14 Januari 2012

Crop Circle itu mengherankan kamu ?????

Berita heboh munculnya Crop Circle di Berbah Sleman, Yogyakarta menjadi menarik ketika kita tidak tahu bagaimana membuatnya. Sehingga muncul spekulasi-spekulasi bahwa itu dibuat oleh Alien atau UFO.Bentuk dan macam ragam Crops memang secara geometri menarik sekali. Beberapa memiliki geometri Fraktal.

 Kalau Crop Circle itu mengherankan kamu karena cara pembuatannya, mestinya kita juga heran dengan pembuatan Candi Borobudur yang memiliki geometri segi-empat sempurna, kan ? Coba saja pikirkan apakah waktu pembuatan Borobudur itu sudah ada alat ukur Theodolite ? GPS belom ada, Sattelit belum juga ada namun geometri Borobudur benar-benar sempurna !


Awali dengan rancangan (denah atau peta)

Setiap bangunan selalu dibuat dengan sebuah design rancangan. Rancangan ini dibuat dengan metode grafis dimana rancangan crops ini akan menjadi seperti peta. Mirip kalau membuat rancangan rumah. Semua dibuat dengan skala.

Tuhan tidak menciptakan Kejahatan



Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.

“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.

“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Tentara Allah

Kejadian - Kejadian Aneh Dan Misterius Seputar Perang Gaza. Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya. Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu.




Kejadian - Kejadian Aneh Dan Misterius Seputar Perang Gaza.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini.

13 Januari 2012

Riset membuktikan, Kesultanan Majapahit tlh mengenal Islam




Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi .. Seorang sejarawan pernah berujar bahwa sejarah itu adalah versi atau sudut pandang orang yang membuatnya. Versi ini sangat tergantung dengan niat atau motivasisi pembuatnya. Barangkali ini pula yang terjadi dengan Majapahit, sebuah kerajaan maha besar masa lampau yang pernah ada di negara yang kini disebut Indonesia. Kekuasaannya membentang luas hingga mencakup sebagian besar negara yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara.
Namun demikian, ada sesuatu yang ‘terasa aneh’ menyangkut kerajaan yang puing-puing peninggalan kebesaran masa lalunya masih dapat ditemukan di kawasan Trowulan Mojokerto ini.

Sejak memasuki Sekolah Dasar, kita sudah disuguhi pemahaman bahwa Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada dalam sejarah masa lalu kepulauan Nusantra yang kini dkenal Indonesia.

Inilah sesuatu yang terasa aneh tersebut. Pemahaman sejarah tersebut seakan melupakan beragam bukti arkeologis, sosiologis dan antropologis yang berkaitan dengan Majapahit yang jika dicerna dan dipahami secara ‘jujur’ akan mengungkapkan fakta yang mengejutkan sekaligus juga mematahkan pemahaman yang sudah berkembang selama ini dalam khazanah sejarah masyarakat Nusantara.

11 Januari 2012

Jangan SImpan Dunia di Hati




More God Bless You Comments


Sahabat,

"Dunia ini Fana (rusak) anehnya orang orang memperebutkan yang fana. Allah itu Kekal (Baqa) dan Maha Suci, anehnya orang-orang pada lari dari yang Maha Suci".

"Wahai kekasih Allah jadikanlah lisanmu dan hatimu tuk berdzikir, keluar dan masuk nafas akan dipertanggungjawabkan, mau kemana, untuk apa, kembali kemana , apa yang dibawa. Gemuruh ombak, burung berkicau , semua makhluk me...muji Allah, yang berakal kadang kalah oleh makhluk lainnya sunggu disayangkan…!? Wahai hamba Allah jadikanlah tujuanmu untuk Allah. Jangan jadikan Allah di telapak tanganmu, jadikan Allah di isi hatimu. Jadilah engkau kekasih Allah".

"Wahai kekasih Allah, dunia itu bagaikan sampah yang berserakan. Bila kau pegang dengan tanganmu akan menjadi kotor. Banyak orang risau dan bingung dengan urusan dunia, karena ia simpan di hati. Dan sedikit orang bingung bagaimana agar supaya dekat dengan Allah".. sehingga ia terus mencari…

"Wahai hamba yang teraniyaya bangunlah! Jadikanlah tempat dudukmu sajadah, senjatamu tasbih, buku mu Al-Qur’an, lisanmu untuk memuji, akalmu untuk ber tafakur, mata untuk menangis dan hatimu Allah.. tujuanmu Allah , harapanmu Allah. Jadilah kekasih Allah, Allah akan mengabulkanmu sayang..".

"Wahai kekasih.. tidurmu, hembusan napasmu, detakan jantung mu, urat nadimu, aliran darahmu… jadi barokah dan rahmat dalam tidurmu..".

"Wahai sahabatku..
Sejauh jauhnya burung terbang mengelilingi dunia, pasti akan kembali ke titikakhir. Dan yang hanya didapat hanyalah pengalaman dan makanan. Sejauh-jauhnya manusia merantau pasti akan kembali keasal muasal (titik penghabisan). Dan yang ia dapat pengalaman dan amal. Dunia adalah tempat menanam benih dan akhirat tempat memetik hasilnya sahabatku… pahitkah! Maniskah! Dihadapan Allah. Maha Suci Allah…

Sekuat-kuatnya pohon diterjang badai akan roboh. Sekuat-kuatnya manusia takan kuat menahan pedihnya mati. Nabi Musa a.s. pun merasa pedih ketika dicabut ruhnya apalagi kita.. sahabatku…

Wahai kekasih Allah… 3 macam yang asing di dunia : 1. Qur’an di dalam dada seorang yang dholim. 2. Orang sholeh di tengah kaum yang jahat. 3. Qur’an di dalam rumah yang tidak dibaca. Sungguh asing saudaraku…

Wahai hamba Allah… semua orang pada tahu bahwa siksa itu ada tapi kenapa orang banyak tertawa. Maut itu pasti datang kenapa orang banyak berhura-hura. Hisab itu pasti kenapa orang banyak beramal buruk. Qodha dan Qadar udah tentu kenapa orang banyak bersedih. Surga itu pasti kenapa orang tidak banyak beramal… kenapa mereka berbuat begitu sungguh sayang sahabatku.

(Allahu Nur as-samawaat wa al-ardh-i



More Hearts Comments


by : Ibra Assegaf

Dalam diri kita terdapat sesuatu yang dinisbatkan/disandarkan juga pada an-Nur (Cahaya) Allah ini, yaitu hati nurani (hati yang tercahayai Nur Allah) serta akal budi (akal yang digunakan untuk mengabdi kepada Allah). Sesungguhnya perkara fakultas diri kita yang Allah rahmati dengan Nur-Nya ini, merupakan suatu perkara yang sangat penting dalam hidup kita.

Dari sinilah misteri kehidupan kita sebagai ciptaan digelar…seluruh rahasia ketetapan-Nya (qodho) dan kadar-Nya (qodar) bisa dimengerti dengan sempurna kalau hidup kita senantiasa mengikuti suara hati nurani dan akal budi.

Kedua fakultas diri yang tercahayai Nur Allah (Hati Nurani dan akal budi) inilah yang menjadi sasaran dari penyakit-penyakit hati. Penyakit-penyakit hati tersebut senantiasa berusaha agar suara nurani dan akal budi kita melemah dan tidak kita ikuti.

* Penyakit itu bisa berupa merasa diri kita besar sehingga tidak melihat Kebesaran Allah dan kita menganggap kecil lalu meremehkan orang lain (Kibir/sombong).

* Atau pikiran kita tidak mampu melihat keutamaan dalam qodho dan qodar-Nya sehingga kita lebih mudah berprasangka-buruk (su’u dzon) terhadap kehidupan kita.

* Atau lisan atau tulisan kita sebagai ekspresi dari olah pikir kita yang mudah berpikiran negatif terhadap segala sesuatu, lisan dan atau tulisan kita cenderung menyakiti orang lain.

* Atau ketidak-mampuan kita melihat Keadilan Allah dalam mengatur rizki para hamba-Nya sehingga kita hasud/iri dengki kepada orang lain.

* Ataukah diri kita tertutup dari kesadaran bahwa kelebihan yang kita miliki hanyalah pinjaman dari-Nya sehingga kita ‘ujub/ta’jub dengan kemampuan diri.

* Atau mungkin kita lalai bahwa Yang Maha terpuji adalah Allah sehingga kita riya’ (ingin dipuji dalam amal kita).

* Atau kita terlena dengan kesenangan dunia yang menipu dan sementara, sehingga kita mengabaikan mencari bekal akhirat bahkan rakus/thoma’ dengannya.

* Dan berbagai “virus” lainnya.

Bila kita ingin melindungi kedua fakultas nurani ini, terapi-diri-sendiri yang telah terbukti ampuh a.l.:

a. Mengakui secara jujur terhadap diri-sindiri, bahwa kita menderita penyakit-penyakit tersebut, kemudian bertaubat serta memohon pertolongan Allah yang diiringi berjuang untuk terapi penyembuhannya.

b. Membaca Al-Quran, mentafakuri kandungan lahir-batinnya serta mengamalkannya.

c. Membiasakan Dzikrullah di setiap saat, setiap tempat, setiap sikon kita.

d. Membiasakan Shalat Malam dan munazat kepada Allah.

e. Membiasakan Shaum.

f. Membiasakan membaca dan mengamalkan shalawat Nabi saw., serta membangun jalinan batin dengan beliau saw.

g. Meluangkan atau memprioritaskan jadwal bergaul dengan orang-orang shalih, seminimalnya orang yang lebih shalih dari pada kita.

h. Memberikan manfaat kepada kaum dhuafa(lemah), baik dhuafa materi, dhuafa iman, dhuafa ilmu, dhuafa akhlak mulia, dsb.

i. Dzikrul Maut sesering-seringnya.

j. Melayani sesama dalam hal ketakwaan.

k. Menambah ilmu dan wawasan tentang perihal penyakit-penyakit tersebut.

Yang terpenting adalah dalam terapi itu semuanya, hendaknya kita mulai dari hal yang paling mudah kita mengerjakannya secara ikhlas (lillahi Ta’ala).

Demikian terapi diri-kita sendiri ini. Semoga bermanfaat dan Allah rahmati.

Sekiranya ada sahabat yang berkenan mengoreksi atau menyempurnakannya, saya sangat berterima-kasih.

Wallahu a’lam bishshawwab

Tawassul



More Hearts Comments


Hujjah Para Muhaddits (Ahli Hadits) tentang Tawassul
oleh : Ibra Assegaf

1. Imam Al Hafidz Abu Abdillah al Hakim dalam kitabnya Al Mustadrak. Disitu dia menyebutkan hadits tawasul Adam dengan Nabi Muhammad SAW dan ia menshahihkannya.

2. Imam al Hafidz Abu Bakar Al Baihaqi dalam kitabnya Dalalil an Nubuwwah. Disitu beliau menyebutkan hadits Adam dan lainnya. Beliau telah berusaha untuk tidak menyebutkan hadits-hadits Maudhu’.

3. Imam Al Hafidz Jalaludin as Suyuthi dalam kitabnya Al Khasha’is Al Kubra. Disitu beliau menyebutkan hadits tawasul Adam
4. Imam al Hafidz Abu Al Faraj Ibnu Al Jauzi dalam kitabnya Al wafa’ di situ beliau menyebutkan hadits tersebut dan lainnya.

