06 April 2013

Hasud


Hasud / Hasad adalah iri / dengki.....
Ini adalah salah satu penyakit hati....
Penyakit inilah yg membuat Iblis di laknat Allah...na'udzubillaahi mindzaaliik

Ada delapan bahaya hasud yang diterangkan dalam kitab Thariqah Muhammadiyah.


Pertama, إفساد الطاعة Ifsadut tho’at.

Bahwa hasud itu merusak keta’atan kepada Allah.

Mislakan seorang pedagang yang jujur yang tidak pernah berbohong, bahkan ia seorang yang rajin beribadah, menyempatkan waktu untuk shalat di tengah kesibukannya.

Tiba-tiba datanglah pedagang baru yang menyainginya dengan modal yang berlimpah. Maka ketika pedagang yang ta’at ini berusaha melakukan perlawanan yang tidak sehat dengan tujuan menghentikan lawannya, maka dia telah terkena penyakit hasud.

Biasanya ia akan melakukan apapun demi mendapatkan keuntungan lebih besar. Sehingga ia melupakan kaedah berdagang yang baik.

Kedua, bahaya hasud adalah الإفضاء الى فعل المعاصى al-Ifdha’u ila fi’lil ma’ashi, yaitu membuka pintu terjadinya makshiat.

Bahwa I hasud biasanya membutuhkan pertolongan orang lain untuk menghilangkan nikmat orang yang dihasudi.

Secara otomatis si hasud akan menarik orang lain melakukan kemaksiatan bahkan juga kejahatan.

Misalkan meminta bantuan dukun, meminta bantuan preman atau meminta bantuan orang lain untuk melakukan fitnah dan seterusnya.

Ini berarti perasaan hasud menyeret orang lain melakukan makshiat. Bahkan akan menambah makshiat dirinya sendiri, karena ketika si hasud meminta bantuan kepada orang lain, ia akan menggunakan berbagai macam cerita dan mengarang kebohongan, bukankah ini merupakan makshiat baru?

Bahaya hasud yang Ketiga adalah,حرمان الشفاعة hirmantus syafa’ah, yaitu menghalangkan diri dari syafaat besok di hari kiamat.

Artinya, orang yang selama hidupnya melakukan hasud walaupun memiliki amal, tidak akan mendapatan syafaat dari Rasulullah saw.

Keempat, hasud dapat menyebabkan orang masuk neraka (duhulun nar).

Bahaya keempat ini merupakan dampak dari berbagai bahaya yang lain.

Secara otomatis orang yang amalnya telah terhapus dan tidak mendapatkan syafaat dari manapun, maka dapat dipastikan bahwa nerakalah tempatnya kelak.

Kelima, الإفضاء الى ضرار غيره al-ifdha’ ila dharari ghairihi. Bahwa hasud dapat membahayakan orang lain.

Hal ini sering terjadi karena orang akan berusaha semaksimal mungkin demi tercapainya tujuan melenyapkan nikmat yang dihasudi.

Ini biasanya akan membawa-bawa orang lain. Sebagaimana hasud menyeret orang lain untuk melakukan makshiat.

Misalnya, untuk menjatuhkan saingan bisnis yang selama ini telah mapan dalam kepailitan, orang yang hasud akan menggunakan berbagai macam cara.

Diantaranya membuat fitnah melalui berbagai media yang ia suarakan lewat mulut orang lain. Sehingga pemilik mulut itulah yang akhinya terkena imbasnya.

Bisa juga orang yang hasud itu dengan sengaja ingin menghilangkan kenikmatan orang lain dengan cara membakar rumah orang tersebut ketika tidur.

Padahal di dalam rumah itu ada pembantu dan keluarga lainnya. Secara otomatis mereka yang tidak tahu-enahu urusan ikut menjadi korban.

Bahaya keenam adalah, التعاب والهم من غير فائدةat-ta’ab wal ham min ghairi faidatin.

Artinya orang yang hasud selalu disibukkan dengan masalah yang tidak ada faedahnya dan juga dirundung kesedihan yang tidak terbatas.

Misalkan orang yang merasa hasud dengan tetangga yang membeli mobil, maka ia akan selalu kepikiran bagaimana caranya membeli mobil seperti tetangga sebelah, atau bagaimana caranya agar mobil tetangga sebelah itu cepat rusak.

Maka berulahlah dia dengan melakukan berbagai intrik yang menyibukkan dirinya sendiri. Padahal, yang demikian itu tidak pernah dipikirkan oleh tetangga sebelah.

Parahnya lagi, sebelum si hasud berhasil merusak mobil ternyata tetangga sebelah sudah menukar mobil itu dengan mobil yang lebih baru dan lebih canggih.

Maka berpikirlah si hasud dengan intriknya lagi, disibukkanlah dia dengan berbagai pikiran yang menyedihkan hati dan tidak pernah berhenti.

Ketujuh, أعمى القلب حتى يكاد لايفهم حكما من الله ‘amal qalbi hatta yakada la yafhamu hukman min ahkamillahi ta’ala.

Hasud akan menyebabkan seseorang buta hatinya dan tidak mempedulikan lagi aturan syariat dan hukum Allah swt.

Mata hati si hasud telah buta, sehingga ia tidak peduli bahwa orang yang dihasudi, yang hendak direbut kenikmatannya adalah saudara sendiri, teman sendiri, sahabat, keluarga sendiri, bahkan juga orang tua sendiri.

Begitu pekatnya rasa kebencian dalam hati itu sehingga menutup mata dari pemahaman agama. Si hasud tidak lagi dapat mengenali hukum Allah, ia tidak peduli lagi dengan ancaman Allah bagi orang yang durhakan, menghianati atau memfitnah keluarga sendiri.

Banyak sekali contoh yang menunjukkan betapa sengitnya persaingan dunia bisnis biasa terjadi antar saudara (adik-kakak) dalam satu keluarga. Karena hasud, kawan bisa menjadi lawan dan saudara bisa menjadi terdakwa.

Terakhir, yang kedelapan adalah الحرمان والحذلان alhirmanu wal hidzlanu.

Bahwa hasud itu akan menjadikan seseorang terhalang dari keberhasilan.

Artinya, si hasud akan semakin menjauhi diri dari kesuksesan. Meskipun si hasud berhasil mencelakai orang lain tetapi ia sama sekali tidak puas. Bahkan ia akan semakin merasa jauh dari keberhasilan. Sebagaimana orang yang semakin haus karena minum air laut.

semoga Allah swt menjaga hati kita menjauhi hasud dan beberapa penyakit hati lainnya yang sangat merugikan.
Aamiien

Tidak ada komentar:

Posting Komentar