04 Juni 2014

Jangan Marah

Bismillah....

Apakah  ANDA   PEMARAH ?

Emosi yang bergejolak menunjukkan tidak adanya kematangan diri seseorang.....

Pernah saya berkata pada seseorang yang sedang Marah / Emosi 

"Rasulullah  shollallahu 'alaihi  wasallam tak pernah marah, Ayo ambilah wudhu  (dimaksudkan agar mereda amarahnya)

Maka dia dg   Emosi   meluap mengatakan ; " Saya bukan Nabi , saya adalah  orang biasa  !"

Wah  Itu jawaban yang  membela Hawa Nafsunya agar dia bisa leluasa meluapkan amarah dan emosi, padahal Rasulullah Shollallahu  'alaihi  wasallam adalah contoh Tauladan bagi AKHLAK dan Bliau adalah manusia, menandakan segala sifat Akhlak dan Adab Kemanusiaan dapat kita tiru.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 

"  Orang yang kuat bukanlah orang yang kuat dalam bertarung, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya di saat marah” [HR. Al-Bukhari )

ada  7   hal yang harus dilakukan untuk menahan atau meredakan kemarahan adalah:
--------------------
        
      1. Meludah ke tanah

Dari Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda, 

"  Ketauhilah, sesungguhnya marah itu seperti bara api di dalam hati anak Adam, tidakkah kamu lihat kedua matanya memerah dan urat-urat lehernya menggelembung, maka barangsiapa yang merasakan sesuatu (emosi) hendaknya ia meludah ke tanah” 

(Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Al-Musnad (3/19), dan dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dalam sunannya dalam bab ‘apa yang dikabarkan oleh Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa sallam kepada shahabatnya atas sesuatu yang selalu ada sampai hari kiamat’ dan ia berkata “Hadits ini hasan”.)


      2.  Ber wudhulah 

Diceritakan dari Wail Al-Qash, ia berkata, 

"  Kami datang kepada Urwah bin Muhammad As-Sa’di, maka ada seseorany yang berbicara dengannya lalu marah kepadanya, maka ia pergi berwudhu dan ia kembali dalam keadaan berwudhu, lalu ia berkata, 

"  Telah bercerita kepadaku Ayahku dari kakekku Athiyyah, ia berkata, 

“Rasulullah   saw  bersabda, 

“Sesungguhnya amarah itu datangnya dari setan, dan setan itu diciptakan dari api, sedang api itu hanya dapat dipadamkan dengan air, maka jika salah seorang dari kalian marah hendaklah ia berwudhu.” 

[HR.Ahmad dalam Al-Musnad (4/226) dan dikeluarkan oleh Abu Daud dalam Sunan nya, bab apa yang diucapkan di saat marah (5/141)]


    3. Diam, tidak berkata apa-apa

وَإِذَا غَضِبْتَ فَاسْكُتْ
Jika engkau marah, diamlah (H.R al-Bukhari )

      4.   Mengucapkan ta’awwudz: 

A’udzu billaahi minasysyaithoonir rojiim.

Nabi  saw  pernah melihat dua orang bertikai dan saling mencela, sehingga timbul kemarahan dari salah satunya. 

Kemudian Nabi  saw  menyatakan:Aku  sungguh tahu suatu kalimat yang bisa menghilangkan (perasaan marahnya), yaitu :

A’udzu billaahi minasysyaithoonir rojiim (H.R al-Bukhari dan Muslim)

      5. Baca Istighfar

Marah  / Emosi  yg  meluap   adalah dari Setan (hawa panas Setan)
Sedangkan  Istighfar  membinasakan Iblis / Setan.

Sesungguhnya Iblis pernah berkata: 'Aku membinasakan manusia dengan dosa, dan mereka membinasakanku dengan La Ilaha Illallah dan istighfar'

      6.   Baca Sholawat.

Keutamaan Sholawat banyak, diantaranya , dpt menyejukkan Hati krn menimbulkan kecintaan pd Rasulullah saw, yg dg Cinta pd Bliau, maka kita  dpt  mengerjakan sunnah Nabi   saw   dg  penuh  KeTulusan... Dan  menimbulkan kecintaan pd Allah Ta'ala.....


      7.  Merubah posisi : dari berdiri menjadi duduk, dari duduk menjadi berbaring

Ketahuilah   Ketika  seseorang  marah  yg memuncak, terjadi gejolak yang menimbulkan raut muka merah, hati berdebar-debar, jantung berdetak kencang, nafas terengah-engah 
Yang mana ini akan  memberi  kekuatan dan peluang pada setan  untuk melakukan kejahatan .


Maka  ,
Jika salah seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri hendaknya ia duduk.

 Jika dengan itu kemarahan menjadi hilang (itulah yang diharapkan). 

Jika masih belum hilang, hendaknya berbaring (H.R Abu Dawud)

Mengapa harus marah ?
Mengapa harus Emosi ?
 
Padahal  Emosi   dapat melemahkan daya fikir, 
Emosi  melemahkan kemampuan  fungsi akal, 
Emosi dapat menggelapkan hati.
Sehingga Akal tidak bisa  melihat batas Adab dan Sopan santun .

Jadilah  Manusia yg hebat yaitu yang kuat kesabarannya.
Seorang  Muslim sejati adalah yang dapat menahan Amarah dg penuh kesabaran.....

Shollu 'alan Nabiiy Shollallahu 'alaihi wasallam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar