Saya mendengar bahwa terdapat perbedaan antara roh dan nyawa. Roh (ruh) itu ditiupkan ketika terjadi peleburan antara sperma dan ovum, sedangkan nyawa itu ditiupkan ketika usia kandungan 120 hari…
Al Qur’an telah membahas tentang hakekat asal-usul manusia yang di awali dari proses kejadian manusia yaitu dari segumpal darah (QS. 96:1-5), dan setelah melewati beberapa tahapan dan sempurna kejadiannya, dihembuskan-Nyalah kepadanya ruh ciptaan Tuhan (QS. 38:71-72).
Imam Ahmad dalam Musnad-nya, demikian juga Ibnu Hibban, Abu Awanah Al-Isfirayaini dalam kitab Shahih keduanya, meriwayatkan dari Al-Manhal dari Zadan bin Al-Baraâ bin Azib bahwa ia berkata, Kami pernah pergi bersama Rasulullah untuk mengantar jenazah. Beliau duduk di atas kuburan dan kami duduk di sebelahnya.
Dalam
sebuah hadith daripada Aisyah r.a katanya, “Aku sedang duduk bersila di
dalam rumah. Tiba-tiba Rasulullah S.A.W datang dan masuk sambil memberi
salam kepadaku. Aku segera bangun kerana menghormati dan memuliakannya
sebagaimana kebiasaanku di waktu baginda masuk ke dalam rumah. Nabi
S.A.W bersabda, “Duduklah di tempat duduk, tidak usahlah berdiri, wahai
Ummul Mukminin.” Maka Rasulullah S.A.W duduk sambil meletakkan
kepalanya di pangkuanku, lalu baginda berbaring dan tertidur.
disampaikan pada acara kajian IKPMA pada hari jum’at 23 Maret 2007 di Sekretariat IKPMA Gamie H10, Nasr City Cairo Egypt.
Prolog Sesungguhnya pembahasan tentang ruh telah dilakukan oleh hampir
kebanyakan filsuf sepanjang sejarah, perdebatan dan diskusi telah
banyak mereka lakukan.
Al Qur'an telah membahas tentang hakekat asal-usul manusia yang di awali dari proses kejadian manusia yaitu dari segumpal darah (QS. 96:1-5), dan setelah melewati beberapa tahapan dan sempurna kejadiannya, dihembuskan-Nyalah kepadanya ruh ciptaan Tuhan (QS. 38:71-72).1
Dari ayat-ayat di atas menjadi jelas bahwa hakekat manusia terdiri dari dua unsur pokok yakni, gumpalan tanah (materi/badan) dan hembusan ruh (immateri).