30 Mei 2011

Gangguan Kepribadian

gangguan kepribadian.jpg

Gangguan kepribadian adalah gangguan psikologis kronis yang sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Memiliki gangguan kepribadian negatif dapat mempengaruhi pekerjaan seseorang, keluarga, dan kehidupan sosial seseorang.

Kepribadian gangguan ada pada kontinum sehingga mereka dapat ringan sampai lebih parah dalam hal bagaimana luas dan untuk menunjukkan sejauh mana seseorang fitur gangguan kepribadian tertentu. Sementara kebanyakan orang dapat hidup cukup normal dengan gangguan kepribadian ringan (atau lebih sederhana, ciri-ciri kepribadian), selama masa stres meningkat atau tekanan-tekanan eksternal (pekerjaan, keluarga, hubungan baru, dll).

Gejala dari gangguan kepribadian akan mendapatkan kekuatan dan mulai serius mengganggu fungsi  emosional dan psikologis mereka.

Mereka yang memiliki gangguan kepribadian memiliki beberapa fitur yang berbeda termasuk gangguan psikologis dalam diri-gambar; kemampuan untuk memiliki hubungan interpersonal yang sukses; kesesuaian dari jangkauan emosi, cara memahami diri mereka sendiri, orang lain, dan dunia, dan kesulitan memiliki kontrol impuls yang tepat. Gangguan ini datang bersama-sama untuk menciptakan suatu pola perilaku meresap dan pengalaman batin yang sangat berbeda dari norma-norma budaya dan individu yang sering cenderung disajikan dalam perilaku yang muncul lebih dramatis dari apa yang masyarakat anggap biasa. Oleh karena itu, mereka yang memiliki gangguan kepribadian sering mengalami konflik dengan orang lain dan sebaliknya. Ada sepuluh jenis gangguan kepribadian yang ada, yang semua memiliki berbagai penekanan.

Ada banyak potensi sebagai penyebab gangguan kepribadian karena ada orang yang menderita dari mereka. Mereka dapat disebabkan oleh kombinasi asuhan orangtua, kepribadian seseorang dan pembangunan sosial, serta faktor genetik dan biologis. Penelitian telah menyebabkan tidak dipersempit untuk faktor apapun saat ini. Kita tahu, bagaimanapun, bahwa gangguan ini akan paling sering memanifestasikan dirinya pada saat peningkatan stres dan kesulitan interpersonal dalam kehidupan seseorang. Oleh karena itu, perawatan yang paling sering berfokus pada peningkatan mekanisme seseorang mengatasi dan keterampilan interpersonal

http://belajarpsikologi.com 
http://www.lailahaillallah.com/I_F_A/blog/gangguan-kepribadian/
 

Contoh Suami Tauladan

lilin ungu gliter.gif

Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menampalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga mahupun untuk dijual.

Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyinsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.

Sayidatina 'Aisyah menceritakan "Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai sembahyang."

PERSONALITY = TOPENG


topeng.jpg

Istilah “kepribadian” (personality) berasal dari kata latin “persona” yang berarti topeng atau kedok, yaitu tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. Bagi bangsa Roma, “persona” berarti bagaimana seseorang tampak pada orang lain.

Menurut Agus Sujanto dkk (2004), menyatakan bahwa kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik.

Sedangkan Pengertian Kepribadian (personality) menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006) adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain; integrasi karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendiriran, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang; segala sesuatu mengenai diri seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain.

Allport juga mendefinisikan kepribadian sebagai susunan sistem-sistem psikofisik yang dinamis dalam diri individu, yang menentukan penyesuaian yang unik terhadap lingkungan. Sistem psikofisik yang dimaksud Allport meliputi kebiasaan, sikap, nilai, keyakinan, keadaan emosional, perasaan dan motif yang bersifat psikologis tetapi mempunyai dasar fisik dalam kelenjar, saraf, dan keadaan fisik anak secara umum.

Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kepribadian merupakan suatu susunan sistem psikofisik (psikis dan fisik yang berpadu dan saling berinteraksi dalam mengarahkan tingkah laku) yang kompleks dan dinamis dalam diri seorang individu, yang menentukan penyesuaian diri individu tersebut terhadap lingkungannya, sehingga akan tampak dalam tingkah lakunya yang unik dan berbeda dengan orang lain. 
 
http://www.lailahaillallah.com/I_F_A/blog/personality-topeng/

MENGAPA BOHONG ????

JANGAN BOONG.jpg

Sebuah penelitian di Amerika yang dilakukan oleh NIMH (National Institute of Mental Health) menunjukkan bahwa dalam seminggu, orang berbohong terhadap 30% orang lain dalam komunitas. Mahasiswa malah menunjukkan angka 38% jumlah orang yang mereka bohongi. Jadi kira-kira, dari 100 orang yang diajak berinteraksi dalam seminggu, maka ada 38 orang yang telah dibohongi. Luar biasa bukan?!

Apabila kebohongan memang sangat masif dilakukan, tentunya ada alasan mengapa bohong menjadi penting dilakukan. Tidak ada sesuatu tanpa sebab bukan?! Nah, apa yang menyebabkan timbulnya kebohongan? Sekurang-kurangnya terdapat 4 faktor penyebab orang berbohong, yaitu :

Sepuluh Jenis Tangisan - Menurut Ibnu Qayyim



mawar danAQ.jpg

Kata Ibnu Qayyim - 10 Jenis Tangis

1. Menangis karena kasih sayang & kelembutan hati.

2. Menangis karena rasa takut.

3. Menangis karena cinta.

4. Menangis karena gembira.

5. Menangis karena menghadapi penderitaan.

6. Menangis karena terlalu sedih.

7. Menangis karena terasa hina dan lemah.

8. Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.

9. Menangis karena mengikut-ikut orang menangis.

10. Menangis orang munafik - pura-pura menangis.

“…dan bahawasanya DIA lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.”

(An Najm : 43)

Jadi, Alloh swt lah yang menciptakan ketawa dan tangis, serta menciptakan sebab tercetusnya. Banyak air mata telah mengalir di dunia ini. Sumbernya dari mata mengalir ke pipi terus jatuh ke bumi. Mata itu kecil namun ia tidak pernah kering ia berlaku setiap hari tanpa putus-putus. Seperti sungai yang mengalir ke laut tidak pernah berhenti?.kalaulah air mata itu di tampung banjirlah dunia ini.

Tangis tercela atau terpuji ???

Ada tangisan yang sangat di cela umpamanya meratapi mayat dengan meraung dan memukul-mukul dada atau merobek-robek pakaian.

Ada pula tangisan sangat-sangat di puji dan di tuntut iaitu tangisan kerana menginsafi dosa-dosa yang lalu atau tangis karena takut akan azab dan siksa Allah swt.

Tangisan dapat memadamkan api Neraka

“Rasulullah saw bersabda : Tidaklah mata seseorang menitiskan air mata kecuali Allah swt akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan terkotori oleh debu kehinaan, apabila seorang daripada suatu kaum menangis, maka kaum itu akan di rahmati. Tidaklah ada sesuatupun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka.”

Air mata taubat Nabi Adam a.s. Beliau menangis selama 300 tahun tanpa mendonggak ke langit tersangat takut dan hibanya terhadap dosa yang telah ia lakukan. Dia bersujud di atas gunung dan air matanya mengalir di jurang Serandip. Dari air matanya itulah Allah telah menumbuhkan pohon kayu manis dan pohon bunga cengkih. Beberapa ekor burung telah meminum akan air mata Adam lalu berkata, “Manis sungguh air ini.” Nabi Adam terdengar lalu menyangka burung itu mempersendakannya lalu ia memperhebatkan tangisannya.

Lalu Allah swt mendengar dan menerima taubat Adam dan mewahyukan, “Hai Adam sesungguhnya belum Aku pernah menciptakan air lebih lazat daripada air mata taubat mu!.”

Air mata yang tiada di tuntut

Janganlah menangis kalau tak tercapai cita-cita bukan kah Alloh swt yang telah menentukannya. Janganlah menangis nonton film itu kan cuma lakonan.

Janganlah menangis kerana cinta tak berbalas mungkin dia bukanlah jodoh yang telah Alloh swt tetapkan. Janganlah menangis jika gagal dalam seleksi pekerjaan mungkin kita kurang membuat persediaan. Jangan menangis kalau uang kita hilang di jalanan sebab mungkin kita kurang bersedekah dan beramal. Janganlah menangis kalau tidak di naikkan pangkat yakin lah, rezki itu adalah pemberian Alloh swt

Dari itu???…

Simpanlah air mata-air mata tangisan itu semua buat bekalan untuk menginsafi di atas segala kecuaian yang telah melanda diri, segala dosa-dosa yang berupa bintik2 hitam yang telah mengkelamkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari Allah swt. Seru lah air mata itu dari persembunyiannya di balik kelopak mata agar ia menitis membasahi dan mencuci hati agar ia putih kembali dan juga semoga ia dapat melebur dosa2 dan moga-moga akan mendapat ampunanNya jua.

Junjungan Mulia bersabda “Ada 2 pasang mata yang tak tersentuh api neraka, mata yang menangis di waktu malam hari kerana takut kepada Allah swt dan 2 biji mata yang menjaga pasukan fi sabillah di waktu malam.”

“Di antara 7 golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah swt di hari qiamat”?? seseorang yang berzikir bersendirian lalu mengenang tentang kebesaran Allah swt lalu bercucuran air matanya.”

“Jika tubuh seseorang hamba gementar kerana takut kepada Allah swt, maka berguguran lah dosa-dosanya bak gugurnya dedaunan dari pepohonan kering.”

Berkata Salman Al Faarisi r.a “Aku di buat menangis atas 3 perkara jua :

1. Berpisah dengan Rasulullah saw dan para sahabat-sahabat.

2. Ketakutan seorang yang perkasa tatkala melihat malaikat Israil datang mencabut nyawanya.

3. Aku tidak tahu samada aku akan di perintahkan untuk ke syurga atau neraka.

Air mata tanda rahmat Tuhan. Rasulullah saw bersabda : Jagalah mayat ketika kematiannya & perhatikanlah 3 perkara.

