21 Agustus 2016

Mengapa serba Aku ?

Bismillaah.....

Cuplikan Dialog  ....

Saya sudah 5 tahun ikut dakwah ,
60 teman saya yang dulunya pemabuk, tukang zina sekarang sudah taubat karena sering SAYA datangi. ...

10 orang kristen sudah SAYA masukkan Islam....

Sudah berapa orang yang kamu ajak kepada kebaikan, sudah berapa orang yang kamu islamkan…???!!!

Umar bin khattnab bekas preman bukan lulusan S2 atau S3, tapi 2/3 dunia telah tunduk kepada islam.....
---------------------------
Bahasan :

Jika kita telah di pakai  Allah swt sebagai Asbab Datangnya HidayahNYA, itu murni KaruniaNYA untuk HambaNYA yg akan mendapat HidayahNYA...

Asbab yg DIA kehendaki bermacam macam....
Bisa  lewat Manusia,  Jin , Malaikat, Binatang , Sebuah Situasi dan Kondisi ,Tragedi, dll yang semuanya tersebar di penjuru alam.....
Allah Swt sepenuhnya mengatur sesuai dengan kehendak dan kebijakanNYA....

Kita sebagai HambaNYA hanya patuh dan takzim menuruti kemauanNYA....

Jadi DIAlah yg Maha Mengatur dan Maha Pemberi Syafaat dengan IzinNYA demi kemaslahatan HambaNYA yg akan DIA  tuju dengan caraNYA....dengan CaraNYA....

Malulah padaNYA jika telah merasa serba SAYA....serba aku.....

SAYA telah berbuat ini.....itu.....
itu karena SAYA......
Wah banyak SAYA.  SAYA.. SAYA..
Atau ..aku...aku..aku.....

Ketika  yg namanya SAYA /aku, telah merasa taat sempurna dan
kemudian  mulai  menilai nilai, membanding bandingkan dirinya dg orang lain.....
Ini menandakan  ke akuan masih meRAJA  di Hawa Nafsunya.....

Seorang Hamba yg sejati, harus membuktikan pdNYA kesejatiannya...dan selalu instropeksi diri dalam muhasabah....

Seorang Hamba sejati selalu berproses membersihkan qalbuNYA disamping menjalankan AmanahNYA sebagai kewajiban dariNYA...

Bukan membanggakan hasil dakwahnya, atau membanggakan karya karyanya...atau membanggakan si Fulan ......dll...
Padahal semua itu adalah gerakan dan tarikan Allah swt yg Maha Cinta, Maha Kasih Sayang...
Wahai.....
bawalah Si pembaca dan Umat Rasulullah saw kpd  kecintaan kpd Allah swt dan Rasulullah saw dengan meraih RidhoNYA saja...
Bukan kpd kebesaran  dan keberhasilan kebanggaan sang aku /SAYA .....

Sungguh kebanggaan diri adalah terjauh dari Akhlak Mulia....

Wallahu a'lam bish showwab
Ashollatu wasallamu 'alaiyka yaa Sayyidi Yaa Rosulullaah.....


19 Juli 2016

Siapa Bilang Orang tua Rasulullah saw masuk Neraka

Bismillaahirrohmaanirrohiim

“Menjawab Fatwa sdr Kholid Basalamah Bahwa Orang Tua Nabi di Neraka.”

Fatwa ini di ungkapkan pada suatu pengajian yang diunggah ke youtube oleh Khalid Basalamah yang dipublikasikan
Dalam video tanya-jawab tersebut, Khalid Basalamah berulang kali menyebutkan “ulama hadits”. Padahal ulama yang berhak melakukan ijtihad dan istinbat (menetapkan hukum perkara) atau ulama yang berhak untuk menggali hukum dari Al Qur’an dan as Sunnah (Hadits) adalah para fuqaha (ahli fiqih) bukan ulama hadits (ahli hadits).
Pada menit ke 37:20 Khalid Basalamah menjawab pertanyaan “apakah Ayah dan Ibu Nabi shallallahu alaihi wasallam termasuk orang kafir ?”

Ust khalid menjawab “Ya, Ayah dan Ibu Nabi shallallahu alaihi wasallam meninggal dalam keadaan menyembah berhala” Khalid berdalil dengan hadits shahih, “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka (HR Muslim)
Haditsnya shahih, namun yang menjadi pertanyaan, apakah pemahaman Khalid Basalamah pasti shahih atau pasti benar ?

Ibnu Asakir meriwayatkan bahwa pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, seorang menterinya mengangkat seorang dari sebuah keluarga non-Muslim sebagai kepala daerah. Padahal, daerah itu dihuni mayoritas Muslim. Umar bin Abdul Aziz memanggil pejabat tersebut dan meminta pertanggung jawabannya. Menurut si pejabat, tidak ada bedanya antara Muslim dan non Muslim. Karena, orang tua Nabi sendiri adalah nonMuslim. Dengan menggunakan bahasa yang lebih keras, si pejabat mengatakan ayah Nabi adalah orang Musyrik.

Sama seperti ayah dari pejabat lokal yang baru diangkatnya. Umar bin Abdul Aziz marah dan memberikan teguran keras. Apa aku perlu memotong kepalamu? Apa aku perlu menggorok lehermu? Umar bin Abdul Aziz memandang bahwa kelakukan pejabat tersebut sangat menghina Nabi saw. dan keluarganya. Kejadian itu kemudian tersebar ke masyarakat. Mereka mulai membicarakan nasib orang tua Nabi saw. Apakah mereka Muslim? Apakah mereka termasuk ahli surga? Apakah mereka beriman seperti mereka? Kemudian apakahkakek Nabi juga Muslim? Bagaimana leluhur Nabi yang lain? Bagaimana ibu, nenek, dan moyang Nabi? Apakah mereka semua Muslim? Masyarakat awam yang tidak mengetahui duduk persoalan turut nimbrung dalam diskusi ini. Dengan bermodal akal cetek, mereka turut mempromosikan isu tersebut. Dalam sebagian kasus, seorang Muslim bahkan berani mengolokolok orang tua Nabi sebagai penghuni neraka.

Di level masyarakat awam, perdebatan itu berubah menjadi plesetan dan bahkan olok-olok. Bahwa mereka lebih mulia dibanding orang tua Nabi. Bahkan, mereka merasa lebih mulia karena dilahirkan dari orang tua yang Muslim. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Nabi mendengar umatnya mengolok-olok keluarganya. Bagi kita yang mencintai beliau secara tulus, pasti tidak akan rela mendengar keluarga Nabi menjadi bahan olok-olok. Lalu bagaimana sebenarnya status orang tua Nabi? Bagaimana pula dengan leluhurnya? Buku ini berpihak kepada pendapat yang menyatakan bahwa orang tua Nabi adalah orang-orang yang selamat. Dengan tegas, penulis menyatakan bahwa orang tua Nabi adalah Muslim

Berikut ulasan kami dalam menjawab dan mengkritisi fatwa khalid basalamah secara detail dan menyeluruh. Bismismillahirrohmanirrohim…

Pertama Nabi Muhammad s.a.w merupakan nabi paripurna yang menyempurnakan agama islam. Nabi Muhammad dilahirkan dari rahim seorang wanita suci yang bernama Aminah binti Wahbin dan ayahnya Abdulloh bin Abdul Mutholib.

Kedua orang tua nabi hidup dimasa sebelum islam. Yaitu suatu fase kekosangan dari dakwah nabi. fase tersebut disebut FATROH, dan orang yang hidup dimasa itu disebut Ahli Fatrah yaitu, orang-orang yang hidup diantara masa dua rasul, dan rasul yang pertama tidak diutus untuk berdakwah kepada mereka, sedangkan mereka tidak menemukan masanya rasul yang kedua.

Ulama Ahli fiqh mengatakan bahwa yang dimaksud dalam hal ini adalah orang Arab yang hidup setelah masa hidupnya Nabi Isa AS dan belum bertemu masa Nabi Muhammad Saw.
Imam Suyuthi menjelaskan tentang Ahli Fatroh: “Ketika dalil yang pasti dan tidak terbantahkan lagi telah menenjukkan bahwasannya tiada penyiksaan (di akhirat) kecuali setelah datangnya hujjah atau agama (di dunia), maka kami bisa mengetahui bahwa mereka Ahli Fatrah tidak akan disiksa.”
Para ulama Maturidiyah berkata: “Orang yang mati sebelum melewati waktu yang sekiranya bisa berangan-angan tentang agama, sedangkan dia belum sampai iman atau kufur, maka tiada siksaan baginya (selamat). Berbeda jika dia telah mempercayai kekufuran atau meninggal setelah melewati waktu sekira bisa berangan-angan dan dia tidak mempercayai apa-apa, maka dia tidak selamat.”

Maka dari itu Ahli Fatrah ada tiga Kriteria::
1. orang yang tidak bertauhid pada Allah dihatinya. Dan sebagian tidak mengikuti syariat nabi-nabi, seperti Qis bin Saida dan Zaid bin Amr. Dan sebagiannya lagi ada yang sampai mengikuti syari’at yang benar & berlaku, seperti Tubba’.
2. orang yang mengganti, merubah, menyekutukan, menciptakan syari’at sendiri, menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Contoh seperti Amr bin Lahay. Yaitu, orang yang memprakarsai penyenbahan berhala. Bukan hanya itu, dia juga membuat hukum-hukum syari’at sendiri, dan mendakwahkan pada orang lain, dan orang orang menyembah jin, dan malaikat.
3. Orang yang tidak menyekekutukan dan tidak pula bertauhid serta tidak mengikuti syari’at nabi siapapun, tidak membuat hukum syari’at, dan tetap dalam keadaan seperti itu. biasanya mereka yang hidup di hutan pedalaman
Apabila ada hadits-hadits yang mengatakan tentang siksaan kepada seseorang dari mereka para Ahli Fatrah, maka dimasukkan ke bagian yang kedua. Adapun bagian yang ketiga, adalah para Ahli Fatrah yang selamat dan tidak disiksa.
Hukum Kedua Orang Tua Rasulullah Saw.
Berkata imam ibnu hajar dalam kitab Syarh Hamaziah karya Imam Bushiri:
لم تزل في الضمائر الكون تختا * ر لك الأمهات والأباء
“Senantiasa dalam rahasia alam ini*
engkau (nabi) selalu dipilihkan dari ibu ayah pilihan”
Alloh berfirman Allah ta’ala:
وتقلُّبَك فى السَّاجدين
“dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS Asy-Syuara’ [26]: 219).
Menurut salah satu penafsiran ayat tersebut, bahwa yang dimaksud dari ayat tersebut adalah pindahnya nur Muhammad dari orang yang sujud kepada orang yang sujud.. Ayat ini merupakan legalisasi bahwa garis keturunan nabi Muhammad s.a.w diwariskan dan diturunkan dengan jalur suci dari masing masing individu yang dipilih alloh s.w.t dari nabi adam. Dan sabda Nabi Muhammad Saw:
(لمْ أَزَلْ أُنْقَلُ مِن الأَصْلَابِ الطّاهراتِ إلى الأَرحام الزَّكِيَّات)
“Tiada henti-hentinya aku dipindah dari punggung-punggung yang suci ke rahim-rahim yang bersih.”
Hadits ini merupakan pengejawantahan bahwasannya tidak ada sama sekali dari sekian banyak utusan nabi yang menyekutukan Allah Swt. Dan garis keturunannya merupakan garis keturunan yang terpilih. Dan tidak ada dari datuk nabi Muhammad kecuali menjadi pemimpin di masanya seperti kata sebuah syair menyebutkan:

فألئك السادة لم ترى مثلهم * عين على متتابع الاحقاب
زهر الوجوه كريمة احسابهم * يعطون سائلهم بغسر حساب
Namun masih banyak orang yang salah faham dan mengatakan bahwa kedua orang tua nabi Muhammad s.a.w Ahli Neraka. Dengan dalih bahwa mereka tidak mengucapkan dua kalimat syahadat selama hidupnya.

