29 Maret 2013

Bangsa yg dikutuk menjadi Kera dan babi



Jangan pernah menipu diri sendiri. Merasa bahwa diri kita telah aman dari kemungkinan adzab yang ditimpakan Allah.

Lantaran kita tahu bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Atau lantaran kita merasa sebagai para kekasih Allah.

Kita harus tahu, bahwa Allah Al-Hakamul ‘Adl (Hakim Yang Bijaksana), Syadidul ‘Iqob (Keras Siksa-Nya) dan Sari’ul Hisab (Sangat Cepat Perhitungan-Nya).

Bisa jadi, suatu bangsa yang semula dimuliakan oleh Allah, akan dihukum karena perbuatan durhaka mereka, semoga Allah melindungi kita dari siksa itu.

Bani Israil adalah keturunan Nabi Ya’qub as. Mereka adalah bangsa yang dimuliakan melebihi banyak bangsa lain dengan diturunkannya kitab kepada mereka dan diutusnya para nabi dari kalangan mereka.

Namun, ternyata kemuliaan itu menjadikan sebagian dari mereka lupa bersyukur.

Maka, mereka dikutuk melalui ucapan para Nabi mereka, yaitu Dawud as. dan Isa as..

“Orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil telah dikutuk melalui ucapan Dawud dan Isa putra Maryam.

Yang demikian itu karena mereka bermaksiat dan selalu melampaui batas (78) Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat (79).” (QS.Al-Maidah [5] : 78-79)

Mengapa mereka dikutuk ? Ayat di atas menjelaskan beberapa faktor, yaitu :

bermaksiat, melampaui batas, dan enggan mencegah kemungkaran.

Beberapa riwayat di bawah ini memberikan penjelasan lebih lanjut.

Mari kita baca dan renungkan sebagai bahan pelajaran.

Agar jangan sampai kita mengulang apa yang mereka lakukan, sehingga Allah menimpakan kepada kita seperti apa yang telah ditimpakan kepada mereka, na’udzu billah min dzalik!

dikemukakan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsirul Al-Quranil ‘Azhim, bahwa Rasulullah saw. bersabda :

" Ketika Bani Israil terjerumus dalam berbagai kemaksiatan, para ulama mereka melarang mereka melakukan kemaksiatan itu, tetapi mereka tidak menghiraukan larangan tersebut.

Tak lama kemudian, para ulama itu menemani para pelaku maksiat itu di majlis-majlis mereka dan pasar-pasar mereka.

Mereka makan dan minum bersama. Maka, Allah menjadikan permusuhan di antara mereka dan mengutuk mereka melalui ucapan Dawud dan Isa putra Maryam.

Yang demikian itu disebabkan mereka telah bermaksiat dan melampaui batas.”

Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda

: “Sebab kemunduran yang pertama kali terjadi pada Bani Israil adalah bahwa ketika seseorang dari mereka menjumpai orang lain sedang melakukan kemaksiatan, ia mengatakan :

‘Takutlah kepada Allah ! Tinggalkanlah perbuatanmu, karena itu tidak halal bagimu!’
Namun, keesokan harinya, ia berjumpa lagi dengannya, maka hal itu tidak menjadi penghalang baginya untuk menjadi teman makan, minum dan duduknya.

Ketika tindakan seperti itu banyak dilakukan oleh mereka, maka Allah menjadikan permusuhan di antara mereka.”

Kemudian beliau membaca ayat :

“Orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil telah dikutuk melalui ucapan Dawud dan Isa putra Maryam” dst. hingga firman-Nya : “orang-orang yang fasik”. (QS. Al-Ma’idah 78-81)

Beberapa ulama menjelaskan bhw yang dikutuk melalui ucapan Nabi Dawud as. adalah Ashabus Sabt yaitu para pelaku pelanggaran pada Hari Sabat.

Manakala penduduk Ailah melakukan pelanggaran pada Hari Sabat, Nabi Dawud as. berdoa :

“Ya Allah, kenakanlah kutukan yang melekat erat pada diri mereka seperti melekatnya selendang atau sabuk di pinggang.” Maka Allah mengubah diri mereka menjadi kera.

Adapun orang-orang yang dikutuk melalui ucapan Isa putra Maryam as. adalah Ashabul Maidah, yaitu mereka yang memohon diturunkannya hidangan dari langit.

Setelah hidangan diturunkan oleh Allah dari langit dan mereka memakan hidangan tersebut, sesuai dengan permohonan mereka, namun mereka tetap bersikukuh dengan kekafirannya.

Maka, Nabi Isa as. berdoa : “Ya Allah, turunkanlah adzab kepada siapa pun yang tetap kafir sesudah memakan hidangan, yang tidak pernah Engkau timpakan kepada seorang pun dari seluruh alam. Kutuklah mereka seperti Engkau pernah mengutuk Ashabus Sabt !” Maka, pagi harinya diri mereka berubah menjadi babi.

Betapa mengerikannya akibat yang harus ditanggung oleh sebuah masyarakat apabila mereka membiarkan kemaksiatan dan kemunkaran dilakukan secara terang-terangan di tengah-tengah mereka, kemudian para ulama dan orang-orang yang mampu melakukan pencegahan tidak melakukan pencegahan.

Itulah yang menyebabkan Bani Israil dikutuk menjadi kera, melalui doa Nabi Daud as. dan menjadi babi melalui doa yang diucapkan oleh Isa putra Maryam.

Mungkinkah hal semacam itu berlaku pula bagi masyarakat lain?

Tentu saja. Sunnatullah tidak berubah. Jika Allah menghukum Bani Israil karena suatu perbuatan, maka hukuman yang serupa bisa ditimpakan kepada bangsa-bangsa lain yang berbuat serupa dengan perbuatan mereka, yaitu bermaksiat, melampaui batas, dan tidak mau mencegah kemungkaran.

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda : “Sungguh, Allah tidak akan mengadzab masyarakat secara umum akibat perbuatan yang dilakukan sebagian khusus dari mereka sehingga mereka melihat kemungkaran dilakukan di tengah-tengah mereka sedangkan mereka mampu mencegahnya, tetapi mereka tidak mau mencegahnya.

Jika mereka telah berbuat demikian, maka Allah pasti menurunkan adzab yang menimpa seluruh masyarakat, baik yang melakukannya maupun yang tidak melakukannya.”

Jika Allah menghukum sebuah bangsa yang pernah dimuliakan-Nya lantaran meninggalkan kewajiban mencegah kemungkaran, akankah kita merasa aman ketika meninggalkan kewajiban yang sama?

Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari kisah kisah yg lalu
Aamiin...

Barokallah



28 Maret 2013

Belahan Jiwa






Ketika 

engkau datang 

Mengapa di saat kuTak mungkin 

menggapaimu


Meskipun tlah kau semaikan cinta 

Dibalik senyuman indah

 Kau jadikan seakan nyata

 Seolah kau belahan jiwa


Meskipun tak mungkin lagi 

Tuk menjadi pasanganku 

Namun ku yakini cinta 

Kau kekasih hati


Terkadang pintu surga 

Sukar dimengerti 

Semua ini kita terlambat

Wahai Pujaanku....ku Rindu padamu



by : R.Muhammad

Ku haramkan pandangan mataku 'tuk memandang selain keindahanmu..

Dan semua kata omong kosong bila yang bicara bukan dirimu.
.
Masa ratusan tahun terasa setengah hari bila berada di sisimu..

Dan bertahun-tahun masa yang kurasa bila yang kuhadapi bukan dirimu..

Suatu kemustahilan bila ku bisa bersabar jauh darimu..

Dan tiada yang bisa membunuhku kecuali putus hubungan denganmu..

Dengan melihatmu, hilang duka cita yang ada padaku..

Dan bila kau menghilang, kematian kan mendekatiku.
.
Ku sangat ingin 'tuk bisa selalu menemanimu..

Dan bila diizinkan, aku kan menginap di halaman rumahmu.
.
Maka obatilah Pesakitan rindu dengan berjumpa denganmu..

Yang semakin menggebu tatkala Merpati berkicau mengingatkan tentang dirimu..

Terlalu lama derita rindunya kepadamu.
.
Sehingga pakaian yang melekat di tubuhnya adalah pedih cinta terhadapmu.
.
Bila ada yang berbangga dengan Nenek Moyang, maka Yang Paling Agung adalah Kakekmu.
.
Dan semua harapanku kan tercapai dengan keinginanmu..

Semua perkara yang sulit menjadi mudah dengan keberadaanmu.
.
Maka hendaknya kau bisa bermurah hati dengan kelemahanku.
.
Dan tak pantas gelar Pemurah di tujukan kecuali kepadamu.
.
Maka bagaimana mungkin hina orang yang singgah ditempat kediamanmu.

27 Maret 2013

>> Maka didiklah anak2 sesuai tuntunan Agama<<<

Pernahkah anda merasa ingin di puji ? Ataukah anda menikmati pujian ketika ada yg memuji ?
Kalau kita mau berbicara jujur pada diri sendiri, pasti jawabnya " IYA "

Nah ketahuilah, jika perasaan itu muncul berulang ulang pd dirimu, dan menjadi sebuah kenikmatan tersendiri dlm hatimu,

Itu pertanda dirimu yg berada di Alam bawah sadar, menuntut sebuah fase anak2 yg hilang....

Seorang balita, ketika merasa terancam, dan tidak nyaman ditangan si pengasuh, maka saat dewasa, dirinya akan menikmati pujian ......
Ini adalah Akibat dari fase balita yg terancam.....

Contoh :
1.
Balita , selalu banyak bertanya..terhadap fenomena sekitar... Maka si pengasuh hrs sabar melayani berbagai pertanyaan..
Jika tdk sabar, kmd membentak, kasar
inilah rasa tdk nyaman yg dirasa...

2.
Balita , selalu melihat ke dua orang tuanya bertengkar, ribut...
Ini menciptakan rasa tdk nyaman pd anak...

3.
Suasana peperangan yg di alami balita, akan menbuat juwanya tdk nyaman...

4
Swasana tertekan dg anggota keluarga, misalkan si kakak selalu mengejek, atau mendapatkan perlakuan tidak adil....
Inipun membuat dirinya tidak nyaman...
Dll,,.....

Nah suasana di atas akan menghambat fase perkembangan anak sehingga fase yg terhambat ini akan mengendap ke alam bawah sadar, kmd akan muncul ketika anak dewasa.... yg dikemas dlm rasa nyaman ktk di puji ......

Di dalam agama, kepuasan yg muncul ktk dipuji adalah sifat penyakit hati.....dan perlu di terapi lagi keimanannya menjadi amalan yg ikhlas.

Intinya
Perbuatan kita pd usia dewasa adalah cermin dari pondasi di fase anak2

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّهُ كَانَ يَقُوْلُ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ. فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ.

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda:

Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah.

Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani maupun seorang Majusi.

Sebagaimana seekor binatang yang melahirkan seekor anak tanpa cacat, apakah kamu merasakan terdapat yang terpotong hidungnya?.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم :مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ. فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُشَرِّكَانِهِ. فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! أَرَأَيْتَ لَوْ مَاتَ قَبْلَ ذَلِكَ؟ قَالَ “اَللهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوْا عَامِلِيْنَ.

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda:

“Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah.

Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani maupun seorang musyrik.”

Lalu seorang laki-laki bertanya: “Ya Rasulullah! Bagaimana pendapat engkau kalau anak itu mati sebelum itu?”

Beliau menjawab: “Allah lebih tahu tentang apa yang pernah mereka kerjakan.”

>>> Maka didiklah anak2 sesuai tuntunan Agama<<<




AS-SAYYID HABIB NUH AL-HABSYI RAHIMAHULLAH 1788M – 1866M



Nasab dan keturunan

Nama penuh beliau ialah As-Sayyid Habib Noh bin Muhammad Al-Habsyi. Beliau yang datang dari Kedah adalah merupakan seorang yang berbangsa arab berasal dari Yaman dan asal-usul keturunan beliau juga adalah daripada keturunan Rasulullah s.a.w. menerusi nasab Zainal Abidin bin Sayidina Hussein r.a. Tidak banyak maklumat yang diketahui tentang kehidupan awal beliau. Beliau yang hidup sekitar tahun 1788M – 1866 M datang dari keluarga empat adik-beradik lelaki iaitu Habib Nuh, Habib Ariffin dan Habib Zain (kedua-duanya meninggal di Pulau Pinang) dan Habib Salikin, yang meninggal di Daik, Indonesia.

Dari perkahwinan beliau dengan Anchik Hamidah yang berasal dari Province Wellesley, Pulau Pinang, mereka dikurniakan hanya seorang anak perempuan bernama Sharifah Badaniah. Sharifah Badaniah kemudiannya berkahwin dengan Syed Mohamad bin Hassan Al-Shatri di Jelutong, Pulau Pinang. Pasangan ini kemudiannya memberikan Habib Noh hanya seorang cucu perempuan bernama Sharifah Rugayah. Dia berkahwin dengan Syed Alwi bin Ali Aljunied dan mereka mempunyai lima anak, dua lelaki dan tiga perempuan bernama Syed Abdul Rahman, Syed Abdullah, Syarifah Muznah, Sharifah Zainah dan Sharifah Zubaidah.

Dari banyak sumber yang diperolehi, Habib Nuh tiba ke Singapura tidak lama setelah Sir Stamford Raffles mendarat di pulau itu. Usianya pada ketika itu mencecah tiga puluhan tahun. Walaupun beliau telah menghabiskan saki-baki usianya di Singapura dan meninggal dunia di sana, beliau banyak berjalan, terutamanya ke Johor Bahru dan negeri-negeri lain di Malaysia untuk berdakwah. Beliau adalah seorang yang amat warak. Waktu malamnya beliau gunakan untuk solat hingga terbit fajar. Dan beliau kerap berkunjung ke makam-makam (tanah perkuburan), selalu mendoakan roh-roh yang telah meninggalkan jasad. Beliau sentiasa berjalan bersama-sama kawan-kawan rapat melainkan bila dia secara spesifik meminta untuk berseorangan diri.

Karamah

Di sini, saya ingin bekongsi bersama pembaca mengenai kemuliaan yang Allah kurniakan kepada beliau. Banyak Karamah yang dibuktikan oleh mereka yang hidup sezaman dengan beliau. Tetapi, tidak ramai yang dapat menyelami peranannya sebagai orang kerohanian yang sentiasa dirinya hampir dengan Allah SWT. Kerana peranan sebagai Rijalullah atau Rijalulghaib ini amat simbolik dan sukar difahami menerusi bahasa dan pengertian yang zahir sedangkan tugas mereka juga besar. Antara kurniaan Karamah yang diberikan Allah swt adalah seperti berikut;

1. Menghadiri Sidang Wali-wali.

Mengenai keistimewaan dan ketinggian kedudukan Habib Nuh, Pakcik Muhammad Abu Bakar, 102 tahun, khadam kepada Syeikh Haji Said Al Linggi r.h. menceritakan satu peristiwa yang berlaku ke atas gurunya yang ada kaitan dengan As Sayid Habib Nuh:
Pada satu hari seperti biasa Syeikh Muhammad Said masuk ke bilik suluk khas selepas sembahyang jemaah Asar. Seperti biasa juga, Pakcik Muhammad menunggu di luar bilik kalau2 beliau dipanggil masuk oleh gurunya untuk satu2 hajat. Tetapi pada petang itu beliau tidak dipanggil, dan gurunya keluar dari bilik suluk itu apabila hampir masuk waktu Maghrib dan terus sembahyang jemaah Maghrib bersama anak2 muridnya. Malam itu Syeikh Said tidak mengajar. Selesai sembahyang sunat, beliau bercakap dengan Pakcik Muhammad secara empat mata.
“Engkau tahu aku pergi ke mana tadi?” kata Syeikh Said.
“Saya tidak tahu,” jawab Pakcik Muhammad dengan beradab.
“Aku pergi bersidang di Bukit Qhauf. Aku dan Habib Nuh sahaja yang mewakili umat sebelah sini. Rasulullah SAW juga hadir, dan engkau jangan cerita berita ini kepada sesiapa sebelum aku mati.”

Pakcik Muhammad Abu Bakar menyimpan amanat ini sehingga beliau memberitahu penulis sewaktu di temui di rumahnya di Seremban pada tahun 1991. Syeikh Said Linggi meninggal dunia pada tahun 1926. Menurut Pakcik Muhammad, Bukit Qhauf itu duduknya di luar daripada alam Syahadah. Wallahua’lam.

“Walaupun persidangan itu dihadiri oleh Rasulullah SAW tetapi ia dipengerusikan oleh orang lain, tak tahulah siapa orang istimewa itu,” tambah Pakcik Muhammad. “Bila ditanya siapa orang yang mempengerusikan majlis itu, Syeikh Said tidak memberitahu.”

Syeikh Said jua memberitahu bahawa majlis yang dihadiri oleh beliau dan Habib Nuh ialah persidangan wali2 yang membincangkan antara lain tentang satu wabak yang akan turun, yakni wabak cacar. Dan para wali yang bersidang itu mohon bala itu supaya tidak turun. Alhamdulillah, makbul. Tetapi menurut Pakcik Muhammad, “tempiasnya” masih mengenai orang ramai sehingga ramai yang mati terutamanya orang2 kafir. ( Wabak cacar pada masa itu merupakan penyakit yang sangat bahaya dan belum ditemui ubatnya ).

“Saya tiga hari pengsan dan bahu saya masih berparut diserang wabak cacar itu. itupun Syeikh Said yang mengubatnya,” kata Pakcik Muhammad sambil menunjuk parut cacar di atas bahunya.
Cerita ini menggambarkan peranan tersembunyi As Sayid Habib Nuh sebagai “pencatur dunia” yang mana kenyataan ini sukar diterima oleh mereka yang hanya menggunakan akal menilai sesuatu kebenaran.

2. Menunduk Gabenor Yang Angkuh.

As Sayid Habib Nuh dikurniai Allah berbagai2 karamah sebagai tanda kemuliaan pada dirinya. Pelbagai cerita mengenai kewalian dan karamah beliau dibawa dari mulut ke mulut sehinggalah kepada Sayid Hassan Al Khattib, penjaga makam Habib Nuh r.h. Di antaranya adalah seperti berikut :

As Sayid Habib Nuh bersikap tidak menghormati orang2 yang angkuh dengan kekayaan atau jawatan duniawi. Begitulah, walaupun orang menghormatinya atau takut kepada Crawford, Gabenor Singapura ketika itu tetapi Habib Nuh tidak takut kepada wakil penjajah itu.
Dalam satu peristiwa, Gabenor Crawford marah dan menghina Habib Nuh kerana beliau tidak menghormatinya. Tiba2 sahaja kereta kuda yang dinaiki gabenor itu terlekat di bumi dan tidak dapat bergerak. Gabenor naik marah dan bertanyakan hal itu kepada pengiringnya. Tetapi pengiring itu bertanya kepada tuan gabenornya, “Tahukah tuan siapakah orang yang tuan marah dan hina itu?”
Gabenor menjawab, “Itu orang gila.”
“Sebenarnya dia bukan gila tetapi dia orang baik dan ada karamah. Lihat, bila tuan marah kepada dia, dia sumpah dan sekarang kereta tuan tidak dapat bergerak,” jelas pengiringnya.
Gabenor menjadi takut dan akhirnya meminta maaf dengan Habib Nuh. Setelah Habib Nuh menepuk2 kaki kuda itu, barulah kuda itu berjalan pantas seperti biasa. Sejak itu gabenor sedar betapa As Sayid Habib Nuh mempunyai kelebihan luar biasa.
Bagaimanapun, pada satu ketika gabenor terus bersikap bongkak dan sombong dan memerintahkan orang-orangnya menangkap Habib Nuh dan mengurung di dalam penjara dengan kaki dan tangannya dirantai. Tindakan keras ini diambil kerana As Sayid Habib Nuh tetap enggan menghormati wakil penjajah yang beragama Kristian itu. Anehnya, para pengawal penjara kemudian melihat Habib Nuh di luar penjara. tangan dan kakinya tidak dirantai. Walaupun ditangkap semula, dia tetap dapat keluar dan kelihatan seolah-olah tidak ada apa-apa yang berlaku padanya akhirnya beliau dibebaskan sepenuhnya.

3. Kapal Pelayaran, Terbakar Dan Karam.

Dalam satu peristiwa lain, ketika sebuah kapal hendak berlayar, muncul Habib Nuh di perlabuhan. Habib Nuh menahan barang-barang yang berharga daripada dibawa bersama dalam pelayaran itu. Orang-orang yang terlibat tidak senang dengan sikap beliau itu tetapi beliau tetap bertegas;
“Tidak boleh barang-barang yang berharga itu dibawa.”
Setelah lama berbalah, akhirnya orang ramai terpaksa akur dengan kemahuan Habib Nuh itu dan pemilik barang-barang tersebut tidak jadi mengirim barangnya dengan kapal itu.
Beberapa hari kemudian, penduduk Singapura mendapat berita bahawa kapal yang berlayar itu terbakar dan tenggelam di tengah lautan. Barulah tuan punya barang-barang tersebut sedar hikmah divsebalik larangan Habib Nuh itu. Beliau bersyukur yang tidak terhingga kepada Allah SWT.

4. Habib Nuh Meminta Untuk Melaksanakan Nazar dan Niat.

Dalam satu peristiwa lain, ada seorang saudagar ingin meneruskan pelayarannya ke Singapura. Dalam pelayaran, kapalnya telah dipukul ribut kencang. Dalam suasana cemas tersebut, saudagar itu berdoa kepada Allah agar diselamatkan kapalnya dari ribut tersebut dan dia bernazar jika sekiranya dia selamat sampai ke Singapura dia akan menghadiahkan kain kepada Habib Nuh. Setelah sepuluh tahun berlalu, dia pun pulang dari pelayaran itu. Habib Nuh pergi menemuinya dan menuntut kain seperti yang diniatkannya itu. Orang itu terperanjat kerana dia tidak pernah menyatakan niatnya itu kepada sesiapa dan dia sendiri sudah lupa dengan niatnya itu kerana terlalu lama, tetapi Habib Nuh datang mengingatkannya akan niat baiknya itu. [9]
Habib Nuh juga dikenali mempunyai kelebihan untuk tahu masa depan. Beliau seolah-olah tahu jika seseorang itu sakit, memerlukan beliau atau memaksudkan beliau. Pada satu masa, seorang India Muslim balik ke India mengikut jalan laut untuk melawat keluarganya. Dia telah berniat bahawa jika dia kembali ke Singapura dengan selamat, dia akan menghadiahkan kepada Habib Nuh satu hadiah. Bila dia pulang, dia terkejut bila melihat Habib Nuh sudah sedia menunggunya di tepi laut.
Habib Nuh kata kepadanya “Saya percaya bahawa awak sudah berjanji untuk memberikan sesuatu kepada saya.” Terkejut, India Muslim itu berkata, “Katakan kepada saya wahai tuan yang bijaksana, apakah yang tuan hajati dan saya akan dengan senang hati menghadiahkan kepada tuan.”
Habib Nuh menjawab, “Saya mahukan beberapa gulung kain kuning untuk disedekahkan kepada orang miskin, yang memerlukannya dan kanak-kanak.” Sambil memeluk Habib Nuh, India Muslim itu berkata, “Demi Allah, saya amat gembira untuk menghadiahkan kepada seorang lelaki yang dirahmati Allah kerana baik budinya terhadap umat manusia. Berilah pada saya tiga hari untuk menghadiahkannya kepada tuan.”
Dia telah menunaikan janjinya dalam masa yang dijanjikan.

5. Bertemu Di Kota Mekah.

Beliau dikurniakan oleh Allah swt kebolehan untuk ghaib, dan dilihat kembali di tempat-tempat yang jauh. Ada yang memberitakan bahawa beliau telah dilihat sedang solat di Masjid Besar Makkah tanpa secara fizikalnya pergi ke sana. Pada satu masa, beliau pernah berkata kepada bakal haji bahawa mereka akan berjumpa di Makkah. Bila jemaah itu sampai di sana, dia telah disambut oleh Habib Nuh sendiri. Menurut orang-orang yang hidup sezaman dengan Habib Nuh, mereka pernah bertemu atau berada dengannya di beberapa tempat dalam satu masa yang sama. Kejadian seperti ini tidak pelik bagi wali-wali Allah.

6. Tabib Yang Berkat Dan Hebat.

Habib Nuh juga terkenal sebagai tabib yang hebat, terutamanya ke atas kanak-kanak yang memang disukainya. Pernah beliau menyembuhkan seorang kanak-kanak yang cedera di kakinya dengan hanya meletakkan tangan-tangan beliau di atas luka itu dan membaca doa. Dalam masa yang singkat, kanak-kanak itu sudah boleh berlari semula seolah-olah tiada apa-apa yang berlaku ke atasnya. Bapa kepada kanak-kanak itu amat gembira, dia telah memberikan wang kepada Habib Nuh, tapi Habib Nuh memberikan wang itu kepada yang memerlukan.
Habib Nuh sanggup mengharungi ribut untuk pergi mengubati kanak-kanak yang sakit. Beliau pernah berjalan ke Paya Lebar dari rumah beliau di Telok Blangah ketika hujan lebat untuk mengubati seorang kanak-kanak. Bila beliau sampai di rumah kanak-kanak itu, ibubapa kanak-kanak itu terkejut melihat pakaian Habib Nuh langsung tidak basah.

7. Air Bertukar Menjadi Susu.

Dalam satu insiden lain, Habib Nuh telah dikejutkan oleh tangisan berterusan anak jirannya. Bila beliau pergi ke sana, beliau dapati bahawa keluarga itu amat miskin dan tidak mampu membeli makanan untuk anak yang kelaparan itu. Beliau mengalirkan airmata bila mendengar cerita itu, lantas mengambil satu tempurung kelapa,menuangkan air ke dalamnya dan membaca doa. Dengan kehendak Allah, air itu bertukar menjadi susu untuk diminum oleh kanak-kanak tersebut.

SEJARAH RINGKAS NUSANTARA (1)



Sebelum kedatangan Islam di Nusantara, penduduk di Asia Tenggara adalah terdiri daripada penganut fahaman Buddha Syinrawath ( Buddha Puja Dewa ). Pada ketika itu penganut-penganutnya sudah pun sedia mengamalkan perkara-perkara luar biasa yang menyalahi kebiasaan iaitu " Mencarik adat " yang lahir hasil daripada pemujaan ‘ dewa-dewi’, jampi serapah atau yang seumpamanya.

Keadaan ini berlaku adalah hasil daripada pertolongan jembalang-jembalang yang terdiri daripada Jin samada dengan menjelma ke dalam diri pemujanya ( Tanasukh Aruah ) yakni kaedah menurun, Istidraj, Sihir atau silap mata. Semua amalan ini amat kuat pengaruhnya dalam kehidupan seharian mereka pada waktu itu. Mereka mengabdikan diri hanya kepada Dewa-Dewi semata-mata. Dalam konteks ini pegangan fahaman beragama adalah bersumberkan daripada Rahib-rahib yang dikatakan mendapat ilham dari tuhan dewa-dewi samada Dewa Rama, Dewa Sita, Dewa Siva dan yang seumpamanya.

Ketika Islam tersebar luas di Semenanjung Arab hingga ke Eropah dan juga ke Asia, maka banyaklah mubaligh-mubaligh Islam dari kalangan orang-orang Arab dan bukan Arab yang datang membawa agama Islam ke sebelah Asia Tenggara sebagai pedagang. Dari situ Islam mula bertapak dengan kuatnya di negeri-negeri bawah angin ini.

Gejala isma-isma yang tidak sihat pada waktu itu beransur-ansur hilang kegemilangannya bahkan di sesetengah tempat, umpamanya Acheh isma-isma tersebut telah di benteras sehingga ke akar umbinya. Inilah hasil daripada tarbiah dan didikan mubaligh-mubaligh dan para Daei Islam yang benar-benar alim lagi sufi. Kehadiran mubaligh-mubaligh tersebut seumpama membawa sirna kegemilangan dan kecemerlangan kepada penduduk tempatan sehingga pada satu ketika Acheh mendapat jolokan sebagai Serambi Mekah.

Setelah sekian lama gejala pemujaan jampi serapah hilang, akhirnya ia timbul semula setelah Portugis, Belanda, Spanyol, Perancis, Amerika dan Inggeris berusaha menakluki Asia Tenggara dengan memperkenalkan agama Kristian di samping perdagangan yang menyebabkan orang Islam bangun menentang mereka. Pada suatu ketika Belanda telah membunuh lebih daripada 6,000 Ulama Islam di Tanah Jawa. Pada ketika itu ulama merupakan tokoh pemimpin yang utama dalam semua aktiviti harian bermula dari aspek agama, sosial dan kemasyarakatan, ketenteraan hinggalah kepada perubatan dan sebagainya.

Mereka inilah yang banyak memainkan peranan penting dalam menggerakkan penentangan terhadap penjajahan barat, kerana merekalah yang terlebih dahulu mengenali erti hidup beragama serta beramal dengannya, lebih dahulu merasai bahang campur tangan asing, lebih dahulu menghidu bau najis Mughalazah penjajahan dalam kebudayaan, tipu daya pemerintahan dan tipu daya dalam ketenteraan dan sebagainya ke atas negerinya dan anak-anak bangsanya.

Akibat daripada peristiwa itu, maka saki baki pahlawan Islam yang hilang pedoman telah cuba meneruskan perjuangan menentang Belanda dan Inggeris dengan kekuatan dan keilmuan apa saja yang ada pada mereka asalkan mereka mampu. Dalam keadaan terdesak itu mereka berusaha memperolehi daya kekuatan yang yang luar biasa melalui amalan-amalan cara hulubalang, wirid-wirid, jampi serapah dan yang seumpama dengannya, melalui kaedah biasa dan setengah daripada mereka melalui Uzlah ( bertapa dan riadah ), maka datanglah pula jembalang-jembalang daripada Jin samada Jin Islam atau Jin Kafir yang berhubung dengan mereka, dengan cara Tanasukh Aruah ( penjelmaan ke dalam diri ) yakni kaedah menurun, istidraj, sihir atau silap mata yang menolong mereka menghasilkan hajat mereka, yang pada sangkaan mereka adalah malaikat-malaikat atau wali-wali atau Nabi Khidir a.s. yang telah datang berhubung dengan mereka.

Sementara itu di Tanah Jawa timbul pula fahaman Wahdatu Ujud yang tidak dapat membezakan di antara Wahdatul Ujud Marhumah ( dalam bab Sufi ) dengan Wahdatul Ujud Mazmumah ( dalam I’tiqad di panggil Hulluliah, Mulhid, Zindik ) sehingga tertegaklah kerajaan yang seumpama itu, iaitu kerajaan Mataram. Fahaman ini adalah hasil daripada pengaruh Syiah. Bermula dari sinilah wujud semula berbagai-bagai rupa bentuk amalan kerohanian, wirid-wirid dan jampi serapah yang menyeleweng dari aqidah syari’at Ubudiah Islamiah yang sebenar ke hadrat Allah seperti yang dibentangkan oleh ulama-ulama terdahulu yang mahir dan ahli pada babnya di dalam kitab-kitab karangan mereka.

Terdapat juga dari golongan ini yang memesongkan amalan-amalan mereka bagi kepentingan diri, dengan tujuan :

1. Langkah mempertahankan diri bagi mendapatkan kemegahan dunia ( hanya kepada bangsa semata-mata )
2. Amalan-amalan kebatinan dalam menuntut kemegahan.
3. Perubatan ( bomoh, tok pawang, tok bidan dan sebagainya )
4. Berlagak jadi tok sufi ( wali ) yang sentiasa mendapat jazbah ketuhanan.

Dari sini merebaklah amalan -amalan karut yang mendapat kekuatan luar biasa daripada bantuan Jin-Jin. Maka ramailah pahlawan-pahlawan Melayu serta tidak ketinggalan juga di Indonesia yang mempunyai pelbagai suku kaum mengambil amalan-amalan ini dengan tujuan untuk mempertahankan diri sendiri dan untuk menewaskan musuh di samping untuk kepentingan masyarakat sekitarnya.

