Allahku yg bertajali di Nur Muhammad yang pd hakekatnya DIA jua yg meliputi Nur Muhammad ,senang memandang diriNYA sendiri dlm tafakur , sehingga semburat percikan cahaya pancarkan aura pd alam sekitar yang menjadi Rahmatan Lil 'alaamiin untuk kemanfaatan dan kemudharatan sesuai kehendakNYA serta kebijakanNYA....
Wahai Allah....pujian sepatutnyalah untukMU jua...
Wahai Allah...kau sematkan sang Mutiara diantara CahayaMU dan Cahaya KekasihMU ...
Mutiara itu Engkaulah jua...
Wahai Allah....
Tiada kesaktian yg hamba cari, pun tiada Ilmu yg Hamba Raih...kecuali wajahMU saja yg KAU semat pd Alam Raya yg bagai maghnet selalu saja ingin menyatu kembali denganMU bersamaMU..karena semua adalah diriMU jua....
Allaahu Akbar.....Wabihamdihi...yaa Jamil...
Al Fakir
Sekupang,
16 Sept 2016
Jum'at Barokah 06.30
DIA berhak mengambil cinta kapanpun DIA kehendaki.
Akankah kita kecewa dan tidak Ridho jika Cinta kembali pada PemlikNYA ?
Segala sesuatu pasti akan kembali padaNYA....
Kita hanya dititipkan Cinta milikNYA.
Akankah lantas kita merasa memiliki Cinta ?
Lantas , mengapa Kita mengkorupsi Cinta ?
Lantas ,mengapa
atas nama Cinta membawa Cinta pada kemaksiatan ?
Lantas mengapa Cinta menjadi ternoda dan diletakkan pada mangkuk kegelapan ?
Sungguh Fitrah Cinta adalah suci....
DIA ciptakan cinta sebagai MakhlukNYA yg bercahaya....
Besyukurlah ketika dirimu diamanahkan Cinta untuk membebaskan makhlukNYA yg terjerat Cinta Dunia....
Gunakan Cinta milikNYA untuk mencintai DIA dan Rasulullah Shollallahu 'alaihi wasallam dg ketulusan yg tinggi.....
Kita tak dapat mencintaiNYA selama kita belum membuang hijab ke akuan yg tinggi....
Sungguh Orang orang yg beriman , teramat Sangat mencintai Allah Ta'ala sehingga tentramlah hati mereka ketika mengingatNYA...
Damailah hati mereka ketika BersamaNYA...
Ketika RidhoNYA di dapat , maka Cinta akan selalu bersinar dan suci bersemayam di qalbu yg terdalam, Yang menjadi Rahmatan lil 'aalamiin penuh keberkahan.....Aamiin...
Berbolak-balik dalam bicara seakannya lidah berbelit melilit kata megah menutur bahasa palsu menjunjung resam hasad warisan iri mengacum, mencipta domba sesama lalu tergelincirlah adat menyingkir adab.
Apakah itu kepuasan yang menongkat hatimu mengadun rencah onar yang melapisi bibir sedang rasa bersalah engkau anggap benar malah engkau dakap satu dari sikap yang empat langsungnya membina sengketa melerai ikatan dan membenamkan rasa percaya antara sesama
wahai Ruh yang masih bertempat di raga manusia Bebaskan dirimu dari cengkeraman Hawa Nafsu Yang sekian lama kau dijajah, dikuasai, diperbudak, diperintah Kau dijerat dengan kesibukan duniawi Kau dililit oleh ular-ular Kemaksiatan yang menyenangkan Kau dimabukkan oleh tenggak-tenggak minuman beralkohol Yang melupakan ……. Melupakan segalanya Yang senantiasa tidak bisa berpaling darinya Yang selalu menggerogoti tubuhmu, tulangmu, dagingmu Paru-parumu yang setiap hembusan nafasnya memporak-porandakan sistem ingatanmu menuju kesesatan …..
Menggerogoti jantungmu yang setiap detaknya menyanyikan lagu-lagu kemerosotan moral Menggerogoti kakimu yang setiap langkahnya menjerumuskan ke jurang kehinaan yang menyengsarakan Menggerogoti hatimu yang senantiasa melupakan anganan dan ingatan kepada Tuhan untuk bertaubat dan bersujud Kau dirayu oleh rayuan-rayuan gombalnya perempuan pezina Yang senantiasa menggeser iman dan aqidah ketuhanan
Badanmu yang enak, nafsumu yang merasakan kepuasan Tetapi jiwamu yang sengsara Ruh mu yang menderita….. Dan menderita di hari nanti….. Di hari nanti ragamu kau tinggalkan di liang lahat Nafsumu lari dari tanggungjawab….. Tinggal Ruh mu yang menerima akibat dari perbuatan mereka
Maka kasihanilah Ruh mu….. Bebaskan Ruh mu….. Merdekakan Ruh mu Bebaskan Ruh mu dari perbuatan maksiat dengan bertaubat nasukha Bebaskan Rohmu dari jeratan tali-tali narkoba dengan istighfar Bebaskan Rohmu dari belenggu minuman beralkohol dengan Dzikrullah,….. Bertafakur,….. dan berserah diri kepadaNya Berlutut, bersujud, kepadaNya
Merdeka …….. Rohmu merdeka Bebas kemana-mana Bertahtalah di singgasana Qolbu Yang merajai di seluruh wilayah badan wadagmu Kau penuhi dengan tentara-tentara Tentara-tentara………Dzikrullah…….. Tuk melawan “musuh di balik selimut dan musuh yang nyata” serta hawa nafsu dan keinginan yang sesat
Dan Singgasana itu telah terisi,
Namun Tidak sepenuh hari Sang Raja duduk
Raja lebih senang berada di luar Istana...
Mengobati Rakyat yang sakit...
Duhai yang Mulia , yang di pertuan Agung,
Permaisuri selalu menunggumu di Istana...
Cepatlah kembali...hai Pangeran..
Jangan terlalu lama meninggalkan Singgasanamu....
Tugasmu disini telah menumpuk membutuhkan perhatianmu...
Membutuhkan Keputusan Adilmu...
lihatlah sang Ratu , gelisah manantimu...
Menangis di atas Sajadah.......
Memohon pd sang Maha Raja.......
Berdoa penuh Lirih dan syahdu....
Oh Tuhan....
Sgala Nikmat KaruniaMU telah kureguk,
Itu adalah KasihMU jua...
Puji Syukur kehadiratMU dalam Sembah Sujudku...
Sungguh aku takut mencaintainya akan menyamai cinta padaMU..
Sungguh aku takut Rindu padanya akan menyamai Rindu padaMU..
Penuhilah hati ini dengan Kasih MU saja wahai Robb,
agar aku tidak mengharapkannya kecuali hanya padaMU ...
Air mata ini hanyalah untukMU ya Robb, bukan untuk dia...
Tampuk Pemerintahan ini adalah milikMU jua, bukan miliknya...
Maka kuserahkan semua ini padaMU...
Semoga dia menyadari arti sekeping hati yg tertawan cita cita......
Semoga ke Imanan selalu menyadarkan Tanggung Jawab Pemimpin,
Aamiin ya Robbal. 'aalamiin
Jika tak kau temukan satu pun sahabat, Jadilah sahabat bagi dirimu sendiri.
Di alam dunia ini, tempat dari bermacam manusia dan beragam tugas, jadilah pelaksana dari tugasmu sendiri. Setiap pengikut dari karavan ini, mencuri perbekalannya sendiri-- waspadai dan jagalah bekalmu.............
Di Dunia ini, Beragam Karakter dan Ego saling berkejaran, Beragam Prasangka dan Praduga Saling berpacu... Kemenangan terletak pada hati yg Baik Hati , hati yg Ikhlas penuh kasih sayangNYA....... tidak mencela ataupun menyindir seolah dirinya yg terbaik dan yg lain salah..... kita hanyalah manusia biasa yg punya hati dan cita cita ... kita hanyalah Manusia biasa yg selalu saja ada salah...... kita Bukan Malaikat yg Selalu benar tanpa Dosa, meski Manusia dapat lebih Mulia dari Malaikat karena perjuangannya.......
Sahabatku.....
Tiada kata yg lebih indah dari pada maaf dan saling memaafkan...