Al-Imam Abu Hanifah, ia mengutarakan bahwa semua para nabi itu maksum (terpelihara) dari hakikat kekufuran begitu pula segenap orang tuanya. Dari sini bisa disimpulkan, bahwa kelahiran para nabi harus dari kedua orang tua yang muslim atau matinya orang tua yang bukan muslim sebelum kelahiran mereka. Akan tetapi yang kedua ini, sangatlah langka ditemukan. Bahkan tidak mungkin dan tidak terjadi dikalangan orang tua perempuan (karena ia yang melahirkan).

Dikisahkan bahwa Nabiyulloh Adam dan Sayyidatuna Hawa melahirkan 40 anak dalam 20 kandungan (setiap lahir kembar) kecuali nabi “Tsis” karena Allah ingin menunjukkan karomah bagi Nabi Muhammad s.a.w dan kemudian sesaat sebelum wafat berpesan kepada anaknya agar tidak meletakkan Nur yang diwariskan ini kepada wanita sembarangan kecuali kepada yang suci.

Sebenarnya kalau kita kroscek ternyata hadits-hadits dijadikan tendensi sebagian orang yang apatis terhadap kedua orang tua Rasulullah, semuanya kurang relevan dan kontradiktif. Haditsnya-pun derajatnya ‘ahad. Oleh karenanya, hadits tersebut tidak masuk dalam hal akidah atau yang berhubungan dengan kepercayaan. sebab dalam hal akidah atau kepercayaan yg dipakai adalah hadits mutawatir.

· Jika anda bertanya : “bukankah Azar ayah nabi ibrohim juga masuk neraka???
jawabannya : adapun hadits tentang “Azar”yang benar bahwa dia bukanlah ayahanda dari nabi Ibrahim A.S. Tetapi dia adalah paman beliau. Sedangkan ayahanda beliau bernama Faruh. Sedangkan orang arab jika memanggil paman dengan sebutan ayah. Sebab mereka menganggap paman mereka seperti ayah sendiri. Bahkan Al-Qur’an sendiri menyebutkan hal ini:
وَإِلَهَ ءَابَائِكَ إِبْرَاهِيْمَ وَإِسْمَاعِيْلَ
“Dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail.” (QS Al-Baqarah [1]: 133) Padahal yang dimaksud adalah paman Ayyub as.

· Jika anda protes dengan bertanya : “lalu apa jawaban anda atas pengakuan nabi bahwa ayahnya di neraka seperti yang disebutkan di hadits muslim???

Jawabannya : Tentang hadits yang diriwayatkan Muslim: Seorang laki-laki berkata, dimanakah ayahku wahai Rasulullah? beliau menjawab: “Di Neraka.” lalu setelah dia berpaling, Rasulullah memanggil kembali seraya berkata: “Sesungguhnya, ayahku dan ayahmu berada di Neraka.”

Ada dua opsi untuk menjawabnya yang pertama kita Wajib melakukan penakwilan. Paling jelasnya pentakwilan menurut kami, yaitu Rasulullah Saw. bermaksud dengan ucapan ‘ayah’ adalah paman beliau sesuai adat Arab yang memanggil paman dengan panggilan ayah. Inilah yang dinamakan majaz. Adapun tanda adanya majaz dalam hal ini, yaitu ayat yang akan datang penyebutannya, yang menunjukkan kebalikan dari redaksi ayat menurut yg diakui madzhab Ahlus Sunnah pada pendapat yang paling shahih (benar). sedangkan paman beliau Nabi menanggung dan merawat nabi setelah kakeknya Abdul Muthallib.

Yang kedua maksud dari jawaban beliau Nabi dalam hadits tersebut yaitu demi menyenangkan hati pemuda tersebut agar tidak murtad. Karena yang didengar pertama kali oleh dia adalah, ayahnya berada di Neraka. Jawaban ini diperkuat dengan Argument, bahwa beliau Nabi berkata yang kedua kalinya, setelah dia berpaling untuk pergi. Atau, jawaban beliau tersebut sebelum turunnya ayat kepada beliau:
وَمَاكُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
“tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS Al-Isra’ [17]: 15). Seperti kejadian ketika beliau ditanya tentang anak-anak orang musyrik, beliau menjawab bahwa mereka bersama ayah-ayahnya (di Neraka). lalu ketika ditanya kembali masalah itu, beliau menjawab mereka di Surga
Diriwayatkan ibnu Mardawaih saat memaknai ayat
لقد جاءكم رسول من انفسكم بفتح الفاء انا انفسكم نسبا وصهرا وحسبا ليس في ابائي نت لدن ادم سفاح كلها نكاح
Beliau mengatakan bahwa nabi berkata aku paling mulia diantara kalian nasab, keturunan, dan keluarga tidak ada diantara ayahku yang terjerumus perzinahan semuanya menikah.

· Kalau anda protes dengan berkata : “Bukankah Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa orang tua nabi di neraka??
Jawabannya : Kita perlu Kritis disini sebab tidak semudah itu sekaliber Imam Abu Hanifah mengkafirkan orang mulia. sebagian naskah ternyata mengatakan begini:

ووالدا رسول الله صلى الله عليه وسلم ماتا على الكفر, وأبو طالب مات كافرا
Artinya “Dan kedua orang tua Rasulullah Saw. meninggal dalam kekufuran sedangkan paman beliau meninggal dalam keadaan kafir.”
Dan ini jelas tidak serasi. Karena, jika beliau Abu Hanifah bermaksud berkata begitu, maka dia akan menyebutkan semua dalam satu lafazh. Yang benar adalah bahwa ada kebohongan dari oknum yang tidak bertanggung jawab yang merubah dari naskah aslinya. Mereka menyangka, bahwa huruf mim adalah mim zaidah(tambahan). Mereka ceroboh dan membuang mim itu. Karena yang benar naskahnya adalah:

ووالدا رسول الله ما ماتا على الكفر وأبو طالب عمه مات كافرا
Artinya “Dan kedua orang tua Rasulullah Saw. tidak meninggal dalam kekufuran sedangkan paman beliau meninggal dalam keadaan kafir.”
Dalam hal ini Imam Ibnu Hajar menuturkan dalam kaitabnya Al fatawa, mengutib dari kitab Saddaduddin: “Apa yang dikutib dari Abu Hanifah, beliau berkata dalam kitabnya al fiqhul akbar, bahwasannya kedua orang tua Nabi meninggal dalam keadaan kafir itu tidak benar. Karena naskah yang dapat dipercaya dalam kitab tersebut, tidak disebutkan hal seperti itu. Yang benar naskah tersebut, adalah karangan Abu Hanifah Muhammad bin Yusuf Al-Bukhari bukan Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit Al-Kufi. Kami sebutkan hal itu agar supaya, orang yang berfikir tentang kutibannya selalu berfikir dan berhati-hati dalam menulis. Wallahu A’lam.

· Jika anda bertanya; “Bukankah yang mengatakan selamatnya orang tua nabi hanya Syiah Rofidloh seperti ucapan Abi Hayyan??”
Jawabannya : Ibnu Hajar mengatakan bahwa banyak kerancauan pada pendapat Abi Hayyan yang mengatakan; “Sesungguhnya hanya penganut Syiah Rafidlah yang mengatakan bahwa kedua orang tua Nabi Muhammad Saw termasuk orang-orang mukmin yang tidak disiksa. Dengan berargumen menggunakan firman Allah ta’ala: “dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS Asy-Syuara’ [26]: 219).”
Kita menolak pendapat ini Dengan Dua alasan. Pertama sebab Abi Hayyan merupakan Pakar Gramatika Nahwu Shorrof saja. sementara untuk masalah akidah dan usul, dia tidak memiliki kapasitas di dalamnya.

Kedua disini terjadi kontradiksi dengan realita yang ada Karena Ulama madzhab Asy’ari, juga mengatakan bahwa mereka Para Ahli Fatrah termasuk orang mukmin. Penisbatan yang dilakukan Abi Hayyan hanya kepada syiah Rafidlah sedangkan disana sebegitu banyaknya para Imam Ahlus Sunnah yang mengatakan seperti itu merupakan sikap yang sangat mengentengkan dan menyepelekan.”
Sudah banyak kisah mukjizat nabi yang diberikan kepada beliau seperti mengembalikan matahari saat beliau akan tertinggal sholat asar, begitu juga membelah bulan yang satu bagian di atas jabal Abi Qubais dan yang separuhnya di jabal Qoiqo’an. Segala sesuatu yang dikehandaki nabi akan dituruti oleh alloh s.w.t termasuk juga permohonan untuk menghidupkan ayah ibunya.

Imam suyuti mempunyai sepuluh karya kitab yang menekankan kewajiban menjaga Etika kepada Rasulullah & bagi orang yang menyakiti beliau, maka ia telah menyakiti Allah ta’ala. Dan satu kitab khusus membahasa secara eksplisit mengenai kedua orang tua nabi diberi nama abaway rosul.

Suatu ketika seorang qodli bernama AlFaqih AlMuhaddits Ibnul Araby AlMaliki pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang berkata, bahwa kedua orang tua Rasulullah Saw. telah masuk Neraka. beliau menjawab: Dia telah dilaknat, karena Allah Swt. telah berfirman:

إِنَّ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ اللهَ وَرَسُوْلَهُ لَعَنَهُمُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالأَخِرَة
“Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknat di dunia dan di akhirat, dan menyediakan adzab yang menghinakan bagi mereka.” (QS Al-Ahzab [33]: 57).

Dan tiada yang lebih menyayat hati dari pada dari ucapan yang mengatakan bahwa kedua orang tua Rasulullah Saw. masuk Neraka. As-Suhaili telah meriwayatkan hadits Ibnu Mas’ud ra. Ketika itu, ia (Ibnu Mas’ud) bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang kedua orang tuanya. Beliau menjawab: “Aku senantiasa meminta kepada Tuhanku, Dia telah mengabulkan permintaanku. Akulah yang nantinya akan menolong mereka (kedua orang tuaku) menuju tempat yang terpuji (Surga).” Hadits ini memberikan isyarat, bahwa Rasulullah Saw. akan memberi syafa’at kepada kedua orang tuanya di tempat tersebut, agar supaya kedua orang tuanya mendapatkan taufik berupa keta’atan ketika adanya cobaan besar yang terjadi di hari kiamat nanti. Seperti yang diterangkan dalam beberapa hadits pula.
Imam Qurtubi dalam tafsirnya berkata: “Secara akal dan syara’, tidak ada yang mustahil dan ketidak mungkinan tentang menghidupkan kedua orang tua Rasulullah lalu mewafatkan kembali. Karena hal seperti itu, juga diterangkan dalam Al-Qur’an Al-Karim tentang menghidupkan orang yang dibunuh dari Bani Israil, hingga dia memberi kabar tentang siapa pembunuhnya.

Al habib umar bin sumaith berkata dalam kitab hidayatul ikhwan: banyak orang berpendapat dari kalangan ahli hadits bahwa nabi menghidupkan dan mengislamkan orang tuanya dengan dalil hadits aisyah yaitu Dari Sayidah Aisyah ra.: “Rasulullah Saw. turun dari bukit Al-Hajun (bukit di Makkah, berupa pemakaman) dalam keadaan sangat duka cita dan bersedih. Lalu, mendaki kembali dengan kehendak Allah Azza wa Jalla. Setelah itu, keluar dengan keadaan sangat senang dan gembira. Kemudian dia berkata: “Aku telah meminta kepada Tuhanku –Azza wa Jalla-, Lalu, Dia menghidupkan ibundaku untukku. Setelah ibundaku beriman kepadaku, Dia mengembalikan lagi.”

walaupun hadits ini dikatakan lemah menurut sebagian tapi menurut ahli haqiqat tidak. ulama berkata dalam syairnya:

ايقنت ان ابى النبي وامه * احياهما الرب الكريم الباري
حتى له شهدا بصدق رسالة حقا وتلك كرامة المختار
هذا الحديث ومن يقول بضعفه * فهو الضعيف عن الحقيقة عاري

* Jika anda protes dengan berkata: “kalau anda katakana ahlil fatroh bukan ahli neraka lantas untuk apa orang tua nabi dihidupkan??
Jawabannya: faidahnya agar orang tua nabi mendapat keutamaan atas apa yang tidak didapatkan ahli fatroh karena Endingnya orang tua nabi harus berkumpul dengan muslimin agar selamat dari siksa. Begitu pula tingkatan derajat orang yang meyakini alloh dan islam seutuhnya lebih mulia daripada yang tidak sempat meyakini.

Al Imam nashiruddin addimsyiqi mengatakan dalam gubahan sya’ir nya:
Karena cinta Allah kepada Nabi dengan menambah keutamaan-Nya
Atas keutamaan (yang sudah diberikan) dan Dialah Maha Menyantuni
Lalu menghidupkan ibundanya begitu pula ayahandanya
Demi beriman kepadanya dari keutamaan dan kebaikan-Nya
Terimalah kabar itu, karena Allah Maha Kuasa atas segalanya
Meskipun hadits yang mengatakan itu dlo’if adanya
Dan Hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi derajat hasan:

(إنّ الله خلَق الخَلْقَ فجعلني من خيرِ فِرَقِهِمْ
ثمّ تَخَيَّر القبائلَ فجعلني من خير قبيلةٍ، ثمّ تخيّر البيوتَ وجعلني في خير بيوتهم، فأنا خيرُهم نفسًا –أي روحا وذاتا- وخيرهم بيتا –أي أصلا-)
“Sungguh, Allah telah menciptakan makhluk lalu menjadikanku dari sebaik-baiknya golongan dari mereka. Kemudian memilih dari beberapa kabilah dan menjadikanku dari sebaik-baiknya kabilah. Kemudian memilih dari beberapa rumah dan menjadikanku dari sebaik-baiknya rumah. Akulah sebaik-baiknya diri (ruh dan dzat) dari mereka dan sebaik-baiknya rumah (garis keturunan).”

· Jika anda kembali protes dengan berkata: “Mengapa anda bersikukuh bahwa kedua orang tua nabi tidak disebut Kafir???
Jawabannya : Karena, orang kafir tidak berhak dikatakan ‘orang pilihan’, ‘orang mulia, ‘orang suci’. Bahkan alquran menyebutnya Najis. Seperti dalam ayat:
“Sesungguhnya orang-orang musyrik terhukumi najis.”
Sedangkan Doktrin hadist secara eksplisit menjelaskan bahwa semua orang tua Rasulullah adalah terpilih, mulia, suci. Dan juga, Dan juga Allah Swt. berfirman: “dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.” (QS Asy-Syuara’ [26]: 219).

· Jika anda protes dengan bertanya; “Bukankah Imam Nawawi berkata bahwa Ahli fatroh menjalani rutinitas sesuai adat arab yang percaya berhala masuk neraka???
Jawabannya : “Mengenai perkataan Imam Nawawi dalam mengomentari hadits Muslim: “Orang yang meninggal dalam masa fatroh dengan menjalani rutinitas sesuai adat Arab yaitu menyembah berhala, dia akan masuk Neraka yang dimaksud adalah karena mereka menyembah berhala sedangkan sebelumnya sudah ada dakwah ismail dan nabi ibrohim. Dan mengetahui bahwa itu (ajaran ibrohim) ajaran yang benar. Dan bisa saja ucapan imam Nawawi tersebut ditakwil (tafsir) dengan membawakan ucapan itu bagi orang-orang yang menyembah berhala yang sudah diriwayatkan dalam hadits-hadits bahwa mereka akan masuk Neraka.

Berhati hatilah dalam menyebutkan kekurangan kedua orang tua Rasulullah Saw. tentusaja itu akan menyakiti beliau. Karena menyakiti beliau, akibatnya akan fatal dengan adanya hadits yang diriwayatkan Ath-Thabari: “Janganlah kalian semua menyakiti orang-orang hidup dengan memaki orang-orang yang sudah meninggal.” .

orang tua nabi bukan orang sembarangan, ayahnya Abdulloh Bin Abdul Mutholib lelaki tampan yang jauh dari pergaulan jahiliyah,.beliau juga saat bayi tidak jadi disembelih dan diganti dengan fidyah 100 ekor unta. hal ini senada dengan syair pujian atas Ayahanda Nabi yang dilantunkan ibundanya menjelang wafat dan pengakuan ibundanya atas kenabiannya. Sambil menangis Aminah berkata:
بارك الله فيك من غلام * يابن الذي من حومة الحمام
نجا بعون الملك المنعام * فودي غدات الضرب بالسهام
بمائة من ابل سوام * ان صح ما ابصرت في المنام
فأنت مبعوث الى الانام * من عند ذي الجلال والاكرام
تبعث في الحل وفي الحرام * تبعث بالتحقيق والاسلام
دين ابيك البر ابراهاما * فالله انهاك عن الاصنام
Sementara ibundanya sendiri merupakan wanita cantik, suci yang jauh dari pergaulan jahiliyah. bahkan disaat wafatnya segenap Jin menangis dan melantunkan syair:
تبكي الفتات البرة الامينة * ذات الجمال العفة الرزينة
زوجة عبد الله والفرينة * أم نبي الله ذي السكينة
وصاحب المنبر في الندينة * صارت لدى حفرتها رهينة
Kesimpulannya bahwa Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah bersepakat bahwa orang tua nabi termasuk Ahli surga atas dua kemungkinan yaitu keimanannya setelah di bangkitkan atau karena mereka berada pada masa Fatroh. Sementara yang bersikukuh mengatakan bahwa orang tua Nabi kafir adalah muktazilah dan pengikutnya.
kita harus mengindari agar tidak mengingkari kejadian ini. Sebab jika kita mengingkari maka kita bertentangan dengan Al-Qur’an dan Ijma’, selain itu kejadian bangkitnya orang tua nabi ini sangat mungkin terjadi secara akal dan syara’ atas dasar kemulyaan dan kehususan yang tidak tertolak oleh Al-Qur’an dan Ijma’. Adapun perkataan yang mengatakan bahwa tidak berguna iman setelah wafat dikecualikan bagi yang mendapat kehususan dan kemulyaan..

Silahkan dishare!
____________

Referensi :
– Kitab Mujizul Kalam Syarah Aqidatul Awam karya Syidi Syeh Muhammad Ba’atiyah Cet. Maktabah Tarim Haditsah Tarim. Hal.37- 42
– Kitab Ghoyatul Muna Syarh Safinatun Najah karya Syidi Syeh Muhammad Ba’atiyah Cet. Maktabah Tarim Haditsah Tarim. Hal.47-53
– Kitab Abaway Rosul karya imam suyuthi Cet. Darul Jawamik. Hal.10-15

Shollu 'ala Rosulullah saw

13 Juni 2016

Luar Batang

Bismillaahirrohmaanirrohiim

LUAR BATANG TANAH MILIK SIAPA ?

(Duka Nestapa Rakyat Jelata Dan Arogansi Pemimpin Jakarta Yang Buta Akan Sejarah )

Oleh : Iwan Mahmud Al-Fattah

Berdasarkan beberapa sumber yang kami dapati wilayah Luar Batang ini dahulunya merupakan sebuah tempat yang dimiliki oleh Sayyid Husein bin Abi Bakar Alaidrus yang merupakan salah satu ulama besar Jakarta yang hidup pada masa pertengahan abad ke 18 Masehi. Sekalipun beliau ini bukan asli orang Jakarta, namun jasanya dalam terhadap rakyat sangatlah besar. Berkat dakwah Islamiahnya wilayah Jakarta khususnya pesisir Jakarta Utara semakin semarak.

Mengenai status tanah Luar Batang, itu adalah merupakan pemberian dari Gubernur Batavia saat itu sebagai bentuk permintaan maaf karena telah menahan dan memenjarakan Sayyid Husein Alaidrus. Sejak diberikan tanah Luar Batang inilah beliau membangun sebuah rumah tempat tinggal dan juga membangun sebuah surau yang terus berkembang hingga menjadi sebuah Masjid Luar Batang yang berdiri kini (Abdu Kodir, 2011 : 26).

Sayyid Husein bin Abi Bakar Alaidrus sendiri menurut sejarah yang dimiliki oleh beberapa sumber Sumber dari keluarga besar  Alawiyyin, datang ke Jakarta pada tahun 1746 M pada usia sekitar 25 tahun. Ia datang melalui Pelabuhan Sunda Kelapa dan setelah tiba langsung menetap di Kampung Baru Pasar Ikan Jakarta Utara yang saat itu  merupakan benteng pertahanan VOC dan pada masa itu merupakan kawasan terlarang bagi penduduk (Abdul Qodir, 2011 : 33).

Di Jakarta Sayyid Husein termasuk pejuang Nasional yang gigih membela Tanah Air  Indonesia. Dimasa hidupnya  ia berjihad melawan penjajah, itulah sebabnya VOC pada waktu itu sering menjebloskannya di penjara. Namun disisi lain, para petinggi-petinggi VOC  tidak berani untuk mengusiknya, hal ini karena keberanian, ketegasan dan wibawanya. Karena Sayyid Husein bin Abi Bakar Alaidrus adalah ulama karismatitk yang memiliki pengaruh yang begitu besar. Sosoknya sangat disegani oleh kalangan pribumi maupun pemerintahn kolonial Belanda. Orang mengenalnya sebagai sosok pribadi yang pemberani, sangat alim, bijaksana, tenang, lemah lembut dan berakhlak (Abdul Qodir,  2011 : 37).

Sebagai sosok ulama yang karismatik sosok Sayyid Husein bin Abi Bakar Alaidrus masih terus dikenang sampai sekarang, bahkan berkat nama besarnya Kampung yang dia tempati kini menjadi sebuah pemukiman yang cukup dikenal di seluruh Indonesia bahkan luar negeri, yaitu KAMPUNG KERAMAT LUAR BATANG. Makam  beliau dan Masjid Keramat Luar Batang  seolah menjadi magnet bagi para peziarah pada hari-hari biasa, ratusan peziarah berdatangan dari segala penjuru, sementara pada waktu maulid ataupun Haul beliau, ribuan peziarah membanjiri komplek halaman mesjid (Abdul Qodir, 2011 : 41). Bahkan orang-orang besar di negeri ini pernah mendatangi situs bersejarah ini untuk berziarah seperti GUS DUR dan SBY.  Ulama-ulama besar Indonesia dan juga dari luar negeri bahkan setiap tahun sering menjadikan makam beliau sebagai tujuan utama wisata religi, sehingga  tidak heran jika kegiatan religi Masjid dan Makam Keramat Luar Batang ini berlangsung selama 24 Jam.

Luar Batang jelas merupakan sebuah situs sejarah penting bagi kota Jakarta, keberadaanya bukan hanya dirasakan oleh warga pribumi ataupun keturunan Arab saja. Dalam catatan A. Heuken SJ yang mengutip catatannya Van Der Berg, disamping sebagai pusat ziarah Nusantara, Luar Batang juga banyak diziarahi orang CHINA CAMPURAN dan INDO untuk memohon keberhasilan dalam usaha mereka untuk memperoleh keturunan dan sebagainya (Heuken, 2003 : 50). Heuken juga menambahkan bahwa berdasarkan laporan dari Ong Hoe Hoe bahwa sudah sejak lama banyak orang TIONGHOA berziarah ke Luar Batang antara lain karena adanya makam Abdul Kadir yang terletak di dekat makam Sayyid Husein Bin Abi Bakar Alaidrus (Heuken, 2003 : 54). Keterangan tersebut jelas menunjukkan bahwa di daerah  Luar Batang masyarakat Islamnya sangat terbuka bagi umat lain, sekalipun mayoritas warga China yan datang itu non muslim, namun sampai saat ini tidak pernah ada larangan bagi mereka untuk berkunjung ke makam Luar Batang.

Sejak masa Sayyid Husein Alaidrus hidup hingga sampai sekarang ini Luar Batang adalah salah satu pemukiman tua yang berada di kota Jakarta. Sayyid Alwi Shahab bahkan menuliskan di dalam bukunya bahwa Luar Batang sudah ada sejak tahun 1630an. Artinya daerah sebelum Sayyid Husein datang memang sudah ada.Luar Batang menurut penulis Betawi yang aktif ini merupakan salah satu tempat persinggahan TUKANG PERAHU PRIBUMI yang ingin masuk Pelabuhan ke Sunda Kelapa (Alwi Shahab, 2004 : 20 - 21).

Daerah yang berada tidak jauh dari laut ini bahkan merupakan Kampung Nelayan yang kehidupan lautnya sangat bersahaja. Laut lagi masyarakat Luar Batang adalah denyut nadi kehidupan mereka, Di daerah ini terdapat beberapa situs penting dan juga Pasar Ikannya yang cukup dikenal seantero Jakarta. Di Luar Batang juga  banyak terdapat masyarakat yang sudah hidup lebih dari 4 generasi, artinya banyak yang menetap di daerah ini lebih dari 100 tahun. Sekalipun kehidupan di Luar Batang itu terlihat kumuh namun kehidupan di daerah ini sangatlah damai dan normal, dan itu sudah sering kami saksikan, mengingat kami ini sering berziarah kemakam Sayyid Husein Alaidrus. Luar Batang bahkan pernah dijadikan sebagai Tur Sejarah bagi orang-orang dari Luar Negeri, sehingga akhirnya daerah ini banyak dikenal dan kemudian dijadikan tujuan wisata sosial bagi turis-turis asing. Dengan keberadaan Kampung Keramat Luar Batang ini telah terbentuk sebuah wajah kehidupan yang unik yang kemudian mampu bertahan hingga ratusan tahun.

Namun semua itu kini tinggal kenangan, Luar Batang akhirnya digusur !!!

Pemerintah Pemda DKI atas nama peraturan daerah telah dengan semena-mena menggusur secara paksa masyarakat yang hidup di wilayah bersejarah ini. Dengan alasan untuk dijadikan RUANG HIJAU Pemda DKI yang dikomandoi oleh IR. BASUKI CAHAYA PURNAMA (kelihatannya nama yang cukup indah) menggusur habis-habisan masyarakat yang tinggal disekitar masjid dan makam, padahal dahulunya wilayah yang ditempati masyarakat Luar Batang adalah milik Sayyid Husein bin Abi Bakar Alaidrus !!! Sekalipun yang digusur itu adalah masyarakat sekitar makam dan masjid, ini jelas adalah sebuah “Pembodohan Sejarah” karena siapapun tahu bahwa masyarakat Luar Batang dengan Makam dan Masjid Luar Batang satu kesatuan. Kalau masyarakatnya dijauhkan dari makam dan masjid sudah tentu situs bersejarah tersebut akan terisolasi dari kehidupan sosial. Setelah terisolasi bukan tidak mungkin lama kelamaan akan “dihabisi”.  Adanya klaim kalau tanah Luar Batang adalah tanah Pemda DKI atau Tanah Negara adalah sebuah hal yang menggelikan, mengngat status tanah tersebut sudah ratusan tahun dihuni oleh masyarakat Luar Batang. Kalaupun tiba-tiba muncul sebuah SERTIFIKAT ATAS NAMA DAERAH ATAU NEGARA,   sejak kapan kemunculannya ? Sejak Masa Ir. BASUKI CAHAYA PURNAMA ??? SIAPA PULA YANG MENGELUARKAN KEBIJAKAN TERSEBUT ??? AHOK ??? ATAU “BADAN PERTAHANAN NEGARA” ???

Penggusuran Luar Batang jelas sebuah cara untuk menghilangkan “Peran Sejarah Umat Islam Jakarta” secara perlahan-lahan. Dengan mengusir penduduk yang tinggal di sekitar tempat tersebut telah menyebabkan terserabutnya akar-akar sosial yang sudah mapan dan terbentuk dengan baik di Luar Batang. Bukanlah hal yang mudah membuat struktur masyarakat sosial itu dalam sekejap, tidak mungkin profesi nelayan yang merupakan profesi yang sudah berakar berurat ratusan tahun seperti di Luar Batang ini tiba-tiba dipindahkan ke rumah susun yang jauh dari laut, kemudian  “memaksa” mereka untuk berfikir segera  mencari profesi selain nelayan, memangnya LAUT ITU MILIK SIAPA HINGGA ORANG TIDAK BOLEH MENJADI NELAYAN ? Sudah jelas masyarakat Luar Batang identik dengan laut dan itu dibuktikan dengan adanya Pasar Ikan. Lagipula rumah susun bukanlah sebuah solusi cerdas untuk korban penggusuran, masih banyak cara lain untuk memperbaiki lingkungan, bisa dengan penanaman besar besaran pohon mangrove disekitar pesisir pantai Jakarta, pengerukan kali yang dangkal, pelebaran waduk yang terbengkalai, membuat pori-pori tanah buatan, operasi simpatik sampah kali dan sampah laut dengan melibatkan TNI dan POLRI, penyadaran akan potensi kelautan dan perairan,  melibatkan masyarakat langsung dalam mengatasi problem lingkungan, penanaman pohon-pohon dipinggir sungai Jakarta, atau dengan mendayagunakan ormas-ormas budaya untuk terlibat mengatasi masalah-masalah sosial di Jakarta dan masih banyak lagi cara lainnya. Sedangkan menggusur adalah cara “Barbar” dan “Potong Kompas” dalam mengentaskan masalah sosial.  Menggusur adalah menandakan jika akal seorang pemimpin itu “BUNTU” untuk berfikir jernih dan matang. Menggusur adalah cerminan miskinnya pengalaman dalam hal Perencanaan Tata Kota. Secara umum dapat saya katakan bahwa menggusur bukanlah sebuah tindakan yang bijak dalam mengatasi persoalan, hanya pemimpin-pemimpin yang zholimlah yang senang akan penggusuran.

Adanya penggusuran yang membabi buta bukan tidak mungkin bisa membuat  situs-situs bersejarah Islam lain terancam keberadaanya dan  bukan tidak mungkin sejarah tempat tersebut akan segera “dihabisi” dengan cara menggusur masyarakatnya. Ini bukan Provokasi, karena jika melihat tindakan yang pernah dllakukan “anak buah” Ahok dalam menggusur pemukiman rakyat, bukanlah hal yang mustahil tempat-tempat religi bersejarah di Jakarta lainya ikut “direhabilitasi” dengan alasan “PENGADAAN RUANG HIJAU”, "PENATAAN WILAYAH KOTA" (tapi mengorbankan rakyat miskin). Alasan-alasan seperti inilah inilah yang bisa saja mengancam situs seperti  Masjid dan Makam Kramat Kampung Bandan Ancol, Masjid An-Nawir Pekojan, Makam Mbah Priuk, Makam Habib Ali Kwitang dan Masjid Arriyadnya, Makam Syekh Abdul Ghoni Kayu Putih dan Masjidnya, Masjid Matraman Dalam Dan Makam KH Syamsudinya, Masjid Al Hawi dengan makam-Makam para ulama besarnya, Masjid Al Anwar Angke dengan makam para syuhadanya, Makam dan Masjid Jayakarta di Mangga Dua, Makam Sayyid Bahsin dan Masjid Al Abror Mangga Dua, Masjid Al Atiq di Kampung Melayu, Makam Pangeran Ahmad Jayawikarta dengan Masjid As-Salfiahnya di Jatinegara Kaum, Makam Pangeran Wijayakusuma di Jelambar, makam Guru Mansur dan Masjid Al Mansuriahnya, Makam Datuk Ibrahim Condet dan masjidnya, dan masih banyak yang lainnya yang keberadaanya bisa hilang karena arogansi seorang pemimpin.

Memang upaya yang paling mudah untuk mengusir masyarakat adalah dengan cara merampas “TANAH-TANAH RAKYAT PRIBUMI” menggunakan alasan “LEGAL FORMAL” dan “TERTIB ADMINISTRASI”. Ironisnya Penggusuran itu “disinyalir” justru untuk kepentingan bisnis para Taipan China Hokkian yang sedang mengerjakan Mega Proyek Reklamasi Pantai. Kasus seperti ini mengingatkan saya akan peristiwa yang terjadi pada 130 – 150 tahun yang lalu dimana Penguasa Penjajah yang Berkolaborasi dengan Tuan Tanah China di Batavia serta didukung penghianat Pribumi telah banyak merampas tanah-tanah milik Pribumi asli termasuk tanah keluarga besar Pituan Pitulung (Pitung). Dengan liciknya mereka itu menggunakan aturan yang mereka buat sendiri serta membuat sertifikat-sertifikat tanah fiktif yang dicap dari Penguasa Penjajah. Tidak heran dengan tindakan kejam dari Penguasa Penjajah, Tuan Tanah China dan Juga Inlander penghianat bangsa  tersebut telah banyak menimbulkan perlawanan di Jakarta Dan Sekitarnya seperti, Perlawanan Pituan Pitulung ditahun 1889 - 1903,  Perlawanan Rakyat Tambun Bekasi, Perlawanan Rakyat Tangerang  & Jakarta Tahun 1924 (Ki Dalang), Perlawanan Petani Condet 1916, dan masih banyak lagi lainnya. Jika saya renungkan sepertinya kondisi sekarang ini seperti De Javu Sejarah yang pernah terjadi pada masa lalu. Dan mereka sebagian yang kini berkuasa itu rupanya ada yang tidak menyadarinya atau  memang sebenarnya mereka itu BUTA SEJARAH..???

Penggusuran yang terjadi di Luar Batang adalah sebuah tragedi rakyat yang paling menyakitkan, anehnya tragedi pilu ini masih saja “dimaklumi” dan “dilogikakan” oleh pendukung Ir. Basuki Cahaya Purnama bahwa tindakannya itu benar, titik !. Disaat air mata rakyat Luar Batang tumpah dan tubuh dan jiwa mereka “tercabik cabik” para pendukung “Gubernur DKI” ini  bisa-bisanya sebelumnya mengadakan syukuran karena target periolehan KTPnya tercapai. Apakah mereka ini tidak melihat wajah-wajah derita rakyat Luar Batang yang dulu pernah memilih idolanya itu hingga menang telak didaerah Luar Batang !  Bahkan untuk penggusuran tersebut saja TNI dan POLRI sangat berperan aktif padahal seragam dan senjata mereka berasal dari uang rakyat...Ah Betapa Ironisnya...Saya sendiri ketika melihat aparat negara ini yang banyak berada di lokasi,  tiba-tiba jadi ingat beberapa Sumpah dan Janji yang pernah mereka ucapkan dimana salah satunya adalah melindungi rakyat, saya juga ingat akan sosok Jenderal Andi Muhammad Yusuf dan Jenderal Hoegeng Imam Santoso. Satpol PP ? ah jangan-jangan mereka tidak faham arti lambang yang digunakan dibaju yang mereka pakai itu ? lebih menyakitkan lagi beberapa "media besar" bahkan sangat minim pemberitaan terhadap tragedi kemanusiaan ini, ada apa dengan ini media media ini ?  Sudah terjualkah idealisme mereka ? Dimana pula suara orang orang yang dulu pernah kritis dimasa pemerintahan terdahulu ? Keheranan saya juga semakin bertambah tatkala mengamati respon para pejabat kita termasuk Bapak Presiden RI Ir. Joko Widodo yang tidak begitu reaktif dan keras dalam menyikapi kasus tersebut,  yang saya peroleh dari fakta informasi valid beberapa hari  setelah peristiwa Luar Batang, beliau justru sangat sibuk menerima tamu dari “DELEGASI PARTAI KOMUNIS CHINA”.  Yang juga tidak kalah anehnya, para aktivis seperti Ratna Sarumpaet ditangkap dengan alasan sebagai Provokator, padahal dia hanya mendampingi rakyat Luar Batang seolah dia ini teroris Sekalipun Ratna mungkin ada beberapa pendapatnya yang tidak saya setujui, namun sikapnya membela rakyat kecil Luar Batang telah membuat saya malu sebagai lelaki.