5. Imam Al Hafidz Qadhi Iyadh dalam kitabnya As Syifa fi At Ta’rif bi huquq Al Musthofa. Disitu dlam BAB Ziarah dan BAB keutamaan Nabi SAW beliau menyebutkan hadits-hadits tentang hal itu.

6. Imam Syaikh Nuruddin Al Qari yang dikenal dengan Mulla ali Al Qari dalam syarahnya terhadap kitab As Syifa di tempat-tempat tersebut.

7. Al Allamah Ahmad Sihabuddin Al Khafaji dalam syarahnya terhadap kitab As Syifa yang dinamakan dengan Nasim Ar Riyadh dibagian-bagian tersebut.

8. Imam Al Hafidz Al Qasthalani dalam kitabnya al Mawahib al Laduniyyah di bagian awalnya.

9. Syaikh Muhammad Abdul Baqi’ Az Zarqani dlam syarahnya terhadap kitab Al Mawahib, 1/44.

10. Imam Syaikhul Islam Zakariya An Nawawi dalam kitabnya Al Idhah di Bab ke-7, halaman 498

11. Ibnu Hajar Al Haitami dalam cacatan pinggirnya terhadap kitab Al Iddah, hlm.499. Beliau juga mempunyai risalah yang khusus tentang masalah ini yang beliau namakan Al Jauhar Al Munazhzham.

12. Al Hafidz Sihabuddin Muhammad bin Muhammad al Jazari Ad Dimasyqi dalam kitabnya ‘Iddatu Al hish Al Hashin, bab keutamaan doa’.

13. Al Allamah Imam Muhammad Ali Asy Syaukani dalam kitabnya Tuhfah Adz Dzakirin.

14. Al Allamah Imam Al Muhaddits Ali Bin Abdul Kafi As Subki dalam kitabnya Syifa As Saqam Fi Ziyarati Khair Al Anam.

15. Al Hafidz Imaduddin Ibnu Katsir dalam tafsirnya terhadap ayat : An Nisa ayat 64 ( Bidayah wa Nihayah, 1/180 – 1/91-6/324)

16. Imam Al Hafidz Ibnu Hajar (Fath Al Bari, 2/494)

17. Imam Al Mufassir Abu Abdillah Al Qurthubi dalam tafsirnya, 5/265 ketika menafsirkn ayat 64 surat An Nisa.

10 Januari 2012

Akan datang suatu Zaman

Hendaklah kita menyadari, bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Kita hanya menumpang lewat. Dunia adalah waktu dan tempat beramal. Janganlah terepesona oleh kehidupan dunia, sehingga membuat kita lalai dari hakikatnya serta melalaikan kewajiban kepada Allah subahanahu wata’ala yang menciptakan kita. Betapa banyak peringatan dari Allah subhanahu wata’ala dan RasulNya tentang hinanya kehidupan dunia.
Allah SWT berfirman :
"Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka, dan telah mengolah bumi serta memakmurkannya lebih dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka. Akan tetapi, merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri." (QS. Al-Rum 30:9)

Untuk menjelaskan Al-Quran yang saya bacakan di atas, sebagian ulama tafsir Al-Quran menyebutkan sabda Rasulullah saw berikut :

"Akan datang suatu zaman atas manusia. Perut-perut mereka menjadi Tuhan-tuhan mereka. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka. Dinar-dinar mereka menjadi agama mereka. Kehormatan mereka tergeletak pada kekayaan mereka. Waktu itu, tidak tersisa iman sedikit pun kecuali namanya saja. Tidak tersisa Islam sedikit pun kecuali ritual-ritualnya saja. Tidak tersisa Al-Quran sedikit pun kecuali pelajarannya saja. Masjid-masjid mereka makmur dan damai, akan tetapi hati mereka kosong dari petunjuk. Ulama-ulama mereka menjadi makhluk Allah yang paling buruk di permukaan bumi. Kalau terjadi zaman seperti itu, Allah akan menyiksa mereka dan menimpakan kepada mereka berbagai bencana : Kekejaman para penguasa, kekeringan masa, dan kekejaman para pejabat serta pengambil keputusan."

Maka takjublah para sahabat mendengar pembicaraan Nabi. Mereka bertanya, "Wahai Rasul Allah, apakah mereka ini menyembah berhala ?"

Nabi menjawab, "Ya ! Bagi mereka, setiap serpihan dan kepingan uang menjadi berhala."

Dalam hadis di atas, Nabi meramalkan akan datang suatu zaman ketika manusia menjadikan uang sebagai berhala mereka. Setiap keping uang, setiap keping dirham, dolar dan rupiah ... menjadi berhala. Rasulullah menggambarkan dengan indah : Pada zaman itu, manusia mempertuhankan perutnya.

Kalau yang disebut Tuhan adalah sesuatu yang diikuti dan ditaati tanpa memikirkan alasan-alasan apa pun, maka orang akan menaati keinginan dan perut mereka dengan melakukan apa saja. Mereka mau menghabiskan malam seluruhnya hanya untuk mengisi perutnya. Dulu di zaman Rasulullah, orang-orang yang taat ibadah kepada Allah menghabiskan malamnya dengan menunaikan shalat malam (tahajjud). Nanti, akan datang suatu zaman ketika manusia begadang sepanjang malam, untuk kepentingan perutnya. Perempuan-perempuan mereka menjadi kiblat mereka. Seks menjadi kejaran mereka.

