Tampilkan postingan dengan label RUMAH TANGGA HARMONIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RUMAH TANGGA HARMONIS. Tampilkan semua postingan

05 Maret 2019

Berdamailah dalam Rumah Tangga

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

للهم صل ۈسَلّمْ علے سيدنـا و حبيبنـا و شفيعنـا و قرة أعيننـا و مولانـا محمد وعلے آلـہ وصحبـہ وسلم

Banyak  suami dan istri didalam pertengkaran Rumah Tangga, Saling menuding kesalahan masing masing...

Sang suami selalu mengatakan
* Aku suamimu, kamu harus taat suami, jika tidak ,aku tidak Ridho, tidak akan mencium bau Surga jika suaminnya tidak meridhoi Istrinya...
Aku  laki laki sebagai suami ,mempunyai kelebihan
satu derajat dari wanita sebagai istri...*

Sementara Istri mengatakan..
* Aku Istrimu yang berhaq untuk di nafkahi, mengapa kamu males kerja ?
Aku istri adalah tulang rusukmu yang patut dilindungi, bukan sebagai tulang punggungmu bagai budak , aku capek , melahirkan, ngurus anak, cari duit, sementara kamu main hp saja, males, selingkuh.....*

Masya Alloh......Subhanalloh....
Suami dan Istri adalah pasangan bagai tangan kanan dengan tangan kiri, seharusnya saling membantu, bukan saling menuntut,..saling memberi bukan saling mengemis....

Yang terpenting adalah saling instropeksi diri....
Sudahkah tanggung jawab amanah pdNYA di lakukan ?
Tanggung jawab masing masing sudah di amanahkanNYA di dalam SyariatNYA....pelajari bab fiqh.....

Semua mempunyai Haq dan Kewajiban masing masing.....dan ini adalah amanah dariNYA..

Maka ber akhlaklah dengan sebaik baiknya kepada pasangan masing masing...
Sebab sebaik baik akhlak seorang lelaki adalah yang terbaik kepada istrinya dan anggota keluarganya...

Namun ingat, Suami bukanlah Tuhan...janganlah suami menuntut istri agar dirimu dijadikan Tuhan tanpa disadari, yaitu dengan mengancam istri, seperti yang tertera pada tulisan diatas...
Sebaliknya istri tidak perlu merendahkan suami ketika suami tidak mempunyai pekerjaan...

Bila ada sesuatu yg tidak sesuai, sebaiknya musyawarohkan dengan  cara baik baik antara suami dan istri,....untuk diambil kesepakatan....

Kalau tidak menemukan jalan keluar, panggil anggota keluarga yang lain yang bijaksana ntk bersama sama mengambil solusi permasalahan...

Jika Suami lebih satu derajat dari Istri, tentunya suami harus  lebih bijak dan arif dalam ber tindak...

Maka diperlukan ke imanan yang tinggi , agar selalu dapat kontak denganNYA dalam membimbing anggota keluarganya masing masing.....

Sungguh hanya dengan hati yg sucilah semua persoalan akan dibantu oleh yg Maha Suci....dan hanya pada hati yang sucilah pemberian maaf dengan tulus dimudahkanNYA....

#Memberi maaf lebih Mulia daripada meminta Maaf#

Semoga bermanfaat

Wallahu a'lam bish showwab

Shollu 'ala Rosulillah Sholallahu 'alaiyhi wasallam

06 April 2013

Apa Tujuan menikah ?


Oleh : Habib Jindan Bin Novel

1. Saya menikah dengan niat untuk menjalankan sunnah Rasulullah SAW.

2. Saya menikah dengan niat untuk menjaga mata dari pandangan yang haram.

3. Saya menikah dengan niat untuk mendapatkan keturunan yang dapat memperbanyak jumlah umat islam.

4. Saya menikah dengan niat untuk meraih kecintaan ALLAH dengan berusaha mendapatkan keturunan yang bisa melanjutkan generasi umat manusia.

5. Saya menikah dengan niat untuk meraih kecintaan Nabi Muhammad SAW demi memperbanyak umatnya yang berkualitas hingga kelak di hari kiamat Rasulullah SAW bangga dengan hal tersebut. Dalam hadits disebutkan, “Menikahlah dan perbanyaklah keturunan! Sebab aku akan membanggakan kalian di hadapan umat-umat lain kelak di hari kiamat.”