Ah, Luar Batang ini Sebenarnya Tanah Milik Siapa sih ???

DAFTAR PUSTAKA

Mauladawilah, Abdul Qodir Umar. 17 Habaib Berpengaruh di Indonesia, Malang : Pustaka Bayan, 2011.

Shahab. Alwi. Saudagar Baghdad Dari Betawi, Jakarta : Republika, 2004.

SJ, A, Heuken. Mesjid-Mesjid Tua DI Jakarta, Jakarta : Yayasan Cipta Loka Caraka, 2003.

03 Juni 2016

Dawuh Habib Luthfi tentang Pancasila

Bismillaahirrohmaanirrohiim

21 Dawuh Habib Luthfi tentang Pancasila, Nasionalisme dan Merah Putih
---------------------------------------------------------------------------
Dalam berbagai kesempatan Maulana Habib Luthfi bin Yahya tak henti-hentinya menitipkan pesan yang sangat penting bagi penerus bangsa Indonesia perihal Pancasila, Nasionalisme, Merah-Putih, Cinta Tanah Air, dan NKRI. Berikut adalah diantara pesan-pesan beliau:

1. “Saya salut banyak bendera Merah-Putih. Tapi nanti tolong setelah selesai, jangan pernah ditumpuk atau dilempar di tanah. Kayunya silakan ditumpuk di tanah, kalau benderanya disampirkan di bahu baru ditata yang rapi. Sikap pada bendera itu bukan mengultuskan benda, melainkan bentuk penghormatan dan sikap cinta pada tanah air. Dalam Merah-Putih meski tidak ada tulisannya, tapi ada arti jati diri bangsa, itulah kehormatan bangsa. Kalau tidak kita sekalian yang menjaga, jangan salahkan orang lain kalau ada yang menghina. Jika bukan para warga Indonesia sendiri, siapa lagi yang menjaga dan menghormatinya?"

2. "Sikap cinta tanah air harus dibangun di semua lini. Pengucapan Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya tidak hanya saat kegiatan upacara resmi kenegaraan atau pemerintahan dan saat peringatan HUT RI 17 Agustus saja, namun harus dinyanyikan dalam setiap acara sosial dan keagamaan. Kalau hanya dikibarkan saat 17-an, bisa-bisa bangsa ini lupa pada negaranya sendiri. Ini penting sekali, kelihatannya enteng. Jangan main-main sama lagu kebangsaan. Timbulnya tidak ada rasa ‘handarbeni’ jadi penyebab merosotnya nasionalisme di kalangan anak muda."

3. "Dasar negara Indonesia yakni Pancasila dibuat memiliki keterkaitan dengan keagamaan. Makanya ada sila pertama, di belakang Pancasila ada kekuatan agama."

4. "Kecintaan terhadap tanah air akan mempengaruhi perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Jika nasionalisme kita semakin melemah, jangan harap kita sebagai Muslim bisa menjawab tantangan umat dan tantangan bangsa."

5. “Walau hanya sebutir pasir yang ada di atas tanah air ini akan kita jaga mati-matian. Kata siapa cinta tanah air atau nasionalisme tidak ada dalilnya? Nabi Saw. mengatakan, “Aku cinta Arab karena aku adalah bangsa Arab”. Ini contoh kongkrit kecintaan suatu bangsa pada tanah airnya. Cinta tanah air itu sebagai wujud syukur kepada Allah atas anugrah bumi pertiwi ini. Ulama adalah benteng ideologi, TNI-POLRI adalah benteng NKRI. Mari kita bersatu. Jangan goyahkan persatuan karena oknum kiai, TNI atau POLRI."

6. “Salah satu pesan yang kita ingat dari peringatan Maulid Nabi adalah ajaran agar kita taat pada pemerintah. Bangsa lain fokus membangun kita masih memperdebatkan khilafiyah-khilafah. Pancasila sudah final. Boleh berdebat penafsirannya, tapi tidak boleh memperdebatkan butir-butirnya."

7. “Muktamar NU di Situbondo sudah menegaskan Pancasila sebagai asas Negara dan Jam'iyah Thariqah menegaskan NKRI harga mati. Pendakwah dahulu begitu toleran menghormati perbedaan. Untuk itu Sunan Kudus enggan menyembelih sapi, karena menghormati tradisi non-Muslim. Bahkan bangunan Masjid Kudus mengakomodasi arsitektur non-Muslim yang berkembang pada waktu itu. Tidak anti dengan kebudayaan lokal. Simpatik."

8. “Muslim itu harus seperti air laut, meskipun ratusan sungai mengalirkan air tawar, ia tetap asin dan tak pernah memaksa ikan di dalamnya menjadi asin. Ketika kita akan melakukan perbuatan tercela, ingat Merah-Putih, malu di dalamnya ada tumpah darah para pahlawan dan jati diri bangsa yang memiliki adat dan etika ketimuran."

9. "Ajak anak-anak kita ke makam para pahlawan. Anak-anak mengerti itu orang mati, tidak akan menyembahnya. Jelaskan, ini kopral 'ini' adalah pahlawan, makam itu adalah makamnya pahlawan tak dikenal. Kenalkan para pahlawan kepada anak-anak kita sejak dini agar mereka paham kemerdekaan ini bukan hadiah. Dan agar dalam diri anak-anak tumbuh kecintaan pada bangsa. Rasa cinta yang kuat pada bangsa ini lebih dahsyat dari nuklir sekalipun."

10. “Bangga terhadap Indonesia bukan sombong, tapi rasa syukur pada Allah Swt. Hormat pada Merah Putih bukan syirik, tapi ungkapan rasa syukur pada Allah Swt. untuk memiliki Bangsa Indonesia.”

11. “Bendera Merah Putih adalah harga diri Bangsa, kehormatan Bangsa. Jika kita mau bercermin kepada Bendera Merah Putih semestinya kita malu menjadi Bangsa. Koruptor tidak akan melakukan korupsi jika mau bercermin pada pendiri Bangsa, pada sang saka Merah Putih.”

12. “Cinta NKRI tidak hanya dilaksanakan pada 17 Agustus saja, melainkan setiap hari Senin dan upacara kebangsaan yang lain. Cinta kepada Bangsa selalu ditanamkan melalui pengibaran sang saka Merah Putih. Kalau kita tidak cinta pada NKRI, untuk apa kita harus melakukan upacara bendera, hormat kepada sang saka Merah Putih?”

13. “Betapa pentingnya cinta tanah air, salah satu contohnya dengan menghormati Bendera Merah Putih. Meskipun jahit atau bikin merah putih itu gampang, namun banyak darah yang mengucur, banyak pengorbanan yang penuh rasa sakit demi menurunkan bendera Belanda dan menggantinya dengan Bendera Merah Putih. Sehingga sebagai anak Indonesia kita harus mempunyai penghormatan yang luar biasa kepada Merah Putih, harus menyucinya dan merawatnya dengan penuh perasaan cinta.”

14. “Kecintaan pada partai jangan melebihi mata kaki. Kecintaan pada bangsa dan negara sampai ke leher. Kecintaan pada agama melebihi ujung kepala.”

15. “Yang memperjuangkan Bangsa ini adalah para ulama, kiai dan pejuang Muslim yang tak sempat dianugerahi bintang gerilnya. Maka jika ada kelompok-kelompok yang hendak menggerogoti kesatuan Bangsa ini, mereka adalah orang-orang yang tidak tahu sejarah. Wajib hukumnya bagi kita untuk menjaga keutuhan Negara ini dari rongrongan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.”

16. “Semangat nasionalisme sekarang ini semakin menurun. Itu terlihat dari sikap dan perilaku para elit, termasuk juga masyarakatnya yang tidak pernah rukun. Selalu ribut dalam perbedaan, khilafiyah. Segala sesuatu selalu dipolitisir dan dihubung-hubungkan, yang akhirnya hanya saling menyalahkan. Hingga akhirnya, Indonesia hanya dijadikan lintasan saja oleh bangsa lain. Saya tidak ingin masalah khilafiyah ini dibesar-besarkan, yang ujung-ujungnya hanya menjadikan Indonesia negara yang selalu jadi tontonan. Padahal Indonesia dengan segala potensinya, mampu menjadi negara yang besar dan disegani bangsa-bangsa lain. Ini menjadi salah satu tugas umat Islam agar Indonesia bisa maju dan sejajar dengan negara-negara lain.”

17. “Umat Islam seharusnya memasang gambar-gambar para pahlawan, khususnya pahlwan Islam, seperti Pangeran Diponegoro, juga gambar-gambar para wali, termasuk pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari. Hal ini agar setiap warga yang melihat gambar itu selalu terkenang dengan semangat para pahlawan yang ada di gambar itu. Semangat untuk membela negara, semangat untuk memerdekakan negara, semangat kepahlawanannya. Bukan bermaksud syirik maupun menyekutukan Tuhan dengan gambar-gambar itu, tetapi semangat yang dimiliki para pahlawan itu untuk dikenang dan diamalkan di zaman sekarang ini. Bahwa mereka yang sudah meninggal itu, ternyata masih memberikan semangat untuk membangun negara. Mereka yang sudah syahid, tidak tinggal diam untuk bangsa dan generasi penerusnya.”

18. “Pancasila mampu melindungi pluralitas yang ada, dan menjadi ideologi negara, maka Pancasila akan memperkokoh pertahanan nasional dan memperkokoh NKRI. Sebab Pancasila akan dimiliki semua pihak. Bila Pancasila itu tumbuh pada diri setiap anak bangsa dengan diperkokoh atau di beck-up oleh agamanya, maka kekuatan, kesatuan dan persatuan semakin erat terjalin dan tidak akan mudah digoyahkan. Karena Pancasila menjadi sebab tumbuhnya nasionalisme dan bebas dari kepentingan politik atau tidak akan menjadi bemper kepentingan politik. Sehingga tumbuh mekar secara murni kecintaan kepada agama, tanah air dan bangsa. Dari itu akan menjadi cermin bagi bangsa lain.”

19. “Nasionalisme secara filosofis sudah dicontohkan oleh para leluhur, para pendahulu bangsa semenjak penajajahan seperti sedekah bumi, sedekah laut, ‘terlepas dari persoalan syirik/musyrik’, karena saya tidak tahu hati orang. Sedekah bumi dan sedekah laut itu adalah wujud syukur atas bumi dan laut yang dianugerahkan kepada Bangsa Indonesia. Sedekah bumi itu sebagai bentuk handar beni, perasaan yang bukan saja memiliki tapi juga mencintai.”

20. “Siapapun yang menjadi pemimpin bangsa, harus dihormati dan ditaati. Jika rakyat menghormati pemimpinnya maka Bangsa dan Negara ini akan kuat. Sebaliknya jika rakyat terus menerus mengkritik, mendemo, dll., pemimpinnya, maka kapan pemerintah akan bisa fokus bekerja. Saya tidak melarang ‘kritik’, akan tetapi salurkan kritik dan aspirasi itu pada saluran yang sudah disediakan pemerintah.”

21. “Aliran-aliran di luar Ahlussunnah yang meresahkan, mereka adalah kelompok Islam yang menolak Pancasila dan menganggap pemerintah tidak sah. Untuk mengatasi kelompok Islam seperti ini perlu ditekankan pentingnya sosialisasi ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah. Jangan sampai anak seorang tokoh NU, menjadi anggota Islam radikal.”

Shollu 'alannabiiy saw

Siapakah Anda ?

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Org yg bijaksana adalah org yg amat mengenali dirinya melebihi drp yg lain.