Mereka bertindak dan bekerja, dengan pikiran yang sepenuhnya terpusat ke arah itu. Tumpukan uang menjadi agama mereka. Kemuliaan seseorang pada zaman itu, diukur berdasarkan kekayaannya. Manusia memberikan penghormatan kepada orang yang memiliki banyak kekayaan. Maka di saat seperti itu, manusia berlomba-lomba menumpuk kekayaan untuk menunjukkan kemuliaan dan kehormatan mereka di tengah-tengah masyarakat.

Pada waktu itu, kata Rasulullah, iman hanya tinggal namanya saja. Islam hanya tinggal upacara ritualnya saja. Al-Quran hanya tinggal pelajarannya saja. Orang-orang mungkin ramai belajar Al-Quran, tetapi tidak mencoba hidup dengan ajaran Al-Quran. Mereka mungkin membaguskan suara Al-Quran, tetapi tidak membaguskan akhlak mereka dengan ajaran Al-Quran. Nabi saw juga mengatakan bahwa masjid-masjid pada masa itu ramai. Akan tetapi, hati penghuninya kosong dari petunjuk Allah. Ulama-ulama yang membimbing mereka, hanya dihormati karena pakaiannya saja.


Dalam riwayat yang lain, Nabi mengatakan bahwa :
"Orang tidak mengenal ulama kecuali karena pakaiannya yang khas, dan bukan karena ilmu serta akhlaknya. Orang tidak mengenal Al-Quran kecuali dengan suaranya yang baik. Mereka tidak beribadah kepada Allah kecuali di bulan Ramadhan saja. Bila ulama-ulamanya sudah seperti itu, dan bila umat Muslim hanya bersungguh-sungguh melakukan ibadah di bulan Ramadhan saja, maka mereka akan diberi penguasa yang tidak memiliki ilmu. Tidak ingin memaafkan rakyatnya. Dan tidak mempunyai kasih sayang kepada rakyatnya pula."

Takjub mendengarkan ucapan Rasulullah yang melukiskan keadaan zaman itu, para sahabat pun bertanya : "Wahai Rasul Allah, apakah mereka menyembah berhala ?" Nabi menjawab : "Benar. Hanya saja berhalanya bukanlah berhala yang dipahat dalam bentuk makhluk-makhluk tertentu. Berhalanya adalah uang. Mereka menyembah, mengabdi, dan mencurahkan seluruh hidupnya untuk uangnya."

Lalu Rasulullah saw bersabda :
"Nanti pada akhir zaman, ada sekelompok orang dari umatku yang datang ke masjid. Mereka duduk dalam barisan yang rapat. Mereka berzikir. Namun zikir mereka adalah dunia, dan kecintaan mereka terpaut pada dunia. Janganlah kamu duduk bersama mereka, karena Allah tidak berkepentingan dengan mereka."

beliau juga mengingatkan kita bahwa begitu cintanya manusia nanti di akhir zaman pada dunia, sampai-sampai mereka menjalankan ibadah sekali pun, demi kepentingan dunia mereka.


Di dalam Ihya Ulumuddin, ketika menjelaskan ibadah haji, Imam al-Ghazali meriwayatkan sebuah hadis tentang situasi ibadah haji di akhir zaman. Rasulullah saw bersabda :

"Nanti di akhir zaman, ada empat macam orang menjalankan ibadah haji dari empat macam golongan masyarakat. Mereka adalah penguasa, pedagang, orang miskin dan para ulama. Penguasa akan menjalankan ibadah haji sebagai sejenis pesiar atau wisata. Pedagang akan menunaikan haji untuk kepentingan bisnis mereka. Orang miskin menunaikan haji untuk mengemis. Para ulama menunaikan haji hanya untuk memperoleh popularitas."

Jadi keempat golongan di atas, menunaikan ibadah haji hanya demi kepentingan dunia mereka semata. Mereka memang berzikir. Hanya saja, sebagaimana disabdakan Rasulullah, zikir mereka adalah dunia. Memang ada kecintaan di hati mereka. Akan tetapi, dalam hati mereka, kecintaan pada dunia jauh lebih besar dari kecintaan pada Allah. Mudah-mudahan Allah swt mencabut kecintaan kita pada dunia, dan memusatkan hati kita untuk lebih mencintai-Nya.

Saya akan menyebutkan salah satu obat untuk mengurangi kecintaan pada dunia. Meninggalkan dunia tidak berarti bahwa kita harus meninggalkan pekerjaan, tidak mencari nafkah, dan tidak bekerja keras. Mencari harta yang halal, diperintahkan oleh Allah swt. Malahan menurut Rasulullah, orang yang payah dalam mencari nafkah, bekerja keras dan kurang tidur demi mencari nafkah yang halal, beroleh pahala yang bisa menghapus dosa-dosanya. Rasulullah juga menyatakan bahwa ada dosa-dosa yang tidak bisa dihapus dengan apapun, kecuali dengan kesusahan dan kepayahan mencari nafkah.

Obat untuk menghilangkan kecintaan pada dunia adalah bahwa kita bekerja keras untuk mencari nafkah dan harta. Akan tetapi, kita juga tidak ragu-ragu untuk membagikannya kepada orang lain. Sebagian dari rezeki Allah itu kita bagikan, dan distribusikan untuk membahagiakan sesama manusia.

Ujilah kecintaan kita pada dunia manakala Allah memanggil kita untuk mengorbankan harta kita demi kepentingan agama Allah, demi kepentingan umat Muslimin, dan demi menolong orang-orang yang mendapat musibah dan kesusahan. Kalau kita masih saja menahan harta kita ketika Allah memintanya, maka hal itu membuktikan bahwa kita lebih mencintai dunia ketimbang Allah SWT

23 Desember 2011

Ditemukan Lanskap Kuno Usia 56 Juta Tahun Di Dasar Samudera Atlantis

Baru-baru ini, sebuah lanskap kuno ditemukan terendam di bawah Samudera Atlantik Utara. Diperkirakan berusia 56 juta tahun lalu. Memiliki puncak-puncak yang diduga sebelumnya adalah gunung dan delapan sungai utama.Atlantis, entah mitos atau fakta, terus jadi misteri dan diburu. Kota legendaris itu kali pertama disebut Plato dalam bukunya Timaeus dan Critias. Spekulasi beredar, ada yang mengatakan kota kuno berperadaban tinggi itu berada di Kepulauan Mediterania, Gurun Sahara, Amerika Tengah, Antartika, Spanyol, bahkan Indonesia. Meski belum ada yang sahih terbukti. Mengingatkan pada mitos Atlantis yang hilang.



“Ini seperti peta sebagian negara-negara darat,” ujar Nicky White, peneliti senior dari Universitas Cambridge, seperti dimuat Live Science.

Ia pun menambahkan bahwa lanskap tersebut terlihat seperti fosil kuno yang diawetkan 2 kilometer di bawah dasar laut.

Sejauh ini, data telah menunjukkan lanskap sekitar 3.861 mil persegi atau 10.000 km persegi — dari barat Kepulauan Orkney Shetland yang membentang di atas permukaan laut sepanjang 1 kilometer. Nicky White dan koleganya menduga itu merupakan bagian dari wilayah yang lebih besar yang bergabung dengan Skotlandia. Bahkan, dapat lebih panjang hingga Norwegia.

Penemuan yang dirilis dalam jurnal Nature Geoscience terbaru ini muncul tak sengaja saat perusahaan kontraktor seismik menggunakan teknik gema (advanced echo-sounding) untuk mengumpulkan data untuk sebuah perusahaan minyak.

Metodenya: tekanan tinggi udara melepaskan silinder logam, dan menghasilkan gelombang suara yang menjelajahi dasar laut dan permukaan di bawahnya, melalui lapisan sedimen. Setiap kali gelombang suara menghadapi perubahan material dari batu lumpur ke batu pasir, gema akan memantul kembali.

Mikrofon mengikuti di belakan kapal dengan kabel merekam semua gema. Informasi yang dikumpulkan lantas digunakan untuk membuat peta tiga dimensi.

Tim yang dipimpin oleh Ross Hartley, menemukan lapisan dengan tekstur yang berkeriput 2 km di bawah dasar laut. Para peneliti menelusuri delapan sungai besar, dan inti dari sampel yang diambil dari bebatuan di bawah dasar laut seperti serbuk sari dan batu bara. Hal ini merupakan bukti adanya kehidupan layaknya daratan.

Tak hanya itu, di atas dan di bawah deposit ini, mereka menemukan bukti dari lingkungan laut termasuk fosil-fosil kecil yang mengindikasikan bahwa tanah ini sempat naik ke atas permukaan laut untuk kemudian tenggelam.

Fakta ini memunculkan pertanyaan, apa yang membuat tanah ini naik dan tenggelam selama sekitar 2,5 juta tahun? Untuk diketahui, dari kaca mata geologi, 2,5 juta tahun hanyalah waktu yang sangat singkat.


Ditemukan Lanskap Kuno Usia 56 Juta Tahun Di Dasar Samudera Atlantis

Baru-baru ini, sebuah lanskap kuno ditemukan terendam di bawah Samudera Atlantik Utara. Diperkirakan berusia 56 juta tahun lalu. Memiliki puncak-puncak yang diduga sebelumnya adalah gunung dan delapan sungai utama.Atlantis, entah mitos atau fakta, terus jadi misteri dan diburu. Kota legendaris itu kali pertama disebut Plato dalam bukunya Timaeus dan Critias. Spekulasi beredar, ada yang mengatakan kota kuno berperadaban tinggi itu berada di Kepulauan Mediterania, Gurun Sahara, Amerika Tengah, Antartika, Spanyol, bahkan Indonesia. Meski belum ada yang sahih terbukti. Mengingatkan pada mitos Atlantis yang hilang.



“Ini seperti peta sebagian negara-negara darat,” ujar Nicky White, peneliti senior dari Universitas Cambridge, seperti dimuat Live Science.

Ia pun menambahkan bahwa lanskap tersebut terlihat seperti fosil kuno yang diawetkan 2 kilometer di bawah dasar laut.

Sejauh ini, data telah menunjukkan lanskap sekitar 3.861 mil persegi atau 10.000 km persegi — dari barat Kepulauan Orkney Shetland yang membentang di atas permukaan laut sepanjang 1 kilometer. Nicky White dan koleganya menduga itu merupakan bagian dari wilayah yang lebih besar yang bergabung dengan Skotlandia. Bahkan, dapat lebih panjang hingga Norwegia.

Penemuan yang dirilis dalam jurnal Nature Geoscience terbaru ini muncul tak sengaja saat perusahaan kontraktor seismik menggunakan teknik gema (advanced echo-sounding) untuk mengumpulkan data untuk sebuah perusahaan minyak.

Metodenya: tekanan tinggi udara melepaskan silinder logam, dan menghasilkan gelombang suara yang menjelajahi dasar laut dan permukaan di bawahnya, melalui lapisan sedimen. Setiap kali gelombang suara menghadapi perubahan material dari batu lumpur ke batu pasir, gema akan memantul kembali.

Mikrofon mengikuti di belakan kapal dengan kabel merekam semua gema. Informasi yang dikumpulkan lantas digunakan untuk membuat peta tiga dimensi.

Tim yang dipimpin oleh Ross Hartley, menemukan lapisan dengan tekstur yang berkeriput 2 km di bawah dasar laut. Para peneliti menelusuri delapan sungai besar, dan inti dari sampel yang diambil dari bebatuan di bawah dasar laut seperti serbuk sari dan batu bara. Hal ini merupakan bukti adanya kehidupan layaknya daratan.

Tak hanya itu, di atas dan di bawah deposit ini, mereka menemukan bukti dari lingkungan laut termasuk fosil-fosil kecil yang mengindikasikan bahwa tanah ini sempat naik ke atas permukaan laut untuk kemudian tenggelam.


http://beritaterkini.us/international/ditemukan-lanskap-kuno-usia-56.html

Fakta ini memunculkan pertanyaan, apa yang membuat tanah ini naik dan tenggelam selama sekitar 2,5 juta tahun? Untuk diketahui, dari kaca mata geologi, 2,5 juta tahun hanyalah waktu yang sangat singkat.

17 Oktober 2011

Kenalilah dia, apakah dia mencintaimu ?

1. Seseorang yang mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa, ia mencintaimu. Dia hanya tahu, dimata dia, kamulah satu satunya…

2. Seseorang yang mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah, gila, jengkel, stress. Tapi ia tidak pernah tahu hal bodoh apa yang sudah ia lakukan, karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu…

3. Seseorang yang mencintai kamu, jarang memujimu, tetapi di dalam hatinya kamu adalah yang terbaik, hanya ia yang tahu…

07 Oktober 2011

Sayang pada Hewan

Umat Muslim periode awal dikenal sangat peduli pada alam dan lingkungan, termasuk di dalamnya peduli pada hewan.

Mereka mencontoh ajaran Nabi Muhammad SAW yang sangat mengasihi sesama makhluk ciptaan Allah.

Bentuk kasih sayang pada sesama makhluk itu pernah Rasulullah SAW nyatakan di hadapan umatnya.

Beliau mengingatkan, seseorang bisa terjerumus ke dalam api neraka karena membiarkan seekor kucing kelaparan hingga mati,

16 September 2011

Nasihat Untuk Ukhti...........



Apa kabar iman-mu hari ini? Semoga Allah Yang Maha Indah selalu memberi keindahan padamu dan melindungimu dari segala keburukan, Aamiin

Ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah, sebaik2 perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan “perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.” (HR.Ibnu Hibbab dari Abu Hurairah)

Ukhti-ukhtiku,
  ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah.
Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya, bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adl:

15 September 2011

Ada Apa Air dengan Garam ?

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.


Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya…”, ujar Pak tua itu.

“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah ke samping. Pak Tua itu sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua tersebut lalu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.

“Segar”, sahut tamunya. “Apakah kamua merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi. “Tidak”, jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu”.

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu adalah wadah itu. perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar dari hal itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu kembali menyimpan ‘segenggam garam’ untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.


source:http://dwiheriyanto.wordpress.com/2008/02/01/garam-dan-telaga/
http://www.lailahaillallah.com/profile_Putri/blog/kisah-air-dan-garam/

Memaafkan Kesalahan Orang lain




Kita manusia dikurniakan hati.Dan kita juga hidup tidak sendiri .Ada orang lain di sekeliling kita.

Dalam hidup bermasyarakat,tidak dinafikan,pasti akan ada hati yang terluka dengan perbuatan pihak yang lain.Itu adalah normal/wajar.

Tetapi,kita sebagai umat Islam,kita tidak boleh menyimpan dendam, menyimpan rasa sakit hati terlalu lama.....................

10 September 2011

Doa sesudah Sholat Dhuha

السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
...الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد
 
Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka, yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua rakaat yang dilakukannya dari Shalat Dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud)

Perbaikilah Akhiratmu kelak Duniamu akan baik, Perbaikilah Batinmu, lahirmu akan Baik

“Barangsiapa melaknat seorang mukmin maka seakan-akan dia membunuhnya.” (HR. Al-Bukhari)



Kata pak_patah sih mulutmu harimaumu. Emank Lisan sungguh sangat berbahaya walau menggerakkannya tak butuh tenaga lebih. Banyak manusia yang terseret dipintu neraka, tersungkur kedinding-dindingnya dan terjungkal kedalamnya gara2 lisan, lidah, mulut dan ucapannya. Naudzubillah.. terkadang kita berbicara hal-hal sepeleh yg sudah dianggap biasa dimata umum, tp bisa jadi perkataan itu dapat mendatangkan murka Allah.

Pernahkah kita mendengar kata2 “eh dasar sialan loe, dasar anak haram loe, hmm. muka kayak bemo aja sok2an bgt, kamu kok goblok bgt sih, gw sumpahin biar miskin loe, dasar kafir, mati aja loe sono, dasar pemalas, dasar pembawa sial, Fu*k, tolol, bego, teroris sialan, dan kata-kata melaknat lainnya” (maaf, ini hanya sekedar contoh).. Astagfirullah. . *hmm.. mungkin hati2 dgn menonton TV kali yaa, kata2 ini banyak didapat di acara TV kita dan byk ditiru sehingga menjadi hal yang biasa diucapkan dalam pergaulan. Kata2 sejenis ini dapat mendatangkan Murka Allah*

07 September 2011

Sendiri Bersama Allah......di keheningan Malam


Sendiri Bersama Allah di Malam yg Hening dalam Tahajud, ternyata memberikan efek , yaitu 
meningkatkan kekebalan tubuh dan mengusir penyakit.


Pernahkah Anda berpikir kenapa setiap hari kita mesti berdoa? Mungkin ada yang manjawab ini adalah kewajiban kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Ada juga yang menjawab ini sudah tersurat dalam kitab suci. Dan masih banyak lagi rasionalisasi yang bila dikaji bunyinya terdengar, bahwa berdoa hanyalah kewajiban.