Mengapa saling menyalahkan,
Mengapa saling merendahkan..
Mengapa saling mencela ?
Bukankah doa kita adalah sama, Yaitu ISTIGHFAR...
Wahai Sahabat...
Lihatlah Jalan Masih Panjang.....
Masih banyak hal yg harus kita benahi..
Sahabat, Jika CInta tidak memihak ,
janganlah berputus asa...
Suatu saat DIA akan membuka pintu kefahaman, mengapa Cinta selalu menyakiti.......
Dan Selalulah berdekatan dengan NYA...
Kita sungguh tidak tahu takdir kita 5 menit kemudian...
Maka Tawakal diperlukan selalu dari menit ke menit...
Wahai Sahabat........
Kita harus sadar, bahwa Dunia penuh dengan Siasat...
Lihatlah...
Ketika kita jujur, ternyata dia menipu kita...
Ketika kita tulus, dia mengkhianati ketulusan kita...
Ketika kita terpuruk, dia mengejek kebodohan kita....
Ketika kita berharap,...dia berusaha hilangkan harapan itu ...
Ketika kita pasrah...dia menyerbu kita...
Oh...
Tetaplah dalam Istiqomah, karena DIA tak kan pernah membiarkan kita terpuruk dalam belenggu Syaithan...
Pedih...yah ...memang terasa pedih...
Semoga Kepedihan di Rubah Allah menjadi sebuah kekuatan mental dan Ruh yang sangat dahsyat...Aamiin...
Kertahuilah, janganlah engkau berfikir terbalik, agar engkau lulus menjadi Hamba yg terbaik....
Wahai diri..
.Cobalah kau renungkan..........
Bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka Bumi ini adalah kehendakNYA dan sudah di atur oloeh NYA,
DIA yg mengetahui mana yg terbaik untukmu , dan mana yg membawa mudharat untukmu.
Maka DIA benar benar menyempurnakan TakdirNYA untukmu , justru dengan penuh kasih sayang NYA dan kebijaksanaanNYA, bukan karena Otoriter NYA....
Wahai Diri....
Janganlah kamu mencoba untuk mengatur DIA,
Jika kamu bandel dan mengatur DIA, kelak akan DIA serahkan segala urusan di tanganmu sendiri dan jika itu terjadi, pasti kamu tak kan dapat menyelesaikan persoalanmu sendiri.,....
Wahai DIri....
Kamu sangat butuh kepada DIA, maka percayalah pada DIA, bahawa DIA akan menyelesaikan semua urusanmu dengan sempurna,.....yah pasti sempurna karena DIA lah yg Maha tercinta, Maha kuasa...Subhanallah.....
Wahai DIriku,
Sungguh DIA berdiri dengan sendirinya dan tidak pernah bergantung kepada MakhlukNYA,
sedang kamu ? kamu sangat ketergantungan pada DIA....dan kamu tidak bisa lepas dari sunatullah yg telah DIA ciptakan di Alam ini.
Wahai Diri...
Ingatlah sekali lagi bahwa kamu tidak dapat mengaturNYA dengan segala macam bentuk amalan yang kamu anggap sempurna.
Apakah kamu mengira dengan amalan yg kamu punya, kamu dapat mengeringkan air laut...?
Apakah kamu mengira dengan amalan kamu, kamu dapat me
Wahai diri....
janganlah kamu memaksa DIA , saat kamu menagih pemberianNYA....
cobalah merenung dari sekarang wahai diriku,...persembahan apa yg telah kamu berikan pada Allah ?
Pengorbanan seperti apa yg telah kamu berikan pada Allah ?
adakah amalanmu ikhlas atau ga sengaja telah berbuat Riya' ?
Astaghfirullaahal 'adziiim
Wahai Diri,
Semua sudah diatur olehNYA, kamu tinggal mempercayaiNYA dan taat....
Jangan sampai membuat DIA murka, hanya karena kamu mengikuti tarikan hawa nafsumu....
.Hati hatilah..........
*** Kepada KehendakNYA lah segala sesuatu itu bergantung, dan
KehendakNYA tidak bergantung kepada sesuatu..***
Apakah Engkau dapat melihat kenyataan yg ada padaku ?
Jangan melihat dari sisi kesempurnaan,
Namun Lihatlah dari sisi kekuranganku....
Akupun demikian,
Aku melihat kelemahanmu dan kekuranganmu dan aku berusaha memahaminya, karena ku tahu bahwa manusia tiada yg sempurna...
Mengapa kita takut menghadapi kenyataan ?
Menghadapi Masyarakat yg kian buas menuding ?
Kita tidak punya salah,
Kita berjalan di atas syariat yg lurus....
Inilah ujian keimanan bagi kita,
Apakah kita mengikuti hawa nafsu, atau semata mata mencari Ridho Allah Subhanahu wata'ala dan RasulNYA ?
Inilah perang melawan hawa nafsu,
apakah mencari REPUTASI di hadapan Allah Subhanahu wata'ala ataukah di hadapan Manusia ?
Wahai Sahabat Hatiku......
Dalam dakwah, harus mempunyai sayap, Sayap kananmu sudah ada, dan sayap kirimu lemah,
sedang aku hanya mempunyai sayap kiri dan sayap kananku patah dan hilang...
Sahabatku.
Yuk kita bersama memasang sayap dan terbang ke penjuru alam sebarkan dakwah Ilallah bersama....
tebarkan Cahaya Allah dengan penuh ke cintaan.
Hidup adalah berjuang wahai Sahabat, jangan takut menegakkan yg hak.
Wahai Sahabat, ketika Rasa malu dan Takut menyergapmu, hanya karena takut di pandang miring oleh masyarakat, ketahuilah , disaat itu engkau sedang di peluk oleh hawa nafsumu...
mana teori2 agamamu yg selama ini kau nasihatkan kepada khalayak ?
Dakwahilah diri sendiri , ajarilah diri sendiri, dan mulailah berani , langkahkan kakimu sekarang !
Allah besertamu, dan beserta kita..
Semoga DIA menolong dan memberikan yg terbaik bagi ku dan juga kamu, kita.
Wahai Penguasa Jiwaku.
mengapa tiba tiba rasa rindu ini merayapi hatiku...
Saat ku dalam suasana yg Ridho....
aku bener2 di mabuk kerinduan..
wahai Robb...
aku tak mau binasa , hanya krn merindukan hambamu...
Seperti kata para pujangga bahwa riindu dapat membunuh,
Lindungilah ya Robb........
Wahai Robb...
Apakah ini cermin dari Rinduku padaMU wahai Robb...
Sesungguhnya engkau tidak membutuhkan Rindu...
namun aku tahu Engaku sangat Menghargai Hambamu yg sedang merindu...
Duhai Robb..
ketika hatiku merindu,
aku akan kembalikan rindu itu padaMU sang pemilik Rindu...
agar engkau simpan...
dan saat yg Halal nanti,
Engkau bingkiskan sebagai kado istimewa untukku...
ah ....maafkan daku wahai Robb,
karena aku tak sopan dalam bertutur,
dan terkesan memaksakan kehendakku.............
Engkau tak tahu prahara telah menerpaku, telah berlalu...
Engakau tak tahu, betapa gelombang hidup telah menerpa dan menerjang diriku,
Engkau Tak Tahu, betapa pedih dan sakitnya aku.....
Fitnah berganti judul ....telah melewatiku tahap demi tahap....
Aku hanya diam 1000 bahasa ......
Aku berusaha mengobati sendiri.....
Aku hanya bersama Tuhanku saja.......
Engkau sahabatku.... Tak pernah Tahu, bahwa di balik senyumku adalah lukaku...
Engkau pun Tak Tahu, ketika pelabuhan cintaku terporak porandakan badai, hacur tiada sisa, dan ketika ku bangun cinta,....di atas puing puing itu...... datang badai yg berikutnya...........
Ah ,,,aku telah terbiasa terhempas badai.......telah terbiasa dilemparkan angin.........hingga ku kebal, dan kini aku tak mempunyai pelabuhan tempat cintaku berlabuh.................entah kemana dan dimana..........
Sahabatku.....
Betapa aku di dunia Sahabat, selalu memberikan motivasi dan semangat juang , ku tenggelam dalam duniamu hingga aku melupakan diriku sendiri.............bahwa ternyata duniaku telah tiada................
Tahukah engkau wahai sahabat ?
Aku bagai Musafir yg tak punya rumah............
Terkadang aku Rindu ingin segra pulang saja, ke Istanaku .....
Jasadku masih disini, Rasanya Hatiku sudah berada di Istanaku tempatku bercengkrama dengan Keiindahan yg DIA ciptakan.............
Oh...... Rindunya aku pada kampung Halamanku yg Nyata..........
Rasa bosan terkadang memelukku....
Bosan menjadi musafir yg berkelana di Dunia Maya....Dunia Fana....Penuh Tipu Daya....
Wahai Sahabatku.....
Tahukah engkau ?
Bahwa aku melihat tipu daya yg sangat jelas di Dunia Maya ini....
Aku tak tahu hendak mengadu pada siapa, tak ada hakim yg adil....
Sebuah kemunafikan menari nari di depan pelupuk mataku,...
Bagai seekor Ular yg meliuk liukkan badannya ,
Dan aku dikitari ular itu, terkadang hendak mematuk diriku, bahkan telah melukaiku...
Oh...Betapa takutnya aku dan sakit.....
Hanya pada Allah sajalah ku serahkan .....
DIA Maha Tahu sebuah Kondisi....dan DIA Maha Sabar memimpin Kondisi..........
maka, pada saatnya nanti..........biarlah DIA memberikan balasan yg setimpal .........
Kini aku dalam buaian Tuhanku....aku diam dalam asuhan Tuhanku....
Berdakwah dibimbing Tuhanku.......
DIA mengirim Engkau padaku , wahai sahabatku , yg kalammu sangat menghiburku...........
Satu pintaku padamu Wahai Robb............
Jangan KAU biarkan aku sendiri berkepanjangan............
Siti Hawa MU sepi dalam IstanaMU.......
Datangkan Adam Untukku.........Aamiin.............
,
*** by : Abinya Muhammad Alief Syahdjibran Kalau saja aku tak pernah mengenalmu dan kau pun tak pernah meninggalkanku Mungkin aku tak kan pernah tau yang namanya rindu
Aku rindu cara kau menatapku Aku rindu cara kau membuatku tersenyum dan aku rindu semua tentangmu,,,
Ada rindu yang kini menggantung di sukmaku terpatri hanya pada hatimu Rinduku padamu mengalahkan gelisah dan gundahku Aku tak mampu menghapus bayangmu Tulusmu adalah harmoni hatiku
Kalau saja aku tak pernah mengenalmu Mungkin aku tak kan pernah tau cantiknya pagi,,, indahnya senja,,, dan hangatnya mentari,,,
Kumiliki sepenggal cinta yg tak urung jadi nyata Dan sebuah rindu yang hanya mungkin aku sendiri yang mengerti Karena dirimu tak mungkin ku miliki…
Seakan penantian yang tak berujung… Ku tempuh jalan hidupku Sambil berjanji dalam hati tuk selalu menyayangimu Meski bayangmu selalu hadir dalam angan dan mimpiku Kucoba tuk mengerti bahwa asa ini adalah asa yang tak bertepi Dan kini…. aku jatuh cinta lagi Bila kau baca coretan ini Jujur aku sangat merindukanmu Walau tak pantas untukku berharap tentangmu Karena kau bukan milikku Kendati berat rasa rindu yang ada… Tapi ini adalah realita… Dan aku hanya bisa berucap aku sangat mencitaimu….
suatu hari akan kutinggalkan... semua yang kucatat dilembaran maya...
suatu hari yang ku tinggalkan... mungkin hanya nisan mungkin juga hanya sebuah nama...
kawan,, tiada satu kebaikan diantara kita selain saling mendoakan...
bila nampak keburukan yang engkau lihat.. maafkanlah... bila kebaikan yang engkau lihat,, sambungkanlah...
penantian kita hanya berakhir,,, pada suatu kematian.....
::: suasana dan keadaan Allah yang menciptakan walaum berkumpul seluruh makhluk bumi untuk menghancurkan... takkan bergerak setitik debupun tanpa seizin Allah...