05 April 2013

.✿ Terapi dengan Paku .✿

Bismillaahirrohmaanirrohiim..............

Ada seorang pemuda yang sangat pemarah. Dia tidak dapat
mengendalikan  kemarahannya walaupun hanya  satu masalah kecil saja....

Pada suatu hari, bapaknya menghadiahkannya dengan sekantong  paku.

"Untuk apakah paku-paku ini ayah?" tanya pemuda tersebut.

" Nak, Cobalah Setiap kali kamu marah, pukullah  paku  ini ke tembok batu di dinding  rumah kita ini, untuk melepaskan kemarahan mu" 
kata sang  ayah..........

Kemudian, pemuda ini mulai menancapkah paku di dinding 

Pada hari yang pertama  :  pemuda itu telah memaku sebanyak 37 batang paku pada dinding batu tersebut.......woww banyak skaliii
ƪ♌•͡˘.˘ •͡♌Ʃ
Setelah berlalu beberapa minggu,  setelah dia dapat mengurangi intensitas kemarahannya, jumlah paku yang digunakan berkurang.

 Dia merasa   lebih mudah mengendalikan  kemarahannya dari pada harus memukul paku menembus tembok batu tersebut.

 Akhirnya tibalah pada suatu hari, dimana pemuda tersebut tidak marah, walau sekali pun.

kemudian  dia pun melaporkan  pada  ayahnya  dengan gembira, bahwa dirinya sudah dapat mengendalikan kemarahannya.

Bapaknya memberikan selamat dan menyuruh dia mencabut kembali paku paku  itu satu
persatu,  setiap hari yang ia lalui tanpa kemarahan.

Hari berganti hari, dan akhirnya dia berhasil mencabut semua  paku-paku tersebut.

 Pemuda tersebut lantas memberitahu hal  tersebut kepada bapaknya dengan bangga..Bapaknya lantas memimpin tangannya ke tembok tersebut dan berkata..

" Nak Kamu  telah berhasil melakukannya  dengan baik,  tetapi lihatlah Nak,  kesan lubang-lubang di tembok batu tersebut,...sangat membekas ya ?  dan banyak sekali lubang bekas paku ini ya ?

Tembok itu tidak akan  mulus  lagi seperti sebelumnya ya ?

Yuk kita ambil pelajarannya Nak. Coba kamu perhatikan tembok yg banyak bekas lubang lubang paku ini...
Sesungguhnya,  jika kamu menyatakan sesuatu atau melakukan sesuatu ketika marah pada manusia,  maka  kemarahanmu  akan meninggalkan kesan  bekas lubang dan luka pada hati Manusia, sama  tembok di dinding  ini , Nak.....

Kamu  bisa saja menikam seseorang dengan pisau dan membunuhnya. Tetapi ingatlah Nak, meskipun 
beberapa kali   kamu  memohon maaf dan menyesal atas perbuatan mu, namun lukanya masih tetap ada Nak,  Luka di hati adalah lebih pedih dan Perih  dari pada  luka di Badan"


Sahabat dan orang terdekatmu adalah permata yang sukar dicari.

Mereka membuat kamu ketawa dan memberikan kamu motivasi dan semangat ,
.berbagi suka dan duka dan sentiasa membuka hatinya kepada kita.
maka janganlah  Kamu lukai hatinya dengan Emosi emosimu yang tidak terkendali, sehingga membuatkan lubang2 paku di hatinya , ...........

Andai kamu melihat kejelekannya, toh masih banyak kebaikan kebaikannya,
Jadilah seperti Lebah, yg selalu melihat yg baik baik dan jangan menjadi seperti Lalat , yg selalu melihat keburukannya..............

Kendalikanlah kemarahanmu......


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

 
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : 

“Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau JANGAN  MARAH !” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Engkau JANGAN   MARAH !” [HR al-Bukhâri]

 Diriwayatkan dari Sulaiman bin Shurad Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
Kami sedang duduk bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tiba-tiba ada dua orang laki-laki saling mencaci di hadapan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Seorang dari keduanya mencaci temannya sambil marah, wajahnya memerah, dan urat lehernya menegang, maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh, aku mengetahui satu kalimat, jika ia mengucapkannya niscaya hilanglah darinya apa yang ada padanya (amarah). Seandainya ia mengucapkan, أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.

 
(Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk)". Para sahabat berkata, "Tidakkah engkau mendengar apa yang dikatakan Rasulullah?" Laki-laki itu menjawab, "Aku bukan orang gila (Shahîh. HR al-Bukhâri (no. 3282, 6048, 6115), Muslim (no. 2610). Penafsiran ucapan “Aku bukan orang gila” silakan lihat Fat-hul Bâri (X/467).


 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِيْ يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ.

 
"Orang yang kuat itu bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah" (Shahîh. HR al-Bukhâri (no. 6114) dan Muslim (no. 2609) dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu.)

 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda kepada seorang sahabatnya,
لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ.

"Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga"
(Shahîh. HR ath-Thabrani)

 beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ اللهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ مَا شَاءَ.

 
"Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah  akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai"( Hasan. HR Ahmad (III/440), Abu Dawud (no. 4777), at-Tirmidzi (no. 2021), dan Ibnu Majah (no. 4286) dari Sahabat Mu’adz bin Anas al-Juhani Radhiyallahu 'anhu.)

Dan Jika diitinjau dari kesehatan , Energi Marah akan merangsang  Otak untuk mengeluarkan Enzim tertentu sehingga perkembangan  sel sel di tubuh kita menjadi lebih cepat matang dari ukuran normal (ada istilah, jangan cepet marah, nanti cepet tua :))

 Efek lain dari Marah adalah ,  Rytme jantung  menjadi lebih cepat... dan ini berpengaruh pada  aliran darah ke otak........tentunya bagi kesehatan sangat berbahaya................

.✿ Semoga Kita dapat mengendalikan Amarah kita ya ? Aamiien

 ✿ALLAAHUMMASHOLLI 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD✿. 
  ♥.•.♥.✿




Tidak ada komentar:

Posting Komentar