6. Saya menikah dengan niat untuk memperoleh keberkahan dari doâ yang dipanjatkan seorang anak shalih setelah saya wafat kelak,sekaligus berharap pertolongan dan syafa’at dari anak-anak tersebut jika mereka meninggal ketika masih kecil.

7. Saya menikah dengan niat untuk menjaga kehormatan istri dan memenuhi kebutuhannya, serta berniat untuk mencukupi nafkah istri dan anak-anak.

8. Saya menikah dengan niat untuk menjaga diri dari setan, menghilangkan kerinduan dan kecenderungan syahwat yang negatif, menjaga kemaluan dari perbuatan hina, menjaga pandangan, dan mengusir rasa was-was.

9. Saya menikah dengan niat untuk menyenangkan dan membahagiakan diri dengan cara duduk bersama pasangan atau memandang serta yang lainnya, agar bisa bertambah giat dan lebih tenang dalam beribadah.

10. Saya menikah dengan niat untuk mengurangi kesibukan hati dalam mengatur rumah, mengerjakan pekerjaan dapur, menyapu dan membersihkan perabotan, serta mendapatkan kemudahan hidup.

11. Saya menikah dengan niat untuk melatih diri dalam hal bertanggung jawab sebagai pemimpin rumah tangga, berusaha memenuhi kebutuhan istri, sabar atas kelakuan dan keburukan mereka, berusaha memperbaiki akhlaq mereka, membimbing mereka kepada kebaikan, mencari rizqi yang halal untuk mereka, serta menjalankan kewajiban dalam mendidik anak-anak dengan pertolongan ALLAH.

12. Saya menikah dengan niat pada semua niat tersebut dan niat lainnya dari semua yang saya curahkan, saya ucapkan, dan saya kerjakan, dalam urusan pernikahan ini, karena ALLAH SWT.

13. Saya menikah dengan niat seperti yang telah diniatkan oleh para hamba ALLAH yang shalih dan para ulama yang mengamalkan ilmunya. (Kemudian berdoâa) “Yaa ALLAH, berikan taufiq kepadaku seperti halnya Engkau memberi taufiq kepada mereka, dan tolonglah aku seperti halnya Engkau telah menolong mereka.”

Dalam kitab Tasbitul Fu’ad, Hujjatul Islam Wabarakatul `Anam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad menyebutkan tentang adanya penyakit yang menimpa banyak anak kecil pada saat itu, sehingga banyak diantara mereka yang meninggal dunia.

Mengomentari hal tersebut, Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad mengatakan,”Mungkin berjatuhannya korban kematian mereka itu disebabkan beberapa perkara, seperti ketidakberesan yang terjadi dalam pernikahan orangtua mereka walaupun kita tidak mengatakn itu sebagai zina, atau mungkin juga disebabkan karena kurang peduli dengan kesucian ketika bersetubuh serta adab-adabnya, seperti dzikir dan sebagainya. Kenapa orang-orang zaman sekarang jauh dari niat-niat yang mulia dalam melaksanakan pernikahan?

Mereka sangat lalai akan hal ini, bahkan dari niatan yang minimal sekalipun, yaitu untuk melaksanakan sunnah atau menjaga diri dari kemaksiatan atau menjaga mata dari yang haram. Kebanyakan diantara mereka niatnya sebatas melampiaskan syahwat. Hingga kalaupun mereka memperoleh anak, yang terlahir hanyalah keturunan yang membuat mereka lupa dan lalai kepada ALLAH.”

“Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad nuuri-kas saari wa madaadikal jaari wajma’nii bihi fi kulli athwaari wa ‘ala alihi wa shahbihi yannuur”

01 Desember 2012

Sebuah Syair Renungan Untuk Istri



 
 by : Grup Para Wali, Habaib dan Salafus Sholih

Pernikahan atau perkawinan, Membuka tabir rahasia.
Suami yang menikahi kamu, Tidaklah semulia Muhammad saw.,
Tidaklah setaqwa Ibrahim, Pun tidak setabah Ayyub,
Atau pun segagah Musa, Apalagi setampan Yusuf.
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang soleh …….

Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama
.
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal,kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang,sabarlah memperingatkannya..

Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Kamu akan tersentak dari alpa,

Kamu bukanlah Khadijah,yang begitu sempurna di dalam menjaga,
Pun bukanlah Hajar, yang begitu setia dalam sengsara,
Cuma wanita akhir zaman, Yang berusaha menjadi solehah….

29 September 2012

Tips Meredam Kemarahan Suami



by : Sayyid Ibra Assegaf

TAK ada rumah tangga yang sepi dari masalah. Tidak ada suami yang tidak pernah marah dan emosi. Meski demikian, seorang istri yang cerdas tahu bagaimana meredam kemarahan suaminya dengan tenang dan penuh kecintaan. Dengan adanya kemarahan, jangan pernah berpikir bahwa ‘sumber’ cinta di antara keduanya telah mengering dan ‘daun-daun’nya telah rontok berguguran.

Kemarahan barangkali merupakan emosi yang paling buruk yang perlu ditangani. Dari waktu ke waktu, siapa pun pernah mengalami perasaan yang kuat ini. Beberapa penyebab umum kemarahan termasuk frustrasi, sakit hati, kejengkelan, kekecewaan, pelecehan, dan ancaman.
Kemarahan suami bukanlah akhir dunia. 


It’s not the end of the world, but it’s true that is definitely hurt. Menjaga keberlangsungan cinta tergantung pada seberapa besar saling pengertian di antara pasangan suami-istri (pasutri), kepandaian dan kecerdasan sang istri. Kegagalan untuk mengenal dan memahami kemarahan suami berpotensi menggiring Anda ke berbagai problem rumah tangga.

Berikut ini adalah berbagai momen ketika suami marah, dan tips bagaimana seharusnya Anda sebagai istri bertindak:


1. Jika Anda melihat suami Anda marah dan kesal, berusahalah mereda kemarahannya; jangan Anda sambut kemarahannya dengan keluhan mengenai anak-anak atau keruwetan dan keprihatinan rumah tangga. Jangan membantah dengan pertanyaan tentang hal yang tidak mengenakkan kecuali jika dia mengutarakannya. Ingatlah sabda Rasulullah SAW, “Siapa saja istri yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya meridhainya, maka dia masuk surga.” (HR. Ibnu Majah).


Setiap kali Anda mengingat hadits tersebut, menyelami dan mempraktikkannya dengan senang dan yakin, Anda akan melihat manfaat yang bakal kembali kepada diri Anda. Pada saat itu Anda akan menikmati rumah tangga bahagia yang jauh dari problematika dan konflik.
…Jika Anda melihat suami Anda marah dan kesal, berusahalah mereda kemarahannya. Jangan membantah dengan pertanyaan tentang hal yang tidak mengenakkan…


2. Ketika Anda melakukan kesalahan dalam suatu pekerjaan, semisal terlambat melaksanakan beberapa tugas domestik karena sibuk berbicara di telepon, dan pada saat itu suami sedang bersama Anda, maka panggillah dia dengan nama yang paling disukainya. Lalu ajukan permintaan maaf dan utarakan alasan keterlambatan Anda menjalankan tugas, sehingga dia merasa bahwa Anda menyadari bahwa tindakan tersebut adalah salah. Bersabarlah dengan ungkapan yang mungkin dilontarkannya kepada Anda. Jika Anda bersabar dan tidak merespons atau mengkritik balik, maka hal demikian telah membuang sebagian kemarahannya. Meminta maaf dapat mendatangkan tawa suami.


Tengoklah bagaimana para istri-istri Rasulullah meminta maaf kepada beliau, meski mereka yang berada dalam posisi marah. Dari Umar bin Khatthab, dia mengatakan, “Kami kaum Quraisy sangat berkuasa terhadap kaum perempuan (istri-istri). Dan ketika kami datang ke tempat orang-orang Anshar, (kami terkejut) karena mereka adalah kaum yang dikalahkan (toleran) oleh istri-istri mereka, maka mulailah istri-istri kami mengambil (meniru) etika perempuan-perempuan Anshar. 