Namun, semua yang kita anggap sebagai tanggung jawab, juga kewajiban ternyata memiliki pengaruh positif buat hidup kita sendiri. Anda mungkin tidak sadar kalau kepatuhan-kepatuhan kita terhadap ritual keagamaan semisal shalat serta bentuk ritual lainnya memiliki pengaruh bagi meningkatnya sistem kekebalan tubuh kita.

Ambil contoh misalnya shalat tahajjud. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh dosen fakultas tarbiyah dan guru besar program pascasarjana dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Mohammad Sholeh, Drs., M.Pd., PNI membuktikan bahwa shalat tahajjud yang dijalankan dengan gerakan tepat, rutin, dan tentu saja dengan tulus iklhas bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Prof. Sholeh ng menyebutkan, bahwa penelitian yang dilakukannya tahun 2000 selama satu semester ini dalam rangka menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Airlangga, Surabaya. “Jadi ini demi sebuah desertasi ,” jelas bapak dua anak ini.

Sholeh memilih desertasinya dengan judul Pengaruh Shalat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik: Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi
Teliti 51 Siswa SMU

Bagi kaum muslim, shalat tahajjud bukanlah sembahyang wajib. Karenanya tidak banyak yang melakukan sembahyang ini sampai berhari-hari dan terus menerus.

Dalam riwayat Abu Daud dan At Turmudzy diceritakan, Ali r.a pernah berkata: “Shalat witir itu tidak diharuskan sebagaimana shalat fardhu, tetapi Rasulullah saw selalu mengerjakannya serta bersabda: “Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil,yakni esa) dan suka pada witir maka shalat witirlah kamu sekalian wahai Ahlul Qur’an”

Kebiasaan melakukan sembahyang ini bermula ketika menjelang kenabian Nabi Muhammad SAW. Waktu itu sang Nabi sedang gundah gulana. Sebagai seorang yang saleh dan berhati bersih, pria tengah baya ini merasakan betapa mundurnya kehidupan moral di Mekah waktu itu.

Perbudakan, perampokan, penindasan terhadap wanita, dan segala keburukan lain membuat hidup menjadi tidak menyenangkan. Mau apa, aku ini? Itulah pertanyaan yang muncul darinya.

Maka, di suatu malam, Muhammad menyendiri dan merenungkan semua hal yang menimpa dirinya dan tanah kelahirannya. Tengah malam sampai menjelang pagi, Muhammad merasakan benar-benar kesedihan yang mendalam sekaligus berpasrah pada Sang Pencipta mau diapakan dirinya dan tempat kelahirannnya.
Saat itulah, kemudian muncul pesan dari malaikat Jibril yang sampai sekarang dikenal sebagai wahyu pertama dalam kitabsuci Al quran. Lalu di malam-malam selanjutnya, Nabi sering melakukan kegiatan menyendiri ini sebagai sebuah kegiatan yang intinya mau mengatakan bahwa beliau hanyalah manusia biasa.

Tiada yang dapat dilakukannya kecuali hanya karena pertolongan dari Allah.
Kegiatan menyendiri yang diberi bentuk shalat di kemudian hari ini lalu biasa dilakukan oleh para pengikut Nabi tatkala mengalami berbagai persoalan yang dirasa berat untuk ditanggung.

Namun selama waktu itu, sejak kebiasaan sholat muncul sampai satu decade terakhir ini, tidak banyak yang tahu bahkan kaum muslim sekalipun, apa sebenarnya yang terjadi ketika mereka melakukan shalat tahajjud. Memang banyak ulama menyebutkan kalau shalat bisa memperbaiki akhlak.

Tapi, bagaimanakah semua itu berlangsung?
Inilah yang mendorong Prof. Sholeh melakukan penelitian mengenai shalat tahajjud. Pria jebolan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri ini di tahun 2000 meneliti sekitar 51 siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya.

”Saya minta mereka semua melakukan shalat tahajjud selama dua bulan penuh setiap hari,” jelas pria yang menyelesaikan S2 pada bidang psikologi konseling di IKIP Malang. Dengan mengambil jumlah rakaat yang tidak terlalu banyak juga tidak sedikit, 2 rakaat salam empat kali serta witr tiga rakaat atau satu rakaat (total 8 rakaat), mereka mesti menjalankannya shalat pada jam 02.00 sampai 3.30.Tentu tidak semua berhasil. 51 siswa yang diteliti ini akan dipilah lagi.

“Mereka yang tidak pernah mengikuti senam pernapasan, komplit shalatnya sampai dua bulan, tidak pernah ikut toriqoh (zikir), dan tidak pernah melakukan tahajjud akan saya masukkan dalam kelompok sendiri untuk dilihat lebih lanjut hasilnya,” ungkap Sholeh.

Ternyata dari 51 siswa, 23 orang hanya sanggup bertahan menjalankan shalat tahajjud selama sebulan. Beserta yang lainnya yang tidak memenuhi syarat dengan alasan misalnya shalatnya tidak lengkap sampai dua bulan meski bisa melampaui sebulan penuh atau tidak sampai sebulan, minum obat kortikisteroid, melakukan hal-hal lain selain tahajjud yang mempengaruhi sistem tubuh misalnya zikir, ke-23 siswa ini dijadikan kelompok sendiri.

Sampai akhirnya, tinggal 19 siswa saja yang sanggup bertahan melakukan shalat tahjjud selama dua bulan. Jadi ada dua kelompok. Mereka yang berhasil sampai dua bulan tanpa tambahan kegiatan lain dan mereka yang tidak selesai shalat sampai dua bulan.