Akhirnya mereka telah lupa kepada ajaran-ajaran agama yang telah disampaikan kepada mereka, lalu mereka lebih mementingkan kekuatan material dan kebendaan semata-mata daripada kepentingan akhirat. Lebih jahat lagi, mereka menjadikan adat resam keturunan ke dalam syariat agama Islam sebagai satu amalan yang dimestikan, walaupun terang-terang amalan itu menyalahi ajaran Islam, samada dari segi Fiqh, Akidah, dan Akhlak.

26 Maret 2013

Mau Sholat ? Kenapa Malu ?


Sering kali kita melihat orang-orang meninggalkan sholat seenaknya saja karena alasan-alasan yang sepele, seperti malas atau malu dilihat orang lain. Gambar-gambar di bawah menunjukkan betapa sholat bisa dilakukan di mana saja, tanpa harus merasa malu. Kenapa pula harus malu pada manusia, sedangkan kita perlu berhadapan dengan Allah SWT yang menciptakan kita dan manusia-manusia lainnya? Dengan melihat gambar-gambar di bawah ini, kita dapat merasakan betapa kerdilnya kita di hadapan Allah yang Maha Pencipta. Betapa kita adalah budak-budak Allah yang tidak patut merasa sombong karena keberhasilan dunia yang hanya sementara saja.

Kekuasaan

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ



“Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan

Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.

Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan

Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki.

Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Ali Imron: 26).

Yang dimaksud ayat “di tangan Allah-lah segala kebaikan” adalah segala kebaikan tersebut atas kuasa Allah.

Tiada seorang pun yang dapat mendatangkannya kecuali atas kuasa-Nya.

Karena Allah-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.



Memahami KaruniaNyA


Al-kisah dari Ulama Salaf , ia memeliki sebuah toko ditengah pasar
pada suatu hari pasar tersebut terbakar habis , yang tertinggal tidak
terbakar hanya milik ulama tersebut .

kemudian sahabatnya mengabarkan kejadian tersebut ''
''wahai Abu Abdillah sesungguhnya pasar telah kebakaran , hanya toko
milikmu yang tidak terbakar ''

''Alhamdulillah ( segala puji bagi ) toko milikku tidak terbakar ''
kemudian setelah mengucapkan kalimat syukur tersebut diam termenung
berkatalah dalam hatinya '' Bagaimana aku merasa bahagia sementara
yang lain mendapatkan kesusahan ''

kemudian Ulama tersebut berkata kepada sahabatnya
'' Wahai saudaraku aku jual toko tersebut , dan duitnya sumbangkan
kepada mereka yang tertimpa kesusahan akibat kebakaran ''

sahabatnya pun bertanya '' mengapa engkau lakukan itu ?

Ulama salaf '' Bagaimana aku mengucapakan syukur ( Alhamdulillah)
sebagai tanda bahagia sementara disekilingku orang-orang mendapatkan kekusahan ''

Ia ( Ulama salaf ) mengisyaratkan kepada sabda Rasululalloh shalallohu 'alaihi wasalam

''Dari Anas Radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda, "Tidak sempurna iman salah seorang di antaramu sehingga ia mencintai
saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri."
(HR Bukhori )

kemudian toko tersebut dijual dan harga dari penjualanya dibagikan kapada orang
orang yang kena musibah kebakaran

(sumber Ihya Ulumiddin )
-------------------------------------

Ketika DIA menguji CintA


˚♡°˚♡°
Ketika Allah menitipkan cinta pada kita.
Kita tidak bisa memilih pada siapa kita mencinta.
Pun tak kuasa menolak cinta yang datang,karena cinta adalah titipan.

˚♡°˚♡°
Dan ketika saatnya tiba...
Allah akan menguji titipan-Nya.
Menguji cinta yang Dia titipkan kepada kita.
Menguji timbangan cinta kita pada-Nya dan pada kekasih yang fana ini.

˚♡°˚♡°
Ketika saatnya tiba,,,
Allah akan menguji seberapa kuat ikatan cinta itu

Dan mungkin akan Dia datangkan cinta-cinta yang lain.

Sekedar memastikan apakah Cinta yang Dia titipkan
Tak berkurang kekuatannya.

˚♡°˚♡°
Dan akankah manusia ikhlas saat titipan itu diambil-Nya kembali Saat waktunya tiba.

Wallahu'alam...


Nikahlah dan berketurunanlah


Anak yang merupakah buah dari sebuah hubungan ....
yang di ikat oleh tali pernikahan .

menjadi kebanggaan bagi para orang tuanya , merupakan
buah hati belahan jiwa .

penyedap pandangan mata dan menjadi harapan penerus
cerita bagi para orang tuanya

Dan anak juga , menjadi harapan dan kebanggaan Rasululloh
sholallohu 'alaihi wasalam di Yaumil Akhiroh
untuk menjadi kebanggaan diantara para Nabi 'alaihi wasalam
para Nabi pun akan berbangga-banggaan dengan banyak umat ( pengikut )


Bulughul Maram

-Ibnu Hajar Al-Ashqolani-

Kitab Nikah

Anas Ibnu Malik Radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam memerintahkan kami berkeluarga dan sangat melarang kami membujang.

Beliau bersabda: "Nikahilah perempuan yang subur dan penyayang,
sebab dengan jumlahmu yang banyak aku akan berbangga di hadapan para Nabi
pada hari kiamat."

Riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.


Isyarat Ranting


ranting kering mudah patah
karna tlah jauh dari kehidupan

begitu juga dengan hati
bila tidak tersentuh oleh ruh kehidupan
maka mudah patah ,

sebagaimana keringnya ranting
mudah marah keluh kesah ,
gampang putus asa,

senang mengumbar kekusahan
dihadapan para mahluk ,

yang sama lemah seperti dirinya
karena ruh kehidupan ,

tidak mengalir dan menyentuh hati ..

yaitu dzikrulloh (mengingat Alloh)

hati seperti kehilangan pegangan dan sandaran

rasa menjadi gamang ( galau )
mudah marah , keluh kesah , putus asa
karena hatinya tidak ada yang mengingatkan

yaitu ''sirr'' rasa (nurarani ) rahasia hati
paling halus .

dialah yang sirri dari Asror-Asror (rahasia)nya Alloh
subhanahu wata'ala yang slalu memicu kepada kebaikan


Jangan menuhankan CintA , tapi cintailah TUHANmu

♥ Jatuh Cinta vs Bangkit Cinta ♥

Falling in Love atau Jatuh Cinta adalah sebuah proses "jatuh"nya perasaan cinta kita kepada seorang makhluk dengan sangat dalam, bahkan seringkali cinta tersebut lebih dalam dari pada cintanya kepada Yang Maha Cinta.

Sebagian manusia menyangka bahwa jatuh cinta adalah anugerah. Padahal jika cintanya tetapberada di dalam "keterjatuhan" itu bukanlah sebuah anugerah melainkan sebuah azab.

Itu sebabnya, ketika anda jatuh cinta segeralah bangkit. Bangkitkan cinta yang lebih murni dan jangan terjebak pada cinta palsu yang menjatuhkan Anda.

Cinta adalah seperti "usaha". Ketika usaha Anda sedang "jatuh" maka segeralah bangkit. Bangkitkan usaha anda, dan bersinergilah dengan banyak ciptaan-Nya. Bila anda membiarkan diri Anda jatuh maka berarti anda sedang menuhankan "usaha" Anda. Membangkitkan usaha sebagaimana membangkitkan cinta, yakni membangkitkan diri Anda dari keterpurukan.

Ketahuilah rasa senang yang hadir ketika anda sedang jatuh cinta adalah fatomargana. Sebab orang yang jatuh cinta kepada manusia jantungnya berdebar lebih cepat, sebagai pertanda bahwa tiada ketenangan di dalam dirinya.

Jangan menuhankan cintamu, tapi cintailah Tuhanmu.

wallahu a'lam

Note dari Istana CINTA



Bismillahirrahmanirrahiim..

Hidup banyak di liputi misteri,,tak smua misteri dapat terpecahkan oleh manusia,,,manusia tak mempunyai kekuasaan penuh atas kehidupan ,,manusia hanyalah hamba Allah dengan segala kekurangan dan keterbatasan,,tak ada yang dapat meramalkan apa yang akan terjadi di kemudian hari dari kehidupan ini..

Cinta merupakan salah satu misteri dalam kehidupan,,tak dapat di ramalkan kapan dia tumbuh dan hadir dalam setiap hati manusia ,, Cinta terhadap lawan jenis merupakan anugrah yang Allah berikan pada insan manusia di dunia...,,,

Manakala cinta tumbuh dan memenuhi ruang hati akan terasa hidup ini indah dan bermakna...,,

Tapi apakah cinta itu berbatas..........??????

Bahwa cinta yg terlahir dari ketulusan hati tak ad batas akhirnya ,,Cinta yang mengandung keikhlasan kan terasa bagaikan rembulan yg selalu tersenyum di malam hari dan senantiasa menerangi kegelapan,, karena cinta yang tulus adalah ikhlas dalam memberi dan menerima ,,,jujur dalam berkara,,setia dan penuh kasih sayang dalam perbuatan,,dan selalu berusaha memberikan yang terbaik tuk orang yang kita cinta...,,jadi cinta merupakan sikap tulus yang tercermian dari kejujuran,,kesetiaan,,kasihsayang,,penerimaan,,serta keihklasan dalam mencintai ketidaksemputnaan dari orang yang kita cintai......,,

Cinta yang tulus tidak akan pernah berubah dan usang di makan masa ,,andaikan rambut tlah memutih,,kulit berkerut,,kecantikan/ketampanan memudar tetapi cinta akan tetap tumbuh dan terjaga dengan baik di hati......,,,

Tidakah semua orang mendambakan cinta yang tulus dalam kehidupan .......?????

Marilah kita bangun istana cinta dalam kehidupan kita dengan menjaga hati untuk pasangan hidup kita kelak dengan sikap" yang indah..,,agar hidup kan selalu bersinar bagai rembulan di kegelapan,,,dan hidup kita bermakna bagaikan pelangi yang dapat memberiakn keindahan di setiap warnanya.....,,,

Cinta bukan suatu keegoisan ,,tetapi pengertian.......!!!
Cinta bukan suatu paksaan ,,tetapi ketulusan dan penerimaan....!!!
Cinta bukan suatu penderitaan tetapi kebahagiaan.......!!

Salam Cinta dan Kasih Selalu Dalam Balutan Indahnya Ukhuwah...

Keutamaan Wanita Sholihah

Seorang wanita shalihah lebih baik dari 70 orang waliyullah.

* Seorang wanita jahat lebih buruk daripada 1000 lelaki yang jahat.

* Dua rakaat shalat dari wanita hamil lebih baik daripada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.

* Wanita yang member susu kepada anaknya dari buah dadanya akan mendapat satu pahala dari tiap-tiap tetes susu yang diberikannya.

* Apabila seorang suami pulang kerumah dalam keadaan letih dan istrinya melayani dengan baik maka mendapat pahala jihad.

* Seorang istri yang menghabiskan malamnya dengan tidur yang tak pulas karena menjaga anaknya yang sakit mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba sahaya.

* Istri yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami melihat istrinya dengan kasih sayang, maka Allah pandang mereka dengan penuh rahmat.

* Wanita yang tidak cukup tidur di malam hari karena menjaga anaknya yang sakit akan diampunkan oleh Allah seluruh dosanya dan bila ia hibur anaknya maka Allah akan memberikan pahala 12 tahun pahala ibadah.

* Wanita yang mendorong suaminya keluar di Jalan Allah dan menjaga adab rumah tangga, akan masuk surga 500 tahun lebih dahulu dari suaminya dan menjadi ratu dari 70.000 malaikat dan bidadari dan akan dimandikan di dalam surga dan menunggang kuda yang dibuat daripada yaqut.

* Wanita yang memerah susu binatang dengan menbaca Bismillah maka akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

* Wanita yang menumbuk tepung dengan membaca Bismillah maka Allah akan memberkati rizkinya.

* Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir dapat pahala seperti menyapu lantai Baitullah.

* Wanita yang menjaga shalat, puasa dan taat pada suami, Allah SWT mengizinkannya memasuki surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.

* Kalau istri melayani suami tanpa khianat baginya pahala 12 tahun shalat.

* Pahala bagi wanita hamil yaitu seperti berpuasa di siang hari dan beribadah di malam hari.

* Wanita yang bersalin dapat pahala 70 tahun shalat dan puasa dari setiap kesakitan pada satu uratnya maka Allah beri pahala haji.

* Sekiranya wanita itu meninggal dalam masa 40 hari selepas bersalin, ia tergolong sebagai mati syahid.

* Kalau wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo yakni 2 tahun, maka malaikat-malaikat di langit akan mengabarkan beria bahwa surga wajib baginya.

* Wanita yang memijit suaminya tanpa disuruh baginya pahala 7 tola emas, manakala wanita memijit suaminya disuruh akan dapat pahala 7 tola perak.

* Wanita yang meninggal dunia dengan keridhoan suaminya akan masuk surga.

* Jika suami mengajar istrinya 1 masalah agama, baginya mendapatkan pahala 80 tahun ibadah.

* Semua orang akan melihat dan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat nanti, namun Allah akan mendatangi sendiri kepada wanita yang memberati/menjaga auratnya secara sempurna di dunia ini dengan istiqamah.

* Wanita yang mencuci baju suaminya akan menghapus 2.000 dosa bersama tetesan air yang jatuh.

* Wanita yang mencuci baju suaminya yang digunakan keluar di jalan Allah, maka debu yang menempel di baju dan tersentuh oleh kulitnya maka kulitnya tidak akan disentuh api neraka sekalipun asapnya.

* Wanita yang membuat makanan terbuat dari tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah menetapkan pada setiap biji tepung itu kebajikan, menghapus kejelekan, dan meninggikan derajatnya.

Wanita yang berkhidmat melayani suaminya sehari semalam dengan suka cita dan penuh keikhlashan serta niat yang benar, Allah akan mengampuni dosanya dan memakaikannya pada hari kiamat dengan pakaian hijau gemerlap dan Allah menetapkan setiap rambut ditubuhnya 1.000 kebaikan dan Allah memberinya pahala 100 ibadah haji dan umrah.

* Wanita yang membentangkan tempat tidur untuk suaminya dengan senang hati, maka malaikat pemanggil dari langit akan menyerunya untuk menghadapi amalnya dan Allah mengampuni dosanya yang sudah lalu dan yang akan datang.

* Wanita yang meminyaki rambut serta janggut suaminya dan mencukur kumisnya serta memotong kukunya maka di akhirat Allah SWT akan memberikan kepadanya arak yang masih tertutup, murni dan belum terbuka dari sungai-sungai dalam surga. Allah akan mempermudah sakratulmautnya, kuburnya akan ditemui sebagai taman-taman surga dan Allah menetapkan baginya bebas dari neraka dan dapat melewati titian shirat dengan selamat.

* Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatat 1.000 kebaikan dan mengampuni kesalahannyabahkan segala sesuatu yang disinari oleh matahari memintakan ampun baginya, serta Allah mengangkat 1.000 derajat baginya.

* Jihad seorang wanita adalah mengurus suaminya dengan baik

Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam dan shalat, lalu membangunkan suaminya dan ikut shalat, bila suaminya enggan maka ia percikkan air di mukanya.

Seorang wanita yang meminyaki rambut kepala anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencucikan pakaiannya maka Allah SWT menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan 1000 orang yang kelaparan dan memberi pakaian kepada 1000 orang yang telanjang.

Wanita yang sedang hamil dan menyusui sampai habis masa persusuannya seperti pejuang di garis depan fi sabilillah. Dan jika ia meninggal di antara waktu tersebut maka sesungguhnya baginya pahala mati syahid.

Jika wanita mengandung anak di perutnya, maka para malaikat akan memohonkan ampunan baginya, dan Allah SWT menetapkan baginya setiap hari 1.000 kebaikan, menghapuskan 1.000 kejelekan.

Ketika wanita itu merasa sakit saat melahirkan, maka Allah menetapkan baginya pahala para pejuang di jalan Allah.

Jika ia melahirkan bayinya, maka keluarlah dosa-dosanya seperti ketika ia dilahirkan oleh ibunya dan tidak akan keluar dari dunia dengan membawa dosapun, di kuburnya akan di tempatkan di taman-taman syurga.

Allah memberinya pahala 1.000 ibadah haji dan umroh dan 1.000 malaikat memohon ampunan baginya hingga hari kiamat.

Jika wanita hamil dari suaminya, sedangkan suami ridho padanya, maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang berpuasa yang berjuang di jalan Allah.

Wanita yang merasa kesakitan ketika melahirkan akan mendapatkan pahala yang tidak terhitung banyaknya.

Wanita yang menyusui anaknya, maka setiap tetesan susunya akan diberi pahala satu kebaikan. Dan jika tidak dapat tidur semalam suntuk karena anaknya, maka baginya pahala seperti memerdekakan 70 hamba sahaya di jalan Allah dengan penuh keikhlashan.

Wanita yang memberi minum anaknya di waktu kecil, kelak di hari kiamat Allah SWT akan memberinya 70 teguk air dari telaga kautsar.

Wanita yang kematian tiga orang anaknya di waktu kecil maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.

Wanita yang paling baik di kalangan wanita akan memasuki syurga sebelum orang yang paling baik di kalangan laki-laki.

Mereka akan mandi dan memakai minyak wangi dan menyambut suaminya di atas keledai-keledai merah dan kuning. Bersama mereka anak-anak kecil.

Senandung Lirih

lorong waktu seakan buram
bila yang tertabur
prasangka-prasangka kelam
dari lirihnya
nyanyian hati
yang tertanam
dalam pengapnya dada

hempaskan saja
pada angan yang tlah berlalu
agar beban rasa itu
tak lagi memikul
menanggung
keresahan jiwa



CInTa

♥ CINTA kerana RUPA, cinta yang PURA-PURA..
bila MENINGKAT USIA, cinta LAYU bersama..

♥ Cinta kerana UANG, sangat mudah TERBANG..
ada UANG hati pun SAYANG,tiada wang cinta MELAYANG DI TENDANG..

♥ Cinta kerana PANGKAT, cinta yang TIDAK LEKAT..
Bagaimana bisa mendapat BERKAT jika hanya memandang DERAJAT..

♥ Cinta kerana ILLAHI, itulah cinta
HAKIKI..rasa cinta yang TIADA MATI..
bersemi lagi di SYURGA FIRDAUSY..

Dunia, hanya mampir....

dunia tempat persinggahan ..
apa benar demikian ..............?

''kalo jawabanya '' YA ..'' karena kita akan mati ''

kamatian adalah hal yang pasti , itu hal yang tidak ragukan .
kalo untuk menyaksikan '' dunia tempat persinggahan '' menunggu kematian
adalah perkara yg lama ..

apakah saat masih kita tinggal di dunia '' sudahkah kita menyaksikan
bahwa '' dunia tempat persinggahan '' ..?
bisa ditemui dengan jalan ''tadabur '' ( melihat kebelakang yg pernah dilalui )
di iringi dengan ''tafakur ( dengan jalan memikirkan )
maka demikian akan jelas '' dunia tempat persinggahan " dan mebuahkan
sebuah keyakinan '' yg tidak diragukan lagi ''
maka hikmahnya (kebaikanya)
tidak banyak keluh kesah
kesabaran yang mapan
mahluk bukan tempat pengaduan ..

coba kita lihat dari permulaan

1 kita pernah singgah dialam butil umahat ( alam perut )
kemudian kita tinggalkan '' untuk singgah dimasa bayi sampai kanak-kanak

2 kemudian kita singgah '' dimasa kanak-kanak sampai masa remaja
kemudian kita tinggalkan '' masa remaja untuk memasuki masa dewasa

3 dan kita pun singgah dimasa dewasa sampai masa tua

4 dan sesudah itu kita pun akan singgah '' dialam kubur ( alam barzah )

'' jadi benar-benar bisa disaksikan '' dunia tempat persinggahan , walaupun kita
belum meninggalkan dunia

'' met musabahah diri sobat ...

Kebaikan adalah untukmu

♥ Jangan pedulikan jika ada orang yang menyakitimu...
tapi pedulilah ketika orang tersebut sakit...

♥ jangan pedulikan jika ada orang yang melukaimu...
tapi pedulilah ketika orang itu terluka..

♥ jangan membalas apimu dengan api
tapi balaslah api itu dengan air

♥ dan jangan mengharap akan dibalas lagi dengan Air
tapi berharaplah kepada Yang Mencipatakan Api dan Air

♥ karena itu berbuat baiklah kepada orang yang baik maupun yang tidak baik agar kita di lebihbaikkan Oleh Yang Maha Baik..

Karena setiap kebaikan yang kamu lakukan akan kembali lagi kepada diri mu sendiri....

Fatamorgana

syair apa yang kau kehendaki ..?
kehidupan tlah memberikan alur cerita

dari serpihan hati yang tergores
oleh cumbuan kata mesra
hingga terlena
dicampakan dalam sesaat

atau gigihnya para pemburu tahta
dengan ambisinya
hingga melupakan amanah

mungkin para penyamun kebaikan
bertopeng para penasehat
setelah diraih kemegahan
ia pun terlena
dalam bujuk
gemerlap dunia

semua tlah terkapar
dalam buaian patamorgana

DIA mengetahui NIAT HambaNYA


Bila Tuhan saja tidak menghakimi isi hatimu...

Mengapa engkau menghakimi isi hatinya...

Yang tahu isi hatinya hanyalah dia dan Tuhan...

Sedangkan engkau, hanyalah mengira-ngira saja.. Berprasangka...

Maka jangan kau hakimi dia dengan prasangkamu....


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ ِلأُمَّتِي مَا حَدَثَتْ بِهِ أَنْفُسُهَا مَا لَمْ يَتَكَلَّمُوْا أَوْ يَعْمَلُوْا بِهِ


Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
“Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Sesungguhnya Allah melewati (tidak memperhitungkan) kata hati pada umatku, selama mereka tidak mengatakannya atau melakukannya”

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِذَا هَمَّ عَبْدِي بِسَيِّئَةٍ فَلاَ تَكْتُبُوْهَا عَلَيْهِ فَإِنْ عَمَلَهَا فَاكْتُبُوْهَا سَيِّئَةً. وَإِذَا هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا فَاكْتُبُوْهَا حَسَنَةً. فَإِنْ عَمَلَهَا فَاكْتُبُوْهَا عَشْرًا


Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

“Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda:

Allah Taala berfirman (kepada malaikat pencatat amal):

Bila hamba-Ku berniat melakukan perbuatan JELEK ,maka janganlah kalian catat sebagai amalnya.

Jika ia telah mengerjakannya, maka catatlah sebagai satu keburukan.

Dan bila hamba-Ku berniat melakukan perbuatan BAIK lalu tidak jadi melaksanakannya, maka catatlah sebagai satu kebaikan. Jika ia mengamalkannya, maka catatlah kebaikan itu sepuluh kali lipat.”

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم؛ قَالَ: قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِذَا هَمَّ عَبْدِي بِحَسَنَةٍ وَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبْتُهَا لَهُ حَسَنَةً . فَإِنْ عَمَلَهَا كَتَبْتُهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضَعْفٍ . وَإِذَا هَمَّ بِسَيِّئَةٍ وَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ أَكْتُبْهَا عَلَيْهِ. فَإِنْ عَمَلَهَا كَتَبْتُهَا سَيِّئَةً وَاحِدَةً


Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:

“Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Allah Taala berfirman:

“ Apabila hambaku berniat hendak mengerjakan suatu kebaikan tetapi tidak sampai dikerjakannya, Aku tuliskan untuknya satu kebaikan.

Jika dikerjakannya kebaikan itu maka aku tuliskan untuknya sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat.

Kalau dia berniat hendak mengerjakan kejahatan dan tidak sampai dikerjakannya,

Aku tidak menuliskan apa-apa untuknya. Tetapi kalau sampai dikerjakannya maka Aku tuliskan untuknya hanya satu kejahatan.”

Ka'bah Pusat Bumi



وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآَخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَهُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

“Dan ini (al-Qur’an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) di sekelilingnya.” (QS. Al-An’am: 92)

Dalam ayat lain, yakni pada Surat asy-Syura ayat 7, Allah juga menyebut Makkah dengan Ummul Qura, dan negeri-negeri lain dengan “negeri-negeri di sekelilingnya”.

Mengapa Allah menyebut Makkah sebagai Ummul Qura (induk kota-kota)? Mengapa Allah menyebut daerah selain Makkah dengan kalimat “negeri-negeri di sekelilingnya”?

Dipastikan melalui berbagai penemuan mutakhir di abad ini bahwa hal itu terkait dengan pusat bumi dan hal-hal yang mengelilinginya. Kata “Ummul Qura’” berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, sementara yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.

Sebagaimana seorang ibu yang menjadi sumber keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain. Selain itu, kata “ibu” memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain. Karena Makkah juga disebut Bakkah, tempat di mana umat Islam melaksanakan haji itu, terbukti sebagai tempat yang pertama diciptakan.

Telah menjadi kenyataan ilmiah bahwa bola bumi ini pada mulanya tenggelam di dalam air (samudera yang sangat luas). Kemudian gunung api di dasar samudera meletus dengan keras dan mengirimkan lava dan magma dalam jumlah besar dan membentuk “bukit”. Bukit inilah yang kemudian menjadi tempat Allah memerintahkan untuk menjadikannya lantai dari Ka’bah (kiblat). Batu basal Makkah dibuktikan oleh suatu studi ilmiah sebagai batu paling purba di bumi.

Jika demikian, ini berarti bahwa Allah terus-menerus memperluas dataran ini. Adakah hadits nabi yang menunjukkan fakta mengejutkan ini? Jawabannya adalah “ya!” Nabi bersabda, “Ka’bah itu seperti tanah di atas air, dari tempat itu bumi ini diperluas.”

Menjadi tempat yang pertama diciptakan menambah sisi spiritual tempat tersebut. Allah telah memuliakan Makkah saat Dia menjadikannya sebagai pusat ibadah umat Islam, terutama ibadah haji. Allah juga berkehendak menjadikan rumah yang digunakan untuk menyembah-Nya terletak di Makkah, sebagai kota tujuan umat muslim dalam haji dan umrah.

Ketika seseorang beribadah Haji, salah satu cita-citanya adalah berdoa di Multazam. Ini adalah tempat yang paling Mustajab untuk berdoa kepada Allah. Mulatzam adalah suatu tempat di dekat Ka’bah, antara Hajar Aswad dan Pintu Ka’bah. Konon berdoa di sini gampang dikabulkan oleh Allah. Dan bisa dipastikan semua orang yang bertawaf menyempatkan diri berdoa di Multazam ini. Adakah rahasia yang bisa dijelaskan? Kenapa berdoa di tempat ini begitu Mustajab? Bapak AGUS MUSTOFA, di dalam bukunya yaitu Serial Diskusi Tasawwuf Moderen yang berjudul PUSARAN ENERGI KA’BAH berpendapat bahwa ada 3 faktor yang menyebabkan Multazam menjadi tempat yang Mustajab.


Yang Pertama adalah FAKTOR NABI IBRAHIM.

Ka’bah dibangun oleh Nab IBrahim dan Putranya yang bernama Nabi Ismail. Nabi Ibrahim adalah manusia yang berhati lembut, sehingga karyanya menjadi suatu karya yang Besar dan mempunya Energi yang sangat Besar pula. Lalu apa hubungannya? Secara Logika diibaratkan dengan batang besi yang digosok-gosokkan oleh magnet. Jika batang besi tersebut digosok-gosok magnet, maka batang besi biasa itu akan berubah menjadi magnet juga. Meskipun kemagnetan bisa hilang, namun kalau digosok berulang-ulang selama kurun waktu yang panjang maka besi biasa itu bisa menjadi magnet permanen. Seperti itulah Nabi Ibrahim dengan Ka’bah, sehingga ka’bah menyimpan energi Nabi Ibrahim yang positif.


Ke dua FAKTOR HAJAR ASWAD.

Hajar Aswad artinya Batu Hitam. Ia ditempatkan di sebuah lubang di salah satu bangunan Ka’bah. Konon, batu hitam itu turun dari langit. Diduga, ini adalah batu meteor yang memiliki kadar logam yang sangat tinggi. Pada jaman dahulu, pembuat keris sering menggunakan batu meteor sebagai bahan membuat senjata, karena logamnya diketahui memiliki kualitas yang sangat tinggi. Hajar Aswad berfungsi sebagai “pintu” masuk dan keluarnya energi ka’bah, karena ia memiliki daya hantar elektromaknetik yang sangat tinggi. Orang yang paling dekat dengan Hajar Aswad itulah yang mengalami pengaruh paling besar dan doanya paling cepat dikabulkan. Disitulah letak Multazam.


Ke tiga JUTAAN MANUSIA YANG BERTAWAF.

Sesungguhnya setiap perbuatan manusia selalu menghasilkan gelombang elektromagnetik. Energi itu selalu memancar ketika kita melakukan hal apapun, termasuk ketika kita berdoa. Hal itu karena di dalam tubuh kita terdapat bio electron yang selalu berputar pada orbitnya di setiap atom-atom penyusun tubuh kita. Di sisi lain, ternyata jutaan orang yang berthawaf menyimpan energi yang sangat besar. Digambarkan dalam ilmu fisika yang disebut dengan “kaidah tangan kanan”.

Kaidah Tangan Kanan mengatakan:
“Jika ada sebatang konduktor (logam) dikelilingi oleh listrik yang bergerak berlawanan dengan jarum jam, maka di konduktor itu akan muncul medan gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas.” Hal ini, dalam Kaidah Tangan Kanan, digambarkan dengan sebuah tangan yang menggenggam empat jari, dengan ibu jari yang tegak ke atas. Empat jari yang menggenggam itu diibaratkan sebagai arah putaran arus listrik, sedangkan ibu jari itu digambarkan sebagai arah medan elektromagnetik.

Orang-orang yang bertawaf mengelilingi ka’bah berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Atau dalam kaidah tangan kanan itu mengikuti putaran empat jari yang menggenggam. Satu manusia saja yang bertawaf bisa menghasilkan energi karena di dalam tubuhnya mengandung bio electron, apalagi kalau berjuta-juta orang yang berthawaf? Jelas energi yang dihasilkan akan semakin besar. Sedangkan Hajar Aswad yang berada di tengah ka’bah terjadi medan elektromagnetik yang mengarah ke atas. Kenapa? Karena Hajar Aswad berfungsi sebagai konduktornya, seperti yang dijelaskan dalam Kaidah Tangan Kanan. Orang yang berada di dekat Multazam, bagaikan seorang penyiar radio yang sedang bertugas. Dia berada di depan ‘microfon’ Hajar Aswad. Maka ketika dia sedang berdoa, pancaran energi doanya itu akan ditangkap oleh superkonduktor Hajar Aswad untuk kemudian dipancarkan bersama-sama gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas akibat aktifitas orang berthawaf. Maka energi itu akan ‘menumpang’ gelombang elektromagnetik yang keluar dari ka’bah itu, mirip dengan pancaran radio yang. Kekuatan doa akan menjadi berlipat-lipat kali, karena dibantu oleh Power yang sangat luar biasa dari ka’bah menuju Arsy Allah. Dalam hal ini, Ka’bah telah berfungsi sebagai system pemancar radio. Karena power yang besar itu pula, maka berdoa di di Multazam menjadi sedemikian Mustajab. Doa itu jauh lebih cepat samapai kepada Allah, dan cepat pula mendapat balasannya. Karena itu ‘jangan sembrono melakukan perbuatan di Mekkah, karena respon atas perbuatan kita itu sedemikian spontan. Hal ini telah banyak dibuktikan oleh orang-orang yang melakukan ibadah haji.

Ke Empat KA’BAH SEBAGAI KIBLAT SHALAT.

Orang yang melakukan Sholat di seluruh dunia memancarkan energi yang positif. Apalagi mereka semua selalu berkiblat ke Ka’bah. Sholat kita mengikuti pergerakan matahari, artinya, setiap saat sesuai dengan gerakan matahari itu selalu ada yang sholat. Jika sekarang kita sholat Dhuhur, maka sesaat kemudian, orang islam yang berada lebih ke barat dibandingkan Indonesia akan melakukan sholat Dhuhur. Demikian pula beberapa saat kemudian, wilayah yang lebh ke barat lagi akan memasuki waktu dhuhur, dan seterusnya. Setiap saat selalu ada orang yang sedang sholat menghadap ke Ka’bah dimanapun dia, atau sholat apapun dia. Akibatnya, ada sebuah resonansi energial antara orang yang sedang sholat dan ka’bah, yang disebut dengan medan elektromagnetik. Setiap saat. Jadi bisa Anda bayangkan betapa besarnya energi yang terpancar dari ka’bah akibat berbagai aktifitas di atas. Yaitu, energi-energi yang disebabkan oleh factor Ibrahim, Faktor orang yang berthawaf, Faktor Hajar Aswad, dan Faktor oranng-orang yang melakukan Sholat.

