10 Juni 2018

Setiap hati mendapatkan lailatul qodr

🌻 ﷽ 🌻 ﷽ 🌻

Sungguh Allah ta'ala Maha Baik,dan mempunyai rencana yang teramat baik yg tdk diduga..

DIA memang sangat baik dilihat dari berbagai sudut apapun...

Hanya hawa nafsu Manusia serta ego dan ke akuan  yg tinggilah yang menafsirkan  secara negative terhadap rencana Allah ....
Hawa Nafsu telah ber su'udzan terhadap kondisi buruk yg Allah bentangkan....padahal disebalik itu ada rencanaNYA yang sangat baik untuk sang hamba.....

Contoh....sebuah permisalan...

Kelapa....
Diparut....
jika kelapa bisa merasakan, tentulah sakit rasanya diparut....
Kmd diperaas , yg sebelumnya di beri air panas .....betapa menjerit si kelapa itu.....

kelapa itu tdk tahu bahwa diparut dan di mandikan air panas serta di peras, akan mengeluarkan santan kental yang sangat berguna ....

Allah Ta'ala sungguh Sangat Faham Rahasia Ilmu kelapa.....
Maha Suci Allah...lagi Maha Baik Allah...

Begitulah jiwa jiwa Manusia....
Ketika sedang di proses oleh Allah, bagaikan sebuah kelapa ...

Sabar dan selalu sangka baiklah pd NYA  serta memohon agar DIA saja yang menyelesaikan Masalah..
sungguh sang Hamba tidak mampu....dan sangat lemah....

Tawakal...

laa haula wala quwwata illa billaah.....

Insya Allah....semua persoalan adalah mudah untuk diselesaikan dg CaraNYA, bukan dg cara hawa nafsu kita...

Kun Faya Kuun
______

Sungguh  kondisi hati yg selalu ber itikaf, suasananya akan selalu berada dalam lailatul qodr yg abadi.....
Kemesraan bersamaNYA dimanapun berada...adalah keindahanNYA

Maka...?.

"Ikuti pilihan hati nurani meski dalam kenyataan ,mungkin akan kalah, namun hakekatnya   telah berhasil memenangkan hati nurani sendiri."

Namun bagaimanakah cara  memastikan bahwa sebuah pilihan langkah itu datang dari kebenaran hati nurani?


Sungguh.....
"Kebenaran nurani itu bebas dari kepentingan harta, tahta ataupun cinta duniawi.  Ia hadir sebagai bisikan rasa yang tak terjelaskan. Seperti sebuah ketertarikan memilih sesuatu yang bukan karena iming-iming pamrih apa pun. Bukan karena janji harta, tahta ataupun cinta dibalik pilihan itu."

"Kebenaran nurani tidak memerlukan pembenaran apa pun untuk membelanya. Sebab hanya pembenaranlah yang memerlukan pembenaran lain untuk menguatkan keyakinan atas pilihan itu."

Diamkan sejenak dalam sepi  menyepikan batin pd perenungan dan keheningan.....
Rasakanlah bahwa yang Maha Kasih betapa dekatnya dg Nafas  bahkan lbh dekat lagi...
Rasakanlah....
ada Damai dan kelegaan serta kebahagiaan tanpa sebab.....
Curahkanlah seluruh perhatian, hanya pada DIA..untuk DIA...
DIA yg Maha Kasih Sayang, tak pernah sedikitpun mengecewakan dikala tawakal pdNYA .....
DIA Maha Menghargai seberat debu usaha kita.....

