11 Juni 2011

Rokok, Nikmat yang membunuh


rokok 1.gifAAA Bismillah.gif



Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan, malahan ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu `ada ayam jago diatas genteng, ngga merokok ngga ganteng`.....(hahahaha...preeettt,....) Sedangkan kalangan orang tua, stres dan karena ketagihan adalah faktor penyebab keinginan untuk merokok. Ada juga yang berpendapat jika tidak merokok, tidak ada inspirasi untuk menunjang pekrjaannya muncul di otaknya. Menurutku itu hanya pendapatnya saja yang menguntungkannya.

Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Harus diakui banyak perokok yang mengatakan bahwa merokok itu tidak enak tetapi dari sekian banyak pamflet, selebaran, kampanye anti rokok, sampai ke bungkus rokoknya diberi peringatan akan bahaya kesehatan dari rokok, tetap tak bisa mengubris secara massal berkurangnya kebiasaan merokok dan jumlah perokok.

Tulisan ini mungkin sama nasibnya dengan kumpulan aksi anti rokok yang didengungkan seperti diatas, tetapi saya mencoba membahasnya dari sudut kesehatan, lingkungan atau industri. Sehingga mudah-mudahan setelah membaca artikel ini.setidaknya ada beberapa orang dapat berhenti merokok.


rokok. 2.gif


Masalahnya adalah, udara yang mengandung asap rokok, dan anda hisap, akan mengganggu kesehatan, karena asap rokok mengandung banyak zat-zat berbahaya, diantaranya :

TAR

Mengandung bahan kimia yang beracun, sebagainya merusak sel paru-paru dan meyebabkan kanker.

KARBON MONOKSIDA (CO)

Gas beracun yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen.

NIKOTINSelama beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah membuktikan bahwa zat-zat kimia yang dikandung asap rokok dapat mempengaruhi orang-orang tidak merokok di sekitarnya.
Perokok pasif dapat meningkatkan risiko penyakit kanker paru-paru dan jantung koroner. Lebih dari itu menghisap asap rokok orang lain dapat memperburuk kondisi pengidap penyakit :
ANGINA

Nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah pada jantung.

ASMA

Mengalami kesulitan bernafas.

ALERGI

Iritasi akibat asap rokok

Salah satu jenis obat perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah, nikotin membuat pemakainya kecanduan.

Sebuah riset terbaru dari seorang ilmuwan Belanda mengguncangkan publik. Dia menemukan kandungan hemoglobin (darah merah) dari babi sebagai salah satu bahan untuk filter rokok. Fakta mencengangkan ini diungkapkan peneliti dari Eindhoven, Belanda, Christien Meindertsma, dan lalu didukung oleh Profesor Kesehatan Masyarakat dari University of Sydney, Simon Chapman.

Hemoglobin atau protein darah babi, ternyata digunakan untuk membuat filter rokok agar lebih efektif untuk menangkap bahan kimia berbahaya, sebelum masuk paru-paru seorang perokok. Menurut Chapman, industri rokok dunia memang kerap merahasiakan bahan-bahan yang mereka gunakan.
“Menurut mereka, ini adalah bisnis dan rahasia dagang kami,” kata Chapman seperti dilansir News.com, Kamis (1/4). Prof Chapman mengatakan penelitian ini memberitahu dunia tentang rahasia pembuatan rokok, dan untuk meningkatkan kepedulian terhadap umat Muslim dan Yahudi yang taat, karena babi sangat diharamkan bagi kedua agama tersebut. “Masyarakat Yahudi dan Muslim pasti akan menanggapi hal ini dengan sangat serius, dan juga para vegetarian,” pungkas Chapman.
Tak ayal temuan ini menjadi bahan diskusi serius para ulama Islam dan para agamawan Yahudi di berbagai negara. (Sumber dari harian Sinar Indonesia Baru).

Perlu anda ketahui bahwa industri rokok Indonesia masih mengimpor filter dari luar negeri. Dengan demikian, kemungkinan besar rokok yang dihisap oleh penduduk Indonesia ada unsur darah babi seperti temuan ilmuwan di Belanda. “Ini temuan baru di Belanda dan Australia. Sangat mungkin masuk di Indonesia, karena filter kita impor,” kata Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kartono Muhammad, kepada detikcom, Jumat (2/4). Data yang diperoleh dari sebuah situs perdagangan menyebutkan, jumlah impor filter rokok di Indonesia nilainya mencapai miliaran. Namun, tidak disebutkan negara mana saja yang dijadikan tujuan impor.

MUI: Jika Mengandung Babi, Rokok Haram Mutlak. Temuan riset di Belanda tentang adanya hemoglobin babi dalam filter rokok, langsung menjadi kajian ulama di berbagai negara. Jika filter rokok di Indonesia mengandung bahan yang sama, Majelis Ulama Indonesia siap menyatakan haram mutlak.
“Kalau rokok dengan filter dari darah babi itu jadinya haram mutlak,” kata Ketua MUI Ma’ruf Amin, saat dihubungi detikcom, Kamis (1/4).

rokok  pembuatan.jpg

Ini nih proses pembuatan rokok yang setiap hari anda hisap jika anda seorang perokok. Teknologinya masih sederhana ya. Memerlukan tenaga yang banyak untuk membuatnya.
Tembakau adalah salah satu komoditas pertanian bahan dasar dari rokok. Masyarakat Indonesia adalah salah satu konsumen rokok terbesar di dunia. Proses pembuatan rokok meliputi beberapa proses, salah satu prosesnya adalah proses pencampuran tembakau. Proses pencampuran tembakau pada industri kecil umumnya dilakukan dengan tenaga manusia. Mesin pencampur tembakau dibuat untuk mempercepat proses pencampuran, hasilnya juga lebih higienis. Screw conveyor digunakan sebagai mekanisme pencampur tembakau.

Jika gambar diatas merupakan proses pembuatan rokok yang masih sederhana, berikut disamping adalah gambar teknologi pembuatan rokok yang sudah memanfaatkan mesin, sebagai operatornya tetap beberapa karyawan.

rokok pabrik.JPG

Teknologi semakin bertambah tahunnya semakin maju saja perkembangannya. Namun secanggih-canggihnya teknologi mesin pembuat rokok, tetap tidak mengurangi dampak bahayanya merokok dan yang menghisap asap rokok. Walau sudah diberi peringatan tentang bahayanya merokok, masih juga orang yang tetap tidak menyadari. Ketika sudah merasakan terkena dampaknya akibat merokok, maka penyesalan saja yang tersisa. Biasanya dirasakan dampak buruknya akibat merokok ketika sudah umur mulai menua. Tidak jarang juga masih muda juga sudah merasakan dampak negatifnya akibat merokok. Saya menyarankan anda karena saya sayang dengan anda, agar segeralah berhenti merokok,...karena bisa mengganggu kesehatan anda.
Diposkan oleh IpTech Pietrie

selanjutnya baca buletin di
http://www.lailahaillallah.com/bulletin/view/id_317/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar