anak perempuan yg cantik.

Boleh dibayangkan betapa cintanya dia kepada anak nya yg saat itu berusia 3thn,

suatu malam ia bermimpi hari kiamat telah tiba ,

dilihatnya bendera masing - masing Nabi & para waliullah dgn sinarnya yg menjulang ke ufuk,

1 barisan dari org2x yg mencintai ALLAH secara ikhlas dari segala-galanya,

larilah SAMNUN masuk ke dalam barisan itu.

tiba2x MALAIKAT menariknya keluar dari barisan

"aku mencintai ALLAH,& inilah barisan org2x yg mencintaiNYA,mengapa AKU dilarang masuk??"tanya samnun..

."anda memang masuk dalam org yg MENCINTAI ALLAH,tetapi setelah anda telah di anugerahkan seorang anak,engkau telah lupa kepadaNYA,

kau LEBIH MENCINTAI anak mu dari mencintai ALLAH.

Namamu telah AKU hapuskan dari barisan ini,jawab MALAIKAT,

Menyesalah hati samnun mendengar jawapan itu seraya berdoa.."

YA ALLAH,JIKA ANAKKU MENJADI PENGHALANG DIRIKU LEBIH DEKAT & MENCINTAIMU MAKA KAU AMBIL SAJA ANAKKU"

Tiba2x samnun terbangun kerana mendengar suara orang CELAKA CELAKA..

ketika di tanya suara apa gerangan trnyata anak perempuannya telah meninggal dunia akibat terjatuh,

syukurlah ALLAH telah mencabut sesuatu yg menjadi penghalang diriku kepadanya ujar samnun..~~

(dalam cerita ni menceritakan kita tak boleh mencintai org itu lebih dari ALLAH s.w.t) setuju????

24 Juni 2013

Rabiah Al Adawiyah



Rabiah Al-Adawiyah adalah salah satu tokoh sufi wanita pada zamannya, beliau dilahirkan di kota Basrah tahun 95 hijriyah, dan putri ke 4 dari seorang lelaki bernama, Ismail Adawiyah. Beliau hidup dalam kemiskinan dan lingkungan yang serba kurang bahkan ketika Rabiah lahir lampu untuk menerangi saat kelahirannyapun tidak ada. Rabiah yang lahir dalam keadaan miskin tapi kaya akan iman dan peribadatan kepada Allah.

Ayahnya hanya seorang yang bekerja mengangkut penumpang menyeberangi Sungai Dijlah dengan menggunakan sampan. Pada akhir kurun pertama Hijrah, keadaan hidup masyarakat Islam dalam pemerintahan Bani Umaiyah, yang sebelumnya terkenal dengan ketaqwaan mulai berubah. Pergaulan semakin bebas dan orang ramai berlomba-lomba mencari kekayaan. Sebab itu kejahatan dan maksiat tersebar luas.

29 Mei 2013

CInta Pemuda MIskin




Suatu hari Pemuda itu ngelamar si gadis
Gadis itu berkata, "Dengar ya, gaji bulananmu sama dgn pengeluaran harianku..!
Haruskah aku menikah dgnmu ? Aku tidak akan pernah mencintaimu. Jadi, lupakan diriku dan menikahlah dgn org lain yg setingkat dgnmu"

Tapi entah kenapa si Pemuda tidak bisa melupakannya begitu saja.

10 tahun kemudian, mereka bertemu disebuah outlet pizza Wanita itu berkata, "Hei Kamu!! Apa kabar ? Sekarang aku sudah menikah lhoo...
Apakah kamu tahu berapa gaji suamiku ?
Rp.20 juta perbulan! Dapatkah kamu bayangkan ?
Dia juga sangat cerdas"

Pemuda berlinang air mata mendengar kata2 wanita itu, namun ttp berusaha tersenyum.
Beberapa menit kemudian suami wanita itu datang. Sebelum wanita itu bisa mengatakan sesuatu lagi, suaminya berkata : "Pak...?! Saya terkejut melihat Anda disini. Kenalkan istri saya."
Lalu dia berkata kepada istrinya,"Kenalkan Bosku, Boss masih lajang lho..
Dia mencintai seorang gadis tapi gadis itu menolaknya. Itu sebabnya dia masih belum menikah. Malang nian gadis itu..
Bukankah sekarang tidak ada lagi orang yang mencintai seperti itu??. "

Wanita itu merasa terkejut dan malu sehingga tidak berani melihat kedalam mata si Pemuda

Jangan pernah meremehkan orang lain, karena tiada satupun orang di dunia ini dapat mengetahui apa yang terjadi di masa depan.


16 April 2013

ku Harap Ridhomu



Seorang muslimah saudari kita, yang berasal dari Swiss, ia kembali bersama suaminya setelah melakukan perjalanan haji, dengan mengendarai kapal Salim Espress.Seluruh penumpang berteriak bahwa kapal akan tenggelam. Suaminya berteriak : "Ayo keluarlah!" Muslimah ini menjawab : "Demi Allah, saya tidak akan keluar kecuali setelah mengenakan hijab dengan sempurna. Jikapun saya mati, saya akan bertemu Allah dalam keadaan taat." Ia pun mengenakan pakaiannya dan keluar bersama suaminya.

Ketika semua penumpang benar-benar telah tenggelam, muslimah ini memegang erat tangan suaminya, ia berseru : "Saya mohon agar kamu bersumpah, apakah kamu ridha dengan saya?" Suaminyapun menangis. Ia bertanya lagi : "Apakah kamu ridha dengan saya?" Suaminyapun menangis melihat isterinya hampir tenggelam.Akan tetapi, muslimah tersebut berkata : "Saya ingin mendengarnya darimu.' suaminya berkata : " Demi Allah, aku ridha terhadapmu. "

Muslimah yang bertakwa dan masih berusia muda itu menangis. Ia berkata : "Saya bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." Ia terus saja melafalkan syahadat sampai tenggelam. Suaminya menangis, ia berkata : "Saya memohon kepada Allah semoga Dia mengumpulkan kami kembali di akhirat di Surga negeri kenikmatan."

06 April 2013

Keluarga Ali bin Ani Thalib ra


Al –Imam Baidhawy meriwayatkan dari Sayyidina Abdullah Ibn Abbas Radiallahu anhu bahwa : Suatu ketika Sayyidina HASAN dan Husein jatuh sakit, lalu Rasulullah SAW bersama Sayyidina Abu Bakar dan Umar ra anhum ajma`in datang menjenguk.

Berkatalah Umar ibn khattab kepada Imam Ali ra : “Kalau anda bernadzar untuk dua orang putra anda itu , Allah akan memulihkan kesehatan mereka, Insya Allah…..”

“Baiklah, aku akan berpuasa tiga hari sebagai syukur kepada Allah, sahut Imam Ali ra, “Aku juga akan berpuasa tiga hari sebagai syukur….” , ujar siti Fatimah ra menimpali nadzar suaminya itu.”

“Kami juga akan berpuasa tiga hari…” sambung serentak sayyidina Hasan dan Husein , yang sedang sakit.
Beberapa hari kemudian ALLAH berkenan memulihkan kembali kesehatan sayyidina Hasan dan Husein. Semua anggota keluarga yang telah mengucapkan nadzar segera mulai melaksanakan puasa 3 hari.

Secara kebetulan selama hari-hari berpuasa itu mereka tidak mempunyai persediaan makanan sama sekali.

Imam Ali ra kemudian pergi ke rumah kenalannya, seorang Yahudi bernama Syam`un yang bekerja sebagai pengusaha tenun bulu domba, kepada Imam Ali ra menanyakan kemungkinan untuk bisa mendapat jatah pekerjaan dengan upah tertentu.

“Apakah anda bisa menyerahkan kepadaku bulu domba untuk dipintal oleh putri Muhammad dengan upah tiga (3) takar gandum?” , tanya Imam Ali kepadanya.
Syam`un menyatakan kesediannya. Kepada Imam Ali diserahkannya sejumlah bahan/bulu domba yang diminta untuk dikerjakan. Imam Ali lalu pulang membawa bulu domba untuk dipintal oleh istrinya sambil menenteng tiga takar gandum yang diterimanya sebagai upah.

Sesampainya dirumah Imam Ali menceritakan kepada istrinya bagaimana ia berhasil memperoleh pekerjaan  itu. Ternyata Siti Fatimah ra menyambut baik usaha suaminya dan dengan senang hati ia bersedia mengerjakannya secepat mungkin.

Setelah sepertiga bulu domba selesai di kerjakan, diambilnya setakar gandum yang menjadi haknya sebagai upah kerja, lalu diolahnya menjadi beberapa potong roti. Dengan demikian masing-masing anggota keluarga akan mendapat jatah sepotong roti pada waktu buka puasa.

Hari mulai petang dan tibalah waktu maghrib. Bersama Rasulullah SAW, Ali ra menunaikan shalat di masjid, seusai shalat ia pulang, lalu duduk bersama keluarga menghadapi 5 potong roti untuk berbuka puasa.
Baru saja Imam Ali ra menggigit sepotong roti  jatahnya, tiba-tiba muncul seorang fakir miskin berdiri di depan pintu sambil berkata memelas :

“Assalamualaikum, Ya Ahlal Bait Muhammad…..!... Aku ini seorang muslim yang miskin,……, tolong berilah aku sebagian dari hidangan yang sedang kalian santap. Semoga Allah akan memberi makan kalian dari hidangan yang tersedia di dalam surga…..
Roti yang masih terpegang di tangan segera diletakkan oleh Imam Ali ra, dan berkata kepada istrinya dalam bentuk senandung : “Hai Fatimah , wanita mulia dan beriman teguh, putri manusia termulia dimuka bumi,… tahukah engkau ada seorang miskin sengsara berdiri di depan pintu merintih kelaparan? Ingatlah bahwa tiap manusia tergantung pada kebajikan amalnya….”

Dengan bersenandung juga Siti Fatimah ra menyahut : “Hai putra paman, perintahmu kutaati…! Aku tidak menyesal dan tidak merasa lapar. Aku rela makan butiran gandum, karena aku ingin member makan orang kelaparan. Kebenaran ada pada manusia bertakwa dan hidup berjama`ah (gotong-royong). Kudambakan Syafa`at untuk masuk ke dalam surga…..”

Selesai mengucapkan kata-kata itu, segera diambilnya semua roti hidangan dan diberikan kepada orang miskin yang menunggu di depan pintu.
Malam harinya semua perut anggota keluarga terasa lapar. Untuk dapat melanjutkan puasa nadzar, masing-masing hanya meneguk air putih saja.
Keesokan harinya Siti Fatimah ra memintal lagi sepertiga bahan bulu domba yang belum dikerjakan. Selesai dikerjakan ia mengambil lagi takaran gandum seperti kemarin.

Kemudian ditepung dan diolah menjadi beberapa potong roti. Seperti biasanya petang hari Imam Ali ra menunaikan shalat mahgrib bersama Rasulullah SAW di masjid. Selesai shalat ia pulang untuk berbuka puasa bersama keluarga. Belum lagi roti digigit, tanpa disangka-sangka datang seorang anak yatim dari salah satu keluarga muslimin. Anak itu berdiri di depan pintu minta diberi makanan.

Ia mengucapkan kata-kata yang hampir sama seperti yang dikatakan kemarin oleh orang miskin.
Imam Ali ra segera mengembalikan roti yang ada ditangannya ke tempat hidangan semula. Ia berhenti makan dan berkata lagi kepada istrinya dengan berenandung : “Hai Fatimah, putri Nabi, putri pemimpin orang -orang yang dermawan, Allah mendatangkan anak yatim itu kepada kita. Siapakah yang hari ini mengharapkan keridhoan Allah, Ia memperoleh janji masuk surga yang penuh nikmat…”

Ucapan suaminya itu disambut baik oleh Siti Fatimah ra dengan senandung pula: “Ia pasti kuberi, tak peduli bagaimana kita sendiri. Allah akan membuat segar semua keluargaku. Bersamaku malam ini mereka akan lapar…dan itu yang paling kecil (Sayyidina Husein ra) laksana sedang bertempur melawan lapar….”
Sambil mengucapkan kata-kata itu, Siti Fatimah ra mengambil semua roti yang ada, lalu diserahkannya kepada anak yatim yang sedang menunggu didepan pintu. Mereka sendiri hanya meneguk air tawar seperti kemarin. Keesokan harinya mereka masih tetap melaksanakan puasa nadzar yang tinggal sehari lagi.

Pada hari ketiga, Siti Fatimah ra mengerjakan lagi sisa bulu domba yang belum di garap. sehabis dikerjakan, ia mengambil sepertiga sisa gandum yang menjadi haknya sebagai upah. Gandum dimasak seperti kemarin. Petang hari sepulang dari shalat berjama`ah di masjid bersama Rasulullah SAW, Imam Ali ra duduk bersama keluarga hendak berbuka puasa.

Baru saja hendak memasukkan sesuap roti ke dalam mulutnya, datanglah seorang muslim yang baru saja bebas dari tawanan orang-orang kafir. Bekas tawanan itu berkata : “ Assalamualaikum Ya Ahlalbait Muhammad….!

Orang-orang kafir baru saja habis menawanku. Aku diborgol dan tidak diberi makan…!

Imam Ali ra meletakkan sepotong roti yang sedang dipegang, sambil bersenandung kepada istrinya : “Hai Fatimah ra, putri mulia, putri Nabi dan putri pemimpin Agung….” Tanpa ada yang menunjukkan tawanan itu datang kemari dengan tangan habis dibelenggu. Ia mengeluh kelaparan dan sengsara. Ingatlah, siapa memberi makan orang sengsara, kelak akan memperoleh balasan yang sama. Di sisi Allah, tiap orang yang menanam akan memetik buahnya dalam sehari…..”

Siti Fatimah ra menyambut anjuran suaminya itu dengan senandung juga : “Gandum yang tinggal setakar, kami tak ada lagi ditangan. Demi Allah, selamatkanlah anak-anakku dari bencana kelaparan….”
Semua roti yang di dalam hidangan diambilnya kemudian diserahkan kepada bekas tawanan yang mengeluh kelaparan di pintu.

Esok harinya semua anggota keluarga sudah tidak berpuasa lagi dan sudah tidak ada bekal makanan apapun.
Imam Ali ra mengajak dua orang puteranya menghadap Rasulullah SAW. Mereka bertiga dalam keadaan sangat lapar sehingga sekujur badan terasa gemetar.

Ketika Rasulullah SAW melihat keadaan cucu-cucunya seperti itu, beliau berkata kepada menantunya, Imam Ali ra “Aku sedih sekali melihat kalian. Mari kita pergi menemui Fatimah.”
Bersama Rasulullah SAW  , Imam Ali ra dan dua orang puteranya pulang ke rumah.

Saat itu Siti Fatimah ra sedang berada di dalam mihrabnya. Puterinya sudah tampak sedemikian kempes perutnya dan matanya sedemikian cekung karena sangat lapar. Ketika Rasulullah saw menyaksikan keadaan puterinya seperti itu, segera di peluknya sambil berucap : “Ya Allah, tolonglah ahlul bait Muhammad yang hampir mati kelaparan ini…”

Belum lagi selesai mengucapkan do`a itu, datanglah malaikat Jibril alaihisssalam menyampaikan wahyu suci, seperti yang termaktub di dalam Al qur`an surat Al Insan (Ad-dahr) 7-9 yang artinya :
“Mereka itu ialah yang telah menunaikan nadzar dan takut kepada hari yang adzab siksanya merata kemana-mana dan mereka itu ialah yang telah memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan tawanan semata-mata hanya karena mengharapkan keridhoan Allah. Sesungguhnya kami tidak menghendaki balasan apapun dari kalian dan tidak juga mengharapkan ucapan terima kasih……”

Tidak aneh kalau Allah menjadikan mereka sebagai pewaris surga Firdaus dalam kehidupan akhirat. Mereka benar-benar merupakan keluarga teladan dan tak akan terlupakan sepanjang zaman. Allah ta`ala menjadikan mereka dan anak cucu keturunan mereka hingga hari kiamat yang shaleh sebagai pemimpin-pemimpin umat. Dan Allah sendirilah yang akan mewariskan bumi dan segala isinya kepada hamba-hamba Nya yang hidup taqwa dan shaleh.

BAGAIMANA DENGAN KELUARGA KITA?

Allahumma Shalli alaihi waalihi washahbihi wasallam

  ((Idolaku Nabi Muhammad SAW))

Wajahnya di usap oleh Rasulullah shollallahu alaihi wasallam,




Hujjatul Islam Al Imam Ghazali dalam kitabnya Al Ihya menceritakan ketika seorang pemuda ketika selesai melaksanakan Ibadah haji dg ayahnya ditengah perjalanan menginap di suatu tempat penginapan.

Dalam tidurnya sang pemuda bermimpi didatangi seseorang sambil berkata: Bangunlah Allah telah mewafatkan ayahmu dan menghitamkan wajahnya. Ia berkata : Maka bangunlah aku dalam 

keadaan terkejut, dan segera kusingkap kain yang menutup wajah ayahku.

Dan ternyata, benar benar ia telah menjadi mayyit dengan wajah menghitam. Aku benar benar sedih sekali melihat kejadian ini. Ketika kesedihan yang mendalam, tiba tiba terasa kedua mataku mengantuk dan tertidurlah aku.

Di dalam tidurku aku melihat ada 4 empat orang hitam diatas kepala ayahku. Mereka memegang beberapa potong besi, tiba tiba datanglah seorang laki laki yang tampan dengan memakai baju hijau.