#yang sedang mudik lebaran, semoga keselamatan selalu menyertai , kondisikan hati dalam keadaan i'tikaf walau dikeramaian......#

🥀Yaa Sayyidi yaa Rosululloh 🥀

02 Juni 2018

Rumahku Surgaku

🌻  ﷽ 🌻 ﷽ 🌻

Sahabatku, apakah  gambaran Wujud Surga yang ada di Rumah Tangga adalah  sebuah Rumah  dan isinya yang mewah sehingga terciptalah Rumahku Surgaku...?
Tidaklah demikian...👋

Pada hakekatnya,
Rumaku Surgaku adalah sebuah keluargà yang  semua anggota keluarganya adalah taat dan cinta pada Allah ﷻ, taat  dan cinta pada Rosulullah ﷺ ,penuh kasih sayang serta sabar dalam takdirNYA,
Sehingga Allah ﷻ memberikan kebahagiaan dan manisnya Iman serta kekayaan Jiwa dalam Mawaddah wa RohmahNYA, tenang dan damai....

Inilah rasa surgawi yang  sudah bisa di rasakan di Dunia saat ini.....

Maka apapun yg terjadi yang Allah ﷻ
Takdirkan, Hati Ridho menerima sepenuh jiwa sebagai bentuk rasa syukur yg mendalam ......
Karena kebaikan KaruniaNYA adalah sangat banyak sekali, tak pandai kita menghitungnya, dan tak bisa ditimbang dengan sebuah penderitaan.

Sungguh Kenikmatan Iman jika ditimbang dengan penderitaan, maka jaauuuh  lebih berat timbangannya, bagaikan menimbang Alam Semesta dengan debu.....

Penderitaan adalah sebuah titik debu yg tiada artinya dibandingkan dengan karunia nikmat Iman,qalbu, sehat, panjang umur, karunia akal,  mata, telinga,  mulut _lidah, hidung, tangan, kaki, nafas, Ilmu, dll masih banyak lagi...
Tidak terhitung, tdk terhingga...
Fabi Ayyi aalaa Irrobbikumaa Tukadz Dzibaan.....

Maka selalulah bersyukur dimanapun berada sebagaimana wujud Syukur sebuah Keluarga Surga yang Mulia yaitu Keluarga   Ali ibn Abi Thalib ra dengan Sayyidah Fathimah az-Zahra rah dibawah ini ⬇️

PADA saat malam Takbiran, Ali ibn Abi Thalib terlihat sibuk membagi-bagikan gandum dan kurma.

Bersama istrinya, Sayyidah Fathimah az-Zahra, Ali menyiapkan tiga karung gandum dan dua karung kurma.

Terihat, Sayyidina Ali memanggul gandum, sementara istrinya Fathimah menuntun Hasan dan Husein.

Mereka sekeluarga mendatangi kaum fakir miskin untuk disantuni.

Esok harinya tiba salat ‘Idul Fitri. Mereka sekeluarga khusyuk mengikuti salat jama’ah dan mendengarkan khutbah.

Selepas khutbah ‘Id selesai, keluarga Rasulullah ﷺ itu pulang ke rumah dengan wajah berseri-seri.

Sahabat beliau, Ibnu Rafi’i bermaksud untuk mengucapkan selamat ‘Idul Fitri kepada keluarga putri Rasulullah ﷺ.

Sampai di depan pintu rumah, alangkah tercengang Ibnu Rafi’i melihat apa yang dimakan oleh keluarga Rasulullah itu.

Sayyidina Ali, Sayyidatuna Fathimah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein yang masih balita, dalam ‘Idul Fitri makanannya adalah gandum tanpa mentega, *gandum basi* yang baunya tercium oleh sahabat Nabi itu.

Seketika  itu Ibnu Rafi’i berucap istighfar, sambil mengusap-usap dadanya seolah ada yang nyeri di sana. Mata Ibnu Rafi’i berlinang butiran bening, perlahan butiran itu menetes di pipinya.

Kecamuk dalam dada Ibnu Rafi’i sangat kuat, setengah lari ia pun bergegas menghadap Rasulullah ﷺ.

Tiba di depan Rasulullah, “Ya Rasulullah, ya Rasulullah, ya Rasulullah. Putra baginda, putri baginda dan cucu baginda,” ujar Ibnu Rafi’i.

“Ada apa wahai sahabatku?”
tanya Rasulullah.

“Tengoklah ke rumah putri baginda, ya Rasulullah. Tengoklah cucu baginda Hasan dan Husein.”

“Kenapa keluargaku?”

“Tengoklah sendiri oleh baginda, saya tidak kuasa mengatakan semuanya.”

Rasulullah ﷺ pun bergegas menuju rumah Sayyidatuna Fathimah az-Zahra r.a.

Tiba di teras rumah, tawa bahagia mengisi percakapan antara Sayyidina Ali, Sayyidatuna Fathimah dan kedua anaknya.

Mata Rasulullah pun berlinang.
Butiran mutiara bening menghiasi wajah Rasulullah ﷺ nan suci.

Air mata Rasulullah berderai, melihat kebersahajaan putri beliau bersama keluarganya. Di hari yang Fitri, di saat semua orang berbahagia, di saat semua orang makan yang enak-enak. Keluarga Rasulullah ﷺ penuh tawa bahagia dengan gandum yang baunya tercium tak sedap, dengan makanan yang sudah basi.

“Ya Allah, Allahumma Isyhad.
Ya Allah saksikanlah, saksikanlah.
Di hari ‘Idul Fitri keluargaku makanannya adalah gandum yang basi.

Di hari ‘Idul Fitri keluargaku berbahagia dengan makanan yang basi.

Mereka membela kaum papa, ya Allah. Mereka mencintai kaum fuqara dan masakin.

Mereka relakan lidah dan perutnya mengecap makanan basi asalkan kaum fakir-miskin bisa memakan makanan yang lezat.

Allahumma Isyhad, saksikanlah ya Allah, saksikanlah,” bibir Rasulullah berbisik lembut.

Sayyidatuna Fathimah tersadar kalau di luar pintu rumah, bapaknya sedang berdiri tegak.

“Ya Abah..........
ada apa gerangan Abah menangis?”

Rasulullah  ﷺ tak tahan mendengar pertanyaan itu....
Setengah berlari ia memeluk putri kesayangannya sambil berujar, “Surga untukmu, Nak. Surga untukmu.”

Demikianlah, menurut Ibnu Rafi’i, keluarga Rasulullah ﷺ pada hari ‘Idul Fitri senantiasa menyantap makanan yang basi berbau apek.

Ibnu Rafi’i berkata, “Aku diperintahkan oleh Rasulullah ﷺ agar tidak menceritakan tradisi keluarganya setiap ‘Idul Fitri.

Aku pun simpan kisah itu dalam hatiku. Namun, selepas Rasulullah ﷺ wafat, aku takut dituduh menyembunyikan hadits, maka aku ceritkan agar jadi pelajaran bagi segenap kaum Muslimin.” (Musnad Imam Ahmad, jilid 2, hlm. 232).

Ya Rasulullah, begitu mulianya hati baginda bersama keluarga.
Siapa gerangan yang tak malu?
Siapa orangnya yang tak kelu?
Kami di hari nan fitri, makanan kami lezat-lezat, makanan kami enak-enak. Harus kami apakan diri ini, ya Rasul?

Kami malu....Kami Maluuuu yaa Rooobb...dipojok sana masihnada orang yang kelaparan, mereka membutuhkan sesuap nasi, namun malu untuk meminta,..mereka memilih diam berpura pura menjadi orang kaya padahal mereka membutuhkannya...

Yaa Rooobb.....qq.
Hati ini menjadi tidak peka....
Hati ini terlalu bermandi Dunia sehingga tidak peka terhadap orang yang butuh disekitar kita....
Ampuni kami yaa Roobb....

Ya Robbi...
Melalui KekasihMu  Rasulllah,
teteskan kemuliaan jiwa Bliau kepada kami...
teteskan walau hanya setitik,
agar jiwa kami semua tiada tandus dari kasih....

Ya Robbi.....melalui kemuliaan Rasulallah, ....
berikanlah  kedermawanan jiwa baginda dan keluarga kepada kami dan keluarga kami.....