1. Apabila dahi nya berpeluh.

2. Airmatanya berlinang.

3. Hidungnya keluar cecair seperti hingus.

Kerana hal hal tersebut menandakan rahmat Allah swt untuk si mayat. (riwayat dari Salman al Faarisi)

Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara : “Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan, Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu, Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu, dan dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu.”

catatan : Abubakar Ashidiq Ashidiq
dari forum Silaturahim dan Ukhuwah
http://www.lailahaillallah.com/I_F_A/blog/sepuluh-jenis-tangisan-menurut-ibnu-qayyim/

29 Mei 2011

LARANGAN IKHTILATH ????????


Pembicaraan seputar ikhtilath atau bercampur baur antara laki-laki dan perempuan dengan tanpa hijab/tabir penghalang sudah pernah kita singgung. Namun karena banyaknya penyimpangan kaum muslimin dalam perkara ini dan adanya sisi-sisi permasalahan yang belum tersentuh maka tak ada salahnya kita bicarakan dan kita ingatkan kembali.

Bukankah Rabbul Izzah telah berfirman:

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan tetaplah memberi peringatan karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (Adz-Dzariyat: 55)

Dan juga dalam rangka menasihati diri pribadi dan orang lain, karena agama ini adalah nasihat, seperti kata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih:

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ

“Agama itu adalah nasihat.”

Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alusy Syaikh  rahimahullahu menyatakan dalam Fatawa dan Rasa`ilnya (10/35-44) bahwa ikhtilath antara laki-laki dengan perempuan ada tiga keadaan:

“Pertama: Ikhtilath para wanita dengan laki-laki dari kalangan mahram mereka, maka ini jelas dibolehkan.

Kedua: Ikhtilath para wanita dengan laki-laki ajnabi (non mahram) untuk tujuan yang rusak, maka hal ini jelas keharamannya.

Ketiga: Ikhtilath para wanita dengan laki-laki ajnabi (non mahram) di tempat pengajaran ilmu, di toko/warung, kantor, rumah sakit, perayaan-perayaan dan semisalnya. Ikhtilath yang seperti ini terkadang disangka tidak akan mengantarkan kepada fitnah di antara lawan jenis, padahal hakikatnya justru sebaliknya. Sehingga bahaya ikhtilath semacam ini perlu diterangkan dengan membawakan dalil-dalil pelarangannya.”

Dalil secara global, kita tahu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan laki-laki dalam keadaan punya kecenderungan yang kuat terhadap wanita. Demikian pula sebaliknya, wanita punya kecenderungan kepada lelaki. Bila terjadi ikhtilath tentunya akan menimbulkan dampak yang negatif dan mengantarkan kepada kejelekan. Karena, jiwa cenderung mengajak kepada kejelekan dan hawa nafsu itu dapat membutakan dan membuat tuli. Sementara Syaitan mengajak kepada perbuatan keji dan mungkar.

Dalil secara rinci, kita tahu bahwa wanita merupakan tempat laki-laki menunaikan hasratnya. Penetap syariat pun menutup pintu-pintu yang mengantarkan keterkaitan dan keterpautan sepasang insan yang berlawanan jenis di luar jalan pernikahan yang syar’i. Hal ini tampak dari dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah yang akan kita bawakan di bawah ini.

1. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

“Dan wanita yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya kepadanya dan dia menutup pintu-pintu seraya berkata, ‘Marilah ke sini.’ Yusuf berkata, ‘Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.’ Sesungguhnya orang-orang zalim tidak akan beruntung.” (Yusuf: 23)

Ketika terjadi ikhtilath antara Nabi Yusuf ‘alaihissalam dengan istri Al-Aziz, pembesar Mesir di kala itu, tampaklah dari si wanita apa yang tadinya disembunyikannya. Ia meminta kepada Yusuf untuk menggaulinya. Akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi Yusuf dengan rahmat-Nya sehingga dia terjaga dari perbuatan keji. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Maka Rabbnya memperkenankan doa Yusuf dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Yusuf: 34)

Demikian pula bila lelaki lain ikhtilath dengan wanita ajnabiyah. Masing-masingnya tentunya menginginkan apa yang dicondongi oleh hawa nafsunya. Berikutnya, dicurahkanlah segala upaya untuk mencapainya.

Cinta Nabi Daud as


lilim ros.jpg


Nabi Daud ’alihis-salaam merupakan seorang hamba Allah yang sangat rajin beribadah kepada Allah. Hal ini disebutkan langsung oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Nabi Daud ’alihis-salaam sangat rajin mendekatkan diri kepada Allah. Beliau sangat rajin memohon kepada Allah agar dirinya dicintai Allah. Beliau sangat mengutamakan cinta Allah lebih daripada mengutamakan dirinya sendiri, keluarganya sendiri dan air dingin yang bisa menghilangkan dahaga musafir dalam perjalanan terik di tengah padang pasir. Inilah penjelasan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengenai doa Nabi Daud tersebut:

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.”
(HR Tirmidzi 3412) 
 
Posted April 25, 2011 by IFA / رَفِيْعَة زهرة جميلة in Mutiara Nasehat, Muhasabah, Umum, Akhlak Islam, Motivasi Islami, Keluarga Islami
http://www.lailahaillallah.com/I_F_A/blog/cinta-nabi-daud-as/
 

Wasiat pertama yang Allah sampaikan kepada manusia setelah dia berakal adalah bersyukur kepada Allah dan kepada kedua orang tua.



Keajaiban Syukur

Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa orang-orang yang bersyukur adalah orang yang sukses di antara hamba-hamba-Nya dalam menghadapi ujian Allah.

وَكَذَلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ

"Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?" (Allah berfirman): "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?" (QS. Al An'am: 53)


Tambahan nikmat, adalah dengan bersyukur.

Tambahan nikmat ini tiada terbatas sebagaimana tak terbatasnya rasa syukur kepada-Nya.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih"." (QS. Ibrahim: 7) Bertambahnya nikmat ada bersama syukur akan tetap berlaku untuk selama-lamanya. Karenanya dikatakan, "Saat engkau melihat keadaanmu tidak bertambah baik maka mulailah bersyukur."

وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

PEMBALUT WANITA PENYEBAB KANKER SERVIKS.

Menstruasi (haid) adalah proses yang dialami tubuh wanita dalam mempersiapkan diri untuk kegiatan produktivitas selanjutnya.

Pada saat menstruasi setiap wanita akan mengalami ketidaknyamanan fisik (sakit pada sendi-sendi, gatal-gatal, pusing dan mual, nyeri atau sakit pada bagian pinggang, dan lainnya). Kadang kala menstruasi tidak teratur. Masalah diatas banyak sekali di alami wanita masa kini.


Al Hijamah/ Bekam



PENDAHULUAN

DUNIA PENGOBATAN UMUM
Dunia pengobatan semenjak dulu selalu berjalan seiring dengan kehidupan manusia. Karena, sebagai makhluk hidup, manusia amatlah akrab dengan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Keinginan untuk berlepas diri dari berbagai penyakit itulah yang mendorong manusia berupaya menyingkap berbagai metode pengobatan, mulai dari mengkonsumsi berbagai jenis tumbuhan secara tunggal maupun yang sudah terkontaminasi, yang diyakini berkhasiat menyembuhkan penyakit tertentu, atau sistem pemijatan, akupuntur, pembekaman hingga operasi dan pembedahan.

Namun seiring dengan perkembangan peradaban manusia, budaya konsumerisme dan materialisme menggiring manusia mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang dianggap praktis, lezat dan penuh variasi. Sayangnya kebanyakan mereka tidak menyadari bahwa produksi makanan semacam itu seringkali terpaksa menggunakan berbagai jenis bahan kimia berbahaya, seperti borax, formalin, Rhodamin B dan Metanil Yellow (bahan pewarna sintetis), antibiotik kloramfenikol, dietilpirokarbonat, dulsin, nitrofurazon dan berbagai bahan kimia yang amat merusak kesehatan.

Orang yang sudah banyak mengkonsumsi berbagai jenis makanan berkomposisi kimia menjadi sering terserang penyakit komplikasi yang beragam. Sehingga obat-obatan yang diperlukan juga obat-obatan berkomposisi kimia berat. Bukan rahasia lagi, pengobatan dengan bahan kimia sintetis (pengobatan barat/modern)
mungkin dapat mengobati suatu penyakit, tetapi dapat juga menimbulkan penyakit bawaan yang lain sebagai bentuk side effect buruk dari sifat bahan kimia. Satu penyakit dapat disembuhkan
tetapi dapat muncul penyakit lain. Jadilah lingkaran Syaitan yang tidak ada habisnya dalam dunia
pengobatan modern. Ternyata mahalnya obat kimia sintetis bukan jaminan kesembuhan.


PENGOBATAN ILAHIYAH DAN MISYKAT NUBUWAH

Teknologi medis boleh saja merambati modernisasi dan shopisticasi yang sulit diukur. Namun perkembangan jenis penyakit juga tidak kalah cepat beregenerasi. Sementara banyak manusia yang tidak menyadari bahwa Allah SWT tidak pernah menciptakan manusia dengan ditinggalkan begitu saja. Setiap kali penyakit muncul, pasti Allah SWT juga menciptakan obatnya. Sabda Rasulullah SAW: "Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan penyembuhnya." (HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah) Hanya saja ada manusia yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Kenyataan lain yang harus disadari oleh manusia, bahwa apabila Allah SWT secara tegas memberikan petunjuk pengobatan, maka petunjuk pengobatan itu
sudah pasti lebih bersifat pasti dan bernilai absolut.
Dan memang demikianlah kenyataannya. Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, bukan saja memberi petunjuk tentang perikehidupan dan tata cara ibadah kepada Allah SWT secara khusus yang akan membawa keselamatan dunia dan akhirat, tetapi juga memberikan banyak petunjuk praktis dan formula umum yang dapat digunakan untuk menjaga keselamatan lahir dan batin, termasuk yang berkaitan dengan terapi atau pengobatan. Petunjuk praktis dan kaidah medis tersebut banyak sekali didemonstrasikan oleh Rasulullah SAW dan diajarkan kepada para sahabatnya. Bila kesemua formula dan kaidah praktis itu dipelajari secara seksama, tidak syak lagi bahwa kaum Muslimin dapat mengembangkannya menjadi sebuah sistem dan metode pengobatan yang tidak ada duanya. Disitulah akan terlihat korelasi yang erat antara sistem pengobatan Ilahi dengan sistem pengobatan manusia.
Karena Allah SWT telah menegaskan: "Telah diciptakan bagi kalian semua segala apa yang ada di muka bumi ini."
Ilmu pengobatan berikut segala media dan materinya, termasuk yang diciptakan oleh Allah SWT untuk kepentingan umat manusia.

Camkanlah!
Islam adalah agama yang sempurna, yang dibawa Rasulullah SAW bukan hanya kepada orang sehat tapi juga kepada orang yang sakit, maka syariatnya juga disediakan. Untuk itu seyogyanya kaum Muslimin menghidupkan kembali kepercayaan terhadap berbagai jenis obat dan metode pengobatan yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai metode terbaik untuk mengatasi berbagai macam penyakit.

Namun tentu semua jenis pengobatan dan obat-obatan tersebut hanya terasa khasiatnya bila disertai dengan sugesti dan keyakinan. Karena-demikian dinyatakan Ibnul Qayyim-keyakinan adalah doa. Bila pengobatan manusia mengenal istilah placebo (semacam penanaman sugesti lalu memberikan obat netral yang sebenarnya bukan obat dari penyakit yang dideritanya), maka Islam mengenal istilah doa dan keyakinan. Dengan pengobatan yang tepat, dosis yang sesuai disertai doa dan keyakinan, tidak ada penyakit yang tidak bisa diobati, kecuali penyakit yang membawa kematian.Jabir RA membawakan hadits dari Rasulullah SAW: "Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah SWT." (HR. Muslim)

Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih sarat dengan beragam penyembuhan dan obat yang bermanfaat dengan izin Allah SWT. Sehingga mestinya kita tidak terlebih dahulu berpaling dan meninggalkannya untuk beralih kepada pengobatan kimiawi yang ada di masa sekarang. Karena itulah Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata: "Sungguh para tabib telah sepakat bahwa ketika memungkinkan pengobatan dengan bahan makanan maka jangan beralih kepada obat- obatan kimiawi. Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana, maka jangan beralih memakai obat yang kompleks. Mereka mengatakan: 'Setiap penyakit yang bisa ditolak dengan makanan-makanan tertentu dan pencegahan, janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan kimiawi'."

Ibnul Qayyim juga berkata: "Berpalingnya manusia dari cara pengobatan nubuwwah seperti halnya berpalingnya mereka dari pengobatan dengan Al-Qur`an, yang merupakan obat bermanfaat." Dengan demikian, tidak sepantasnya seorang muslim menjadikan pengobatan nabawiyyah sekedar sebagai pengobatan alternatif. Justru sepantasnya dia menjadikannya sebagai cara pengobatan yang utama, karena kepastiannya datang dari Allah SWT lewat lisan Rasul-Nya SAW. Sementara pengobatan dengan obat-obatan kimiawi (pengobatan cara barat) kepastiannya tidak seperti kepastian yang didapatkan dengan thibbun nabawi.

Pengobatan yang diajarkan Nabi SAW diyakini kesembuhannya karena bersumber dari wahyu. Sementara pengobatan dari selain Nabi SAW kebanyakannya dugaan atau dengan pengalaman / uji coba. Ibnul Qayyim berkata: "Pengobatan ala-Nabi tidak seperti layaknya pengobatan para ahli medis. Pengobatan ala-Nabi dapat diyakini dan bersifat pasti (qath'i), bernuansi ilahy, berasal dari wahyu dan misykat nubuwah serta kesempurnaan akal. Namun tentunya, berkaitan dengan kesembuhan suatu penyakit, seorang hamba tidak boleh bersandar semata dengan pengobatan tertentu, dan tidak boleh meyakini bahwa obatlah yang menyembuhkan sakitnya. Seharusnya ia bersandar dan bergantung kepada Dzat yang memberikan penyakit dan menurunkan obatnya sekaligus, yakni Allah SWT. Seorang hamba hendaknya selalu bersandar kepada-Nya dalam segala keadaannya. Hendaknya ia selalu berdoa memohon kepada- Nya agar menghilangkan segala kemudharatan yang tengah menimpanya.

BEKAM, CARA PENGOBATAN TERBAIK

Dari Jabir RA, bahwa ada seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar memasukkan racun ke dalam daging domba yang dipanggang, lalu menghadiahkannya kepada Rasulullah SAW. Beliau mengambil bagian kaki dan memakan sebagian darinya. Beberapa orang sahabat yang bersamanya juga ikut memakannya. Sebagian sahabat yang terlanjur memakannya ada yang meninggal. Lalu Rasulullah SAW melakukan pengobatan dengan hijamah di bagian pundaknya karena daging yang terlanjur beliau makan. Yang mengobatinya adalah Abu Hindun, dengan menggunakan tulang tanduk dan mata pisau. Untuk pembinaan kesehatan rohani dan jasmani, Rasulullah SAW mengajarkan berbagai teknik pengobatan atau terapi sebagaimana terdapat dalam Shahih Bukhari dari Said Ibnu Jabir RA dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW, bahwa Rasululllah SAW bersabda: "Kesembuhan itu ada dalam tiga hal, yaitu dalam minum madu, sayatan alat hijamah atau sundutan api. Namun aku
melarang umatku melakukan sundutan."
Bahkan Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam)." (Muttafaq 'alaihi)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah bekam (hijamah)." (HR. Ibnu Majah, Abu Dawud)

Sabda Rasulullah SAW: "Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah." (HR. Ahmad, shahih)

HUKUM BEKAM


Imam Ghazali berpendapat, yang dinukilkan dalam kitab Tasyirul Fiqih lil Muslimil Mu'ashir oleh Dr. Yusuf Qardhawi: "Al Hijamah adalah termasuk fardhu kifayah. Jika di suatu wilayah tidak ada seorang yang mempelajarinya, maka semua penduduknya akan berdosa. Namun jika ada salah seorang yang melaksanakannya serta memadai, maka gugurlah kewajiban dari yang lain. Menurut saya, sebuah wilayah kadang membutuhkan lebih dari seorang. Tapi yang terpenting adalah adanya jumlah yang mencukupi dan memenuhi seukuran kebutuhan yang diperlukan. Jika di sebuah wilayah tidak ada orang yang Muhtajib (ahli bekam), suatu kehancuran siap menghadang dan mereka akan sengsara karena menempatkan diri di ambang kehancuran. Sebab Dzat yang menurunkan penyakit juga menurunkan obatnya, dan memerintahkan untuk menggunakannnya serta menyediakan sarana untuk melaksanakannya, maka dengan meremehkannya berarti sebuah kehancuran telah menghadang."

BEKAM ITU APA?

Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit ari. Dalam istilah medis dikenal dengan istilah 'Oxidant Release Therapy' atau 'Oxidant Drainage Therapy' atau istilah yang lebih populer adalah 'detoksifikasi'. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan cara pemberian obat antioksidan (obat kimiawi) yang bertujuan untuk menetralkan oksidan di dalam tubuh sehingga kadarnya tidak makin tinggi. Tapi jika efek obat antioksidan sudah habis, oksidan akan tumbuh dan berkembang kembali. Karena itu, para dokter biasanya memberikan obat antioksidan secara kontinyu.

Untuk mengeluarkan oksidan dari dalam tubuh butuh ketrampilan khusus. Caranya dengan penyedotan menggunakan alat khusus yang sebelumnya didahului dengan pembedahan minor (sayatan khusus) secara hati-hati di titik-titik tertentu secara tepat dalam tubuh. Jika oksidan dapat dikeluarkan semua maka penyumbatan aliran darah ke organ-organ tertentu dalam tubuh dapat diatasi, sehingga fungsi-fungsi fisiologis tubuh kembali normal.

PENELITIAN BEKAM

Pada saat ini di negeri-negeri barat (Eropa dan Amerika) melalui penelitian ilmiah, serius
dan terus-menerus menyimpulkan fakta-fakta ilmiah bagaimana keajaiban bekam sehingga mampu menyembuhkan berbagai penyakit secara lebih aman dan efektif dibandingkan metode kedokteran modern. Sehingga bekam mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan bermuncullah Ahli Bekam serta Klinik Bekam di kota-kota besar di Amerika dan Eropa. Bahkan pada tahun-tahun terakhir ini pengobatan dengan bekam telah dipelajari dalam kurikulum fakultas kedokteran di Amerika, walaupun mereka tidak pernah mau mengakui bahwa bekam adalah warisan Rasulullah SAW, dokter terbaik sepanjang zaman. Ironisnya, sekarang ini orang Islam sendiri masih memandang sinis terhadap thibbun nabawi, padahal kita semua mengakui secara lisan bahwa
Rasulullah SAW adalah uswatun khasanah. Semoga Allah SWT menyelamatkan aqidah kita! Berdasarkan laporan umum penelitian tentang pengobatan dengan metode bekam tahun 2001 M (300 kasus) dalam buku Ad Dawa'ul-Ajib yang ditulis oleh ilmuwan Damaskus Muhammad Amin Syaikhu didapat data sebagai berikut: 1) dalam kasus tekanan darah tinggi, tekanan darah turun hingga mencapai batas normal,
2) dalam kasus tekanan darah rendah, tekanan darah naik hingga batas normal,
3) kadar gula darah turun pada pengidap kencing manis dalam 92,5 % kasus,
4) jumlah asam urat di darah turun pada 83,68% kasus,
5) pada darah bekam yang keluar, didapati bahwa eritrosit yang didalamnya berbentuk aneh, tidak berfungsi normal, menganggu kinerja sel lain.

RENUNGAN

Di tengah derasnya serbuan pengobatan modern dan pengobatan alternatif dari dalam atau luar negeri kedalam lingkungan kaum muslimin, tanpa jaminan kehalalan, memaksa kita menggunakan bahan dan cara yang haram, bahkan dapat membawa kita kepada perbuatan syirik, sangat mahal tapi tanpa jaminan kesembuhan secara sempurna, bahkan mungkin menimbulkan komplikasi yang lebih berat, maka kembali kepada thibbun nabawi adalah solusi yang tepat dan selamat. Keuntungan ganda akan kita peroleh, yaitu kesehatan tubuh dan terselamatkannya aqidah umat Islam. Bekam menjadi pilihan terbaik untuk berobat, karena murah, aman, praktis dan sesuai sunnah Rasulullah SAW. Apabila bekam dilakukan secara baik dan benar sesuai kaidah medis, maka akan memberikan hasil yang luar biasa. Insya Allah!!!


BAGIAN II
THIBBUN NABAWI

Shahabat yang mulia Abu Sa'id Al-Khudri rahimahullahu berkata:
"Sejumlah shahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pergi dalam sebuah safar (perjalanan) yang mereka tempuh, hingga mereka singgah di sebuah kampung Arab. Mereka kemudian meminta penduduk kampung tersebut agar menjamu mereka, namun penduduk kampung itu menolak. Tak lama setelah itu, kepala suku dari kampung tersebut tersengat binatang berbisa. Penduduknya pun mengupayakan segala cara pengobatan, namun tidak sedikit pun yang memberikan manfaat untuk kesembuhan pemimpin mereka. Sebagian mereka berkata kepada yang lain: "Seandainya kalian mendatangi rombongan yang tadi singgah di tempat kalian, mungkin saja ada di antara mereka punya obat (yang bisa menghilangkan sakit yang diderita pemimpin kita)." Penduduk kampung itu
pun mendatangi rombongan shahabat Rasulullah yang tengah beristirahat tersebut, seraya berkata: "Wahai sekelompok orang, pemimpin kami disengat binatang berbisa. Kami telah mengupayakan berbagai cara untuk menyembuhkan sakitnya, namun tidak satu pun yang bermanfaat. Apakah salah seorang dari kalian ada yang memiliki obat?" Salah seorang shahabat berkata: "Iya, demi Allah, aku bisa meruqyah. Akan tetapi, demi Allah, tadi kami minta dijamu namun kalian enggan untuk menjamu kami. Maka aku tidak akan melakukan ruqyah untuk kalian hingga kalian bersedia memberikan imbalan kepada kami." Mereka pun bersepakat untuk memberikan sekawanan kambing sebagai upah dari ruqyah yang akan dilakukan. Shahabat itu pun pergi untuk meruqyah pemimpin kampung tersebut. Mulailah ia meniup disertai sedikit meludah dan membaca: "Alhamdulillah rabbil 'alamin" (Surah Al-Fatihah). Sampai akhirnya pemimpin tersebut seakan-
akan terlepas dari ikatan yang mengekangnya. Ia pun pergi berjalan, tidak ada lagi rasa sakit (yang membuatnya membolak-balikkan tubuhnya di tempat tidur). Penduduk kampung itu lalu memberikan imbalan sebagaimana telah disepakati sebelumnya. Sebagian shahabat berkata: "Bagilah kambing itu." Namun shahabat yang meruqyah berkata: "Jangan kita lakukan hal itu, sampai kita menghadap Rasulullah SAW, lalu kita ceritakan kejadiannya, dan kita tunggu apa yang beliau perintahkan." Mereka pun menghadap Rasulullah SAW, lalu mengisahkan apa yang telah terjadi. Beliau bertanya kepada shahabat yang melakukan ruqyah: "Dari mana engkau tahu bahwa Al-Fatihah itu bisa dibaca untuk meruqyah? Kalian benar, bagilah kambing itu dan berikanlah bagian untukku bersama kalian."
Hadits di atas diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam kitab Shahih-nya no.
5749, kitab Ath-Thibb, bab An-Nafats fir Ruqyah. Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu dalam Shahih-nya no. 5697 kitab As-Salam, bab Jawazu Akhdzil Ujrah 'alar Ruqyah.

Beberapa faedah yang dapat kita ambil dari hadits Abu Sa'id Al-Khudri radhiallahu 'anhu di atas adalah:

1. Surah Al-Fatihah mustahab untuk dibacakan kepada orang yang disengat binatang berbisa dan orang sakit.
2. Boleh mengambil upah dari ruqyah dan upah itu halal.
3. Seluruh kambing itu sebenarnya milik orang yang meruqyah, adapun yang lainnya tidak memiliki hak, namun dibagikannya kepada teman-temannya karena kedermawanan dan kebaikan.
4. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam minta bagian dalam rangka lebih menenangkan hati para shahabatnya dan untuk lebih menunjukkan bahwa upah yang didapatkan tersebut halal,
tidak mengandung syubhat.
Demikian faedah yang disebutkan Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu dalam Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim (14/410).

Pengobatan Nabawiyyah (At-Thibbun Nabawi) Bukan Pengobatan Alternatif. Keberadaan berbagai penyakit termasuk sunnah kauniyyah yang diciptakan oleh Allah SWT. Penyakit-penyakit itu merupakan musibah dan ujian yang ditetapkan Allah SWT atas hamba-hamba-Nya. Dan sesungguhnya pada musibah itu terdapat kemanfaatan bagi kaum mukminin. Shuhaib Ar-Rumi RA berkata: "Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Sungguh seluruh perkaranya adalah kebaikan. Yang demikian itu tidaklah dimiliki oleh seorangpun kecuali
seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kelapangan, ia bersyukur. Maka yang demikian itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar. Maka yang demikian itu baik baginya." (HR. Muslim no. 2999)

Termasuk keutamaan Allah SWT yang diberikan kepada kaum mukminin, Dia menjadikan sakit yang menimpa seorang mukmin sebagai penghapus dosa dan kesalahan mereka. Sebagaimana tersebut dalam hadits Abdullah bin Mas'ud RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang muslim ditimpa gangguan berupa sakit atau lainnya, melainkan Allah SWT menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya." (HR. Al-Bukhari no. 5661 dan Muslim no. 6511)

Di sisi lain, sebagaimana Allah SWT menurunkan penyakit, Dia pun menurunkan obat bersama penyakit itu. Obat itupun menjadi rahmat dan keutamaan dari-Nya untuk hamba-hamba- Nya, baik yang mukmin maupun yang kafir. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits Abu Hurairah RA: "Tidaklah Allah SWT menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya." (HR. Al-Bukhari no. 5678)
Abdullah bin Mas'ud RA mengabarkan dari Nabi SAW: "Sesungguhnya Allah SWT tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya." (HR. Ahmad 1/377, 413 dan 453. Dan hadits ini dishahihkan dalam Ash-Shahihah no. 451)

CARA TEKNIS PENGOBATAN NABAWI

Banyak sekali cara pengobatan nabawi. Kami hanya menyebutkan beberapa di antaranya, yaitu:

1. Pengobatan dengan madu
Allah SWT berfirman tentang madu yang keluar dari perut lebah: " Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia." (An-Nahl: 69).
Madu dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit dengan izin Allah SWT. Di antaranya untuk mengobati sakit perut, seperti ditunjukkan dalam hadits berikut ini: "Ada seseorang menghadap Nabi SAW, ia berkata: 'Saudaraku mengeluhkan sakit pada perutnya.' Nabi berkata: 'Minumkan ia madu.' Kemudian orang itu datang untuk kedua kalinya, Nabi berkata: 'Minumkan ia madu.' Orang itu datang lagi pada kali yang ketiga, Nabi tetap berkata: 'Minumkan ia madu.' Setelah itu, orang itu datang lagi dan menyatakan: 'Aku telah melakukannya (namun belum sembuh juga malah bertambah mencret).' Nabi bersabda: 'Allah Mahabenar dan perut saudaramu itu dusta.
Minumkan lagi madu.' Orang itu meminumkannya lagi, maka saudaranya pun sembuh." (HR. Al- Bukhari no. 5684 dan Muslim no. 5731)

2. Pengobatan dengan habbah sauda`(jintan hitam, Nigella sativa)
Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya habbah sauda` ini merupakan obat dari semua penyakit, kecuali dari penyakit as- samu". Aku (yakni`Aisyah radhiallahu 'anha) bertanya: "Apakah as-samu itu?" Beliau menjawab: "Kematian." (HR. Al-Bukhari no. 5687 dan Muslim no. 5727)

3. Pengobatan dengan susu dan kencing unta.
Anas RA menceritakan: "Ada sekelompok orang 'Urainah dari penduduk Hijaz menderita sakit (karena kelaparan atau keletihan). Mereka berkata: 'Wahai Rasulullah, berilah tempat kepada kami dan berilah kami makan.' Ketika telah sehat, mereka berkata: 'Sesungguhnya udara kota Madinah tidak cocok bagi kami (hingga kami menderita sakit, -pent.).' Rasulullah SAW pun menempatkan mereka di Harrah, di dekat tempat pemeliharaan unta-unta beliau (yang berjumlah 3- 30 ekor). Beliau berkata: 'Minumlah dari susu dan kencing unta-unta itu. Tatkala mereka telah sehat, mereka justru membunuh penggembala unta-unta Nabi SAW (setelah sebelumnya mereka mencungkil matanya) dan menggiring unta-unta tersebut (dalam keadaan mereka juga murtad dari Islam, -pent.). Nabi SAW pun mengirim utusan untuk mengejar mereka, hingga mereka tertangkap dan diberi hukuman dengan dipotong tangan dan kaki-kaki mereka serta dicungkil mata mereka." (HR. Al-Bukhari no. 5685, 5686 dan Muslim no. 4329)


Awas ada cacing di Pembalut Wanita

Cacing di pembalut wanita-1.jpg

Telah di temukan cacing di sebuah pembalut wanita asal negri China. Perhatikan baik baik Brand dari Produk itu agar anda tidak salah dalam membelu produk pembalut Wanita.

Dengan adanya gambar ini mudah mudahan para Wanita mempertimbangkan seperti apa pembalut yang sudah di gunakan. Pilihlah produk pembalut Wanita yg tepat, jangan mempertimbangkan biaya murah, dan jagalah kebersihan organ kewanitaan Anda.....

Cacing di pembalut wanita-2.jpg

Cacing di pembalut wanita-3.jpg

Cacing di pembalut wanita-4.jpg

Cacing di pembalut wanita-5.jpg


Sumber : http://www.pembaluthibis3.blogspot.com 
Posted May 5, 2011 by IFA / رَفِيْعَة زهرة جميلة in Dunia Muslimah, Sains & Teknologi Islami, Kedokteran Islam, Keluarga Islami

Istighfar bantu umat Islam sucikan hati dan dibuka pintu rezeki





More Hearts Comments


Apabila berdepan dengan masalah hidup, fikiran dan perasaan menjadi resah serta bercelaru. Namun Allah s.w.t. memberikan orang Mukmin pelbagai jalan bagi menangani apa saja permasalahan hidup di dunia ini.Satu daripadanya, amalan istighfar untuk memohon keampunan Allah s.w.t. sebanyak yang boleh setiap hari sebagai ibadah.

Sabda rasulullah s.a.w. bermaksud "Barangsiapa memperbanyakkan istighfar, Allah s.w.t. melepaskan segala kesulitannya, menjadikan jalan keluar bagi kesempitannya dan mengurniakannya rezeki dari sumber yang tidak diketahui" (Hadis riwayat Ibnu Majah)

Inilah perkahabaran gembira buat mukmin yang selalu melazimkan istighfar dalam kehidupannya. Dalam satu riwayat, Ar-Rabi' bin Sobin berkata kepada Imam Al-Hassan : " Kaum lelaki datang kepadamu dengan mengadu mengenai pelbagai masalah, untuk mereka semua, kamu menyuruh beristighfar." Lalu kata Al-Hassan : "Aku tidak berkata apa-apa pun daripada pendapatku sendiri, bahkan sesungguhnya Allah s.w.t. mengatakan dalam surah Nuh, hendaklah hendaklah kamu memohon ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Dia akan menghantar kepada kamu hujan dengan lebat. Dengan memperbanyakkkan harta dan anak dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai." (Surah Nuh, ayat 10-12)

Begitulah kedudukan istighfar sebagai mekanisma menghadapi pancaroba hidup. Tidak ada masalah yang tidak boleh diselesaikan, seandainya Allah s.w.t. membantu kita, begitulah sebaliknya, tiada apa yang boleh dilakukan tanpa pertolongan Allah s.w.t.. Kita seharusnya mengambil ikhtibar pengajaran kisah Nabi Nuh sperti yang diceritakan dalam Al-Quran ketika Baginda menasihatkan kaumnya memperbanyakkan istighfar kepada Allah s.w.t supaya segala dosa mereka diampunkan dan Allah s.w.t. memberi limpah kurnia hujan dan menumbuhkan rezeki kepada mereka.

Nyata taubat dan istighfar adalah penyelesaian masalah hidup. Oleh itu dalam kehidupan serba moden hari ini, amalan taubat dan istighfar mestilah tidak dicuaikan, sebaliknya dijadikan amalan harian khususnya selepas solat wajib maupun sunat.

Al-Imam Al-Qurthuby mengatakan, taubat dan istighfar seseorang mukmin itu akan meluaskan pintu rezekinya serta mampu menikmati kehidupan tenteram dan bahagia. Kita mengalami masalah mungkin disebabkan maksiat dan dosa yang kita lakukan, zahir atau pun batin. Dengan tompokan dosa itulah yang menjadi penghalang untuk terbukanya pintu rahmat dan rezeki dari Allah s.w.t.

Rujukan : Rencana Wan Mohd Ruzlan Wan Omar, Berita Harian, Jumaat 31 Disember 2010

Oleh : Norisah Seman, 9.30 pagi, 28 Mei, 2011

http://www.lailahaillallah.com/profile-2281/blog/istighfar-bantu-umat-islam-sucikan-hati-dan-dibuka-pintu-rezeki/

Apabila hati telah mati maka tertutup pintu kebaikan dan terdorong melakukan kemungkaran




More Hearts Comments


Ibrahim Adham berkata, ada 10 tanda hati yang mati iaitu :

* Mengaku kenal Allah s.w.t. tetapi tidak menunaikan hakNya.
* Mengaku cinta kepada Rasulullah s.a.w. tetapi mengabaikan sunnah baginda
* Membaca Al-Quran tetapi tidak beramal dengan hukumnya
* Memakan nikmat Allah s.w.t. tetapi tidak mensyukuri pemberianNya
* Mengaku syaitan itu musuh tetapi tidak berjuang menentangnya
* Mengaku ada nikmat syurga tetapi tidak beramal untuk mendapatkannya
* Mengaku adanya seksa neraka tetapi tidak berusaha untuk menjauhinya
* Mengaku kematian pasti tiba bagi setiap yang bernyawa tetapi masih tidak
bersedia untuknya

* Menyibukkan diri membuka keaiban orang lain tetapi lupa akan keaiban
diri sendiri
* Menghantar dan menguburkan jenazah saudara tetapi tidak mengambil
pengajaran daripadanya


Ciri manusia yang hatinya sudah mati antara lain ialah kurang berinteraksi dengan kebaikan, kurang kasih sayang kepada orang lain, tidak menolong orang, suka kemungkaran, menurut hawa nafsu, lalai dengan kebajikan dan suka berbuat maksiat

Ada tiga perkara apabila ditinggalkan akan menyebabkan hati mati iaitu :

1) Meninggalkan solat membuatkan jiwa kalut dan gelisah. Terjerumus ke dalam perbuatan keji dan hina, terseret ke lembah kemungkaran dan kesesatan.
2) Meninggalkan sedekah bererti mementingkan diri dan enggan berbuat kebaikan. Mengambil berat mengenai hubungan sosial tanda bukti keimanan kita. Contohnya, orang suka bersedekah, hatinya akan lapang dan tenteram serta menjauhkan diri daripada penyakit bakhil

3) Tidak mengingati Allah s.w.t. dengan tidak berzikir boleh menyebabkan hati keras membatu sehingga tidak boleh menerima nasihat dan ajaran agama. Zikir akan memberi ketenangan hati. Orang yang tenang hatinya akan berkelakuan positif dan tidak mahu berbuat mungkar.
Rujukan : Rencana Ibrahim Abdullah, Berita Harian, Sabtu 8 Januari 2011

Oleh : Norisah Seman, !0.00 pagi, 28 Mei, 2011

http://www.lailahaillallah.com/profile-2281/blog/apabila-hati-telah-mati-maka-tertutup-pintu-kebaikan-dan-terdorong-melakuka/

» Wanita Pemerah Susu dan Anak Gadisnya




More For You Comments

Pada zaman pemerintahan Umar bin Khaththab hiduplah seorang janda miskin bersama seorang anak gadisnya di sebuah gubuk tua di pinggiran kota Mekah.

Keduanya sangat rajin beribadah dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Setiap pagi,

selesai salat subuh, keduanya memerah susu kambing di kandang. Penduduk kota Mekah

banyak yang menyukai susu kambing wanita itu karena mutunya yang baik.
Pada suatu malam, Khalifah Umar ditemani pengawalnya berkeliling negeri untuk melihat dari dekat keadaan hidup dan kesejahteraan rakyatnya.

Setelah beberapa saat berkeliling,
sampailah khalifah di pinggiran kota Mekah. Beliau tertarik melihat sebuah gubuk kecil dengan cahaya yang masih tampak dari dalamnya yang menandakan bahwa penghuninya belum tidur.

Khalifah turun dari kudanya, lalu mendekati gubuk itu. Samar-samar telinganya mendengar percakapan seorang wanita dengan anaknya.

“Anakku, malam ini kambing kita hanya mengeluarkan susu sedikit sekali. Ini tidak cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan kita besok pagi,” keluh wanita itu kepada anaknya.

Dengan tersenyum, anak gadisnya yang beranjak dewasa itu menghibur, “Ibu, tidak usah disesali. Inilah rezeki yang diberikan Allah kepada kita hari ini. Semoga besok kambing kita
mengeluarkan susu yang lebih banyak lagi.”

“Tapi, aku khawatir para pelanggan kita tidak mau membeli susu kepada kita lagi.

Bagaimana kalau susu itu kita campur air supaya kelihatan banyak?”

“Jangan, Bu!” gadis itu melarang. “Bagaimanapun kita tidak boleh berbuat curang.

Lebih baik kita katakan dengan jujur pada pelanggan bahwa hasil susu hari ini hanya sedikit.

Mereka tentu akan memakluminya. Lagi pula kalau ketahuan, kita akan dihukum oleh Khalifah Umar.

Percayalah, ketidakjujuran itu akan menyiksa hati.”

Dari luar gubuk itu, Khalifah Umar semakin penasaran ingin terus mendengar kelanjutan percakapan antara janda dan anak gadisnya itu.

“Bagaimana mungkin khalifah Umar tahu!” kata janda itu kepada anaknya.

“Saat ini beliau sedang tertidur pulas di istananya yang megah tanpa pernah mengalami kesulitan seperti kita ini?”

Melihat ibunya masih tetap bersikeras dengan alasannya, gadis remaja itu tersenyum dengan lembut dan berkata,

“Ibu, memang Khalifah tidak melihat apa yang kita lakukan sekarang.

Tapi Allah Maha Melihat setiap gerak-gerik makhluknya. Meskipun kita miskin, jangan sampai kita melakukan sesuatu yang dimurkai Allah.”

Dari luar gubuk, khalifah tersenyum mendengar ucapan gadis itu.

Beliau benar-benar kagum dengan kejujurannya. Ternyata kemiskinan dan himpitan keadaan tidak membuatnya terpengaruh untuk berbuat curang.

Setelah itu khalifah mengajak pengawalnya pulang.

Keesokan harinya, Umar memerintahkan beberapa orang untuk menjemput wanita pemerah susu dan anak gadisnya untuk menghadap kepadanya.

Beliau ternyata bermaksud menikahkan putranya dengan gadis jujur itu.