Kemudian aku bertengkar dengan istriku kemudian dia kembali (meminta maaf) kepadaku, namun aku tidak ingin dia kembali (minta maaf), maka dia bertanya, “Kenapa engkau tidak senang aku kembali kepada engkau? Demi Allah! Sesungguhnya istri-istri Rasulullah SAW kembali (meminta maaf) kepada beliau sekalipun salah seorang di antara mereka marah terhadap Rasulullah dari siang sampai malam hari.” (HR. Al-Bukhari)

3. Jika suami yang marah sedang berbicara, maka jangan sekali-kali Anda menyela. Redakanlah dengan kata-kata lunak dan santun, misalnya, “Aku tahu kamu lelah sekali, maaf sayang aku merepotkan diri,” atau lain sebagainya. Kata-kata seperti ini akan meluluhkan hatinya. Dia akan merasa bahwa Anda memerhatikan diri dan kecemasannya. Dan jangan pula membantah apa yang dikatakan atau diinstruksikannya –jika memang itu baik.
…Jika suami yang marah sedang berdiri, maka ajaklah dia untuk duduk dan berbicaralah kepadanya dengan baik…


4. Jika suami yang marah sedang berdiri, maka ajaklah dia untuk duduk dan berbicaralah kepadanya dengan baik. Dalam Islam kita diajarkan trik-trik mengatasi kemarahan di antaranya adalah jika sedang marah dalam keadaan berdiri maka hendaknya duduk, dan jika sedang duduk hendaknya berbaring, bisa juga dengan mengambil air wudhu agar mendinginkan emosi kita yang sedang bergolak. Atau ajaklah suami untuk bersujud, maksudnya melakukan shalat sunnah. Dalam sebuah hadits dikatakan,
“Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah dia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud).” 

(HR. At-Tirmidzi)

5. Berusahalah menenangkannya dan menahan emosi Anda, jika Anda ada di pihak yang benar. Berbicaralah kepadanya dengan cara bijak.


6. Ketika dia marah, Anda jangan menyinggung perasaannya dengan berbagai hal. Anda jangan pernah melakukan segala sesuatu yang dia anggap melecehkan dirinya.


7. Ketika suami marah, jangan sampai dia Anda tinggal tidur sendirian. Setelah Anda pastikan bahwa dia sudah lebih tenang, berinisiatiflah melakoni hal-hal yang bisa mendatangkan keridhaannya. Inisiatif dilakukan oleh pihak yang lebih baik pemahaman agama dan akalnya di antara kedua pihak bertikai, atau siapa yang paling memungkinkan dalam masalah marah dan ridha dari keduanya. Seperti yang dikatakan Abu Ad-Darda` kepada Ummu Ad-Darda`, istrinya, “Apabila aku marah, maka redakanlah kemarahanku. Dan jika engkau marah, aku pun akan meredakan kemarahanmu. Jika kita tidak melakukannya, maka bagaimana kita dapat hidup rukun?”


8. Coba sisipkan humor karena terbukti efektif meredakan kemarahan.


9. Ingatlah bahwa rumah yang dipenuhi oleh cinta, kenyamanan, sikap saling menghargai, saling menghormati, dan kesederhanaan dalam segala hal, lebih baik dari rumah yang dipenuhi makanan lezat serta perabotan mewah namun penuh dengan kekesalan hati dan permusuhan.


10. Jangan mudah cemberut. Upayakan agar Anda selalu tersenyum ceria dan berwajah riang. Dengan demikian Anda bisa memberikan kebahagiaan kepada suami dan menikmati hidup bahagia penuh kedamaian serta kesenangan.


…marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya…


Demikianlah, marah dan emosi adalah tabiat manusia. 


Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. 

Dalam riwayat Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridhai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridhai.” (HR. Ahmad).


Semoga tips-tips di atas bisa membantu Anda untuk meredam pasangan hidup Anda, agar dia menjadi orang yang kuat, seperti disinyalir dalam hadits berbunyi, “Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah.