Lapangkan dada kami untuk tidak terpukau oleh kemilau dunia sementara kaum fakir-miskin menderita...

Luaskan hati kami untuk bisa mencintai kaum papa sebagaimana KekasihMU Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan yang begitu sangat mulia pada kami semua...

We  Love RasulAllah ﷺ

۞ﺁﻟﻠّﻬُﻢَ ﺻَﻠّﯿ! ﻋَﻠﮱ ﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤّﺪْ ﻭَ ﻋَﻠﮱ ﺁﻝِ ﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤَّﺪ۞

Allahumma Solli Ala Sayyidina Muhammad, Wa'ala Aa Lii Sayyidina Muhammad.

“ Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga penghulu kami Nabi Muhammad "

Al Fatiha ilaHadrotinNabiyyilMustafa Muhammad ﷺ  wa Ashhabihi wa azwajihi wa dzuriyyatihi wa ahlul baitihi...
al fatihah.

14 Mei 2018

Indah nya Sholawat

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

لَوْ كَانَ بَيْنَنَا الْحَبِيْب
لَدَنَا القَاصِيْ وَالْقَرِيْب
مِنْ طَيِّبَةٍ قَبْلَ الْمَغِيْب
طَالِباً قُرْبَ الحَبِيْب

Berada berhampirannya jiwa turut menjadi harum
Dan apa jua yang kalian doakan kepada Allah akan diperkenankan.
Cahaya Nabi Muhammad tidak akan pernah sirna.
Sempatkanlah kami bertemu dengan Baginda,
Wahai Tuhan yang Maha Merperkenankan doa hamba.
بِقُرْبِهِ النَّفْسُ تَطِيْب
وَتَدْعُوا الله فَيُجِيْب
أَنْوَارُ طَهَ لاَ تَغِيْب
بَلِّغْنَا لِقَاهُ يَا مُجِيْب

Hidayahmu kepada alam merata luas
Tanda hampirnya kasih sayang Tuhan Pemberi Hidayah.
Hadis-hadismu ibarat sungai mengalir jernih.
Berada disisimu bagaikan dahan yang tumbuh segar dan basah.

هُدَاكَ الْكَوْنُ الرَّحِيْب
رَحْمَةَ الهَادِيْ الْقَرِيْب
حَدِيْثُكَ النَّهْرُ الْعَذِيْب
جِوَارُكَ الْغُصْنُ الرَّطِيْب

Kutebus diriku dengan dirimu wahai Kekasihku.
Nabi Muhammad yang mulia lagi asing
Berada berhampiranmu jiwa menjadi harum
Wahai yang diutuskan sebagai tanda kasih sayang,
Tuhan kepada seluruh Alam
فَدَتْكَ رُوْحِيْ يَا حَبِيْب
محمدٌ مُكْرِمَ الْغَرِيْب
بِقُرْبِكَ الرُّوْحُ تَطِيْب
ياَ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْن

Wahai Kekasihku Wahai Muhammad
Wahai pengubat hatiku Wahai yang terpuji
Dirimu memiliki kelebihan yang diakui
Oleh Tuhan yang turut berselawat kepadamu.

يَا حَبِيْبِيْ ياَ مُحَمَّدْ
يَا طَبِيْبِيْ يَا مُمَجَّدْ
أَنْتَ ذُوالْفَضْلِ الْمُؤَيَّدْ
جَلَّ مَنْ صَلَّى عَلَيْك




https://youtu.be/GYXQ0Da4SLQ

07 Mei 2018

Syukur


_ _ _ _ _ ⚘_﷽_ ⚘_ _ _ _

Bersyukurlah di manapun  berada...
Tidak mudah untuk bisa bersyukur jika tidak ada karunia dari Allah Subhanahu wata'ala....⚘

Hanya Allah Ta'ala saja yang dapat menarik hati untuk mudah mensyukuri KaruniaNYA dg seizinNYA saja....(inilah salah satu bentuk Syafaat Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam  yg dikemas di dalam RahmatNYA, yang mana hakekat  wujud RahmatNYA adalah berupa  *Nur Muhammad* )✔

Orang yg hatinya di Karuniakan  setitik Rasa Syukur, dia akan mendapatkan RahmatNYA, artinya fana bersama Nur Muhammad yang ada di dalam dirinya sendiri , yang   dirinya dapat menjadi bagian dari Rahmatan lil 'aalamiin dengan se izinNYA saja...

SIapa yang tidak bersyukur ,maka tidaklah menjadi masalah bagi Allah Subhanahu Wata'ala , karena sesungguhnya Allah Ta'ala  Maha Kaya, lagi Maha Pemurah, dan tidak membutuhkan Syukurnya dirimu...

Bahkan sebaliknya jika kita tidak diberi Karunia olehNYA berupa  setitik rasa Syukur saja, maka hidup ini akan selalu  disetir oleh hawa nafsu tercela sehingga tidak pernah ada puasnya, selalu mengalami kehampaan jiwa, ragu ragu dan mudah putus asa, serta mudah galau,  muncul ke akuan dan ego , dan tidak tegar....
Namun imi semua, pun berdasarkan kasihNYA jua, karena DIA hendak memperkenalkan dirimu sendiri melalui sifat sifat  lemah nya dirimu , agar di dalam kelemahan itu , dirimu  dapat kembali kepada Allah Ta'ala yang Maha Pengasih dan Penyayang.....

Berdoalah , Semoga Allah yang Maha Kasih Sayang mengkaruniakan  rasa Syukur ke dalam jiwa dan hati kita...Aamiin Yaa Robbal Aalamiin

Ashollatu wasallamu 'alaiyka
Yaa Sayyidi Yaa Rosulullah....

Al Faqir
Dhuha ,7 Mei 2018

https://youtu.be/O6SeTT17RTs

13 Maret 2018

Kesaktian yg sesungguhnya🌹

بسم الله الرحمن الرحيم

“Tuanku, engkau bisa berjalan di atas air,,,?!” murid-muridnya berkata dg penuh kekaguman kepada Syeikh Jumadil Qubro.

“Itu bukan apa-apa.. Sepotong kayu juga bisa,” Syeikh Jumadil Qubro menjawab.

Murid :“Tapi engkau juga bisa terbang di angkasa.”

Syeikh Jumadil Qubro :“Demikian juga burung-burung itu bisa,”

Murid : “Engkau juga bisa bepergian ke Ka’bah dalam sedetik.”

Syeikh Jumadil Qubro :“Setiap Jin yang kuat pun akan mampu pergi dari India ke Demavand dalam waktu sedetik,”

Murid :Engkau juga kebal senjata dan kebal api..!

Syeikh Jumadil Qubro : "Batu karang dipantaipun bisa kebal seperti itu,,!"

Murid :“Kalau begitu, apa kehebatan seorang Manusia Sakti yg sebenarnya?” murid-muridnya ingin tahu.

Syeikh Jumadil Qubro tersenyum lalu menjawab: “Manusia sakti ialah mereka yg bisa menjaga hatinya agar tidak berpaling kepada sesuatu pun selain Alloh,Hatinya selalu bisa Dzikrulloh dalam keadaan apapun, sehingga bisa BERSABAR ketika di uji dan bisa BERSYUKUR ketika di beri , dg dzikirnya maka rasanya rata datar seperti AIR sehingga Tidak senang ketika DIPUJI dan Tidak sakit hati ketika DIHINA, dg dzikrullah maka ia bisa TERBANG Hijrah dari kegelapan perbuatan dosa ke jalan ketaqwaan penuh cahaya , dan KEBAL dari segala godaan syetan , sehingga bisa ringan secepat KILAT membawa badanya untuk shalat 5 waktu...!".

Maka ISTIQOMAH lebih hebat dari 1000 KAROMAH...

Di zamannya Sayyid Jumadil Kubro dijuluki "PANDITO RATU" karena mempunya Ilmu rahasiah Kaysaf Laduni yg langsung dari Allah seperti Nabi Khidir AS , yg mengetahui hal gaib dan ilmu-ilmu rahasiah yg tidak diketahui oleh umum,Syeikh Sayyid Jumadil Kubro merupakan tokoh kunci proses Islamisasi tanah Jawa yg hidup sebelum Walisongo.

Beliau Seorang Qutubul alamin Wali Mursyid Agung Sultan Aulia terbesar dizamannya, penyebar Islam pertama yg mampu menembus dinding kebesaran Kerajaan Majapahit.

Syeikh Sayyid Jumadil Kubro adalah cucu ke-18 Rasulullah Muhammad Sholallahu alaihi wasallam dari garis Sayidah Fatimah Az Zahra.

Semoga ada hikmahnya, dan menjadikan kita semuanya istiqomah dijalan yg di ridhai Alloh Subhanahu wata'ala Aamiin yaa Robbal aalamiim...

Barakallahu Al-fatihah Sayyid Syeikh Maulana Jumadil Qubro Jamaluddin al-Husain al-Akbar ra Belieu Leluhur walisongo

( Sumber dari Kitab Al-Jawahir al-Saniyyah oleh Sayyid Ali bin Abu Bakar Sakran Dan Kitab Risalah Syams al-Zahirah oleh Sayyid Abdul Rahman Al-Masyhur, Kitab Babad Tanah Jawi karya Raden Hadiwijaya pajang ).....

Yaa Sayyidi...yaa Rosululloh.....

Kyai Faqih
Batam, 13 maret 2018

Tasawuf ditegakkan atas 8


🌻 ﷽ 🌻🌻 ﷽ 🌻

Dan Syaikh Abul Qasim Al-Junayd Al-Baghdadi ra. berkata:
"Tasawuf didirikan di atas delapan kualitas yang dicontohkan oleh delapan orang Rasul:

1.Kemurahan hati Ibrahim as., yang mengorbankan putranya;

2.Kepasrahan hati Ismail as., yang taat kepada perintah Tuhan dan memberikan hidupnya yang paling berharga;

3.Kesabaran Ayyub as., yang dengan sabar menanggung penderitaan akibat luka-luka boroknya dan menanggung kecemburuan Yang Maha Pengasih;

4.Perlambangan Zakariyya as., yang kepadanya Tuhan berfirman, "Engkau jangan berbicara kepada manusia selama tiga hari kecuali dengan tanda-tanda (isyarat)" [QS 3:37], dan juga "Ketika ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang berbisik lembut" [QS 19:3];

5. Keasingan Yahya as., ia sebagai seorang asing di negerinya sendiri dan merasa terasing bagi sanak keluarganya, yang di tengah-tengah mereka ia hidup;

6. Perjalanan ruhani Isa as., yang dengan begitu rupa meninggalkan (kemewahan) benda-benda duniawi sehingga ia hanya menggunakan sebuah cangkir dan sebuah sisir --- cangkir itu ia lemparkan apabila ia melihat seseorang yang minum dengan telapak tangannya, dan sisir itu dibuang apabila ia melihat orang lain menggunakan jari-jarinya untuk menyisir rambutnya;

7. Pakaian bulu domba yang digunakan oleh Musa as., jubahnya terbuat dari bulu-bulu binatang itu;

8. Kefakiran Muhammad saw., yang kepadanya Tuhan telah menyampaikan kunci dari semua perbendaharaan harta yang ada di permukaan bumi, dan berfirman: "Jangan susahkan dirimu, tapi nikmatilah setiap kemewahan dengan menggunakan semua harta kekayaan ini"; dan beliau menjawab: "Wahai Tuhan, aku tidak menginginkan itu semua, berilah aku kenyang satu hari dan lapar satu hari."