Kesembilan belas orang ini menurut Sholeh mengalami perubahan secara mendasar. “Mereka ini yang menjalani shalat dengan tulus ikhlas, penuh dua bulan, gerakannya tepat, kekebalan tubuhnya meningkat,” jelas Sholeh. Sementara yang tidak, perubahan secara berarti dari segi fisik maupun psikis tidak terlihat. Meningkatnya kekebalan tubuh inilah yang memungkinkan seseorang akan sulit kena penyakit dari yang sekedar infeksi sampai kanker.

Setidaknya ada beberapa parametes yang diukur Sholeh di tiga laboratorium (Klinika, Prodia, dan Paramita) di Surabaya untuk membuat kesimpulan ini. Dengan mengukur kadar hormon kortisol (glukokortikoid alami utama yang dikeluarkn korteks adrenal. Zat ini memengaruhi metabolisme glukosa, protein dan lemak) bisa diketahui apakah seseorang mengalami stress atau tidak.
Pada mereka yang berhasil melakukan shalat tahajjud sampai dua bulan hormon ini menaik. “Ini pertanda orang tersebut ikhlas dan tidak stress,” ungkap Sholeh.

Meningkatnya hormon ini akan disertai dengan meningkatnya kandungan serotonin, epinefrin dan endorfin. Hormon-hormon ini adalah hormon yang membuat kita menjadi tenang dan merasa tenteram.

Sebaliknya, tingkat acetylcholine pada kesembilan belas orang ini menurun. Acetylcholine adalah ester asam asetat dari kolin yang berfungsi sebagai neurotransmitter atau bahan kimia yang berfungsi menyampaikan pesan dari sel saraf yang satu ke sel saraf yang lain.
“Bila bahan kimia ini meningkat, itu tandanya orang lagi stress. Akibat lanjutannya orang akan mudah marah, cemas, dan khawatir,” jelas Sholeh. Stress juga ditandai bila kandungan vasopressin atau hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus (bagian otak) meningkat.

“Bila tingkat vasopressin ini tinggi dan menumpuk terus menerus, daya tahan tubuh orang akan menurun. Orang akan mudah kena kanker. “Dengan sendirinya berbagai sistem imun yang ada di tubuh seperti makrofag, basofil, monosit, dan lainnya tidak akan terproduksi.

Jadi, sekarang ini kalau orang bicara bahwa shalat bisa memperbaiki tingkat moral seseorang, ada alasan yang bisa dikemukakan dengan sangat masuk akal. Dengan shalat yang benar, dijalani tulus dan pasrah, serta rutin akan membuat fisik maupun psikis seseorang sehat. Ketenangan hati, pikiran, dan ketentraman jiwa akan menjadi status dasar mereka yang rajin shalat. Orang bisa berpikir logis, matang, dan benar-benar masuk akal. Orang menjadi tahu diri dan tidak seenaknya.
Selain itu, penyakit fisik akan enggan mampir dan mengidap ke tubuh mereka yang rajin shalat. Karena sistem kekebalan tubuhnya meningkat pesat.

“Dirikanlah shalat dari condong matahari sampai gelap malam dan Quran fajar (shalat subuh), sesungguhnya Quran fajar itu dipersaksikan. Pada malam hari hendaklah engkau bertahajjud sebagai tambahan untuk engkau, mudah-mudahan Maha Pemeliharamu mengangkat engkau ke tempat yang terpuji” (Al Quran surat Al Israa’ ke-17 ayat 78-79).

Jadi, shalat ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah, melainkan juga membuat sehat lahir batin.

20 Agustus 2011

Nasi Merah berguna untuk menahan Lapar saat Puasa



Mengonsumsi makanan yang membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna, berguna untuk mencegah rasa lemas saat puasa.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan Islamic Medical Association of South Africa, makanan yang membutuhkan waktu lama untuk dicerna, perlu sekitar 8 jam agar benar-benar habis dicerna oleh lambung. Sebaliknya, makanan tidak masuk dalam kategori itu hanya butuh waktu cerna 3-4 jam.

Makanan yang termasuk lama waktu cernanya adalah karbohidrat kompleks. Contoh paling terkenal adalah nasi, terutama nasi merah. Karena itu jika Anda menyantap nasi merah saat sahur dalam jumlah cukup, Anda tidak akan cepat merasa lapar. Yang masuk dalam kategori karbohidrat kompleks lainnya adalah gandum, oat, kacang-kacangan.

Sementara itu makanan yang memiliki waktu cerna pendek adalah yang mengandung bahan seperti gula dan tepung terigu. Karena itu, jika Anda makan roti putih saat sahur, belum lama berselang Anda akan merasa sangat lapar.

Yang juga membuat kenyang lebih lama adalah makanan berserat. Kacang hijau, kacang polong, bayam, buah yang bisa dimakan dengan kulitnya, dan buah kering adalah yang jenis berserat tinggi.

Makanan berminyak sebisa mungkin dihindari, walau banyak yang justru mengonsumsi makanan jenis itu selama puasa. Makanan berminyak menyebabkan gangguan pencernaan, maag, dan dapat menaikkan berat badan. Demikian pula makanan berlemak.

Lalu, yang juga sebaiknya dihindari saat sahur adalah terlalu banyak makan. Minum teh terlalu banyak saat sahur juga tidak baik. Teh menyebabkan produksi urin meningkat. Makin banyak urin keluar, makin banyak pula garam keluar. Padahal, garam sangat dibutuhkan selama puasa.

Untuk minuman, sebaiknya pilih air putih atau jus buah tanpa gula. Minum sebanyak mungkin selama malam hari, antara waktu buka hingga saat akan pergi tidur. Dengan demikian, semuanya bisa menggantikan semua cairan yang hilang selama puasa.

http://www.lailahaillallah.com/blog/page_2/