**  jika suami lagi marah bisa jadi itu karena faktor external, dan moodnya lagi kurang bagus, bisa jadi karena faktor ekonomi, pekerjaan, dsb, disinilah peran istri yg seharusnya bisa memahami apa yg sedang dialami suaminya dengan begitu istrinya harus bisa berusaha membuat gembira hati suaminya meskipun dengan hal2 yg kecil namun berpahala, jadi harus bisa saling memahami, jika ini dilakukan insya Allah keluarga akan sakinah dan jauh dari percekcokan..

**  istri harus bijak menilai apa2 yg telah dilakukan suaminya dan harus bisa menilai realistis, dari yg selama ini yg dilakukan suami terhadap istrinya lebih banyak kerasnya atau lembutnya?? jika lembutnya lebih banyak, 80%... misalnya dan kerasnya hanya 20% dan sekali2, maka ini ga realistis jika mengatakan suaminya keras, beda halnya jika lebih banyak kerasnya dari pada lembutnya,

jangan hanya karena yang 20% itu lalu yg 80% ini habis semuanya.. ini ga realistis, sama seperti seorang bos yg marah2 kepada seorang office boy karena melihat di salah suatu ruangan ada pojok yg kurang bersih, dia marah2 habis2an itu office boy padahal yg kotor hanya sedikit pojok itu aja, sementara sebagian besar lantainya sudah bersih, harusnya sebelum menilai pojok yg kotor itu hargai dulu dong bagian yg sudah bersih itu,, dan inilah yg bijak




11 Februari 2012

Tasbih-Fatimah-az-Zahroh-ra

by Ƙisahh ∂αи Ħikmah in Dunia Muslimah, Tarbiyah Islam, Keluarga Islami, Hikmah Islami
The_Tasbih_of_Fatima_Zahra.jpg
Dinamakan dengan tasbih Fatimah, karena bacaan yang diajarkan oleh Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Alihi Wa Sallam tersebut berkenaan dengan kejadian yang dialami oleh Fatimah ra. putri Nabi Saw., seperti yang disebutkan dalam riwayat di bawah. Tetapi tidak ada kejelasan siapakah yang mencetuskan bacaan tersebut dengan nama tasbih Fatimah.

Namun tidak ada salahnya menyebut bacaan itu dengan tasbih Fatimah, mengingat peristiwa itu berkenaan dengan Fatimah ra., dan setiap pembacanya akan mengenang peristiwa yang dialami oleh Fatimah ra. putri Nabi Saw..

17 Januari 2012

Nikah Muda

Kalau kita tanya seseorang pemuda/pemudi, Mengapa belum menikah?
Maka jawabanya antara lain:


1. Masih kuliah/menuntut ilmu

Dikhawatirkan bila menikah akan mempengaruhi prestasi belajar danmempengaruhi persiapan masa depan.
Hal ini sesungguhnya tergantung dari manajemen waktu, waktu yang biasanya dipakai untuk hura-hura setelah waktu kuliah, diganti dengan mencari nafkah atau bercengkrama dengan keluarga. Disisi lain, bisa menghemat sewa kamar (kost-kost an), dapat saling membantu mengerjakan tugas (kalau satu bidang studi) atau dapat memperluas wawasan diskusi interdisipliner, misalnya suami studi ilmu komputer dan istri akutansi maka diskusi komputasi akutansi akan nyambung, atau biologi dengan kimia diskusi tentang biokimia.

Bunda, mari kita mengukir masa depan anak-anak kita


Kata yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi dan nasib anak Indonesia adalah memprihatinkan!. Seperti yang telah diberitakan, sekitar 2,5 juta anak berusia 7-15 tahun yang belum dapat menikmati layanan wajib belajar 9 tahun.
 
Ada 12,89 juta anak usia 13-15 tahun yang tidak mendapatkan hak atas pendidikan yang layak.
 
Himpitan kesulitan ekonomi dan beban hidup yang semakin berat ditanggung orang tua anak-anak di negeri ini telah memaksa sebagian mereka untuk bekerja demi bisa membiayai sekolahnya. 
 
Atau bahkan tidak bisa menikmati pendidikan di sekolah sama sekali.