Ini semua adalah prinsip-prinsip perilaku yang paling utama."

[ Kasyful Mahjub, Syaikh Ali Ibn Utsman Al-Hujwiri (w.1072M) ]

Kyai Faqih
Batam, 13 maret 2018
Shollu'ala Nabi Muhammad Sholallahu alaihi wasallam

12 Maret 2018

Ahli Tasawwuf

بسم الله الرحمن الرحيم

[ Riwayat Imam Ahmad Bin Hanbal Dalam Bertasawuf ]

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah (wafat 241 H) adalah seorang fuqaha yang tidak asing lagi bagi kita. Pada mulanya beliau tidak menyukai ahli-ahli tasawuf dan selalu menasihati anak lelakinya yang bernama Abdullah supaya menjauhkan diri dari ahli tasawuf.

Salah seorang ahli tasawuf yang sangat tak disenangi oleh beliau ialah Syubbán al-Rá'ie (guru Imam Syafie dalam bidang tasawuf). Imam Ahmad bin Hanbal menyangka bahawa Syubban al-Ra'ie itu seorang yang jahil yang bercakap dengan istilah-istilah tasawuf  yang payah difahami yang direka-reka sahaja.

Pada suatu hari Imam Ahmad bin Hanbal bertanya satu soalan sukar dijawab kepada Syubban al Ra'ie. Disangkakn Syubban al Ra'ie tidak akan dapat memberikan jawapannya. Soalan itu ialah mengenai seorang yang telah meninggalkan satu solat dari solat fardu 5 waktu tetapi orang tersebut tidak tahu solat apakah yang dia tinggalkan itu, zohor atau asar atau subuh atau isyak atau maghrib? Bagaimanakah orang ini harus menyelesaikan masalahnya?

Syubban al Ra'ie menjawab : orang itu ghaflah, maka wajiblah ia mendidik dirinya supaya ghaflah itu hilang. Mendengar jawapan itu Imam Ahmad jatuh pengsan.  Selepas beliau sedar dari pengsan itu maka beliau segera memeluk Syubban al Ra'ie. Peristiwa itu menginsafkan Imam Ahmad sehingga beliau segera belajar ilmu tasawuf daripada Abu Hamzah al Baghdadi, seorang ahli tasawuf yang terkenal pada zaman itu.

Selepas Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mempelajari tasawuf maka nasihat-nasihat yang diberikan kepada anak lelakinya, Abdullah adalah berlainan dari yang pernah diberikan pada masa sebelumnya. Nasihat-nasihatnya sesudah beliau belajr dan mendampingi ahli-ahli tasawuf. Antara nasihatnya itu :

"Hai anakku, wajiblah di atas engkau mendampingi ahli-ahli tasawuf itu, kerana mereka itu boleh menambahkan banyaknya ilmu kita, menambahkan sifat takut kita kepada Allah, sifat kasih kita kepada Allah, taqwa kita dan keazaman kita (dalam bermujahadah di jalan Allah)"

[ Risalah al Qusyairiyyah : Syeikh Abu Qasim al Qusyairi ]

اَلْفُ اَلْفِ صَلاَةٍ وَاَلْفُ اَلْفِ سَلاَمٍ عَلَيْكَ يَاسَيِّدَ اْلمُرْسَلِيْنَ

19 Februari 2018

Diam itu  dosa.


🌻﷽ ⚘ ﷽ 🌻 ﷽ 🌻﷽ ⚘ ﷽ 🌻

 وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين ♡

Diam itu  dosa.
0leh: KH.Bachtiar Ahmad
====================
Anakku, sesungguhnya “lidah dan mulut” bisa mendatangkan malapetaka besar. Sehingga dikatakan dalam pepatah: “mulutmu harimaumu, yang akan merekah (membelah) kepalamu.” Sedangkan  dalam kalimat yang lain disebutkan orang: “lidah lebih tajam dari pedang” yang bermakna ucapan yang terlontar dari mulut kita dapat membuat seseorang terluka yang akan meninggalkan bekas mendalam dalam kehidupannya. Oleh sebab itulah dalam hadits beliau Rasulullah SAW mengingatkan:

“Sesungguhnya telah banyak orang yang binasa (mati) lantaran digelincirkan oleh lidahnya.”  (HR. Al-Baihaqi).
Sementara sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Tidak ada sesuatupun yang lebih patut untuk di-ikat berlama-lama selain lidah.”

Namun demikian  anakku, kalau kita hanya “diam saja”, maka perbuatan itu juga bisa mendatangkan dosa  bagi diri sendiri. Lebih-lebih lagi dalam 4(empat) keadaan sebagaimana yang dijelaskan  Allah dan Rasul-Nya di dalam Al-Qur’an maupun  As-Sunnah.

Pertama: Ketika kita melihat kemungkaran yang dilakukan secara terang-terangan di hadapan kita, maka bisa-bisa Allah melaknat kita sama halnya dengan apa yang telah dialami oleh Bani Israil sebagaimana yang dijelaskan Allah Ta’ala dengan Firman-Nya:
“Telah dilaknati (Allah) orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam; yang demikian itu disebabkan mereka semua durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu  tidak melarang kemungkaran yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka perbuat itu.”     (Q.S.Al-Maa-idah: 78-79)

Kedua: Jika kita sengaja menyembunyikan informasi tentang perkara penting yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:
  “Jika seorang alim (yang mengetahui sesuatu) ditanya tentang sesuatu, lalu ia diam (tidak mau bicara dan menerangkannya); maka ia akan dibelenggu dengan belenggu api neraka.” (HR.Imam Ahmad dan An-Nasa’i r.a)

Ketiga:  Apabila  kita hanya mau bicara atau membicarakan kepentingan untuk diri kita sendiri, dan diam terhadap kepentingan orang lain, maka ia tak ubahnya hanya seperti seekor keledai sebagaimana yang tersirat dalam Firman Allah Ta’ala:
  “Dan sederhanalah kamu dalam berjalan  dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya suara yang paling buruk adalah suara keledai.” (Q.S.Luqman: 19)
Adapun tentang ayat ini diterangkan oleh Jalaluddin Ar-Rumi, bahwa “Keledai” adalah satu-satunya hewan yang enggan memuji dan bertasbih kepada Allah.  “Keledai” baru bersuara dan berteriak ketika perutnya merasa lapar. Dan ironisnya sekarang ini, tabi’at “Keledai” inilah yang paling banyak ditiru oleh sebahagian orang; Bahwa mereka selalu berteriak keras dan nyaring, tatkala kepentingan dirinya atau kelompoknya terabaikan atau diabaikan oleh pihak lain.

Ke-empat: Diam yang mengandung dosa adalah diamnya kita atas kesalahan-kesalahan yang kita lakukan, tidak  mau mengakui kesalahan yang kita perbuat dan sekaligus meminta ma’af kepada orang lain atas kesalahan yang telah kita perbuat. Bahkan mungkin saja kepada Allah, untuk memohon ampun dan bertaubat atas kesalahan kita tersebut. Padahal Allah Ta’ala telah menjelaskan:
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Q.S. Ali ‘Imran: 135)

Oleh sebab itu anakku, hal yang paling tepat untuk diperbuat adalah; “diam dan bicaralah” engkau sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya. Artinya adalah, jangan gunakan lidahmu untuk bicara yang bathil dan jangan pula engkau kunci lidahmu untuk menyampaikan yang hak lagi benar.

Anakku, semoga pengajaran dan nasihatku ini bermanfaat bagimu, dan kepada Allah Ta’ala jualah kita berserah diri. Wallahua’lam.

Bagansiapiapi,  3 Jumadil Akhir 1439 H / 19 Pebruari 2018
KH.Bachtiar Ahmad