Sungguh sebuah teladan bagi kita semua, bahwa kejujuran karena takut kepada Allah adalah suatu harta yang tak ternilai harganya. Mungkin ini yang sulit kita dapatkan sekarang.


Posted May 28, 2011 by wawan99 in Cerpen Islami
http://www.lailahaillallah.com/profile-12792/blog/wanita-pemerah-susu-dan-anak-gadisnya/


28 Mei 2011

Matahari Tepat di Atas Ka'bah, setahun 2 kali

Salah satu syarat sahnya shalat adalah menghadap kiblat, yaitu menghadap ke arah Ka'bah di Makkah Al-Maukarramah.

Sabtu (28/5, 2011), matahari akan tepat berada di atas ka'bah pada pukul 12:27 waktu Saudi atau 16:18 WIB. Saat itu menjadi kesempatan baik bagi para takmir untuk mengoreksi arah kiblat masjidnya, karena semua bayangan matahari persis mengarah ke kiblat.



24 Mei 2011

Yuk Hidupkan Romantis, tapi dengan Pasangan yg Sah loh





More Flowers Wishes Comments




BERMAIN DAN BERCANDA DENGAN ISTRI

Apa susahnya  bangkitkan  pacaran dalam rumah tangga sekarang ini?! Toh tidak ada celanya, lagian siapa yang melarang? Jangan kira sebenarnya masing-masing dari kita, baik suami maupun sang istri, pasti merindukan " Berpacaran" .

Bangkitkan kembali suasana Romantis saat ketika Pedekate dulu, dan mungkin akan lebih mengharukan lagi bila kita  mengajak serta anak-anak misalnya nonton bareng.....

Jaman Nabi tidak dikenal bioskop apalagi DVD, tapi Nabi lebih futuristik, artinya Beliau mencontohkan romantisme dalam bermain dan bercanda dengan aplikasi yang murah meriah dan dapat dilakukan siapa saja.

Aisyah berkata: Rasulullah bertanding lari dengan saya dan saya menang. Kemudian saya berhenti, sehingga ketika badan saya menjadi gemuk, Rasulullah bertanding lagi dengan saya dan ia menang, kemudian ia berkata, "Kemenangan ini untuk kemenangan itu".
[H.R. Ahmad dan Abu Daud]

"They ask you about (intercourse during) menstruation. Say it is a ' harm ' "




More Flowers Wishes Comments

Menstruasi atau haid adalah meluruhnya zat-zat nutrisi pada dinding rahim karena tidak terjadi pembuahan pada waktu ovulasi sebelumnya. Luruhnya zat-zat nutrisi yang menempel di dinding rahim itulah yang lazim kita sebut sebagai "darah haid".


Jadi, darah haid bukanlah darah kotor (sebagaimana lazimnya anggapan masyarakat), karena darah haid tersebut berasal dari zat-zat nutrisi yang merupakan sumber makanan untuk janin bila terjadi pembuahan.

Adapun terjemahan dalam bahasa Indonesia yang menyebutkan bahwa haid itu adalah kotoran, tampaknya perlu didiskusikan antara ulama dan ilmuwan sehingga terdapat keseragaman penerjemahan yang paling tepat. Berikut ayat al-Quran tersebut:

Pada al-Quran dan Terjemahnya dalam Bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Departemen Agama RI (yang tentunya menjadi acuan bagi masyarakat Indonesia), Q.S. al-Baqarah 2:222 tersebut diterjemahkan sebagai berikut:

07 Februari 2011

Akhlaq Rasulullah Shallallahu 'alaiyhi wasallam kepada Istrinya




More Love Comments


Sering kita mendengar dan melihat baik di televisi atau pun di lingkungan sekitar terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suami terhadap istrinya. Kekerasan rumah tangga tersebut mengakibatkan seorang istri cacat bahkan dapat berujung sebuah pembunuhan. Mengapa hal ini terjadi? Salah satu penyebabnya adalah sikap ketauladan Nabi Muhammad Saw mengenai keharmonisan keluarga telah banyak dilupakan kaum laki-laki.

05 Februari 2011

Allah Menawarkan Amanat kepada Langit dan Bumi



“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semua enggan memikulnya dan merasa berat daripadanya dan manusia memikulnya. Sesungguhnya adalah dia zalim lagi bodoh.” (QS.33: 72).

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989, 26), memberi arti amanat sebagai pesan, perintah (dari atas). Jadi dalam amanat itu perlu ada yang memberikan pesan (perintah) yang datang dari pemegang otoritas kepada pihak lain sebagai penerima pesan (perintah) tersebut. Contoh: PEMILU 9 April 2009 merupakan ajang pemberian amanat dari setiap rakyat Indonesia kepada salah satu caleg dari partai tertentu. Rakyat sebagai pemberi amanat kepada caleg dan caleg sebagai penerima amanat. Namun fakta politik, caleg yang terpilih masih lebih taat dan tunduk terhadap keinginan partainya ketimbang mendengarkan keinginan sang pemberi amanat.

16 Desember 2010

Pemimpin ??? Hati hati sobaat

Rasulullah SAW telah memberi nasehat kepada umat islam tentang tanggungjawab, bahwa setiap amanah yang dipikul oleh umat manusia adalah sebuah tanggungjawab yang harus dipertanggung jawabkan dihapan Allah Tuhan pemberi amanah.
Kepemimpinan didalam Islam sangat mudah untuk diwujudkan, asal mekanisme yang telah ditunjukkan oleh Allah telah dijalankan. Tugas seorang pemimpin kepada anak buahnya adalah untuk mengenal Allah dan ta’at serta tunduk patuh kepadanya, sebagaimana dalam nasehat Luqman kepada anaknya :

13 Desember 2010

Keutamaan Cinta Akhirat dan Zuhud





More Love Comments

Dari Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu beliau berkata, “Kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya, maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya).” (HR Ibnu Majah (nο. 4105), Ahmad (5/183), ad-Daarimi (nο. 229), Ibnu Hibban (nο. 680) dan lain-lain dengan sanad yang shahih).

Hijrah, Kembali pd Fitrah



More Love Comments

“Bahwasanya semua amalan (aktifitas) manusia tergantung niatnya, dan bahwa bagi tiap-tiap orang (balasannya) tergantung niatnya, barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu akan mencapai (ridha) Allah dan Rasul-Nya dan barangsiapa yang hijrahnya kerena kepentingan dunia atau karena untuk menikahi seorang wanita, maka pahalanya sesuai dengan tendensi hijrahnya tersebut”.
(H.R. Dua Imam Muhaddist, Bukhari dan Muslim, dari Amirul Mukminin Umar ibn Khattab)


Mengatasi Kekurangan dengan Cinta






More Love Quotes Comments


Keinginan mencapai kesempurnaan dambaan semua orang. Sempurna fisik, rejeki, jodoh, karier, dan lain-lain. Keinginan untuk sempurna menjadikan manusia menempuh multi cara. Banyak yang berhasil, tak sedikit yang justru menjauh dari kesempurnaan.

Kesempurnaan hakikatnya tidak akan pernah ada sebelum Anda belajar mencintai sesuatu yang tidak sempurna. Kata kuncinya adalah CINTA dan KETIDAKSEMPURNAAN. Tahukan Anda, Anda yang lahir tidak sempurna (tidak berdaya) lantas menjadi sempurna seperti sekarang (sehat dan kuat). Kenapa? semuanya dengan cinta. Bayangkan jika orang tua Anda tidak diberi cinta, Anda sudah dicekik karena hanya memberikan rasa sakit saja.


Tahukan Anda, cinta yang memberi kekuatan seseorang sehingga kadang keluar dari akan sehat? Pernahkan Anda dengar kata-kata “dalamnya lautan akan ku sebrangi”? padahal belum tentu dia bisa berenang. Cinta yang membuat seseorang yang lemah menjadi kuat, malas menjadi rajin, pecundang jadi pemberani, bahkan siap mengorbankan nyawa. Cinta adalah kekuatan ruaarrrr biasssaaa.
Cinta yang mambikin sesuatu yang tidak sempurna menjadi nampak sempurna. Dimata seorang kekasih, wanita pujaannya adalah yang tercantik. Dimata orang tua, anaknya adalah yang terhebat. Walaupun wanita itu tidak cantik dan anaknya tidak hebat, tapi karena cinta, semuanya jadi nampak sempurna.





More Love Comments

Lantas apa hubungannya dengan kesuksesan? Oke saya ilustrasikan, ketika Anda ingin berbisnis online, pertanyaannya, apakah bisnis online yang Anda temukan sempurna bagi Anda? Pasti tidak, karena Anda belum apa-apa. Anda belum mendapatkan apapun. Alhasil bisnis online itu bagi diri Anda sendiri masih bayi alias belum sempurna.

Begitu pula dibisnis konvensional, ketika Anda ingin mendirikan usaha penerbitan sendiri misalnya untuk buku-buku karya Anda, apakah penerbitan itu sempurna bagi Anda? Tentu tidak. Dan masih banyak contoh lainnya.

Bagaimana agar bisnis itu sempurna bagi Anda, bukan hanya memberikan banyak pengalaman tapi membikin kantong Anda tebal? tidak ada jalan lain kecuali Anda harus MENCINTAI ketidaksempurnaan bisnis itu agar kelak sempurna. Caranya, rawat baik-baik, pelajari sungguh-sungguh, jalankan sepenuh hati, pantang menyerah, dan berdoa. Dan sempurnalah bisnis itu.





More Love Comments


Tanpa cinta, bisnis apapun hanya jadi bagian dari masalah Anda atau pelengkap penderitaan saja. Bisnis itu berat kawan. Mustahil akan besar tanpa cinta. Apakah Anda akan membunuh bisnis itu dari semenjak bayi atau merawatnya hingga membesar, itu bergantung seberapa kadar cinta Anda.

Tapi menumbuhkan cinta pada pekerjaan atau bisnis tidak mudah. karenanya Anda harus BELAJAR. Ya belajar mencintai. Belajar mencintai sesuatu yang tidak sempurna dengan cara sempurna agar sesuatu yang dicintai dan Anda yang mencintai kelak menemukan kesempurnaan alias kesuksesan.
Bagaimana Tanggapan Anda?

10 Desember 2010

Marah ???.........Rugi loh !



Pernahkan anada  diam-diam  membenci ?
Atau, ada perlakuan pasangan yang membuat Anda kesal tapi tak pernah berani mengungkapkannya? 
Barangkali selama ini Anda terbiasa memendam rasa jengkel karena enggan berargumentasi, atau sekadar ingin menjaga "kedamaian "di lingkungan Anda?

Menurut Dr. Candace Pert, penulis buku Molecules of Emotion: Why You Feel the Way You Feel, emosi yang tertahan berakibat penumpukan beban kerja bagi sistem kekebalan tubuh.



Sebab, emosi " beracun " tersebut pada akhirnya mampu memproduksi zat-zat kimia dan hormon beracun yang dapat mengganggu kelancaran proses biokimia di seluruh tubuh.

Jadi, menyimpan dendam dan emosi negatif bisa berakibat buruk terhadap kesehatan fisik Anda.

Kalau begitu, benarkah dengan selalu berpikiran positif akan membantu kita meningkatkan kekebalan tubuh? Setidaknya, menjalani hidup dengan hati lapang akan lebih menyenangkan ketimbang menyimpan unek-unek, bukan?

Penelitian menyebutkan pula bahwa karakteristik sel-sel pembasmi penyakit milik orang-orang yang positif, cenderung lebih kuat dan agresif ketimbang mereka yang selalu berpikiran negatif. Karena itu, ekspresikan emosi Anda dengan jujur dan jangan berusaha menutupinya.



Penelitian lainnya juga menemukan bahwa faktor keluarga turut memegang peranan. Orang menjadi mudah marah, biasanya berasal dari keluarga korban perceraian, sering bertikai, membentak dan tidak cukup memiliki komunikasi emosional.

Sahabat, ketahuilah bahwa  marah adalah batu yang dilemparkan oleh syetan ke dalam hati setiap Bani Adam sehingga nafasnya memburu, memerah wajahnya, sampai mendidih darah seorang Bani Adam karena marah........................nah loh

Sedang Rasulullah Shallallahu 'alaiyhi wasallam mengatakan dalam sebuah hadits shahih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم أوصني قال لا تغضب فردد مرارا قال لا تغضب

Ada seorang laki-laki meminta nasehat kepada Rasulullah, “Nasehatilah aku” Rasulullah menjawab, “Jangan marah!”, kemudian laki-laki tersebut mengulangi permohonannya lagi, Rasulullah menjawab, “Jangan marah” (HR. Bukhori)




More Angry Comments


Bagaimana ini ? apakah kita tidak boleh marah sama sekali ?
Ketahuilah bahwa marah adalah hal yang wajar tatkala manusia tidak menyukai sesuatu yang mengganggu dan menyakitinya, bahkan Rasulullahpun pernah marah. Namun beliau adalah sebaik-baiknya orang yang dapat mengendalikan marah. Inilah nasehat beliau kepada kaum muslimin tatkala marah,

Maka Rasulullah Shallallahu 'alaiyhi wasalam memberikan rahasia bila marah sedang melanda qalbu, yaitu :

1)

و إذا غضب أحدكم فليسكت

Jika salah satu dari kalian marah hendaknya diam (HR Bukhori dalam Adabul Mufrod, dan Ahmad, dishahihkan Syaikh Albani dalam Silsilah Ash Shohihah)

2)

إذا غضب الرجل فقال : أعوذ بالله سكن غضبه

Jika seorang diantara kalian marah hendaknya dia mengatakan “A’udzubillah” (aku berlindung pada Allah) maka akan mereda kemarahannya. (dikeluarkan As Sahmy, dishahihkan Syaikh Albani rahimahullah dalam Shahih Al Jami’)
Catatan : ta’awudz diatas tanpa tambahan minasy syaitanir rajim sebagaimana pada dzohir hadits.

3)


ذا غضب أحدكم و هو قائم فليجلس فإن ذهب عنه الغضب و إلا فليضطجع

Jika salah seorang diantara kalian marah sedangkan kalian dalam keadaan berdiri, hendaknya dia duduk, jika belum mereda hendaknya dia berbaring. (HR Abu Daud dan Ibnu Hibban, dishahihkan Al Albani dalam Shohih Al Jami’)

4)

إن الغضب من الشيطان وإن الشيطان خلق من النار وإنما تطفأ النار بالماء فإذا غضب أحدكم فليتوضأ

Sesungguhnya marah itu datangnya dari syetan, dan syetan diciptakan dari api. Dan sesungguhnya api itu dapat dipadamkan dengan air. Jika salah satu diantara kalian marah hendaknya dia berwudhu’ (HR. Abu Dawud dan Ahmad,)

Nah Allah akan memberikan Pahala bagi yang sanggup menahan Amarah :

1)
Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu,

قال رجل لرسول الله صلى الله عليه و سلم دلني على عمل يدخلني الجنة قال رسول الله صلى الله عليه و سلم لا تغضب ولك الجنة

Seorang laki-laki berkata pada Rasulullah, ”Tunjukkan padaku sebuah amalan yang dapat memasukkanku ke surga”, Rasulullah mengatakan, “Jangan marah, maka bagimu surga”
(HR. Thabrani)

عن ابن عمر رضي الله عنهما أنه سأل رسول الله صلى الله عليه و سلم ما يباعدني من غضب الله عز و جل قال لا تغضب


Ibnu Umar bertanya pada Rasulullah, “Amalan apa yang dapat menjauhkanku dari kemarahan Allah?” Lantas Beliau menjawab, “Jangan marah!” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban,)


sesungguhnya tatkala Rasulullah mengulang nasehatnya “Jangan marah!” sampai dua kali, hal ini menunjukkan betapa diperhatikannya marah ini dalam Islam.
Syaikh Al ‘Utsaimin mengisahkan dampak sebuah kemarahan. Seorang laki-laki tatkala dia marah pada keluarganya, dia mentalaq istrinya, hingga jatuhlah talaq itu pada istrinya. Dengan menyesal laki-laki ini pergi ke satu ulama menanyakan permasalahannya. Tatkala ulama itu menjawab talaqnya telah jatuh, maka dia mencari ulama yang lain yang mau berfatwa sesuai harapannya, tatkala ulama kedua ini memfatwakan hal yang sama dengan ulama pertama, pergilah laki-laki ini mencari ulama yang lain lagi. Begitulah seterusnya..(iyyaka wal ghodhob, sahab.net) Inilah salah satu dari sekian banyak penyesalan dari sebuah kemarahan.
Sebagai penutup marilah kita resapi sebuah ungkapan yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ليس الشديد بالصرعة إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب

Bukanlah seorang yang kuat itu seorang menang dalam gulat, tapi seorang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya saat marah (Muttafaqun ‘alaih)

Semoga Allah melimpahkan hidayahNya pada kita, sehingga masing-masing kita mampu menguasi diri kita tatkala marah menghinggapi hati. Washallallau ‘ala nabiyyina Muhammad, walhamdu lillahi rabbil ‘alamin.

09 Desember 2010

SEDIKIT TERTAWA DAN BANYAK MENANGIS


Sahabat, Ternyata Rasulullah Shallallahu 'alaiyhi wasallam lebih banyak menangis daripada tertawa.

Rasulullah Shallallahu 'alaiyhi wasalam berkata :
Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui sungguh kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis."  Kemudian para sahabat menutup wajah mereka dan mereka menangis. (Muttafaq `Alaihi)

Dalam sebuah hadits beliau bersabda yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, "Tidak akan masuk neraka seorang laki-laki yang menangis karena takut pada Allah Swt. sehingga air susu kembali masuk ke dalam puting..." (H.R Tirmidzi)

Sabda beliau juga, "Tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah Swt. pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, diantara mereka itu adalah; seorang laki-laki yang mengingat Allah Swt. dikala sendiri kemudian mengalir deraslah air matanya." (Muttafaq `Alaihi)

Abu Bakar r.a dikenal sebagai seorang sahabat al-bakka` yaitu orang yang sering menangis. Aisyah r.a berkata, "Sesungguhnya Abu Bakar adalah laki-laki yang hatinya lembut, apabila ia membaca al-Qur`an ia selalu menangis."

Dari Abu Umamah Shuday bin `Ajlan al-Bahiliy r.a Nabi Saw. bersabda, "Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah dari dua tetesan. Beliau menyebutkan, satu diantaranya adalah tetesan air mata yang keluar karena takut pada Allah Swt." (H.R Tirmidzi)


Nah, bagaimana dengan diri kita? Setiap diri lebih mengetahui keadaannya masing-masing. Sudah seberapa banyakkah air mata kita menetes ketika mengingat Allah Swt? Ketika sendiri mengingat dosa dan kesalahan, ketika menyadari telah sering lalai dari perintah Allah Subhanahu wata'ala ? Sudah seberapa seringkah air mata kita tumpah ketika membaca ayat-ayat Allah Swt? Ketika diingatkan dengan kematian dan dengan siksa Allah Subhanahu wata 'ala .?

Sungguh tangisan Ahsan merupakan tangisan yang Allah Subhanahu wata'ala . cintai. Tangisan seperti ini akan semakin mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah Subhanahu wata a'la .

Dari saat ini mari kita mempertimbangkan air mata yang keluar, jangan sampai keluarnya air mata karena kita tidak mendapatkan keinginan hawa nafsu, jangan sampai kita menangis karena kebatilan. Bijak dalam mengeluarkan air mata merupakan pertanda jernihnya hati dan benarnya iman seorang hamba.

Mari kita menangis karena takut pada Allah Subhanahu wata 'ala ., mari kita berlatih untuk menangis ketika membaca ayat-ayat Allah Subhanahu wata 'ala . Menangis bukan selamanya tanda cengeng, tapi tangisan yang keluar karena kebaikan adalah pertanda kebesaran jiwa, tanda kesadaran akan hakekat diri yang sesungguhnya, tanda cinta yang tulus dan tanda seorang mengenal Tuhannya. Moga kita tidak malu menangisi dosa-dosa dan kesalahan kita selama ini.

Wallahu a`lam bish-showab.

08 Desember 2010

JATUH CINTA




More Fantasy Love Comments


Aku simpan cintaku sehingga engkau menderita karena sikapku
Mereka mencelamu dan celaan mereka adalah aniaya
Musuh-musuhmu menghasut
Engkau mencintai dan telah menjadi bahan gunjingan
Tak ada manfaatnya menyimpan cinta
Engkau bagai harimau betina yang mati kepayahan
Pada bekas tapak Hindun atau bagaikan bibir yang sakit
Aku menjauhi kekasih karena takut dosa
Padahal menjauhi kekasih adalah dosa
Rasakanlah bagaimana (rasanya) menjauhi kekasih yang kau sangka
Bahwa itu tindakan bijaksana padahal mungkin itu bohong
(Sebuah syair dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud, salah satu dari tujuh orang
ulama ahli fiqh dari kalangan tabi’in (fuqaha assab’ah), salah seorang guru utama Khalifah
Umar bin Abdul Aziz, seorang ulama yang produktif menulis syair, yang pernah jatuh cinta) 


Penjelasan :

Menjaga perasaan kepada lawan jenis merupakan kunci kesuksesan seseorang agar terpelihara harga dirinya. Meskipun sama-sama saling menyukai, apabila merasa belum siap untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, hendaknya perasaan itu kita tutup rapat-rapat. Meskipun kita tahu, keduanya sebenarnya saling mengharapkan. Di saat seperti ini, segala bentuk qorinah / tanda, apakah itu berupa perhatian, pemberian, dsb, hendaknya kita maknai dengan pemaknaan yang sewajar-wajarnya.

Seseorang yang mengumbar perasaan cintanya, hanya akan menjadi bahan gunjingan orang-orang di sekitarnya. Apakah hubungannya itu dapat berlanjut ke jenjang pernikahan, maupun apabila hubungan tersebut gagal menuju tangga pernikahan, sama-sama merupakan sumber gunjingan yang paling enak.

Di sisi yang lain, menyimpan perasaan kepada lawan jenis yang begitu mendalam akan merusak jiwa seseorang, karena ingatannya tidak bisa lepas darinya. Alangkah baiknya apabila kecederungan tersebut segera kita wujudkan dalam bentuk ikatan pernikahan, sebagaimana sebuah hadits menyatakan, ”Tidak ada yang terbaik bagi dua orang yang saling
mencintai kecuali menikah.” (HR. Ibnu Majah)

Sedangkan menunda-nunda ikatan pernikahan saat hati sudah tertambat pada diri seseorang, atau berusaha menghindar terhadap seseorang yang kita sukai merupakan bentuk penyiksaan batin yang lain, seperti seekor kucing yang dijauhkan dari makanan yang baru ditemuinya. Ia merasa begitu kehilangan, karena dijauhkan dari sesuatu yang selama ini ia harapkan. So, segera pastikan, cari sebuah jawaban, kunjungi orang tuanya, tentukan tanggal pelaksanaan. Insya Allah hati akan menjadi tentram.
 
Wallauhu’alam bishshowab.

» Ummu Zufar radhiyallohu’anha

mawar gliter 1.gif

Dia adalah seorang shahabiyyat bernama Su’airah al-Asadiyyah atau yang dikenal dengan Ummu Zufar radhiyallohu’anha. Walau para ahli sejarah tak menulis perjalanan kehidupannya secara rinci, karena hampir semua kitab-kitab sejarah hanya mencantumkan sebuah hadits dalam biografinya, namun dengan keterangan yang sedikit itu kita dapat memetik banyak faedah, pelajaran, serta teladan yang agung dari wanita shalihah ini.

Su’airah al-Asadiyyah berasal dari Habsyah atau yang dikenal sekarang ini dengan Ethiopia. Seorang wanita yang berkulit hitam, yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan penuh ketulusan. Ia adalah perumpamaan cahaya dan bukti nyata dalam kesabaran, keyakinan dan keridhaan terhadap apa yang telah ditakdirkan Allah, Rabb Pencipta Alam semesta ini. Dia adalah wanita yang datang dan berbicara langsung dengan pemimpin orang-orang yang ditimpa musibah dan imam bagi orang-orang yang sabar, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

Dialog mereka berdua telah dimaktub dan dinukilkan di dalam kitab sunnah yang mulia. Telah diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab shahihnya dengan sanadnya dari ‘Atha’ bin Abi Rabah ia berkata, Ibnu Abbas berkata kepadaku, “Inginkah engkau aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku pun menjawab, “Tentu saja.”

Ia berkata, ”Wanita berkulit hitam ini (orangnya). Ia telah datang menemui Nabi shallallahu’alaihi wasallam lalu berkata:

“Sesungguhnya aku berpenyakit ayan (epilepsi), yang bila kambuh maka tanpa disadari auratku terbuka. Do’akanlah supaya aku sembuh.” Rasululloh shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Jika engkau kuat bersabar, engkau akan memperoleh surga. Namun jika engkau ingin, aku akan berdoa kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu.”

Maka ia berkata:”Aku akan bersabar.” Kemudian ia berkata:”Sesungguhnya aku (bila kambuh maka tanpa disadari auratku) terbuka, maka mintakanlah kepada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Maka Beliau shallallahu ’alaihi wasallam pun mendo’akannya. (HR Al-Bukhari 5652)

Perhatikanlah … betapa tingginya keimanan wanita ini. Ia berusaha menjaga hak-hak Allah dalam dirinya. Tak lupa pula mempelajari ilmu agama-Nya. Meski ditimpa penyakit, ia tidak putus asa akan rahmat Allah dan bersabar terhadap musibah yang menimpanya. Sebab ia mengetahui itu adalah sesuatu yang diwajibkan oleh Allah. Bahwasanya tak ada suatu musibah apapun yang diberikan kepada seorang mukmin yang sabar kecuali akan menjadi timbangan kebaikan baginya pada hari kiamat nanti.

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“ Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan diberi pahala tanpa batas.” (QS Az-Zumar :10)

Di dalam musibah atau cobaan yang diberikan Allah kepada manusia terkandung hikmah yang agung, yang dengannya Allah ingin membersihkan hambanya dari dosa. Dengan keyakinan itulah Su’airah lebih mengutamakan akhirat daripada dunia, kerana apa yang ada disisi Allah lebih baik dan kekal. Dan Ketika diberikan pilihan kepadanya antara surga dan kesembuhan, maka ia lebih memilih surga yang abadi. Akan tetapi di samping itu, ia meminta kepada Rasululloh shallallahu ’alaihi wasallam untuk mendoakan agar auratnya tidak terbuka bila penyakitnya kambuh, karena ia adalah waniya yang telah terdidik dalam madrasah ‘iffah (penjagaan diri) dan kesucian, hasil didikan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, dan menjaga hak Allah yang telah memerintahkan wanita muslimah untuk menjaga kehormatan dirinya dengan menutup aurat. Allah subhanahu wa ta’alla berfirman:

وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.” (Qs An-Nur: 31)

Su’airah telah memberikan pelajaran penting bagi para wanita yang membuka auratnya, bahwa hendaknya mereka bersyukur kepada Allah ta’alla atas nikmat kesehatan yang telah dilimpahkan kepada mereka. Berpegang dengan hijab yang syar’i adalah jalan satu-satunya untuk menuju kemuliaan dan kemenangan hakiki, karena ia adalah mahkota kehormatannya. Dalam permintaannya, Su’airah hanya meminta agar penyakit yang membuatnya kehilangan kesadarannya itu tidak menjadi sebab terbukanya auratnya, padahal dalam keadaan itu pena telah diangkat darinya! Akan tetapi, ia tetap berpegang dengan hijab dan rasa malunya!

Betapa jauhnya perbandingan antara wanita yang pemalu dan penyabar ini dengan mereka yang telanjang yang tampil dilayar-layar kaca dan terpampang di koran dan majalah-majalah. Tak perlu kita mengambil contoh terlalu jauh sampai ke negara-negara barat sana. Cukuplah kita perhatikan di negara kita tercinta ini saja, banyak kita temukan wanita-wanita telanjang berlalu lalang dengan santainya di setiap lorong dan sudut kota, bahkan di kampung-kampung tanpa rasa malu sedikitpun. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam telah sebutkan perihal mereka ini dengan sabdanya:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“ Ada dua golongan penduduk neraka yang aku belum pernah melihat mereka: satu kaum yang memiliki cemeti seperti ekor sapi dimana mereka memecut manusia dengannya, dan kaum wanita yang berpakaian akan tetapi telanjang, genit dan menggoda, (rambut) kepala mereka seperti punuk onta yang miring. Sungguh mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapati baunya, padahal bau surga bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian (jauhnya).” (HR Muslim 5704)

Mereka tak ubahnya seperti binatang yang kemana-mana tak berpakaian karena mereka memang tidak berakal! Keluarnya mereka telah merusak pandangan orang-orang yang berakal. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam juga bersabda tentang mereka:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَان

“Seorang wanita itu (seluruhnya) aurat. Apabila ia keluar (rumah) maka Syaitan akan membuat mereka nampak indah di hadapan orang-orang yang memandanginya.” (HR Tirmidzi 1206, dishahihkan al-Albani dalam Shahihul Jami’ no 6690)

Dan sungguh semua itu bertolak belakang dengan fitrah manusia. Allah ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (١٧٩)

“ Sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah). Dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah). Dan mereka memiliki telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Qs Al A’raf :179)

Demikianlah sosok Su’airah al-Asadiyyah radhiyallahu’anha, wanita yang dipuji Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam akan kesabaran dan ‘iffah (penjagaan diri)nya. Semoga pelajaran agung yang telah diwariskannya dapat menjadi acuan bagi wanita muslimah menuju keridhaan Allah subhanahu wa ta’alla, dan menjadikan kita penghuni surga sebagaimana Su’airah, Aamiin.

muslimah>or.ud 
 
http://www.lailahaillallah.com/I_F_A/blog/ummu-zufar-radhiyallohu-8217anha/