24 Juni 2011

Doa Untuk Bidadari Permaisuriku........


suami isteri.jpg

DOA UNTUK PERMAISURI
pada saat ulang tahun perkawinan 9-5-2011


Ya Robb.... Tuhan yang Maha Pemurah...

Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan hamba dengannya.

Terima kasih untuk saat - saat indah
yang dapat kami nikmati bersama.

Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama.


Hamba datang bersujud dihadapanMU...

» *__ *♥*_*♥*Ketika Akad Nikah Di ucapkan*♥* *♥*_____*♥*



Kalau sudah ada kerelaan untuk menjadi teman hidup,maka tunggu sesaat lagi jalinan perasaan itu akan sah.Sesaat lagi,apa apa yang haram bagi kita telah menjadi halal atas karunia ALLAH. Sesaat lagi, seorang jejaka mulai harus memberikan kelembutan sikap kepada wanita yang beberapa waktu di pinangnya.Sesaat lagi, seorang wanita mulai mempunyai kewajiban untuk bertaba'ul (oengurusan dan pelayanan). Ini kelak akan di minta tanggung jawab kita di akhirat.
Ada perjanjian yang sangat berat kepada Allah, sehingga Allah memberi hak kepada kita beberapa kesenangan dan memberi amanah di balik kesenangan-kesenangan itu. Perjanjian ini terikat sesaat lagi, ketika seorang ayah mengucapkan ijab atas anak gadisnya dan seorang laki-laki mengucapkan qabul (penerimaan) untuk mengikat jalinan perasaan sebagai suami istri.




More Arabic Comments

Ada yang besar dalam perjanjian berat ini,"Hati yang menerima,jiwa yang rela,sikap menentramkan dan kesediaan untuk berjuang bersama.

12 Juni 2011

Tawadhu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam kepada Istrinya

by IFA / رَفِيْعَة زهرة جميلة in Keluarga Islami
HATI TASBIH.jpg

Tawadhu’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dihadapan istri-istri beliau

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersikap tawadhu’ (rendah diri) dihadapan istri-istrinya, sampai-sampai beliau membantu istri-istrinya dalam menjalankan pekerjaan rumah tangga –meskipun ditengah kesibukan beliau menunaikan kewajiban beliau untuk menyampaikan risalah Allah atau kesibukan mengatur kaum muslimin-.

Aisyah berkata, كَانَ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kesibukan membantu istrinya, dan jika tiba waktu sholat maka beliaupun pergi sholat”. (HR Al-Bukhari V/2245 no 5692)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyenangkan hati istri-istrinya


Termasuk perkara yang menguatkan tali kasih sayang diantara dua sejoli adalah variasi dalam cara bermuamalah dengan istri. Dan tidak diragukan lagi bahwa diantara cara mu’amalah yang memiliki pengaruh yang sangat kuat adalah berusaha untuk menyenangkan hati istri.

Menyenangkan hati orang lain secara umum merupakan ibadah, apalagi menyenangkan hati seorang istri secara khusus yang telah banyak berjasa kepada suaminya. Dialah yang telah bersusah payah mengurus kebutuhan-kebutuhan suaminya, dialah yang mengurus anak-anak, dan pekerjaan-pekerjaan yang lainnya yang tidak diragukan lagi akan besarnya jasa seorang istri bagi suaminya.

11 Juni 2011

Ta'aruf


 
Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasululla SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

Perbedaan taaruf dengan pacaran
Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli mobil second, tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus mobil itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan mobil itu.
Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir mobil yang ahli memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar-menawar. Ketika melakukan taaruf, seseorang baik pihak pria atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetil, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik, sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya. Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi mobil itu sendiri. 

09 Juni 2011

Jika Isterimu menangis


Bismilahhirahmannirahim....

Jika Isteri Menangis Di Hadapanmu….
“Hargailah Ia Sblm Terlewat…”
Jika Seorang Isteri Menangis Di Hadapanmu,
Itu Bererti Dia Tidak Dapat Menahannya Lagi…
Jika Kau Memegang Tangannya Saat Dia Menangis, Dia Akan Tinggal Bersamamu Sepanjang Hidupmu..
Jika Kau Membiarkannya Pergi, Dia Tidak Akan Kembali Menjadi Dirinya Yang Dulu, Selamanya!
Seorang Isteri Tidak Akan Menangis Dengan Mudah, Kecuali Di Depan Orang Yang Sangat Dia Sayangi, Dia Akan Menjadi Lemah!