Sebaliknya org yg  susah berbuat bijaksana susah berbuat arif...adalah  org   itu lebih byk mengetahui sesuatu yg lain drp dirinya sendiri.....

Sahabatku......
*   Tahukah , siapakah diri mu sndiri  ?   *    Pernahkah terfikir tentang diri sendiri ?
  
Pernahkah bertanya pd diri  ?:

*    Dulu  dtg drp mana ?
*    Apa tujuan hidup di dunia ini ?
*    Mengapa perlu beribadat , berzikrullah n lain2 ?
*    Selepas  mati , mau pergi ke mana ?

*    Apa hubungan diri sendiri  dgn Allah ? * 
  Apa pula hubungan diri sendiri dgn Rasulullah  Muhammad saw ?

*    Siapa Allah swt itu ?
Dan siapakah Nabi Muhammad saw  itu ?    *    Apa perlunya  menyebut nama Alllah  swt n Muhammad saw ?
khususnya dlm solat ,  selawat  n   zikru Allah ?

*    Apa hubungan diri sendiri  dgn AlQuran  n  para malaikat ?

Kesemua persoalan itu , ada kaitan dgn diri .....

Kenapa tdk ? 
Ketika  bersendirian  akan terasa n sedar bahawa hanya diri seorg saja hidup di alam ini. 

lni kerana di dapati n melihat di sekeliling  itu x lain n x bkn adalah cermin diri  sendiri yg x lain drp diri sendiri juga..

Justeru itulah ,   terus lah bertanya kpd diri  sendiri  :

  siapakah sang aku  ini ? 
Maka bertambah2lah keinginan  utk mengenali diri  yg selama ini  terlepas pandang n mengabaikannya.

Man 'arafa nafsahu faqad 'arafa rabbahu
Waman 'arafa rabbahu jahila nafsahu...

.
ALLAHU  AKBAR

Shollu 'alannabiiy saw

Sejarah Pancasila

Bismillaahirrohmaanirrohiim

PANCASILA SUDAH LEBIH DULU ADA SEBELUM 1945...INI ORANGNYA YANG BERJASA BESAR...

Mengenang BAPAK MEI KARTAWINATA

LAHIRNYA KAULANING NAGARA
PANCA SILA (Wadah) - PANCA DRIA (Isinya).

Pada tanggal 17 September tahun 1942 yang lalu, bertempat di Yogyakarta, terjadilah pertemuan historis, antara Ir. Soekarno dan Bpk. Mei Kartawinata, disaksikan oleh pendiri Paguyuban Kamandaka sendiri (KRHT Arip M. Yahya Kartanagara), yaitu suatu dialog interaktif dan dinamis perihal intisari fondasi/dasar-dasar negara yang akan menjadi pedoman bernegara rencana pendirian Republik Indonesia.

Pada saat itu Ir. Soekarno, secara langsung dibekali oleh Bpk. Mei Kartawinata (Tokoh kasepuhan Elmu Kasiliwangian-Pajajaran, tinggal di Jalan Sukasirna Bandung) tentang konsep bernegara berdasarkan akar budaya nusantara yang menjadi warisan para leluhur, yang mempunyai nilai strategik dalam membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (dikenal NKRI, saat ini).

Hasil dialog interaktif ini sebagai salah satu sumber, disamping inspirasi dari Prof Moh Yamin, Prof. Wongsonegoro, (dst), yang mengilhami Ir. Soekarno menyampaikan Pidato legendaris: Lahirnya Pancasila pada Tanggal 1 Juni 1945 di depan Sidang Paripurna BPU-PKI di Jakarta (dalam pidato tersebut, beliau menyampaikan bahwa ada seseorang—ahli bahasa, yang membisiki saya tentang Pancasila, seseorang ini (yang tidak disebutkan namanya oleh beliau, sesuai dengan pesan Bpk. Mei Kartawinata sendiri—adalah Bpk. Mei Kartawinata!, sejarah harus diluruskan, fakta kebenaran haruslah dikemukakan, sebagai suatu kebenaran sejarah, agar anak bangsa ini mengetahui secara pasti ideolog Pancasila yang sebenarnya), baca: Pidato Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945, oleh Ir. Soekarno.

KETERANGAN LAINNYA  :

#//---Dalam sidang-sidang Dewan Konstituante hasil Pemilu 1955 partai PERMAI berjuang mati-matian mempertahankan Dasar Negara Pancasila, dan berhasil dengan keluarnya Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 untuk kembali kepada UUD 1945 dan Pancasila.---//

Mei Kartawinata sebagai tokoh pergerakan kemerdekaan, pada tahun 1937 ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda di Penjara Banceuy, akibat pergerakan dan aktivitasnya yang dianggap membahayakan pemerintahan colonial. Kemudian tahun 1942 di masa pendudukan Jepang juga pernah ditangkap dan dipenjarakan di Cigereleng dan kemudian dipindahkan ke Penjara Banceuy selama tiga bulan kemudian dikeluarkan dan ditahan lagi di Penjara Sukamiskin.

Tahun 1946 pada waktu agresi Belanda bapak Mei Kartawinata ditangkap lagi dan dipenjarakan di Penjara Cirebon dan kemudian dipindahkan ke Yogyakarta dan ditahan selama 2 bulan. Kemudian pada pertengahan tahun 1947 beliau bersama pasukannya yang terdiri dari para pemuda membentuk kelompok Barisan Macan Putih yang hijrah dan bergeriliya di daerah Gunung Wilis, bergabung dengan Batalyon 2000 pimpinan Mayor Mustapa.

Pada tahun 1949 bapak Mei Kartawinata ditangkap dan dipenjarakan di Glodok, Jakarta selama beberapa hari akibat tuduhan dan fitnah yang tidak berdasar.

Bapak Mei Kartawinata sebagai orang pergerakan mempunyai hubungan yang cukup akrab dengan BUNG KARNO, terutama ketika beliau bertempat tinggal di Jl. Ciateul Bandung sekitar tahun 1930 an. Kedekatan itulah yang menyebabkan pada waktu jaman partai di awal tahun 1950an, bapak Mei Kartawinata membentuk Partai Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (PERMAI), dengan tujuan mempertahankan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.

Dalam sidang-sidang Dewan Konstituante hasil Pemilu 1955 partai PERMAI berjuang mati-matian mempertahankan dasar Negara Pancasila, dan berhasil dengan keluarnya Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 untuk kembali kepada UUD 1945 dan Pancasila.
..dst.

TABAYYUN-II. Hal : 44-51.

Sumber : Keluarga Sukapura Tasikmalaya

KESIMPULANNYA :

PANCASILA DI DALAMNYA DIPENUHI AJARAN LELUHUR YANG LUAR BIASA BESAR MAKNANYA....DAN SUMBANGSIH TERBESARNYA ADALAH BERASAL DARI ISLAM..
(Note  Iwan M  L' Fatah)

Shollu 'ala Rasulillaah saw
----------------------------

ALHAMDULILAH,
BELIAU ADALAH MASIH KETURUNAN DEMAK BERATI PANCASILA PADA HAKIKATNYA DARI KELUARGA DEMAK ( SAYYID HASAN AL-FATTAH DAN PATIUNUS..
ALHAMDULILAH....
-------------------------------------------_
Sesungguhnya masih banyak sejarah bangsa ini yang belum terungkap karena banyak orang yang tidak ingin itu terungkap, fakta dan sejarah yang dapet menguatkan ideologi yang ada.



Poto di bawah ini.
dari beliaulah ajaran Pancasila itu, dan melalui tangan Bung Karno, Pancasila berhasil menjadi dasar Negara kita...........


Perhatikan Poto diatas ini,
Wajah mereka nyaris mirip...
Itu karena mereka adalah satu keturunan...

01 Juni 2016

Jalan Sufi yang ditapaki

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Saya tertarik pada postingan teman saya.....
Zaman globalisasi, ternyata masih ada potret sosok manusia tangguh yang berusia sepuh....
Di pelataran Dunia yang keras penuh debu kesengsaraan.....
Namun DIA Maha Sayang dengan aneka RahasiaNYA yg terdalam.....

Mereka ini yang oleh Rasulullah  sebagai penghuni surga, Orang fakir yang pandai bersyukur,  malaikat pun akan kebingungan jika menghisab beliau,

Pada puncak zuhudnya mereka ini menolak kenikmatan yang halal, 

Mereka ini seperti kisahnya uwais al qarni, namanya tidak terdengar tapi terkenal di langit, jika mereka sakit tidak ada yang menjenguk, jika tidak hadir tidak ada yang menanyakan, tapi doa mereka yang membuat azab dan bencana tidak diturunkan.........

---------------------

Poluhan,24/04/2016.

   Kisah ini bermula dari sebuah perjalanan kami sepulang menyampaikan amanah untuk mbah kedah di kawedusan ponggok, seorang dwafa tuna netra yg hidup seorang diri.

  Dalam perjalanan pulang tepatnya di timur perempatan poluan di tikungan grogol Utara musola kami menjumpai seorang tukang becak tua tidur di becaknya.

  Untuk mengurangi penasaran kami lalu kami balik untuk menghampiri beliau. Dan terjadilah sebuah dialok antara kami.
  Mbah janggol injeh? tanyaku. Mboten mas niki istirahat. Saget ndugekaken kulo mbah?? Ngapunten mboten saget mas niki kulo lagi sakit jawab kakek tua itu. Sakit nopo mbah? Sakit madaran mas. Mpun ngunjuk obat dereng mbah? Sampun mas.
Nopo kulo dugekne teng puskesmas nopo teng dokter kagem berobat? Kumenawarkan diri untuk beliau. Matur nembah nuwun mas, pun kersane mawon, niki kulo lagi diuji sakit dening Allah, tapi kulo gadah kenyakinan bade angsal tombo saking kersane Allah..
oo aku bergumam dalam hati... lalu kutanya lagi, Mbah njenengan mpun maem dereng? Mpun mas niki injeh taseh,maeme dereng telas.jawab beliau sambil menunjukan kaleng susu yg didalamnya ada sisa kuah dan dedaunan yg direbus. La niku namung sayur lo mbah mboten wonten nasine,timpalku..

Beliau berkata kulo mboten maem nasi mas namung maem dedaunan. Njenengan tumbas injeh puniko mbah? Mboten mas niki kulo masak piyambak, saking kebonan sayur2anipun mas. Niki kaleh tirakat.
La mbah aslinipun tiyang pundi? Kulo dugekaken wangsul injeh?
Mboten usah mas, asli kulo saking desa bandulan Sukun Malang, rt rwne kulo supe, amergi mpun ket tahun 2004 kulo medal nggriyo sak sampunipun pisahan kaleh garwo kulo, niki kulo lelono dugi jombang, ngawi, blitar nitih becak niki mas,
Anak apa ga punya mbah,? Punya mas ada di malang jawab beliau.
Kenapa gak pulang ketempat anak mbah tanyaku lagi, Mboten mas, kulo mboten pengen ngeropotne anak, anak.jawab beliau..
 
  Lantas dlam hatiku timbul satu ide lalu aku brkata lagi.
Mbah punya uang ga, kalo punya saya belikan obat untuk persediaan. Lalu kakek itu merogoh seluruh sakunya dan hanya menemukan satu butir promag dan uang recehan 5 butir berjumlah rp 2.500.
Injeh hanya ini yg saya punya mas. Sambil menunjukan padaku.
Mbah uang segitu apa cukup untuk makan dan beli obat mbah tanyaku.
Insa Allah cukup, saya hidup dari allah berjalan karna Allah dan mati kembali kepada Allah. Insa Allah,Allah senantiasa melindungi dan memberi rizki padaku untuk menyambung hidup. Dan disini saya berjalan hanya mengharap ridhoNya..

  Masya Allah,, merinding jiwaku. Namun aku masih mencoba ingin tau lebih tentang beliau.
  Aku lalu mengeluarkan sebungkus rokok tanpa korek. Mbah ngapunten mbah saya mau merokok tapi tak punya korek, mau beli tapi tak pegang uang. Mohon maaf sekali ya mbah, bagaimana bila uang itu saya minta untuk beli korek. Apakah diijinkan tanyaku.Lalu beliau mengeluarkan kembali dari dalam sakunya uang receh sebanyak 2500 rupiah. Injeh sumonggo mas ini, sambil menggenggam tanganku dan menaruhkan di tanganku.

  Disaat itu air mata ini udah mulai menetes, mbah iklas uang ini untuk saya?? Lillahita,ala iklas mas ini rizki untuk mase dari Allah SWT. monggo di terima..
  Dan air mata ini langsung tak mampu aku bendung, badanku bergetar merasa mendapatkan ilmu yg sangat luar biasa yg jarang diberikan secara langsung dari para guru..

  Dalam senduku seakan hati ini menuntun jemariku untuk mengeluarkan dompetku, dan mengambil lima lembar ratusan. Seperti jumlah yg kakek berikan padaku. Lalu aku hulurkan kepada sang kakek itu. Kek ini rizki dari Allah yg saya emban dari zakat sahabat2ku semoga mampu memberi manfaat buat perjalanan panjenengan.

  Beliau tercengang, sambil berusaha menolak pemberian ini. Namun saya coba menjelaskan. Bahwa uang itu adalah amanah dari zakat sahabat2 yg sebagian memang hak sabilillah dan ibnu sabil..
Trimalah kek itu rizki dari Allah, saya hanya perantara semata.

  Alhamdulillah ahirnya diterima. Dan kuperkenalkan diri ku dan komunitas wajah pribumi solidarity. Ternyata kakek itu bernama mbah Arif.. asal bandulan Sukun Malang.
Lalu ku berusaha untuk mengajak beliau mampir dirumahku, namun beliau menolak halus. Dan suatu saat beliau juga ingin berkunjung ketempat kami..
  Sebelum kami berpisah dg kakek tersebut beliau menyampaikan salam untuk para sahabat2 dikomunitas wapri.

   Moga ini merupakan satu ilmu yg sangat bermanfaat untuk kita semua. Dan mohon keiklasannya untuk saya sampaikan amanah dari zakat sahabat untuk membantu bekal kakek yg sakit ini..
   Semoga kakek ini dan kita semua senantiasa dirahmati Allah dimanapun berada dalam lindunganNya...
  Aamiin Allahuma Aamiin...

Penulis: ahmad arif afandi)

---------------------------

Cuplikan kisah Sahabat Ra yang bisa di jadikan Indah buat kisah diatas

Imam Uwais Al-Qarni mengatakan: “Allah SWT tidak menerima ibadah dan ketaatanmu meskipun itu sebanyak ibadah seluruh penghuni langit dan bumi, sampai engkau percaya kepada jaminan-Nya.”

Lalu, beliau ditanya, “Apa yang engkau maksud dengan percaya kepada jaminan-Nya itu?”

Beliau menjawab, “Yakinlah kepada jaminan Allah untuk memberi rezeki kepadamu. Yakinlah dengan itu, lalu curahkan dirimu untuk beribadah kepada-Nya.”

--Dikutip dari Kitab Minhajul ‘Abidin karya Imam Al-Ghazali

-----------------

Shollu 'alannabiiy saw

Wahai HambaKU Jika Taubat pdKU,AKUlah kekasihmu

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Sangat Wajar jika sang Hamba selalu  mencari   CINTA  dan inigin di perhatikan olehNYA,

Tapi yang lebih Dahsyat adalah ,  justru DIA  yang mecari- perhatian untuk dicintai  hambaNYA,, padahal DIA   tidak membutuhkan  cinta kita..

Allahu ya Allaah.............
Betapa DIA menuturkan  Kasih SayangNYA pada kita semua, namun kita tak pernah membalas CintaNYA ,....bagaimana ini ????????............

Dalam Hadith Qudsi Nabi  Shollallahu 'alaihi wasallam  bersabda bahwa Allah Subhanahu Wata'ala  berkata :

“Sesungguhnya antara Aku dan hamba-Ku terdapat berita yang besar:
AKU  menciptakan (mereka)...
tapi mereka menyembah yang lain.......

AKU  Yang memberi rizqi (kepada mereka)....
tapi mereka malah berterima kasih kepada orang lain...

Kebaikan-KU mengucur terus kepada mereka...
, tapi mereka malah membalasnya dengan kejelekan....

AKU  mendekatkan diri-Ku kepada mereka (agar mencintai-Ku), ...
tapi mereka malah menyambutnya dengan dosa-dosa (yang membuat-Ku benci), padahal mereka sangat perlu pada-Ku......

Orang-orang yang senang berzikir, adalah orang-orang suka pada majlis-Ku (berkumpul dengan-Ku)....
Maka barangsiapa yang ingin selalu hadir dimajlis-Ku, hendaklah dia membanyakan zikir......

Orang-orang yang ta’at pada-Ku,
, adalah orang-orang yang Aku cintai....

Orang-orang yang suka berbuat ma’siat tidak akan AKU  putuskan harapannya (untuk kembali pada-KU)....
Seandainya mereka kembali (bertaubat) pada-KU
maka AKU   adalah   KEKASIH   mereka.....

Barangsiapa yang datang pada-Ku dengan bertaubat...
maka AKU   akan sambut mereka dari jauh.....

Barangsiapa yang berpaling dari-Ku,...
Aku akan panggil mereka dari dekat......
Aku berkata pada nya: MAU  KEMANA  KAMU  PERGI ?
APAKAH  KAMU  PUNYA  TUHAN  SELAIN  AKU ?....

Satu amal kebaikan AKU  balas dengan sepuluh pahala.....
Sedangkan suatu amal yang buruk AKU  balas dengan satu kejahatan,
atau AKU  ampuni.....

Demi kemegahan dan keagungan-KU kalau mereka memohon ampun pada-KU.., niscaya AKU  akan mengampuninya”.....

Lihatlah, betapa  Allah Ta'ala  mencurahkan rasa cintanya dan rahmatnya kepada kita........

.....Fabi ayyi alai robbikuma tukazziban.....

Mengapa kita lupa bersyukur ?
Mengapa lupa beristighfar ?
Mengapa lupa ber muhasabah diri?
Mengapa kita banyak mengeluh ?
Mengapa ?
Mengapa ?
dan Mengapa ?

Shollu 'alan Nabiiy  Shollallahu 'alaihi wasallam

Kehendakmu dan kehndakNYA

Bismillaahirrohmaanirrohiim

"Menggebunya semangat tak akan mampu menerobos
benteng takdir"

Perhatikanlah, bahwa
Pertemuan antara kehendakmu dan kehendakNYA  adalah
bagaikan angin yang membatasi busur panahmu dengan sasaran.

Meskipun perhitunganmu sangat
akurat, bisa saja angin "membelokkan" busurmu ke
arah yang lain. ..hmmm

Ketahuilah bahwa
Tugasmu hanyalah memfokuskan
perhatianmu pada sasaran, dan  mempersiapkan segala
kemungkinan untuk berhasil "membidik" tepat sasaran.

Selanjutnya ?

Selanjutnya, biarkan ketentuanNya yang bermain (Q.39: 38).

Karena sejujurnya kita memang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi saat busur melesat dan
mengarah ke sasaran.....

Berbelokkah atau tetap lurus?
(Alhikam, hal. 18)

Yang penting adalah lakukan amaliyah dengan Ikhlas serta menjiwai amal tersebut....
Kemudian terserahlah pdNYA sepenuh tawakal......

Shollu 'alan Nabiiy Shollallahu 'alaihi wasallam

31 Mei 2016

Handphone jadi Tuhanmu

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Renungan pagi dalam tafakur

Ketika melihat hp  yg semalam di cas dan ternyata  pagi pagi hp tetap dalam kondiisi lemah tak berdaya...

Ku perhatikan listriknya sangat baik, kabel terhubung sempurna..
Jadi kesalahannya dimana ?
Oh mungkin ada sesuatu yg tidak sempurna pd kabel cas  sehingga tidak dpt meng alirkan listrik...

Ketika kabel diganti, hp bereaksi  mendapat pasokan kekuatan daya dan kulihat listrik pada hp ,mengalir lancar tanpa sumbatan..
Oh..kabel ini sangat baik mengalirkan kekuaan listrik...

Tafakur...
Tidak ada yang kebetulan di Dunia ini.
Semua yang terhidang di hadapan adalah pelajaran dariNYA yang menjadi asbab hidayah bagi qalbu seizinNYA...

Andai HP adalah  jiwa....
Listrik adalah Energi CahayaNYA yg berasal dari DzatNYA...
Dan  KESADARAN  adalah kabel cas....

Ketika konsentrasi menjadi pecah dan ada beberapa kabel  khusyu' yg ter halus putus ,tentunya proses cas Jiwa akan gagal , sebagaimana proses cas hp pun gagal krn kabelnya bermasalah....

Ketika kesadaran melakukan daya khusyu' sehingga dpt pasokan energi dan jiwa menjadi hidup, maka smua aplikasi pd jiwa dapat bekerja sebagaimana hp yg berhasil di cass dan dapat bekerja sesuai porsinya.

Namun ada satu hal yang manusia tertipu....
Manusia terlalu memperhatikan jiwa dan melupakan qalbu..
Sehingga yang di cas adalah yg tampak pd jasad yang mengamdung jiwa..
Lupakah bahwa jasad pun mempunyai qalbu yang memerlukan cas  yang sangat banyak , bahkan melebihi jiwa...

Apakah lupa ?
Jika jiwa yang menjadi Raja di hatimu, sama dengan mempertuhankan hawa nafsu ?

Apakah lupa ?
Bahwa Raja sejati sesungguhnya adalah Qalbu?

Ketika kesadaran akan Dunia berjalan khusyu' , sama saja mengecas jiwa dengan energi yang nantinya mengalir ntk Dunia...

Perhatikan dukun,  dia pun mempunyai kesadaran yg kuat dlm khusyu' ntk melakukan santet ..
Smoga Allah mengampuninya ,aamiin.

Hari ini semua manusia hidupnya selalu bergantung pada hp..
Jika hp lemah batrainya ,pasti sibuk mencari pengecass hp dan brusaha bagaimana caranya agar hp tidak mati dan selalu dapat terkoneksi , selalu online, ....

Ohh ternyata sudah jatuh cinta dengan hp...
Hp selalu digenggam , di kantongin, kemanapun pergi selalu ada hp,
Tiada hidup tanpa hp...
Mau tidur  bawa hp dan lupa baca doa..
Bahkan ke majelis pengajianpun hp ikut..
Dimana mana hanya ada hp..hp dan hp....dimana Allah ?

Hari ini hp sdh menjadi berhala pada hati manusia
Hp telah menjadi tuhan baru bagi hatinya...

Andai hp adalah gambaran dari jiwa, dan didalam jiwa terdapat  7 tingkatan aplikasi hawa nafsu...
Maka betapa banyak manusia yg mempertuhankan hawa nafsu...
Oohhh..
Yang selalu dicas berulang ulang  ternyata  adalah hawa nafsunya...

Betapa hari ini manusia telah tertipu , dengan hawa nafsunya sendiri....

Mengapa ?....

Mengapa tidak mau menyadari hal ini ?

Mengapa qalbu dibiarkan kosong merana ??

Padahal cahaya qalbu jika di cass, dapat menerangi jiwamu dg Ribuan Amper dan dapat menerangi Dunia dan seisinya..

Mengapa Sang Raja Sejati yaitu Qalbu, dipasung dalam kegelapan kelam ?
Dan membiarkan hawa nafsu menjadi Raja yg memerintah dengan tidak bijak...

Cobalah perhatikan,...jika qalbu menjadi Raja...tentunya akan memanage jiwa yg penuh aplikasi ini dg Bijak dan Arif serta Adil...
Misalkan, dpt memanage hp sehingga tahu batasan waktu yg digunakan hp , tahu penempatan hp sesuai porsinya dan memudahkan dakwa onlie misalnya....
Dll...
Yang jelas tidak diperbudak hp....

Bagaimana dengan Anda ?

Ya Allaah...
Semoga menyadari hal ini
Smoga -Allah beri hidayah pd Umat Rasulullah saw..
Aamiin yaa Robbal Aalamiin

Sleluruh Malaikat sedih melihat ini..
Bahkan Para Wali dan Nabi di Alam sana..miris melihat kenyataan yg ada saat ini...

Namun demikianlah kenyataannya...
Dakwah diatas mengundang banyak reaksi protes.....

Katanya....
Saya  dikatakan membuat fitnahlah...

Saya dikatakan berprasangka buruk...

Saya  dikatakan tidak jaga mulutlah....

Saya  dikatakan hanya melihat luarnya saja....

Ya betul sekali bahwa kita harus mensyukuriNYA dg kemudahan informasi melalui teknologi tinggi, semakin dekatlah kontak  walau berjarak jauh...

Namun ingatlah..bahwa Ilmu bagaikan pedang....

Bila Ilmu  ada di tangan hambaNYA yg Arif dan Bijak serta bersih suci hatinya, maka semua Ilmu dan Teknologi yg ada akan semakin menambah ke imanan mereka dan buah dari rasa syukur adalah semakin  semangat beibadah dan jihad melawan hawa nafsunya......dan jika diberi nasihat pun, qalbu faham bahwa itu dari NYA saja melalui si Fulan....dan selama Nasihat itu baik, tentunya Sami'na wa Atho'na......sehingga menjadikan Barokah Rahmatan lil a'lamiin.....

Nah bagaimana jika  Sebaliknya ???

Ilmu dan teknologi akan menjadi pisau yg siap menebas diri sendiri dan orang lain d sekitar.....sehingga  terjadilah istidraj berulang ulang..tertipu dengan kenikmatan teknologi canggih.....banyak candanya.....banyak luangkan waktu sia sia.....banyak melepaskan tali silaturahim....yah dengan hp yg katanya dpt mendekatkan jarak yg jauh....tapi ternyata dapat pula merenggangkan jarak orang yg dekat.....lihatlah ketika kamu duduk berdua dengan saudaramu/istrimu/suamimu/ dll.....kamu asyik dengan hpmu dan melupakan orang yg ada di dekatmu yang memang harus di ikrom.........sehingga silaturahmi menjadi konslet......

Sy pernah melihat kakek dan nenek di sebuah ruang tunggu bandara....mereka duduk berdampingan...sang kakek rupanya kakek modern yg canggih pegang hp....kakek asyik dg hpnya sementara sang nenek duduk termenung...sekilas sy intip..apa sih yg di tekuni kakek dengan hp itu ? Oohhh main game..... Ckckckck......masih banyak lagi contoh lain yg tdk bs saya ungkap disini...

Lah saya menulis ini sj dianggap fitnah....padahal sy ingin mengkritisi hp...janganlah diperbudak hp...sadarlah.....kembalikan hidup sprt dulu yang memegang nilai nilai etika dan budaya yg luhur dlm akhlak....

Janganlah duduk berurat akar menjadi pohon hp yg merusak Akhlak dan merusak Tauhid kita.....

Semoga Allah swt kasih Faham.

...Aamiiin yaa Arhamaa Raahimin......

Ashollatu wassalamu 'alaiyka yaa Sayyidi yaa Rasulullah...

Fa Jameela
31 Mei 2016
Ba'da Subuh

Muhasabah


Bismillaahirrohmaanirrohiim

Ya Robb ajari  hamba bagaimana cara berterimakasih, karena hamba bodoh dalam hal ini...

Hamba yang merasa tak tahu diri...
Tak punya adab sopan santun dalam menerima karuniaMU..

Sungguh Hamba memohon pertolonganMU untuk di mudah kan hati berterimakasih padaMU serta slalu dan slalu dapat mewujudkan rasa terimakasih padaMU, karena terimakasih itu tidak hanya ucapan lidah saja....

Ya Robb.....
.hamba yang fakir,
Selalu lalai dan lupa diri tatkala Engkau Mudah kan urusanku...
tatkala Engkau beri solusi disaat jalan sudah buntu...
Engkau tak pernah lalai dalam menasihatiku dg CintaMU......
Semua ini adalah KasiMU jua...

Yaa Robb...
Hamba takut ya Robb..
takut jika  ternyata qalbu Hamba telah melupakanmu .....
Hamba takut ya Robb....
takut jika hamba digolongkan pd golongan yang tidak tahu diri, tidak adab dan  tidak etika padaMU....
tidak Tahu berterimakasih...

Ya Robb...
Hamba Khawatir amalan Hamba dikotori oleh Riya'...sehingga merusakkan ke ikhlasan....

Yaa Robbana.....
Hamba MU selalu memohon agar senantiasa dibimbing di jalanMU yg lurus....karena dijalan ini pun masih banyak rintangan....
Hamba takut gagal dalam perjalanan spiritual ini....takut jika Engkau tidak Ridho....
Ya Robb....
Yaa ArhamarRaahimiin.....
Jadikanlah qalbu ini Sami'na wa atho'na..
.hanya untukMU......

Aamiin yaa Arhamarraahimiin...
Aamiin yaa Robbal 'Aalamiin...
Ashollatu wassallamu 'Alaika yaa Sayyidi..yaa Rasulullaah....

25 Mei 2016

Stop Maksiat

Bismillaahirrohmaanirrohiim

🍂 Stop Maksiat, Jangan Teruskan..!

Akibat kemaksiatan :

🔹Maksiat menghalangi ilmu

🔹Maksiat menghalangi rizki

🔹Maksiat menimbulkan jarak dengan Allah

🔹Maksiat menjauhkan pelakunya dengan orang lain

🔹Maksiat menyulitkan urusan

🔹Maksiat melemahkan hati dan badan

🔹Maksiat menghalangi ketaatan

🔹Maksiat memperpendek umur dan menghapus keberkahan

🔹Maksiat menumbuhkan maksiat lainnya

🔹Maksiat mematikan bisikan hati nurani

🔹Maksiat menghilangkan keburukan maksiat itu sendiri

🔹Maksiat adalah warisan umat yang pernah diadzab

🔹Maksiat menimbulkan dan mewariskan kehinaan

🔹Maksiat merusak akal

🔹Maksiat menutup hati

🔹Maksiat dilaknat Rasulullah saw

🔹Maksiat menghalangi syafaat Rasulullah saw dan malaikat

🔹Maksiat melenyapkan malu

🔹Maksiat meremehkan Allah swt

🔹Maksiat memalingkan perhatian Allah swt..

🔹Maksiat melenyapkan nikmat dan mendatangkan adzab..

🔹Maksiat memalingkan istiqamah

Astaghfirullohal 'adziim......
Na'udzubillaahi min Dzaaliik

Yuk Taubat Nasuha.....
Sholat Taubat....

📔shollu 'alannabiiy saw
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

Ceritakan isi hatimu padaNYA


Bismillaahirrohmaanirrohiim

Jika kamu sedang sedih, .....
apapun sebabnya, tentu tak ingin kamu simpan sendiri.

Orang yang paling kamu cari adalah yang paling dekat denganmu

. Kenapa?

Karena yang terdekat adalah yang terfaham terhadap dirimu....

. Kamu berharap ia memberimu udzur atas kesedihanmu.

Orang asing tak memahami. Tapi apa kamu yakin, bahwa orang terdekatmu itu selalu faham 100% maksudmu?....
Ooh...ternyata Ternyata tidak selalu  loh....

Begitulah manusia.....

Yaaaa.  .... begitulah manusia.

Tidak semua hal terfahami oleh manusia....

Kadang hal mudah sulit difahami. ...
Kadang hal sulit mudah difahami....

Jika kamu tahu bahwa manusia begitu, maka ke mana kamu pergi?

Marilah  pergi padaNYA.....
KepadaNYA......
Yaaa.....
...kepada DIA yg Maha Cinta.....

Kepada Allah al-Aliim al-Khabiir kamu kembali.

Kembalikan pada-Nya. ...

Ceritakan itu pada Allah. ....

Jika itu karena salahmu, akuilah itu salahmu....

Jikapun kamu tak mau mengakui kesalahanmu,  kamu pasti  tahu  bahwa  Allah yang Maha Cinta  pasti  tahu segala detail salahmu.....
Tiada lagi celah menghindar....

Jika itu bukan salahmu, maka ceritakan pada Allah.....
Bahkan, ceritakan pada Allah meski kamu tak punya lagi kata yang tersisa......

Mungkin karena terlalu sedih atau memalukan...

Mungkin karena memang kamu tak pandai merangkai kata...

Bahkan Orang terdekatmuoun tak pahami kalimatmu.......

Ketahuilah......

Allah Ta'ala  yg Maha Cinta senang mendengarkan kata dan kalimat mu .....
Tangismu dan runtihanmu akan didengar dengan penuh perhatian, dengan penuh Cinta Kasih.....
Yang semua melebihi Cinta kasih kekasihmu.
..melebihi cinta kasih kedua orang tuamu....

Ambillah Wushu dan segera Mandi Suci (dan Taubat)
Segera Sucikan hati dengan Sholat Taubat dan Istigjfar...
Sungguh DIA Maha Suci dan menyukai hatimu suci....

Datanglah Allah Ta'ala dg Hati Suci penuh Taubat...

Sungguh DIA sangat mebyukai
taubat hamba-Nya.......

Andaikata Engkau mendatangiNYA
Tidak membawa  cerita.....
Tidak  berkisah....
Tidak bertuur kata....
melainkan  hanya menangis  ,  menangis dan  menangis semata...
DIA yang Maha Cinta sangat Menerimamu dan sangat menghargaimu.....

Tumpahkanlah kejujuran hati   lewat air mata. Tumpahkanlah semua.....

Di depan Rabbmu bersimpuh. ...
Mengakui isemua isi hati....

Ceritakan pada Allah meski yang bisa kamu berikan hanyalah air mata....

Kadang, tetesan air mata lebih punya makna dibandingkan sekadar kata kata....

Allah Maha Tahu..

. Dia Maha Tahu bait-bait di qalbumu.....

. Kamu ingin apa, Dia Tahu.
Kamu benci apa, Dia Tahu.
Kamu bersungguh atau berpura-pura, Dia Tahu.

Tapi Dia ingin agar kamu bersegera mengangkat tangan berhadapan dengan wajah bernodamu itu.

Dia ingin kamu menulis proposal permohonan pada-Nya melalui lisan maupun tangisan.

Dia ingin kamu membuktikan cintamu pada-Nya setelah Dia selalu membuktikan bahwa Dia selalu peduli padamu.

Dia selalu memperhatikanmu.

Dia menyembuhkanmu saat sakitmu.

Dia memberikan pelangimu kembali setelah hujanmu...

Jika kamu jujur, dan tak satu pun makhluk mempercayaimu, maka al-Khaliq tahu kejujuranmu.....

Jikapun Allah al-Qahhar sudah memutuskan keindahan masa depan untukmu kelak, maka tak satu pun bisa atau bermandat menghalangi keputusannya, meskipun seluruh makhluk bersepakat menghalangi....

Ketahuilah Wahai Insan....
Karena sebenarnya cinta-Nya yang harus kamu kejar, bukan cinta selain-Nya.

Maka katakan cintamu pada-Nya jika memang jujur, dan takutlah jika kamu bohong.....

. Makhluk bisa saling membohongi satu sama lain. ....
Namun makhluk tak bisa membohongi Khaliqnya. ....

Barangsiapa berbohong kepada-Nya, ia sedang membohongi dirinya sendiri....

Ceritakan pada Allah meski baru bisa setitik air mata.....
Sungguh DIA sangat menghargaimu....

Semoga bermanfaat....

Shollu 'alannabii saw