Kasih Sayang Seekor Induk Kucing

Barokah Barokah Barokah
Insha Allah Aamiien....

Aku mempunyai 2 anak kucing yg ku ambil saat ia menangis di bawah rintikan hujan.....

Aku rawat dg kasihku, dan skrg ia tumbuh dg badan yg gendut lucu....

Dibrumah, aku mmpunyai bbrapa kucing dewasa....
Awalnya, ktk kucing dewasa melihat 2 anak kucing ini, mrk marah, stiap 2 anak kucing mendekati , slalu kucing dewasa mengeluarkan swara tdk senang......

Setelah semua kucing2 ini makan bersama selama 1 bulan,
Aku melihat fenomena yg Allah tampakkan pdku......

Semua kucing dewasa sayang pd 2 anak kucing yatim piatu ini.....
Dan yg lbh menakjubkan adalah, kucingku yg perempuan tiba2 mau menjadi ibu angkatnya, selalu menjilati ke 2 anak kucing dg penuh kasih dan tanggung jawab.....
Wajah2 dan sluruh badan ke 2 anak kucing ,bersih krn di bersihkan oleh ibu angkatnya .......

Subhanallah
Ibu angkatnya sayang banget
dan telaten mengasuh nya , padahal ke 2 anak kucing ini acuh (krn enggak pernah netek sama ibu angkat jadi hub kejiwaannya g ada)

Namun demikian, sang ibu angkat, selalu menemani ke 2 anak kucing ini dan selalu memanggil nya dg suara lembut jika anak2 kucing bermain terlalu nakal.....

Subhanallah....
pendidikan dari ibu kucing walau ibu angkat, sangat lembut dan penuh kesabaran.......
Tak pernah marah meski ke 2 anak kucing ini nakal dan cuek, bahkan lendotan sama ibu angkatnya pun enggak pernah , sbgmana anak kucing lain jika bertemu ibu kandungnya (manja)......

Subhanallah
Allahu Akbar....
Allah berikan contoh kasih sayang penuh cinta.....

Tentunya Allah hendak memberikan pelajaran pdku....

Yg jelas, sufat ibu kucing itu sama dg sifat yg kupunya.......

Foto dibawah ini, ke dua anak kucing belum mendapat kasih sayang dari ibu angkatnya....... Mereka senang bermain bersamaku di dlm rumah,

Baru seminggu inilah
Ke dua anak kucing mendapat curahan kasih dan cinta dari sang ibu angkatnya.....

Hmmmm

adaptasi dan hidup bersama mengalirkan cinta dan kasih sayang sejati......

DIA sang Maha Cinta pemilik cinta aejati....
DIA berikan cinta pd siapa yg DIA kehendaki, DIA lembutkan hati pd makhluk yg DIA kehendaki.....

Jika DiA berkehendak, tentu Hati sang Raja Hutan dpt bersahabat dg kambing
Yg biasa dimangsa.....

Subhanallah
Allahu akbar
Allahu yaaa Rafii'





25 Maret 2013

Senandung Kangen

Wahai pemilik detakku

betapa lemahnya diri ini

sungguh amat sangat berat uji hidupMU

ku pasrahkan segala nafasku hanya kepadaMU

yaa ROBBANA

kata cinta melantun indah
mengalir lembut dalam dzikir kidung doaku

biarlah kurasakan sakit sebagai penawar dosaku

butir butir bening dari mataku

aku tersungkur mengingat semua karuniaMU

ampuni segala khilaf dan salahku yaa ROBB



ya ILLAHI...

jika aku harus mati

pertemukan aku denganMU

Ya Illahi Rabbi ...

Dalam genggaman Mu kuserahkan semua nya

Dalam Kelembutan CintaMu ku harapkan
ada rindu yang mendera

Berharap kesempurnaan langkahku dalam

menggapai semua Ridha MU.

18 hukuman yg Allah Tetapkan bagi kaum wanita



فائدة : قيل إن حواء لـما عصت ربها فـي الـجنة بأكلها من الشجرة عاقب الله تعالـى بناتها النساء بثمانية عشر عقوبة إحداها الـحيض وثانيها الولادة وثالثها فراق أبيها وأمها ورابعها التزوج بأجنبـي وخامسها النفاس والتلطخ بدمه وسادسها أن لا تـملك نفسها وسابعها نقص ميراثها وثامنها الطلاق وكونه بيد غيرها وتاسعها التزوج عليها بثلاث غيرها وليس لـها ذلك وعاشرها أن لا تـخرج من بيتها ولو لـحجها إلا بـمحرم وحادي عشرها صلاة الـجمعة وثاني عشرها صلاة العيدين وثالث عشرها صلاة الـجنازة ورابع عشرها الـجهاد وليس للنساء ذلك وخامس عشرها عدم صلاحيتها للولاية والقضاء وسادس عشرها أن النساء الفواجر يعذبن يوم القيامة ضعف عذاب الرجال وسابع عشرها اعتدادها لـموت زوجها بأربعة أشهر وعشرة أيام وإحدادها مع ذلك وثامن عشرها إذا طلقها زوجها فإنها تعتد له بثلاثة أشهر أو ثلاث حيضات إن كانت من ذوات الـحيض وليس له ذلك فهذه عقوبة للنساء وبئست العقوب. maraji kitabnya :

1. غاية الأماني فـي مناقب وكرامات أصحاب الشيخ سيدي أحمد التجاني. للشيخ مـحمد السيد التجاني.

2. كاشفة السجا شرح على سفينة النجا فـي أصول الدين والفقه. للشيخ أبي عبد الـمعطي مـحمد نووي الـجاوي.

3. إعانة الطالبين حاشية على فتح الـمعين للشيخ أبي بكر ابن الشيخ مـحمد شطا الدمياطي.

4. فتح الوهاب شرح منهاج الطلاب لشيخ الإسلام أبي يحيى زكريا الأنصاري الشافعي.

5. بغية الـمسترشدين للسيد عبد الرحـمن بن مـحمد بن حسين الـمشهور باعلوي مفتـي الديار الـحضرمية.

6. النوادر للشيخ شهاب الدين أحـمد بن سلامة القليوبي.

7. فيض القدير شرح الجامع الصغير للعلامة الـمناوي.

8. سراج الطالبين شرح على منهاج العابدين للشيخ إحسان مـحمد دحلان الـجمفسي الكديري.

9. نهاية الزين للشيخ أبي عبد الـمعطي مـحمد نووي الـجاوي.

10. دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين للشيخ ابن علان الصديقى


kurang lebih 18 hukuman yg Allah Tetapkan bagi kaum perempuan keturunan Nabi Adam As, Akibat ke salahan Ibunda Hawa Memakan Buah Khuldi

1. Haid ( Ibunda Hawa Tidak pernah Mengalami Masa2 Haid lantaran Tercipta dalam kondisi sudah dewasa )

2. Nifas ( belepotan dgn darah akibat melahirkan selama 40 / 60 hr)

3.Wiladah ( beranak )

4. harus menikah dengan orang lain ( dahulunya Syariat Nabi Adam Pernikahan Masih Dibolehkan dgn Saudara )

5. Harus terpisah dgn keluarganya ( umumnya Stlh Menikah Wanita Harus Ikut Dgn Suaminya )

6. Tidak bisa Memiliki dirinya sendiri ( Tidak bebas menikah tanpa izin wali nikahnya )

7. kurang mendapatkan harta warisan

8. bisa tercerai oleh suaminya namun dia tidak bisa melakukan sebaliknya

9.harus rela jika dimadu dgn tiga wanita yg lainya dgn satu suami

10. tidak boleh keluar rumah kecuali dgn izin suaminya

11. tidak wajib mengerjakan sholat jum'at

12. tidak di anjurkan bagi perempuan helat mengerjakan sholat sunnat iedul fitri

13. Tidak sah mengerjakan sholat jenazah

14. tidak di perkenankan ikut berjihad dlm medan pertemuran

15. tdk layak menjadi pemimpin

16. jika durhaka wanita 2x lipat azabnya di neraka

17. terkena masa iddah 4bln 10 hari ( cerai mati)

18 kena masa iddah 3x suci ( cerai hidup )

keseluruhannya terhimpun pada kurang akal dan agamanya perempuan yg wajib di sempurnakan oleh kaum laki2.



Aqibath di atas bukan di artikan Dosa turunan / Azab ,

Tapi ( Hukum ) Ketetapan Yg Allah Swt berlakukan Sebagai Adat Bagi kaum Hawa untuk menjalankan sunnahtullah di dunia dari Hikmah Perbuatan Ibunda Hawa ketika di surga dan Maha Suci Allah Dari Perbuatannya Yang Sia-Sia ,

semua ketetapan yg Allah berlakukan Bagi Hambanya Mengandung Kebaikan2 bagi kaum hawa tersebut

jika seandainya di lihat dari sisi positifnya sebagai contoh wanita yg di cerai harus menahan diri 3x suci salah satu hikmahnya semata2 menjaga harga dirinya dari tuduhan lacur ,

atw wanita yg cerai mati untuk menahan diri 4bln 10 hari semata2 agar si wanita tidak dipandang orang sebagai perempuan yg kurang setia terhadap suaminya. dan semuanya dinamai Aqibathuul umur

Wallahu a'lam bish showwab





Episode kehidupan di hari akhir



Di Hari Perhitungan, setiap orang akan melihat seluruh episode hidupnya berderet rapi di lemari
perbendaharaan amal.

Saat pintu pertama terbuka dan cahaya terang memancar darinya, berarti
episode kehidupan itu dihabiskan dalam kebaikan.

Hatinya akan dipenuhi kegembiraan yang begitu besar, yang sedikit saja darinya terasa akan membuat penghuni neraka melupakan panasnya api neraka.

Pintu kedua terbuka; yang tampak hanya kegelapan dan pancaran bau yang sangat busuk, yang
memaksa setiap orang menutup hidung. Itu berarti ia menghabiskan episode itu dalam kemaksiatan.

Ia akan merasakan ketakutan yang sangat besar, yang sedikit saja darinya mampu membuat para
penghuni surga gelisah dan memohon rahmat.

Pintu lemari ketiga terbuka; di dalamnya tampak kosong, tak ada cahaya tak pula kegelapan. Ia
mencerminkan saat-saat yang tidak dipakai untuk kebaikan maupun keburukan. Ia sangat merasa
menyesal dan kebingungan laksana orang yang punya banyak harta namun menyia-menyiakan atau
membiarkannya lepas begitu saja.

Begitulah seluruh episode kehidupan manusia akan ditunjukkan satu demi satu di hadapannya.

Karena itu, setiap orang mesti berkata kepada jiwanya di setiap pagi,

“Allah telah memberimu bonus
24 jam.

Berhati-hatilah agar kau tidak kehilangan sedetik pun darinya, karena kau tidak akan mampu
menanggung besarnya penyesalan saat kerugian besar

---Imam Al-Ghazali dalam Kimiya As-Sa’adah .”
I

Jangan sembarangan menilai orang lain adalah salah

janganlah engkau teregsa-gesa
mencela seseorang karena dosanya.

Sebab barangkali dosanya telah
diampuni.

Dan janganlah engkau
merasa aman akan dirimu karena
suatu dosa kecil.

Sebab, barangkali
engkau akan diazab karena dosa
kecilmu itu.(sayyidina ali K.W)
-----------------------

Nah
Allah akan membalas semua perilaku sekecil apapun , walau sebesar inti atom yg paling kecil....

Maka berbuat baiklah dan jangan mengecewakan orang lain .....

Bertanggung jawanlah.....



Mengapa Galau ?



Ibnu Atha'aillah dalam Al-Hikam mengatakan,

"Kalau hati masih merasa galau dan sedih, itu karena masih ada yang menghalangi pandangan batin.

"(Maa tajiduhul-quluub minal humuumi wal ahzaan faijli maa muni'at min wujuudil 'iyaan)

Kesihatan Qolbu diperoleh dengan meniadakan keinginan,
pengharapan,
dan perhatian terhadap selain Allah,

Bila Qolbu dalam keadaan suci,ia akan terus menerus memantulkan wawasan dan ilham batin.

Inilah fungsi hati.

Bila ia tidak menjalankan fungsi ini, kita pun mengalami kehilangan dan keputusasaan.




* Disiksa oleh 99 Ular berkepala 9 *


Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa semua derita yang ditanggung jiwa setelah mati sebenarnya disebabkan oleh cinta dunia yang berlebihan.

Sebuah hadis mengatakan, setelah mati semua orang kafir akan disiksa 99 ular, yang masing-masing memiliki 9 kepala.

Orang yang berpikiran cetek akan memahaminya secara tektual.

Mungkin dia akan menggali kuburan orang kafir dan mencari ular yang dimaksud.

Pasti dia tak akan menemukan ularnya.

Mereka tidak mengerti bahwa sebenarnya ular-ular itu selalu berada dalam jiwa orang kafir.

Ular ini hanyalah penyimbolan dari sifat-sifat jahat seperti dengki, benci, marah, sombong, munafik, ghibah dan sebagainya.

Menurut Al-Ghazali, inilah perumpamaan bagi mereka yang lebih mementingkan dunia daripada akhirat.

Mereka yang lebih mengutamakan nafsu hingga harus mempertanggungjawabnnya di akhirat kelak.

Jika ular-ular itu adalah ular biasa, mereka mungkin bisa melarikan diri dari siksanya, meskipun hanya sesaat.

Tapi, ular-ular itu merupakan penjelmaan dari sifat-sifat bawaan mereka, sehingga sulit untuk melarikan diri darinya.


Kita bisa lihat, apakah kita termasuk dalam kelompok orang yang dimaksud Al-Ghazali.

Tapi, fakta menunjukkan bahwa pecinta dunia memang tidak menyadari hingga dunia yang mereka cintai direnggut dari dirinya.

Mereka rela melakukan korupsi hanya untuk memuaskan nafsu keserakahan menumpuk harta. Mereka rela mengambil jalan pintas untuk memuaskan ambisi kebinatangannya, tanpa memikirkan akibat buruk yang akan ditimbulkannya.

Mereka begitu mudah melupakan tujuan hidupnya.

Bahkan, berusaha melupakan kematian hanya untuk mempertahankan kepuasan dunianya yang sekarang dinikmatinya.

Lalu, menghalalkan segala cara untuk mempertahankannya. Inilah sebenarnya ular-ular berbisa yang akan membunuh dirinya sendiri.

Sifat-sifat ini akan bersemayam diri jiwanya.

Pintu hatinya tertutup hingga kematian datang menjemput.

Kelak, di akhirat, ular-ular inilah yang akan menyiksanya.

Ular-ular berbisa yang dilahirkan oleh sifat-sifat buruk yang dimilikinya.

Sementara bagi orang yang beriman dan selalu beramal saleh, kematian akan menjadi proses metamorfosis untuk memasuki kehidupan yang lebih panjang, kekal, mulia, utama dan menjanjikan.

Kematian tak akan terlihat menakutkan, tak dianggap menyeramkan. Kematian itu lumrah dan sangat biasa. Setiap manusia pasti akan melaluinya.

Keranda kematian bagi orang yang beriman dan selalu beramal saleh seperti kendaraan yang disiapkan untuk memasuki negeri baru, dunia baru dan kehidupan baru yang lebih mulia.

Jika tiba waktunya, setiap diri akan mengendarainya.

Kematian justru menjadi nikmat, seperti juga kehidupan dunia yang telah dialaminya.

Mereka akan bergembira menyambut kematian, karena sudah mempunyai investasi akhirat yang banyak, bekal amal saleh yang besar, tunjangan dari sedekah yang berlimpah dan amalan ilmu yang bermanfaat.

Seperti itulah seharusnya seorang muslim menghadapi kiamat dirinya, menghadapi kematiannya.

--Disarikan dari Kimiya As-Sa'adah karya Imam Al-Ghazali

Resep Cocacola

Inilah rahasia Resep Coca-Cola yang dijaga 24 jam dalam sebuah lemari besi di Atlanta, Georgia:

- ekstrak coca cair 3 dram
- asam sitrat 3 oz
- kafein 1 oz
- gula 30 (masih belum jelas satuan ukuran yang digunakan)
- air 2,5 gallon
- air jeruk nipis 2 pints 1 qrt
- Vanilla 1 oz
- Karamel 1,5 oz atau lebih tergantung warna yang diinginkan
- Penguat rasa (gunakan 2 oz dari 5 gals sirup)
- alkohol 8 oz
- minyak jeruk 30 tetes
- minyak lemon 30 tetes
- minyak pala 10 tetes
- ketumbar 5 tetes
- neroli 10 tetes
- kayu manis 10 tetes

Ukuran yang dipakai internasional:
1 Dram US (3,887935 g)
1 oz = 28 grams
1 Gallon (4,546092 dm3)
1 Pint (0,568262 dm3)

Memang bahan-bahan untuk membuat coca-cola sempat menjadi misteri, resep diatas diramu oleh seorang ahli farmasi John Pemberton pada 1886. Atlanta Journal-Constitution edisi ke-8 pada Februari 1979 memuat sebuah foto yang menayangkan seseorang memegang sebuah buku dengan resep. Buku tersebut diklaim memuat replika dari resep Pemberton.

Coca-Cola disinyalir banyak membantu pendanaan penjajah Israel ke Palestina.

Thisamericanlife.org dan berbagai sumber, Journalis Islam melaporkan — b

Secuplik kalimat Taubat

"Kalimat Taubat yang Diterima Nabi Adam a.s"

Surat Al-Baqarah ayat 37 - Nabi Adam (as) bertawasul dengan hak Rasulullah saw dan Ahlulbait
Surat Al-Baqarah ayat 37 - Nabi Adam (as) bertawasul dengan hak Rasulullah saw dan Ahlulbait

Allah swt berfirman:

فتلقى آدم من ربه كلمات فتاب عليه
“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya,”
(Qur'an surah al Baqarah ayat 37)

Jalaluddin As-Suyuthi dalam tafsirnya Ad-Durrul Mantsur ketika menafsirkan ayat ini, mengatakan: Ibn Abbas pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang “Kalimat-kalimat yang diterima oleh Adam dari Tuhannya lalu Dia menerima taubatnya”.
Rasulullah saw bersabda: “Adam memohon kepada Allah dengan hak Muhammad, Ali, Fatimah, Al-Hasan dan Al-Husein (sa), kemudian Allah menerima taubatnya.” (Kanzul Ummal 1: 234).

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang firman Allah “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya “(Al-Baqara: 36).

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah menurunkan Adam di India, Hawa’ di Jeddah, Iblis di Misan, dan ular di Ashbahan, ular itu berkaki seperti kaki onta. Adam tinggal di India selama seratus tahun menangisi kesalahannya sehingga Allah mengutus Jibril kepadanya dan berfirman:

“Wahai Adam, bukankah Aku menciptakanmu dengan tangan-Ku? Bukankah Aku meniupkan ruh-Ku ke dalam dirimu? Bukankah para malaikat-Ku telah sujud kepadamu? Bukankah Aku telah menjadikan Hawa sebagai isterimu? Adam menjawab: Semua itu benar.

Kemudian Allah swt bertanya: Mengapa kamu menangis? Adam menjawab: Bagaimana aku tidak menangis sementara aku dikeluarkan dari sisi Yang Maha Pengasih. Kemudian Allah swt berfirman:

“Hendaknya kamu bertaubat dengan kalimat-kalimat ini, sesungguhnya Allah akan menerima taubatmu dan mengampuni dosamu. Ucapkan olehmu:

اللّهم إني أسالك بحق محمّد وآل محمّد، سبُحانك لا إله إلاّ أنت، عملت سوءاً وظلمت نفسي، فتب عليّ إنك أنت التواب الرحيم، اللّهم إني أسألك بحق محمّد وآل محمّد، عملت سوءاً وظلمتُ نفسي فتُب عليّ إنك أنت التواب الرحيم

Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad. Maha Suci Engkau tiada Tuhan kecuali Engkau, aku telah melakukan kesalahan dan menzalimi diriku, maka terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Menyayangi.

Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad, aku telah melakukan kesalahan dan menzalimi diriku, maka terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Menyayangi.

Kemudian Rasulullah saw bersabda: “kalimat-kalimat inilah yang diterima oleh Adam.”
(Kanzul ‘Ummal 1: 234, hadis ke 4237)

Hadis tersebut dengan segala macam redaksinya juga terdapat di dalam kitab:

1. Manaqib Ali bin Abi Thalib, Al-Maghazili Asy-Syafi’i, halaman 63, hadis ke 89.
2. Yanabi’ul Mawaddah, Al-Qundusi Al-Hanafi, halaman 97 dan 239, cet. Islambul; halaman 111, 112, 283, cet. Al-haidariyah.
3. Muntakhab kanzul ‘Ummal, Al-Muntaqi Al-Hindi (catatan pinggir) Musnad Ahmad bin Hambal, jld 1, hlm 419.
4. Al-Ghadir, Al-Amini, jilid 7, halaman 300.
5. Ihqaqul Haqq, At-Tustari, jilid 3, halaman 76.