Seorang Isteri Tidak Akan Menangis Dengan Mudah, Hanya Jika Dia Sangat Menyayangimu.
Dia Akan Menurunkan Rasa Egonya.
Wahai Suami2, Jika Seorang Isteri Pernah Menangis Keranamu, Tolong Pegang Tangannya Dengan Penuh Pengertian.
Kerana Dia Adalah Orang Yang Akan Tetap Bersamamu Sepanjang Hidupmu Disaat Kau Terpuruk Terlalu Dalam …
Wahai Suami2, Jika Seorang Isteri Menangis Keranamu, Tolong Jangan Menyia-Nyiakannya. Mungkin, Kerana Keputusanmu, Kau Merosakkan Kehidupannya.
Saat Dia Menangis Di Depanmu, Saat Dia Menangis Keranamu. Lihatlah Jauh Kedalam Matanya. Dapatkah Kau Lihat Dan Kau Rasakan Sakit Yang Dirasakannya Keranamu ?
Apakah Keistimewaan Perempuan Ini ? ”
Di Balik Kelembutanya Dia Memiliki Kekuatan Yang Begitu Dahsyat..
Tutur Katanya Merupakan Kebenaran..
Senyumannya Adalah Semangat Bagi Orang Yang Dicintainya. .
Pelukan & Ciumannya Bisa Memberi Kehangatan Bagi Anak2nya..
Dia Tersenyum Bila Melihat Temannya Tertawa..
Dia Terharu Dia Menangis Bila Melihat Kesengsaraan Pd Org2 Yg Dikasihinya. ..
Dia Mampu Tersenyum Dibalik Kesedihannya. .
Dia Sangat Gembira Melihat Kelahiran..
Dia Begitu Sedih Melihat Kematian..
Titisan Air Matanya Bisa Membawa Perdamaian.
Tapi Dia Sering Dilupakan Oleh Suami Kerana 1 Hal…
Bahawa “Betapa Berharganya Dia”…

http://www.lailahaillallah.com/NorAzri_Azahar/blog/jika-isterimu-menangis/

31 Mei 2011

KISAH PERJALANAN CINTA YANG MENGHARUKAN (ISTRI TERBAIK)


 Cerita Nyata!!
Cerita ini adalah kisah nyata… dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.

Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

***

Cinta itu butuh kesabaran…

Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???

Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita...

Aku menjadi perempuan yg paling bahagia...

Pernikahan kami sederhana namun meriah...

Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.

Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.

Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.

Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu...

Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci...

Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.

Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.


***

Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.

Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…

Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.

Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…

Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…

Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.

Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.

Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.

Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.

Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup.

Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.

Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …

“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.

Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.

Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.

Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada
kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”

Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah ataupun tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.

Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.

***

Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.

Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.

Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”

Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”

Aku menjawab, ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”

“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.

“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.

”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.

”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.

Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.

Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena suamiku sangat sayang padaku.

Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.

Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.

Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.

Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.

Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.

Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.

Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.

***

30 Mei 2011

Contoh Suami Tauladan

lilin ungu gliter.gif

Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menampalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga mahupun untuk dijual.

Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyinsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.

Sayidatina 'Aisyah menceritakan "Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai sembahyang."

24 Mei 2011

Yuk Hidupkan Romantis, tapi dengan Pasangan yg Sah loh





More Flowers Wishes Comments




BERMAIN DAN BERCANDA DENGAN ISTRI

Apa susahnya  bangkitkan  pacaran dalam rumah tangga sekarang ini?! Toh tidak ada celanya, lagian siapa yang melarang? Jangan kira sebenarnya masing-masing dari kita, baik suami maupun sang istri, pasti merindukan " Berpacaran" .

Bangkitkan kembali suasana Romantis saat ketika Pedekate dulu, dan mungkin akan lebih mengharukan lagi bila kita  mengajak serta anak-anak misalnya nonton bareng.....

Jaman Nabi tidak dikenal bioskop apalagi DVD, tapi Nabi lebih futuristik, artinya Beliau mencontohkan romantisme dalam bermain dan bercanda dengan aplikasi yang murah meriah dan dapat dilakukan siapa saja.

Aisyah berkata: Rasulullah bertanding lari dengan saya dan saya menang. Kemudian saya berhenti, sehingga ketika badan saya menjadi gemuk, Rasulullah bertanding lagi dengan saya dan ia menang, kemudian ia berkata, "Kemenangan ini untuk kemenangan itu".
[H.R. Ahmad dan Abu Daud]

07 Februari 2011

Akhlaq Rasulullah Shallallahu 'alaiyhi wasallam kepada Istrinya




More Love Comments


Sering kita mendengar dan melihat baik di televisi atau pun di lingkungan sekitar terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suami terhadap istrinya. Kekerasan rumah tangga tersebut mengakibatkan seorang istri cacat bahkan dapat berujung sebuah pembunuhan. Mengapa hal ini terjadi? Salah satu penyebabnya adalah sikap ketauladan Nabi Muhammad Saw mengenai keharmonisan keluarga telah banyak dilupakan kaum laki-laki.

08 Desember 2009

BILA SUAMI BERPERANGAI KASAR

Seorang ibu dari tiga anak tampak menahan isak tangisnya ketika menceritakan perlakuan yang diterimanya dari suaminya. Ketidakpedulian, ucapan yang kasar, dan pukulan sudah menjadi kawan dalam hidupnya selama berkeluarga. Sebenarnya sakit di badan sudah tak dirasakan namun sakit di hati terus tersimpan hingga membawanya untuk mengadukan kisah hidupnya dengan satu asa akan ada jalan keluar dari deraan derita. Betapa malang nasib seorang wanita yang lemah bila mendapatkan suami yang berperangai kasar lagi “ringan tangan” seperti itu. Padahal Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bertitah: لاَ تَضْرِبُوا إِمَاءَ اللهِ “Janganlah kalian memukul hamba-hamba perempuan Allah.”

Datanglah ‘Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu untuk mengadu: ياَ رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّ النِّسَاءَ ذَئِرْنَ عَلَى أَزْوَاجِهِنَّ

07 Desember 2009

MEMBENTUK RUMAH TANGGA SAKINAH WA RAHMAH


Memasuki dunia baru bagi pasangan baru, atau lebih dikenal dengan pengantin baru memang merupakan suatu yang membahagiakan. Tetapi bukan berarti tanpa kesulitan. Dari pertama kali melangkah ke pelaminan, semuanya sudah akan terasa lain. Lepas dari ketergantungan terhadap orang tua, teman, saudara, untuk kemudian mencoba hidup bersama orang – yang mungkin – belum pernah kenal sebelumnya. Semua ini memerlukan persiapan khusus (walaupun sebelumnya sudah kenal), agar tidak terjebak dalam sebuah dilema rumah tangga yang dapat mendatangkan penyesalan di kemudian hari. Diantara persiapan yang harus dilakukan oleh pasangan baru yang akan mengarungi bahtera rumah tangga:

HAK SUAMI ISTRI DALAM ISLAM

Salah satu kunci keluarga bahagia yaitu adanya pemahaman dan pelaksanaan hak dan kewajiban suami istri di dalam bahtera rumah tangga. Diperlukan kerjasama antara suami dan istri dalam membangun keharmonisan rumah tangganya. Tak lupa pula didasari dengan agama, keluarga tersebut akan menjadi sakinah. Seorang suami yang beriman akan mampu menjadi kepala rumah tangga yang baik dan kelak membawa keluarganya menuju syurga. Seorang istri yang sholehah tentunya yang selalu taat pada suaminya serta mampu membawa keluarganya senantiasa dalam kebaikan. Firman Allah swt: “Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal (mendapat ketenangan di dalamnya)” (QS. An-Nahl:80)
Suami sebagai pemimpin rumah tangga memiliki hak-hak yang didapatkan dari istri dan anak-anaknya. Istri menghormati suami, dan anak-anak menghormati ayahnya. Beberapa dalil tentang suami sebagai pemimpin rumah tangga antara lain: